Beberapa kisah mengenai Tabarruk para Sahabat r.a terhadap Rasulullah s.a.w

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN RAMBUT DAN KUKU NABI

1. Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya pada Kitab l-libas (bab pakaian) dalam pasal berjudul “Tentang rambut abu-abu”, bahwasanya ‘Usman ibn Abd Allah ibn Mawhab mengatakan: “Keluargaku mengirim diriku pergi ke Ummu Salama dengan secangkir air. Ummu Salama membawa keluar suatu botol perak yang berisi sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan biasanya jika seseorang memiliki penyakit mata atau kesehatannya terganggu, mereka mengirimkan secangkir air kepadanya (Ummu Salama) agar ia mengalirkan air itu lewat rambut tersebut (dan diminum). Kami biasa melihat ke botol perak itu dan berkata, ‘Aku melihat beberapa rambut kemerahan’”.

2. Anas berkata, “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur kepalanya (setelah hajj), Abu Talha adalah orang pertama yang mengambil rambutnya” (Hadits Riwayat Bukhari).

3. Anas juga berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam melempar batu di al-Jamra, kemudian ber-qurban, dan menyuruh seorang tukang cukur untuk mencukur rambut beliau di bagian kanan lebih dulu, lalu memberikan rambut tersebut pada orang-orang” (Hadits Riwayat Muslim).

Dia berkata: “Talha adalah orang yang membagi-bagikannya”. (Hadits Riwayat Muslim, Tirmidhi, dan Abu Dawud).

Dia juga berkata: “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur rambut kepalanya di Mina, beliau sall-Allahu álayhi wasallam memberikan rambut beliau dari sisi kanan kepalanya, dan bersabda: Anas! Bawa ini ke Ummu Sulaym (ibunya). Ketika para shahabat radiyallahu ‘anhum ajma’in melihat apa yang Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam berikan pada kami, mereka berebut untuk mengambil rambut beliau sall-Allahu álayhi wasallamyang berasal dari sisi kiri kepala beliau sall-Allahu álayhi wasallam, dan setiap orang mendapat bagiannya masing-masing. (Hadits Riwayat Ahmad).

4. Ibn al-Sakan meriwayatkan lewat Safwan ibn Hubayra dari ayah Safwan: Tsabit al-Bunani berkata: Anas ibn Malik berkata kepadaku (di tempat tidurnya saat menjelang wafatnya): “Ini adalah sehelai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam. Aku ingin kau menempatkannya di bawah lidahku.” Thabit melanjutkan: Aku menaruhnya di bawah lidahnya, dan dia (Anas) dikubur dengan rambut itu berada di bawah lidahnya.”

5. Abu Bakr berkata: “Aku melihat Khalid ibn Walid meminta gombak (rambut bagian depan) Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan dia menerimanya. Dia biasa menaruhnya di atas matanya, dan kemudian menciumnya.” Diketahui bahwa kemudian dia menaruhnya di qalansuwa (tutup kepala yang dikelilingi turban) miliknya, dan selalu memenangkan perang. (riwayat Al-Waqidi di Maghazi dan Ibn Hajar di Isaba).

Ibn Abi Zayd al-Qayrawani meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata: “Khalid ibn al-Walid memiliki sebuah qalansiyya yang berisi beberapa helai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam, dan itulah yang dipakainya pada perang Yarmuk.

6. Ibn Sirin (seorang tabi’in) berkata: “Sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam yang kumiliki lebih berharga daripada perak dan emas dan apa pun yang ada di atas bumi maupun di dalam bumi.” (riwayat Bukhari, Bayhaqi dalam Sunan Kubra, dan Ahmad)

7. Dalam Shahih Bukhari, vol 7, kitab 72, no. 784, Utsman bin Abd-Allah ibn Mawhab berkata, “Orang-orangku mengirim semangkuk air ke Umm Salama.” Isra’il memberikan ukuran tiga jari yang menunjukkan kecilnya ukuran wadah yg berisi beberapa helai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam. Utsman menambahkan, “Jika seseorang sakit karena suatu penyakit mata atau penyakit lainnya, dia akan mengirimkan suatu wadah berisi air ke Umm Salama (dan dia akan mencelupkan rambut Nabi ke dalamnya dan air tersebut akan diminum).

Aku melihat ke wadah (yang berisi rambut Nabi) dan melihat beberapa helai rambut kemerahan di dalamnya.”

Hafiz Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, Vol. 10, hlm, 353, mengatakan: “Mereka biasa menyebut botol perak tempat menyimpan rambut Nabi itu sebagai jiljalan dan botol itu disimpan di rumah Umm Salama.”

Hafiz al-’Ayni berkata dalam ‘Umdat al-Qari, Vol. 18, hlm. 79: “Umm Salama memiliki beberapa helai rambut Nabi dalam sebuah botol perak. Jika orang jatuh sakit, mereka akan pergi dan mendapat barokah lewat rambut-rambut itu dan mereka akan sembuh dengan sarana barokah itu. Jika seseorang terkena penyakit mata atau penyakit apa saja, dia akan mengirim istrinya ke Umm Salama dengan sebuah mikhdaba atau ember air, dan dia (Umm Salama) akan mencelupkan rambut itu ke dalam air, dan orang yang sakit itu meminum air tersebut dan dia akan sembuh, setelah itu mereka mengembalikan rambut tsb ke dalam jiljal.”

8. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya (4:42) dari Abd Allah ibn Zayd ibn ‘Abd

Rabbih dengan sanad yang shahih seperti yang dinyatakan oleh Haythami dlm Majma’ al-Zawaid, bahwa Nabi sall-Allahu álayhi wasallam memotong kukunya dan membagikannya ke orang-orang.

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN KERINGAT RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAYHI WASALLAM

1. Anas berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam tinggal bersama kami, dan begitu beliau tidur, ibuku mulai mengumpulkan keringatnya dalam suatu bejana. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam terbangun dan bertanya, “Wahai Umm Sulaym, apa yang kau lakukan?” Dia (Umm Sulaym) menjawab, “Ini adalah keringatmu yang akan kami campur dalam parfum kami dan itu adalah parfum terbaik.” (Hadits Riwayat Muslim, Ahmad).

Ketika Anas terbaring menjelang wafatnya dia menyuruh agar sebagian dari bejana itu digunakan saat upacara sebelum penguburannya, dan memang dipakai seperti yang ia suruh. (Hadits Riwayat Bukhari)

Ibn Sirin juga diberikan sebagian dari bejana milik Umm Sulaym. (Hadits riwayat Ibn Sa’d)

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN SALIVA (AIR LUDAH) NABI DAN AIR WUDHU’ BELIAU

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang ini amatlah banyak. Antara lain dapat dilihat di karya Syaikhul Muhadditsiin Imam Ibn Hajar al-Asqalany, Fath al-Bari 1989 ed. 10:255-256.

1. Dalam Bukhari dan Muslim: Para shahabat berebut mendapatkan sisa air wudhu’ Nabi sall-Allahu álayhi wasallam untuk digunakan membasuh muka mereka.

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata: “riwayat-riwayat ini merupakan bukti/hujjah untuk mencari barokah dari bekas-bekas para wali” (fihi al-tabarruk bi atsar al-salihin).

2. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam biasa menggunakan saliva-nya untuk menyembuhkan penyakit, saliva beliau dicampur dengan sedikit tanah, dan diikuti kata-kata.

“Bismillah, tanah dari bumi kita ditambah dengan air liur dari orang-orang yaqin di antara kita akan menyembuhkan penyakit kita dengan izin Tuhan.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

3. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam pernah menyuruh setiap orang di Madina kemudian Makkah untuk membawa bayi-bayi mereka yang baru lahir, kepada siapa beliau sall-Allahu álayhi wasallam membacakan doa dan memasukkan campuran nafas dan ludah (nafs wa tifl) beliau ke dalam mulut bayi-bayi itu. Beliau kemudian memerintahkan pada ibu-ibu mereka untuk tidak menyusui sampai malam.

[Hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud, Ahmad, Bayhaqi dalam Dala’il Nubuwwah, Waqidi, dll].

Nama-nama lebih dari 100 orang Ansar dan Muhajirin yang menerima barokah khusus ini diketahui lengkap dengan isnadnya.

Sumber : http://blog.its.ac.id/syafii/2009/05/04/adab-hormat-dan-tabarruk-sunnah-nabi-yang-dilupakan/

Advertisements

Diantara Ketakutan Barat kpd Al Mahdi (Muhammad bin Abdullah ke-2)

im

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa,

“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.

Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.

Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.”

(Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

————————————————————————-

Agenda Yahudi yang Kesembilan (untuk memusnahkan umat Islam) iaitu Menjauhkan umat Islam dari memegang tampuk pemerintahan di negara-negara Islam dan jangan beri kesempatan bergerak.

1. Montgomery Watt (seorang orientalis Inggeris) menulis dalam ‘London Time’ pada tahun 1968:

profwatt

“Kalau sudah ditemui seorang pemimpin Islam yang (benar-benar) berkelayakan dan bercakap dengan suara Islam yang tepat pula, kemungkinan besar agama itu akan (bangkit semula dan) merupakan sebuah kekuatan politik yang besar di dunia ini sekali lagi.”

Yang dimaksudkan oleh Montgomery itu adalah pemimpin yang bertaraf khalifah, kerana hanya seorang pemimpin yang bertaraf khalifah sahaja yang akan mampu menyatukan kembali seluruh umat Islam yang sedang kronik berpecah-belah pada hari ini. Pemimpin yang bertaraf Presiden atau Perdana Menteri tidak termasuk dalam senarai pemimpin yang dimaksudkan oleh beliau.

Baca : CALIPH AL MAHDI

Taraf Presiden atau Perdana Menteri yang demikian itu hanya layak untuk memimpin di dalam wilayah yang terhad atau dihadkan, tidak layak untuk memimpin dunia yang tanpa sempadan, atau sekurang-kurangnya di seluruh dunia Islam. Hanya seorang pemimpin yang bertaraf Khalifah sahaja yang akan diberi kemampuan dan berkelayakan penuh untuk berbuat demikian.

2. Ben Gurion ( Bekas Perdana Menteri Israel ) pernah dilaporkan berkata,

ben_gurion_05

“Sesungguhnya yang paling menakutkan kami ialah, kalau dalam dunia Islam, sudah lahir seorang Muhammad Baru.”

Muhammad Baru yang dimaksudkan oleh Ben Gurion itu tidak lain dan tidak bukan adalah Imam Mahdi, kerana nama Imam Mahdi itu adalah Muhammad, sama dengan nama datuknya, Nabi Muhammad SAW.

Baca : ( I) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , (II) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , FIGUR : Sayyid MUHAMMAD bin ABDULLAH As Suhaimi

Jelaslah bahawa pihak Barat amat takutkan peribadi yang bernama Muhammad ini, yang digelar sebagai Imam Mahdi, dan ketakutan mereka itu tidak dapat disembunyikan lagi. Jelaslah bahawa orang-orang Kristian adalah jauh lebih peka daripada kita, umat Islam sendiri dalam hal mempercayai dan meyakini kedatangan Imam Mahdi ke dunia ini. Mereka sentiasa berjaga-jaga menanti tibanya seorang pemimpin Islam bernama Muhammad, tahu pula tempat keluarnya dan bila keluarnya. Pada masa yang sama kita umat Islam masih lagi sibuk bercakaran mengenai sahih atau dhaifnya hadis-hadis mengenai Imam Mahdi itu.

Baca : Sebab adanya ulama yang menolak kedatangan Penyelamat itu

Yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi sibuk mengutuk golongan yang tidak percaya, manakala yang tidak percaya, sibuk pula mengutuk golongan yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi. Titik pertemuan tidak juga diperoleh. Siapa lagi yang harus dipersalahkan dalam soal ini?

 

 

 

3. Michel de Nostredame atau Nostradamus,

Antara kenyataanya yang amat menggoncangkan dunia Barat ialah bahawa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada alaf baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian-Eropah.
Kenyataan beliau bahawa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah seperti berikut:

In the year 1999 and seven months from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.

nostradamus2

Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur, bukan di negara Arab atau di sebelah Barat :

From the three water signs (seas) will be born a man who will celebrate Thursday as his feast day.
His renown, praise, reign, and power will grow on land and sea, bringing trouble to the East.

Pemimpin berkenaan akan memimpin pasukan tenteranya yang besar jumlahnya untuk menyerang dan menakluki Eropah, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.

One who the infernal gods of Hannibal will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nor the newspapers tell of worse in the past,
then will come to the Romans through Babel (Iraq).

Pemimpin berkenaan memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropah dengan memakai serban biru, membawa undang-undang Islam untuk diamalkan oleh seluruh penduduk Eropah, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristian dan Yahudi.

This king will enter Europe wearing a blue turban,
he is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again.
He will be the terror of mankind.
Never more horror.
Continue reading

Umat Islam Perlu Mujaddid Untuk Menghadapi Israel

Siapakah itu Mujaddid dan apa peranan mereka?

Kalau kita faham, persoalan Mujaddid ini amat penting kepada umat Islam. Namun rata-rata umat Islam tidak faham bahkan tidak tahu adanya Mujaddid. Malangnya termasuk para ulama turut memandang sepi terhadap persoalan penting ini. Kalau pun ada menyebut tentang tokoh Islam sepanjang zaman, nama Mujaddid tidak sedikit pun pernah di sentuh . Ini adalah satu kegagalan kita umat Islam dan kejayaan besar musuh-musuh Islam terutamanya Yahudi.

aqsa

Baca : MUJADDID, Pemimpin Kebenaran Pewaris Rasul : Khazanah Yang Sudah Lama Dilupakan Umat Islam

Yahudi bukan sahaja tenggelamkan sejarah Mujaddid bahkan Yahudi berjaya meyakinkan umat Islam bahawa Mujaddid tidak ada apa-apa peranan atau perananya kecil sahaja. Sebaliknya tertonjol ulama yang berperanan kecil tetapi digambarkan sebagai tokoh Islam yang berjasa. Mengapa Yahudi berusaha keras menutup kebesaran Mujaddid? Kerana Yahudi tahu bahawa Mujaddid sajalah yang telah benar-benar mampu menghidupkan roh Islam serta Mujaddid juga yang bakal  mengalahkan Yahudi. Sebagai contoh, mana ada dikalangan umat Islam menonjolkan ketokohan para Mujaddid yang lalu. Kalau ada pun kisah hidup Mujaddid tersebut hanyalah sekadar bersifat fakta sejarah tetapi bukan falsafah disebalik sejarah dan peribadi mereka.

Adakah kita benar-benar mengenali dan menghayati sejarah perjuangan Umar Ibnu Abd Aziz, Abu Hassan Ashaari, Imam Shafei, Imam Fakhruddin Ar Razi, Imam Ghazali, Imam As Sayuti, cukup sekadar menyebut nama Mujaddid terdahulu. Kita hanya mengenali mereka pada nama dan ilmunya. Jauh sekali dari mengkagumi mereka dan dijadikan sebagai idola.

 

Kemunculan Mujaddid akan datang ditunggu dan paling ditakuti oleh Yahudi. Mereka akan memerangi Mujaddid yang bakal datang. Sebelum kemunculannya, Yahudi sudah pun memerangi Mujaddid tersebut secara perang saraf bertujuan menghakis sama sekali keyakinan umat Islam terhadap Mujaddid. Termasuk para ulama. Bahkan melalui ulama Yahudi berjaya mengajarkan bahawa asal saja disebut Mujaddid akan cuba disesatkan. Maka umat Islam memandang serong kepada siapa saja yang dikatakan Mujaddid. Sekaligus hilang kekuatan umat Islam.

Continue reading

Nostalgia Di Bumi Anbiya’ – SYRIA / SYAM

Syria yang dulunya terkenal dengan sebutan Syam adalah tempat yang menjadi medan perjuangan para Rasul terdahulu. Malah Rasulullah SAW pernah datang berdagang ke sini ketika zaman kecil dan remaja baginda. Syria menyimpan banyak khazanah dan tempat–tempat bersejarah ,baik sejarah kehidupan sebelum dan awal masihi mahupun sejarah kekhalifahan Islam kerana Damsyik sebagai ibu kota Syira adalah merupakan pusat kekhalifahan Bani Umayyah pada 661M.

Sejarah merakamkan dua empayar Rom dan Parsi kalah di atas pangkuan para-para sahabat yang gagah., meskipun bilangan mereka sedikit tapi dengan Taqwa ALLAH membantu mereka membebaskan kota damsyiq dari kekejaman dan kekufuran kaisar bizantium (Romawi Timur).

Sewaktu pemerintahan islam bermulanya dengan Bani Umayyah, bahasa arab telah menjadi bahasa rasmi menggantikan bahasa yunani pada masa bizantium. Setelah itu Syria bekali-kali mengalami pergantian penguasa dari Islam, Tentera Salib Monggol, Mamluk, Othmaniah dan hinggalah dijajah oleh Perancis pada perang dunia 1 .

Pada masa kekuasaan Islam di bawah di bawah pemerintahan Bani Umayyah, Damsyik mencapai kemuncak kejayaannya sewaktu dijadikan ibu kota dan pusat pemerintahan oleh Muawiyah bin Abi Sofyan.

Muka bumi Syria terdiri dari bukit-bukit batu dan padang pasir. Mengalami 4 musim. Tanahnya yang subur kaya dengan sumber pertanian.

————————————————–

KARAK – ( satu tempat bersejarah di Syam yang mengingatkan kita pada sejarah Perang Muktah – Zaid Al Harithah – Jaafar Abi Thalib – Abdullah Rawahah – Nabi Nuh – Nabi Sulaiman – Zaid bin Ali Al Hussein )

 

Antara peperangan yang penting dan hebat ketika Rasulullah saw masih hidup ialah peperangan Muktah (629m). Ianya mengorbankan ramai para sahabat terdekat, yang syahid didalam pertempuran menentang tentera gabungan anatara Byzantine dan Ghassanid. Anda boleh menziarahi makam para sahabat seperti Zaid bin Harithah ra, Jaafar bin Abu Thalib ra, dan Abdullah bin Rawahah ra di Bandar Al Mazar AlJanubi berhampiran Karak.

Anak angkat Nabi Muhammad, iaitu Zaid bin Harithah telah mengetuai tentera Muslimin dalam peperangan Muktah. Beliau berjuang dengan tiada tolok bandingnya, penuh keberanian sehinggalah beliau gugur sebagai syahid. Beliau adalah satu-satunya sahabat yang disebut didalam AlQuran. Didalam surah 33 ayat 37

“ Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kahwinkan kamu dengan dia (habis iddah), supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin utk mangahwini isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya.Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi”.

Wakil Panglima Tentera, Saidina Jaafar Abi Talib merupakan sepupu kepada Nabi Muhammad saw, yang menggantikan Zaid memegang panji Islam, Saidina Jaafar digelar ‘Jaafar At Tayar’ kerana telah kehilangan kedua belah tangannya ketika mempertahankan panji-panji Islam semasa didalam peperangan. Jaafar dikatakan memiliki ciri-ciri dan watak yang hampir sama dengan Rasululah saw. Beliau terkenal sebagai seorang yang murah hati terhadap golongan miskin dan juga merupakan antara perawi hadis terus daripada Rasulullah. Jaafar juga dilantik bagi memimpin kaum Muslimin untuk berhijrah ke Abyssinia / Habsyah (Ethiopia). Continue reading

Putera Bani Tamim Dalam Hadis – Datangilah Mereka Walau Terpaksa Merangkak Di Atas Salji

Links : Putera Bani Tamim , Imam Mahdi dan Kegemilangan Umat Akhir Zaman, The Banning of Darul Arqam

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa,

“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.

Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.

Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.”

(Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

“Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan Dialah pemegang Panji Panji Al Mahdi. ” (Riwayat Ahmad)

Salah satu karamah terbesar Pemuda Bani Tamim ialah membawa hidayah yang merata kepada seluruh umat Islam dan semua manusia. Melaluinya, Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada semua manusia, sama seperti yang diperbuat oleh Allah melalui Rasulullah SAW. Hanya bezanya Rasulullah SAW membawa hidayah sebagai suatu mukjizat, sedangkan Pemuda Bani Tamim membawa hidayah sebagai suatu keramat. Dan peranannya membawa hidayah ini sudah dinyatakan oleh baginda SAW dalam hadis di atas.

Rasulullah SAW menyebutkan bahawa golongan Ahlulbait akan menerima dua ujian iaitu pertama, bencana dibunuh dan ditekan oleh pemerintah-pemerintah mereka, dan yang kedua ialah disingkirkan dari tanah air mereka. Ujian pertama itu sudah berlaku sejak awal Islam lagi, dimulai dengan terbunuhnya Sayidina al-Husain RA di Padang Karbala dan seterusnya hinggalah berakhir zaman pemerintahan Bani Abbasiah di Baghdad. Yang kedua iaitu disingkir dari tanah air mereka telah juga berlaku iaitu sejak Bani Saud mengambil alih kekuasaan di seluruh Hijaz dan sebahagian besar Semenanjung Tanah Arab.

Pemuda Bani Tamim juga disebutkan menerima ujian yang sangat berat dan tugas yang sangat besar, mengikut tahap yang telah disebutkan oleh hadis. Tahap yang disebutkan oleh hadis itu adalah;

MEREKA MEMINTA KEBAIKAN
Maksudnya mereka menyeru manusia kembali kepada ajaran Islam yang sebenar, iaitu Islam yang diasaskan pada tiga ilmu yang fardhu (tauhid, fekah dan tasawuf) sehingga manusia menjadi baik zahir dan batinnya. Itulah yang dimaksudkan dengan kebaikan di sini. Juga boleh dimaksudkan dengan beliau membina jemaah Islamnya sendiri sehingga menjadi sebuah jemaah yang besar dan hebat, sebuah jemaah yang mampu menzahirkan kebenaran, bukan semata-mata mampu memperkatakannya.

Islam mereka adalah Islam praktikal, bukan Islam teori. Maksudnya ialah Islam yang hidup dalam dunia nyata, bukan sekadar Islam tempel atau Islam kulit. Islam itu adalah Islam yang menyeimbangkan antara syariat zahir dengan syariat batin, melalui rasa bertuhan yang tinggi. Juga Islam yang menyeimbangkan antara keperluan dunia dengan keutamaan akhirat. Maksudnya setiap yang mereka buat adalah untuk akhirat, tetapi dunia yang tidak sia-sia tetap dibuat, dengan niat untuk akhirat. Tamadun akhirat menjadi keutamaan bagi mereka, dan sebagai hasilnya tamadun dunia akan terbina dengan sendirinya. Itulah sebahagian kecil erti mereka meminta kebaikan seperti yang disebutkan oleh hadis Nabi SAW.

TIDAK DIBERIKAN”nya”.
Nya di sini menunjukkan seorang atau sekumpulan orang. Dan Nya yang dimaksudkan adalah orang atau orang-orang yang mempunyai kuasa atau ilmu atau cantuman kedua-duanya sekali. Jika orang biasa, mustahil mereka dapat menghalang usaha dakwah yang memang sentiasa mampu menarik manusia kembali kepada ajaran Islam sebenar itu. Maka orang inilah atau kumpulan inilah yang berusaha keras menentang usaha-usaha dakwah Pemuda Bani Tamim, sehingga mereka sanggup menyeksa dan memperlakukannya sedemikian kejam sedangkan mereka sendiri tiada bukti dan alasan untuk memperlakukannya demikian. Namun, itulah kehendak Allah SWT seperti yang tersurat di dalam takdir-Nya.

MEREKAPUN BERJUANG.
Berjuang di sini bukan bermaksud berjuang dengan pedang atau senjata moden yang lain. Islam tidak akan dapat ditegakkan oleh sesiapa pun dengan menggunakan senjata pedang semata-mata. Belum pernah lagi terjadi dalam sejarah, ajaran Islam dapat ditegakkan semata-mata dengan pedang, iaitu memaksa-maksa orang lain menerima Islam. Sebenarnya ada senjata yang lebih berkuasa dan lebih tajam dari pedang iaitu dakwah yang berhikmah dan bi lisanul hal. Maksud berjuang juga adalah berjuang memperbaiki diri dan ibadat kepada Allah SWT sambil berusaha bersungguh-sungguh meninggalkan setiap yang boleh mendatangkan dosa sehingga menghijab hubungan antara mereka dengan Allah. Mereka takut dikeranakan dosa mereka itu, perjuangan mereka tidak dibantu oleh Allah lalu mereka Allah biar dikalahkan oleh musuh-musuh mereka.

MEREKA MEMPEROLEH KEJAYAAN.
Hasil mujahadah nafsu dan muhasabah dosa mereka itu, Allah berkenan membantu mereka sehingga perjuangan mereka itu berjaya. Berjaya di sini dimaksudkan dengan berjaya mengalahkan nafsu jahat mereka sendiri sehingga nafsu mereka dapat ditundukkan kepada Allah, berjaya mencapai taraf soleh dan solehah malah ada yang menjadi wali Allah, sangat berjaya dalam setiap bidang yang diceburi, berjaya membina tamadun mereka yang tersendiri, dan berjaya mengajak masyarakat agar kembali kepada Allah dan mengamalkan ajaran agama Islam yang sebenar dalam diri masing-masing. Continue reading

Islam is rising in the EAST ( Malaysia & Indonesia )

Most people know about the predictions of Nostradamus (a French Jew) concerning the coming of a saviour that he mentioned as “the man with the blue turban”.

A Dutch writer, G. H. Brill wrote in his book The First Encyclopaedia of Islam (1913) about the rise of Islam from the East by someone he called “the standard bearer of Mahdi”.

And in an ancient and famous Javanese book known as Babad Jawa, there is mention about the coming of one “Ratu Adil” (Imam Mahdi) and “Satria Piningit” (The Bearer of his Banner ) who will govern Indonesia and the Malay Archipelago with pure Islamic teachings. Permadi SH is a famous name in Indonesia.

He said clearly that Satria Piningit is the person who will lead to Ratu Adil. Before him is Satria Kinunjara and Satria Mukti Wibawa. Satria Kinunjara is the one who spent most of his life in prison and who set Indonesia free from colonization.

That was Soekarno. Permadi SH also said clearly that Satria Piningit is an admirer and he echoes the message of Soekarno. Satria Mukti Wibawa is a leader full of charisma who filled Indonesia’s independence. That was Soeharto. But Permadi SH also mentioned that Soeharto’s era was still an era of chaos and anarchy. There was no justice until the arrival of Satria Piningit.

Satria Piningit literally means a hidden warrior. He exists but appears non-existent. He is non-existent but appears to exist. This means he is protected by God. He is surrounded by tyranny and injustice like maggots crawling and creeping all over his body.
On one side, Satria Piningit has the good character of Soekarno. On the other side he has the good character of Soeharto. He is brave, vocal but calm and bound by strategy.

That is why Permadi SH said he is the combination of both Soekarno and Soeharto.
His arrival results in the merger of Malaysia and Indonesia. This is a continuation of the success of the Kingdom of Majapahit. That kingdom united the Malay Archipelago with the influence of Hindu and Buddhist religions.

This time, the Malay Archipelago will unite under the banner of pure Islam. Permadi SH also mentioned this is the turn of the Malays to lead the world. The light of Islam will emerge from the Malay Archipelago and will brighten the whole world.

The signs are already clear and the emergence of Satria Piningit is very near. He will emerge exactly at the time he is needed.

These predictions of Permadi SH are almost similar to the predictions of the Jewish Nostradamus and the writings of G. H. Brill. Verily God in His own way has spread this dazzling news about the rise of Islam in the last era to most races and languages of the world. Almost all races have heard about it. It is exciting and elating news to all Muslims. But to the enemies of Islam, they are wary and very sad.

We can see what is happening in the East beginning from the early 15th Hijriah century. We will notice the revival of Islam in the Malay world that is growing and expanding although it is being hindered and obstructed. This is a strange phenomenon.

Malays are becoming the best people in the practice of Islam and they are in the forefront of the Islamic struggle in the whole world today. It is not yet perfect, but is certainly progressing. This is no longer a secret. Although Islam was brought to the Malay Archipelago by Arab Traders more than 700 years ago, only now is Islam beginning to flourish in this region albeit in an era where the second age of ignorance has enveloped the whole world. Islam here did not die nor did it perish although it is was colonized and its enemies tried to kill it countless times.

This second revival of Islam does not follow the system or process of political elections. Islam has its own system. The Prophet choose a different system from the system of his time to bring up and to raise Islam.

He did it through dakwah (missionary work) and education using the divine revelations and the Hadith. His approach was through love, care, brotherhood and fraternity. When the hearts and minds of people are processed through divine revelations which are heartfelt and supreme, there will be an overall shift in the hearts and minds of people and of the society towards the truth and virtue that will bring about an Islamic nation followed by an Islamic Empire.

We should emulate the Companions of the Prophet who rushed to realise the promise of Allah to be the good military leader who would capture Constantinople from the Nasranis as said by the Prophet. They were not told who the good military leader was.

So they wanted to try to be him including Sayidina Abu Ayub Al Ansari who was then more than 90 years old. He advanced towards Constantinople and because he was not the promised one, he died a martyr beside the walls of the city. They were not disappointed if they failed. What is important is to fight for what Allah has promised and to gain His forgiveness and acceptance. Not trying is much worse than failing.

Bicara Sejarah Islam : The Secret of Nusantara

world_route.jpg

Pada abad ke-11 M dimulailah rangkaian konflik antar pemeluk agama yang dikenal sebagai Perang Salib (Crusade Wars). Diawali dengan perintah Paus (Pope) Urbanus II untuk menguasai Yerusalem yang berada dalam wilayah pemerintahan Islam. Gelombang peperangan terus berlangsung selama berabad-abad kemudian dan tahun meluas ke wilayah-wilayah lain. Konflik yang terjadi dalam Perang Salib sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pemeluk agama tersebut karena dalam beberapa seri Perang Salib berikutnya tentara Salib juga terlibat konflik dengan pihak-pihak di luar kaum Muslim yang menjadi lawan utama.

Bagi Crusaders (tentara Salib) dan kaum Muslim, peperangan yang terjadi meninggalkan kesan yang tidak terlupakan pada masing-masing pihak. Bagi orang-orang Eropa, kekalahan pada Perang Salib terhadap Salahuddin Al Ayubi/ Saladin (Ayubbid Empire)Ottoman Empire) dan kemudian terhadap Turki Utsmani ( menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Hal ini mendorong lahirnya Renaissance Eropa pada abad ke-15. Sistem keagamaan yang dinilai menghambat kemajuan mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya mereka mengharapkan pencapaian seperti dominasi Yunani-Romawi sebelum zaman Kristen dengan cara mengembangkan kemajuan-kemajuan yang telah dipelajari sebelumnya dari orang-orang Arab, di antaranya adalah pada pada bidang geografi, teknologi maritim, navigasi dan persenjataan. Continue reading

Pak Harto dalam kenangan (I): Pak Harto ikut Jadwal Allah

pak-harto-imam.jpg

~ In memoriam pak Harto, selaku pemimpin negara beliau juga imam kepada kabinetnya. Maka Apabila sebuah istana terbuka pintunya untuk menerima iman, lalu berubahlah seluruh rakyat dan negaranya ~

Link : Jadual Allah

Pak Harto Naik Lagi, Selamat Jalan Pak Harto..

Membaca Jadual Allah untuk ummat Islam maka kita akan terjumpa satu agenda yang berbunyi :

” Akan berlaku di akhir zaman, Islam muncul dari bumi sebelah Timur”

(Hadis Rasulullah SAW dipetik dari kitab Sababul Inhithath Al Muslimin karangan Sayid Hassan Ali An Nadawi)

Sejak wafatnya baginda Rasulullah hinggalah ke hari ini, orang-orang alim dan beriman sentiasa mencari-cari dan menunggu-nunggu kapan terjadinya jadual itu. Orang-orang Mukmin mengharap biarlah terjadi kebangkitan itu di za­man dan di tangan mereka. Namun terbukti bahawa ianya belum pernah terjadi sebelum ini, walaupun sudah ramai umat Islam dari Iran, Iraq, Sudan, Indonesia dan lain-lain tempat yang mencoba agar terjadi di tangan mereka.

Perihal Jadual ALLAH ini, ia pasti terjadi. Tidak akan ALLAH dan Rasul berbohong dan mungkir janji. Kita tidak boleh mengesampingkan Hadis yang sangat masyhur ini. Bahkan orang-orang Yahudi dan kristian pun sangat yakin dengan ungkapan agung ini, masakan umat Islam pula meragui­nya.

Pak Harto, Presiden Indonesia [saat artikel ini ditulis*], ketua kepada 180 juta manusia, tahu dan yakin akan khabar gembira [bu­syro] untuk umat Islam ini. Dan lagi pula cuaca du­nia akhir-akhir ini, terutama di awal kurun ke-15 Hijrah ini, seperti berbunga dan berbau Islam.

Menteri Keuangan Malaysia [saat artikel ini ditulis *], Anwar Ibrahim sejak dulu-dulu lagi selalu melaung-laungkan: “Zaman ini, the rising tide of Islam.” Lee Kuan Yew, bekas PM Singapura itu pun, sekali­pun bukan Islam tetapi beliau nampak tanda-tanda ke­banjiran kebangkitan Islam akan melanda dunia. “la tidak dapat dibendung lagi,” katanya.

Prediksi beberapa tokoh hampir-hampir menjadi ken­yataan, bahawa Islam bangkit di Timur. Antara yang mem­buat prediksi mengenai potensi bumi sebelah Timur itu ialah:

1. Dr. Abdul Sallam Harras, pensyarah Universitas Qa­rawiyyin, Maghribi. Beliau pernah berkata kepada rombo­ngan Pendakwah dari Malaysia yang menziarahi rumahnya, “Islam akan bangkit kembali bermula dari kamu (Timur).”

2. Malik Bennabi, – penulis terkenal Algeria. Katanya: “Selepas Perang Dunia Kedua, Islam akan berpusat di Asia Tenggara. Bukan lagi berpusat di Makkah, Mesir, Turki atau Yaman Selatan.”

3. Judith Nagata, penulis Amerika. Menurutnya, “Islam tidak bangkit lagi di Timur Tengah.”

4. Asy Syahid Hassan Al Banna pernah berkata, “Ke­kuasaan dunia dipegang secara bergilir-gilir oleh manusia Timur dan Barat. Mula-mula bangsa Qibti [Timur] berkua­sa. Kemudian ia dikalahkan oleh bangsa Yunani [Barat]. Bangsa Yunani dikalahkan oleh orang-orang Parsi [Timur]. Parsi kemudiannya dikalahkan oleh Rom [Barat]. Rom kemudiannya dikalahkan oleh bangsa Arab/Islam [Timur]. Se­telah itu kekuatan Islam mula merosot, dan pihak Barat pula mengambil alih kuasa dunia.”

Berdasarkan sifir Hasan Al Banna ini, dan melihat pada suasana dunia hari ini yang memperlihatkan Barat sedang menuju kehancuran, maka Timurlah yang akan meng­ambil alih kekuasaan dunia dari tangan Barat.

5. Mahmud Bajanji; bekas Perdana Menteri Iraq. Per­nah beliau berkata di satu majlis, “Semua bangsa yang me­meluk agama Islam telah mengalami zaman keemasan. Ke­cuali bangsa ini [sambil menunjuk wakil Indonesia]. Saya yakin bangsa inilah [Melayu] di belakang hari yang akan memimpin dunia Islam.”

6. Nostradamus, Futurist Perancis berketuru­nan Yahudi yang terkenal itu, pun pernah meramalkan mengenai kemunculan seorang penyelamat akhir zaman di Timur.

Katanya:

“The long awaited one will never come into Europe; instead he will appear in Asia… He will dominate over all the Rulers of the Orient.”

“Tokoh yang sekian lama dinanti-nanti ti­dak akan muncul di Eropa, sebaliknya dia akan muncul di Asia… Dia akan menguasai semua pemerintah di Ti­mur.”

7. Joyoboyo, kitab Babad Tanah Jawi, memberitakan bahawa In­donesia [Timur] akan menjadi negeri “gemah ripah loh ji­nawi” (adil dan makmur), “subur kang sarwa tinandur mu­rah kang sarwa tinuku” (yang ditanam subur dan barang-­barang bisa dibeli dengan harga murah). Ini berlaku selepas Nusantara mengalami tiga proses kepimpinan iaitu:

babad-tanah-jawi.jpg

a. Satria Kinunjara – satria yang membebaskan umat Islam dari penjajahan.

b. Satria Mukti Wibawa – satria yang penuh dengan wibawa.

c. Satria Piningit – satria yang disimpan oleh Tuhan dan merupakan orang kanan Ratu Adil (Imam Mahdi). Jika disesuaikan dengan hadis, ‘satria piningit’ yang dimaksudkan itu adalah Pemuda Bani Tamim. Continue reading

SUFI WAY : Dalam Rangka Mewujudkan ISO-AKHLAK INTERNATIONAL

~ Dalam Islam, sesungguhnya Allah telah melengkapkan segala sesuatu hal untuk menguruskan dunia ini. Dengan mengirimkan Rasulullah sebagai suri tauladan terbaik. Termasuklah ISO AKHLAK International yang sudahpun ada dalam pengajian2 Tasawuf yang dibawa oleh syeikh2 Tarikat dan Sufi tingkat dunia ~

unity.jpg

Posting ini adalah sebuah kembara yang saya dapat dari sebuah pengajian sufi, melalui beberapa sifat yang diajarkan para syeikh sufi tingkat dunia untuk menempuh istiqamah, makarimul akhlaq dan perpaduan bangsa dalam merealisasikan ISO Akhlak International.

1. SETIA

Sifat setia ini con­tohnya:

Jika kita meminjam sesuatu dari orang lain maka wajib kita memulangkannya sesegera mungkin tanpa melengah­-lengahkan waktu demi menanamkan rasa saling percaya-mem­percayai antara satu sama lain dalam masyarakat, ini mesti dilakukan tanpa bertangguh, lupa maupun leka. Jangan sampai tercatat pada dirimu sikap suka melengah­-lengah membayar hutang misalnya.

Kita juga mesti menjaga adab pergaulan dengan saudara-­saudara seperjuangan, memelihara janji-janji mereka, janji-janji dengan rakan taulan setiap masa.

Peliharalah juga hubungan kita dengan mereka sebaik mung­kin, perasaan kasih terhadap mereka turut dijaga jangan sampai berkurang, sedapat-dapatnya senantiasalah berbuat baik dengan mereka semua.

Memelihara janji dan mengekalkan rasa-rasa ini sepanjang masa mestilah diusahakan sedapat mungkin kerana semua ini sebenarnya merupakan sebagian dari kesetiaan janji dan ketaatanmu kepada Allah. Inilah juga ibadah dan penyembah­anmu kepada Allah dalam tiap gerak diammu apabila engkau terus istiqamah melaksanakan amalanmu dan tetap di atas keazamanmu kerana Allah.

Di situlah kita nanti dihadiahkan Allah Taala satu kurniaan yang dijanjikan dalam firman-Nya:

Maksudnya: “Dan bagi mereka yang berjihad pada jalan Kami pasti Kami akan tunjukkan mereka jalan Kami.” (Al Ankabut: 69)

globe-on-hand.jpg

Dan satu lagi antara sifat setia yang paling agung itu ialah apabila dapat melupakan saja kebaikan kita pada manusia dan sen­antiasa mengingat pula kebaikan-kebaikan mereka pada kita. Ingatlah kebaikanmu pada mereka tidak sia-sia dan janganlah pula kebaikan mereka padamu dilupakan kerana di situ ada anugerah dari Allah Taala.

Sepertimana yang disabdakan oleh junjungan mulia Nabi kita SAW:

Maksudnya “Amal-amal makruf dapat menghindar nasib malang “

2. KHAUF

Sifat yang kedua ialah khauf [takut]. Sesungguhnya dengan banyak takut pada Allah itu dapat membawa kita ke jalan keselamatan dan istiqamah. Senantiasalah bimbang dan sedarlah atas nama Allah dengan keyakinan yang sebenarnya bahwa Dia sentiasa melihat dan memantaumu, Dia sentiasa bersama dan menga­wasimu dalam tiap patah perkataan, perbuatan, gerak dan diam, tidur dan jaga, bersendirian maupun ramai.

Kalau engkau sadari itu apakah masih mau lagi menyandar harapanmu pada makhluk, masihkah mahu meminta pada mereka sedangkan engkau tahu bahwa zaman ini telah rusak, manusianya pun rusak tujuan hidup, kecenderungan dan hanya mementingkan diri semata-mata?!

Mampukah kita untuk merdeka dari cengkaman korupsi yang ditukar dengan istilah-istilah yang nampak baik sepertimana dapat disaksikan zaman sekarang? Tambahan pula mereka yang menyogok itu bukan memberi karena kasih-sayang, bukan juga bermotif saudara seagama dan bukan juga kerana semangat patriotik tapi semata-mata untuk merealisasikan keinginan mereka yang rusak atau untuk merampas hak orang lain.

Dalam diri kita masing-masing, cuma ada sekeping hati yang hanya akan takut kepada Allah atau takut kepada manusia, tak mungkin dua perasaan takut yang berbeda itu dapat berhimpun dalam sekeping hati.

3. SABAR

Sifat ketiga yang dapat membuka jalan menuju kesempurnaan insan adalah sabar. Membalas kejahatan orang padamu dengan kebaikan hingga nanti setiap yang memusuhimu akhirnya mengakui kelebihan, kebaikan dan keagungan peribadimu. Continue reading

Sebuah PROMOSI tentang SOLAT : SOLAT Membina Sebuah Bangsa Yang RAJIN…

Hari ini bangsa kita dihadapkan pada suatu KEMALASAN tingkat NASIONAL yang luar biasa, tidak hanya malas dalam perkara2 lahiriah yang impact-nya pada mundurnya pembangunan negara, namun malas juga untuk berkasih sayang, berdamai, bertoleransi, malas beribadah, malas untuk membawa Islamic Morality, dsb…Setidaknya inilah sedikit SOLUSI untuk pemerintah dan bangsa ini semoga kita sama2 berubah menjadi bangsa yang lebih baik.

Artikel terkait di blog ini : Solat sudah tidak memberi kesan dalam kehidupan berbangsa & bernegara ?!

dpr-tidur.jpg

~ sekedar foto hiasan : potret kemalasan bangsa…?!

~ Dalam Solat, Tuhan mengajar kita untuk berikrar supaya setiap perbuatan kita dari sekecil-kecil hingga sebesar-besarnya hendaklah dijadikan ibadah kepada Allah SWT. Jika ikrar-ikrar ini kita hayati sungguh-sungguh, mana boleh kita berMALAS-MALASAN ? Suatu bangsa yang MALAS adalah cermin sebuah Bangsa yang TIDAK SERIUS dengan TUHAN. Bangsa yang peMalas tidak akan jadi apa-apa, hanya akan menjadi sebuah bangsa subsidi… ~

Sifat yang berlawanan dengan RAJIN ialah PEMALAS. Sifat Pemalas sangat dibenci Tuhan. Untuk menjadi BANGSA YANG KUAT, kita mesti menjadi bangsa yang RAJIN. Sifat rajin tidak dapat dibuat-buat. Harus ada motivasi atau pendorong yang bersifat rohaniah.

Dalam Solat kita memuja dan memuji Tuhan. Kita menyebut bahwa Tuhan Maha Besar. Kita mengakui Tuhan Maha Raja dunia dan Akhirat. Hati kita merasa Tuhan itu Maha Besar. Kita merasa Tuhan Maha Melihat, Tuhan itu ada dan Tuhan senantiasa berperanan dalam hidup kita.

Kita juga membuat janji dan ikrar bahwa semua solat, ibadah, hidup dan mati kita hanya untuk Tuhan. Ini sesuai dengan ayat Al Quran dan janji kita di dalam solat:

Maksudnya: “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Tuhan pentadbir seluruh alam.” (Al An’am: 162)

Di sini, solat dan ibadah dipisahkan walhal solat itu pun merupakan ibadah juga. Itulah tandanya solat itu ibadah yang penting, utama dan pertama dari ibadah-ibadah yang lain baik yang wajib atau sunat.

islam_sq.jpg

Kita bersungguh-sungguh melakukan berbagai aktivitas di dalam kehidupan keseharian kita. Aktivitas2 tersebut dapat menjadi ibadah atau sebaliknya. Dapat menjadi ibadah bilamana aktivitas-aktivitas tersebut sesuai dengan syarat ibadah. Continue reading

INTERMEZZO: Bahasa MELAYU akan menjadi BAHASA Resmi DUNIA !?

utamakanbahasamelayu.jpg

~ Ini berita lama, tetapi entah kenapa tiba2 saya ingin mempostingnya sebagai pengetahuan bersama, mungkin karena saya merasa “WOW” aja membacanya [ ini sekadar respon saya peribadi ]. Jika memang suatu saat bangsa ini akan menjadi suatu MERCUSUAR DUNIA, maka ia memerlukan suatu MOTIVASI yang sangat kuat untuk menjadi bangsa yang Besar dan Berjiwa Besar. Tidak cukup hanya dengan konferensi-konferensi yang kepentingannya hanya duniawi… ~

Berita Terkait : Festival Budaya Melayu Dunia 2007

Pekanbaru (ANTARA News) – Para cendekiawan, budayawan, dan sastrawan Melayu dari sejumlah negara yang tengah mengadakan konferensi di Pekanbaru, Riau, akan mengupayakan agar bahasa Melayu dijadikan bahasa resmi dunia dan diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

2-malay-boys.jpgready-for-raya.jpg

~ Boys & Girl…Bersiaplah untuk HARI KEMENANGAN…!

Budayawan Riau, Al Azhar, di Pekanbaru mengatakan, konferensi tersebut merupakan langkah awal untuk memperjuangkan bahasa Melayu hingga menjadi bahasa resmi dunia dan diakui PBB.

“Masyarakat di dunia yang menggunakan bahasa Melayu jumlahnya sekitar 300 juta. Karena itu Riau merupakan embrio perjuangan bahasa Melayu hingga menjadi bahasa dunia meskipun tidak ada target waktu untuk mewujudkan itu,” katanya.

Ia menyatakan, pada tahun 2006 upaya untuk menjadikan bahasa Melayu menjadi bahasa resmi sudah disampaikan melalui komunike bersama tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Continue reading