Beberapa kisah mengenai Tabarruk para Sahabat r.a terhadap Rasulullah s.a.w

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN RAMBUT DAN KUKU NABI

1. Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya pada Kitab l-libas (bab pakaian) dalam pasal berjudul “Tentang rambut abu-abu”, bahwasanya ‘Usman ibn Abd Allah ibn Mawhab mengatakan: “Keluargaku mengirim diriku pergi ke Ummu Salama dengan secangkir air. Ummu Salama membawa keluar suatu botol perak yang berisi sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan biasanya jika seseorang memiliki penyakit mata atau kesehatannya terganggu, mereka mengirimkan secangkir air kepadanya (Ummu Salama) agar ia mengalirkan air itu lewat rambut tersebut (dan diminum). Kami biasa melihat ke botol perak itu dan berkata, ‘Aku melihat beberapa rambut kemerahan’”.

2. Anas berkata, “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur kepalanya (setelah hajj), Abu Talha adalah orang pertama yang mengambil rambutnya” (Hadits Riwayat Bukhari).

3. Anas juga berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam melempar batu di al-Jamra, kemudian ber-qurban, dan menyuruh seorang tukang cukur untuk mencukur rambut beliau di bagian kanan lebih dulu, lalu memberikan rambut tersebut pada orang-orang” (Hadits Riwayat Muslim).

Dia berkata: “Talha adalah orang yang membagi-bagikannya”. (Hadits Riwayat Muslim, Tirmidhi, dan Abu Dawud).

Dia juga berkata: “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur rambut kepalanya di Mina, beliau sall-Allahu álayhi wasallam memberikan rambut beliau dari sisi kanan kepalanya, dan bersabda: Anas! Bawa ini ke Ummu Sulaym (ibunya). Ketika para shahabat radiyallahu ‘anhum ajma’in melihat apa yang Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam berikan pada kami, mereka berebut untuk mengambil rambut beliau sall-Allahu álayhi wasallamyang berasal dari sisi kiri kepala beliau sall-Allahu álayhi wasallam, dan setiap orang mendapat bagiannya masing-masing. (Hadits Riwayat Ahmad).

4. Ibn al-Sakan meriwayatkan lewat Safwan ibn Hubayra dari ayah Safwan: Tsabit al-Bunani berkata: Anas ibn Malik berkata kepadaku (di tempat tidurnya saat menjelang wafatnya): “Ini adalah sehelai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam. Aku ingin kau menempatkannya di bawah lidahku.” Thabit melanjutkan: Aku menaruhnya di bawah lidahnya, dan dia (Anas) dikubur dengan rambut itu berada di bawah lidahnya.”

5. Abu Bakr berkata: “Aku melihat Khalid ibn Walid meminta gombak (rambut bagian depan) Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan dia menerimanya. Dia biasa menaruhnya di atas matanya, dan kemudian menciumnya.” Diketahui bahwa kemudian dia menaruhnya di qalansuwa (tutup kepala yang dikelilingi turban) miliknya, dan selalu memenangkan perang. (riwayat Al-Waqidi di Maghazi dan Ibn Hajar di Isaba).

Ibn Abi Zayd al-Qayrawani meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata: “Khalid ibn al-Walid memiliki sebuah qalansiyya yang berisi beberapa helai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam, dan itulah yang dipakainya pada perang Yarmuk.

6. Ibn Sirin (seorang tabi’in) berkata: “Sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam yang kumiliki lebih berharga daripada perak dan emas dan apa pun yang ada di atas bumi maupun di dalam bumi.” (riwayat Bukhari, Bayhaqi dalam Sunan Kubra, dan Ahmad)

7. Dalam Shahih Bukhari, vol 7, kitab 72, no. 784, Utsman bin Abd-Allah ibn Mawhab berkata, “Orang-orangku mengirim semangkuk air ke Umm Salama.” Isra’il memberikan ukuran tiga jari yang menunjukkan kecilnya ukuran wadah yg berisi beberapa helai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam. Utsman menambahkan, “Jika seseorang sakit karena suatu penyakit mata atau penyakit lainnya, dia akan mengirimkan suatu wadah berisi air ke Umm Salama (dan dia akan mencelupkan rambut Nabi ke dalamnya dan air tersebut akan diminum).

Aku melihat ke wadah (yang berisi rambut Nabi) dan melihat beberapa helai rambut kemerahan di dalamnya.”

Hafiz Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, Vol. 10, hlm, 353, mengatakan: “Mereka biasa menyebut botol perak tempat menyimpan rambut Nabi itu sebagai jiljalan dan botol itu disimpan di rumah Umm Salama.”

Hafiz al-’Ayni berkata dalam ‘Umdat al-Qari, Vol. 18, hlm. 79: “Umm Salama memiliki beberapa helai rambut Nabi dalam sebuah botol perak. Jika orang jatuh sakit, mereka akan pergi dan mendapat barokah lewat rambut-rambut itu dan mereka akan sembuh dengan sarana barokah itu. Jika seseorang terkena penyakit mata atau penyakit apa saja, dia akan mengirim istrinya ke Umm Salama dengan sebuah mikhdaba atau ember air, dan dia (Umm Salama) akan mencelupkan rambut itu ke dalam air, dan orang yang sakit itu meminum air tersebut dan dia akan sembuh, setelah itu mereka mengembalikan rambut tsb ke dalam jiljal.”

8. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya (4:42) dari Abd Allah ibn Zayd ibn ‘Abd

Rabbih dengan sanad yang shahih seperti yang dinyatakan oleh Haythami dlm Majma’ al-Zawaid, bahwa Nabi sall-Allahu álayhi wasallam memotong kukunya dan membagikannya ke orang-orang.

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN KERINGAT RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAYHI WASALLAM

1. Anas berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam tinggal bersama kami, dan begitu beliau tidur, ibuku mulai mengumpulkan keringatnya dalam suatu bejana. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam terbangun dan bertanya, “Wahai Umm Sulaym, apa yang kau lakukan?” Dia (Umm Sulaym) menjawab, “Ini adalah keringatmu yang akan kami campur dalam parfum kami dan itu adalah parfum terbaik.” (Hadits Riwayat Muslim, Ahmad).

Ketika Anas terbaring menjelang wafatnya dia menyuruh agar sebagian dari bejana itu digunakan saat upacara sebelum penguburannya, dan memang dipakai seperti yang ia suruh. (Hadits Riwayat Bukhari)

Ibn Sirin juga diberikan sebagian dari bejana milik Umm Sulaym. (Hadits riwayat Ibn Sa’d)

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN SALIVA (AIR LUDAH) NABI DAN AIR WUDHU’ BELIAU

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang ini amatlah banyak. Antara lain dapat dilihat di karya Syaikhul Muhadditsiin Imam Ibn Hajar al-Asqalany, Fath al-Bari 1989 ed. 10:255-256.

1. Dalam Bukhari dan Muslim: Para shahabat berebut mendapatkan sisa air wudhu’ Nabi sall-Allahu álayhi wasallam untuk digunakan membasuh muka mereka.

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata: “riwayat-riwayat ini merupakan bukti/hujjah untuk mencari barokah dari bekas-bekas para wali” (fihi al-tabarruk bi atsar al-salihin).

2. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam biasa menggunakan saliva-nya untuk menyembuhkan penyakit, saliva beliau dicampur dengan sedikit tanah, dan diikuti kata-kata.

“Bismillah, tanah dari bumi kita ditambah dengan air liur dari orang-orang yaqin di antara kita akan menyembuhkan penyakit kita dengan izin Tuhan.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

3. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam pernah menyuruh setiap orang di Madina kemudian Makkah untuk membawa bayi-bayi mereka yang baru lahir, kepada siapa beliau sall-Allahu álayhi wasallam membacakan doa dan memasukkan campuran nafas dan ludah (nafs wa tifl) beliau ke dalam mulut bayi-bayi itu. Beliau kemudian memerintahkan pada ibu-ibu mereka untuk tidak menyusui sampai malam.

[Hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud, Ahmad, Bayhaqi dalam Dala’il Nubuwwah, Waqidi, dll].

Nama-nama lebih dari 100 orang Ansar dan Muhajirin yang menerima barokah khusus ini diketahui lengkap dengan isnadnya.

Sumber : http://blog.its.ac.id/syafii/2009/05/04/adab-hormat-dan-tabarruk-sunnah-nabi-yang-dilupakan/

Renungan di saat dunia pancaroba…

sunset in KL

Kalau kamu punya seorang saja yang kamu benci,
itu sudah terlalu banyak…

Kalau kamu punya sejuta orang yang kamu sayang,
itu masih terlalu sedikit…

Nikmatilah hidupmu dengan saling menyayangi dan bersangka baik dengan orang lain. Karena sesungguhnya Allah itu Ar Rahman. DIA Maha Pemurah sekalipun kepada orang yang menderhakai- Nya.

Jangan hancurkan hidupmu dengan membenci dan bersangka buruk terhadap orang lain. Karena sesungguhnya Allah itu Al Alim. DIA Maha Mengetahui sekalipun apa yang terlintas di dalam hatimu.

Kalau kakimu sakit bersabarlah.
Karena kesakitan itu hanya berbahaya untukmu di dunia

Tapi kalau hatimu sakit segeralah sembuhkan.
Karena sakit hatimu itu bisa merusak hidupmu di dunia dan di Akhirat

Benci, sakit hati, hasad dengki, sangka buruk itu seperti api dalam sekam. Bisa membakar seluruh hidupmu tanpa kau sedari

*Sajak gubahan Ibu Ir. Latifah Abdul Qahhar

Kemanapun Kita Pergi, Bawalah Akhlak Yang Sejati

children recite

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Tidak aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.”

Akhlak ialah tingkah laku, budi pekerti, peribadi, gerak gerik dan cara bergaul. Akhlak juga ialah adab dan tata susila. Akhlak ada beberapa peringkat :

  • Ada akhlak kepada Tuhan.
  • Ada akhlak sesama manusia.
  • Ada akhlak terhadap makhluk Tuhan yang lain.

Di antara akhlak kita kepada Tuhan termasuklah kita yakin dan beriman kepada-Nya. Kita sabar dan redha di atas segala ketentuan-Nya. Kita menyembah dan bertawakal kepada-Nya dan lain-lain lagi.

Akhlak kita sesama manusia berbagai pula bentuknya. Kita taat dan patuh pada guru dan ibu ayah kita. Kita cinta dan kasihkan mereka. Kita rendahkan diri dan hati kita terhadap mereka. Begitu jugalah akhlak kita terhadap pemimpin. Sesama kawan pula, kita berlapang dada, saling bantu-membantu, nasihat-menasihati dan berkasih sayang. Continue reading

Bekerja Untuk Dunia vs Bekerja Untuk Akhirat

1. Mana lebih berat, sembahyang Subuh dua rakaat sekadar 20 minit hingga 30 minit, berbanding kerja lapan jam sehari kerana mencari duit. Adakalanya kerja buruh, betapa susah. Namun ada umat Islam tidak sanggup sembahyang Subuh sekadar 20 hingga 30 minit tapi tidak jemu-jemu bekerja satu hari lapan jam kerana mencari duit.

godholdingworld

2. Mana lebih berat, menolong kawan kerana Allah Taala mungkin sekadar satu dua jam dibandingkan walkathon berjam-jam, kadang-kadang terpaksa naik bukit, menyeberang sungai, menurun lurah kerana nama dan glamour. Susah lagi walkathon tapi mudah sahaja manusia boleh buat. Menolong kawan amat terasa berat.

3. Mana lebih berat di antara hendak memberi maaf kepada orang yang disuruh oleh Allah Taala dengan hendak naik Gunung Kinabalu kerana nama dan glamour. Padahal tidak panjat Gunung Kinabalu bukan satu kesalahan tapi orang lebih mampu memanjat gunung daripada memberi maaf yang diperintah.

4. Pergi sembahyang berjemaah tidaklah memakan masa yang panjang pun, tidak pula terlalu jauh dan juga tidak meletihkan dibandingkan hendak pergi berkelah-kelah dan membuang-buang masa bergaul bebas di tempat yang jauh mungkin di hutan, di tepi laut, di hulu sungai, yang banyak buang duit, masa dan akan berhadapan dengan keletihan. Namun orang tidak sanggup pergi sembahyang jemaah tapi sanggup pergi berkelah. Adakalanya sampai di rumah bergaduh pula dengan isteri kerana sakit hati dengan suami. Continue reading

Nuansa Religi Menyejukkan Markas Polisi Jatim

Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim

Kapolda Jawa Timur Brigjen Polisi Anton Bachrul Alam -- dengan nuansa yang berbeda

Petikan Jawa Pos : “Belum genap sebulan menjabat, Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam sudah menjadi buah bibir. Dia berusaha mengubah citra polisi menjadi lebih religius. Seperti apa?”

Berita-berita terkait :

  1. Police Officers Positive Image Building
  2. Women Police Officers’ Uniforms
  3. Instruksi Kapolda Jatim, Anggota Wajib Salat Lima Waktu
  4. Kapolda Bentuk Tim Asmaul Husna, Anak Buah Jadi Bintang
  5. Nuansa Religi di Markas Polisi Jatim
  6. Kapolda Imbau Polwan Berjilbab
  7. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (1)
  8. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (2-Habis)

———————————————————————————————————————————

Berikut di bawah ini satu kuliah dari Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi :

APABILA TIANG UTAMA DALAM MASYARAKAT ITU BAIK, MAKA AKAN BAIK JUGA SELURUH MASYARAKATNYA

Tidak ada orang yang suka masyarakat berpenyakit sosial, bermasalah dan timbulnya gejala-gejala negatif  berlaku di dalam masyarakat, berbagai-bagai bentuk kejahatan dan vandalisme, seperti pencurian, perampokan, perkelahian, penipuan, zina, perkosaan, tidak hormat pemimpin dan orang tua, tidak belas kasihan dengan anak-anak, merusak fasilitas umum, dsb. Karena hal seumpama ini akan merusak ketenteraman umum dan akan menjadikan banyak orang dan semua golongan hidup di dalam kegelisahan, takut, bimbang, resah dan tidak tenang secara langsung maupun tidak secara langsung. Continue reading

Panduan Untuk Para Guru, Pendidik dan Pendakwah

Dalam Al Qur’an Allah berfirman :

Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasehat yang baik dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik. (QS An-Nahl : 125).


Ayat di atas menjelaskan bahwa perlunya para guru, pendidik dan pendakwah tidak hanya memberi atau menyampaikan ilmu saja tetapi diharapkan hingga menjadikan murid berusaha sungguh-sungguh untuk membuat perubahan nyata dalam diri mereka. Bukan mudah untuk menjadikan didikan yg berkesan. Kalau sekadar berdakwah secara umum semua orang dapat mengerjakannya.

Ayat di atas memberikan panduan bagi kita supaya dakwah atau didikan berkesan, maka paling tidak ada 3 asas yang perlu dimiliki oleh guru, pendidik dan pendakwah. Tiga asas ini yang sangat penting yaitu : hikmah, nasehat yang baik dan berdiskusi dengan cara yang baik.

1. ILMU DAN HIKMAH

Mengapa dalam ayat tersebut Allah tidak berfirman sebagai berikut :

hendaklah kamu menyeru kepada jalan Tuhanmu dengan ilmu?

Sebab mendidik hanya dengan ilmu saja tidak akan memberi kesan dan perubahan pada sasaran dakwah atau murid.

Kita dapat lihat realitasnya dalam masyarakat. Begitu meriahnya majelis taklim, pengajian di kantor-kantor, sekolah-sekolah Islam, pesantren-pesantren, oranganisasi-oranganisasi Islam, tetapi perubahan yang nyata dalam masyarakat belum nampak lagi. Banyak pejabat, pebisnis, tokoh dan anggota masyarakat yang rajin datang ke pengajian, mengerjakan sholat, haji, pergi umroh setiap tahun, tetapi masih membuat kejahatan lahir batin seperti : korupsi, membohong, menipu, tidak disiplin, sombong, pemarah, hasad dengki, bakhil, ego dan lain-lain.

Dalam ayat di atas Allah menyebut bahwa pendidikan yang dapat memberi kesan tidak cukup hanya dengan ilmu saja, tetapi memerlukan hikmah

Apakah yang disebut hikmah itu ?

Continue reading

(ii) Kelemahan Demokrasi Dalam Memilih Pemimpin

Bagi orang-orang yang mencintai kebenaran, mereka tentu mencari-cari satu cara baru yang suci, bersih dan mulia. Apakah tidak ada lagi di dunia ini kebenaran dan kemuliaan sehingga manusia terpaksa bergelimang dengan najis dan kejahatan demokrasi? Jawabnya ada, yaitu Islam. Yakni kebenaran mutlak yang datang dari ALLAH termaktub dalam Al Quran, tergambar dalam Sunnah Rasulullah SAW dan perjalanan Khulafaur Rasyidin.

demokrasi-2

Sebenarnya pemilihan pemimpin secara demokrasi itu sudah berjalan sejak 4-5 ribu tahun dahulu oleh orang-orang Yunani. Karena manusia waktu itu tidak banyak, maka mereka menjalankan demokrasi secara langsung. Yakni semua rakyat datang ke satu dewan persidangan untuk mewakili diri masing-masing dalam acara pelantikan pemimpin yang hendak dibuat. Misalnya penduduk sepuluh ribu orang maka kesepuluh ribu orang itu datang untuk menyatakan pandangan dan menentukan pemimpin yang dikehendakinya.

Dari situ kelihatan bahwa orang-orang sekuler itu memandang tujuan melantik pemerintah ialah untuk menjalankan kehendak-kehendak rakyat. Sebab itu mereka dinamakan wakil rakyat. Sedangkan dalam Islam, pemerintah bukan wakil rakyat. Tetapi wakil ALLAH (khalifatullah) untuk menjalankan pemerintahan menurut cara yang ditentukan oleh ALLAH. Kedua pandangan itu mempunyai maksud, cara dan tujuan yang amat berbeda. Continue reading

(i) Kelemahan Demokrasi Dalam Memilih Pemimpin

HAMPIR semua pemerintah atau pemimpin di dunia kini baik orang Islam atau bukan, telah naik melalui pemilihan. Yakni hasil pemilihan rakyat jelata di hari pemilihan yang dilakukan beberapa tahun sekali. Pemimpin manapun yang mendapat suara lebih dari yang lain, dialah yang naik menjadi pemerintah untuk negara tersebut. Cara pemilihan pemimpin yang seperti itu adalah cara Barat yang menganut ideologi liberal kapitalisme, yang mempraktekkan sistem demokrasi terbuka.


no-vote

Hal seperti itu jauh berbeda dengan Islam yang merujuk pada Al Quran, Hadist dan ulil amri (ahlul halli wal ‘aqdi). Dalam Islam, pemilihan pemimpin dibuat berdasarkan sistem demokrasi terpimpin. Artinya, mereka dipilih dari kalangan beberapa orang yang menjadi intipati masyarakat yang disebut ahlul halli wal ‘aqdi. Di antara cara Islam dan cara Barat itu, terdapat perbedaan yang jauh. Kita akan membandingkan kedua hal itu supaya kita dapat melihat kebenaran dan kebijaksanaan sistem Islam.

1. Kita telah difahamkan bahwa melalui pemilihan umum, pemimpin yang naik adalah pilihan mayoritas rakyat jelata. Padahal bila diamati, hal itu tidak semestinya terjadi.

Misalnya dua orang calon bertanding di kawasan yang memiliki 10 ribu pemilih. A mendapat 4500 suara, B mendapat 4000 suara dan yang tidak memilih 1500. Perbedaan antara keduanya cuma 500 suara saja. Tetapi yang tidak memilih sebanyak 1500. Artinya A cuma diterima oleh 4500 orang rakyatnya. Sedangkan 5500 lagi menolak kepemimpinannya. Hal itu sebenarnya akan membentuk satu pemerintahan yang tidak stabil. Negaranya mudah goyang.

Keadaan akan menjadi lebih malang kalau terjadi seperti ini: terdapat tiga orang calon yang bertanding di kawasan yang pemilihnya ada 10 ribu orang. Keputusannya,

A dapat 3300 suara
B dapat 3300 suara
C dapat 3400 suara

Artinya C menang dengan penyokongnya 3400 sedangkan penentangnya kalau ditambahkan antara dua calon yang lain ialah 6600. Secara demokrasi, Bagaimana dapat dipastikan bahwa dia naik atas dukungan mayoritas? Karena penentangnya lebih banyak daripada pendukung. Coba gambarkan dalam sebuah negara yang penyokongnya sedikit dan penentangnya banyak, bagaimana negara itu akan stabil? Huru-hara selalu terjadi dan kerajaan dapat tumbang dengan mudah. Continue reading

Bagaimana Menjadikan Kehidupan Dunia Bernilai Akhirat

Hadis Rasulullah SAW ada menyebutkan:

“Kebaikan itu adalah bukan orang yang mengambil dunia tapi meninggalkan Akhirat dan yang mengambil Akhirat meninggalkan dunianya.”

Hadis lain menyebut:

“Tidak dianggap orang yang meninggalkan dunianya karena Akhirat, dan tidak juga orang yang meninggalkan Akhirat yang karena dunianya sehingga sekaligus mendapatkan kedua-duanya.” (Riwayat Ibnu Asakir)

keranda1

Karena ada Hadis yang menyebutkan seperti itu, maka lumrahlah jika orang berkata termasuk orang yang cinta dan bergelimang dengan dunia. Bahkan semua golongan mengatakan tentang ini. Maklumlah manusia mudah cenderung pada dunia, apa lagi bila ada hujah dan dalilnya, jadi ada alasan yang mengesahkan mereka untuk memburunya tanpa memikirkan pedoman dan ‘guideline‘nya. Mereka buru dunia semau-maunya. Tidak perduli dengan cara apapun dan bagaimanapun.

Continue reading

Sudahkah kita bersiap sedia untuk negeri akhirat ?!

Setiap yang bernafas pasti mati. Hidup didunia ini sementara dan sekejap sahaja. Kalau senang pun sementara dan sekejap. Kalau susah pun sementara dan sekejap. Akhirat pula jauh lebih besar dan kekal buat selama-lamanya. Kalau senang ertinya mendapat syurga yang merupakan kebahagiaan hakiki yang tidak dapat dibayangkan. Kalau susah pula ertinya neraka yang merupakan seksaan hakiki. Azabnya amat dahsyat yang tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Api neraka bukan macam api lilin. Api lilin yang paling kecil pun tidak upaya siapa pun yang menahan kepanasannya. Sedangkan seringan-ringan api neraka, berpijak atas baranya sahaja sudah mendidih otak di kepala. Kalau memahami hakikat ini janganlah memburu kesenangan yang sedikit didunia ini, hingga sanggup menderhakai Tuhan. Dan janganlah kerana takutkan kesusahan yang sedikit didunia ini, hingga sanggup derhaka kepada Tuhan.

jenazah1

Di sinilah perlunya kita rasa takut dan bimbang terhadap Tuhan yang diri kita dalam genggamanNya. Kita tidak tahu apa sukatan Tuhan yang bersifat maknawiyah keatas kita. Semoga dengan kekal rasa takut dan bimbang, maka Tuhan rahmati kita hingga dihari pertemuan denganNya.

  1. Ada manusia yang Tuhan beri petunjuk dan pimpinanNya. Dia berada dalam kebenaran dan kebaikan dari awal hingga akhir hidupnya.
  2. Ada manusia yang diawal hidupnya dalam kesesatan. Manakala diakhir hisupnya Tuhan beri petunjuk dan pimpinanNya dan berada dalam kebenaran.
  3. Terdapat manusia yang  diawal hidupnya dalam kebenaran tetapi diakhir hidupnya dalam kesesatan.
  4. Terdapa pula manusia yang dari awal hingga akhir hidupnya dalam kesesatan.

Kita tidak tahu kategori mana yang menimpa nasib kita. Nasib kita belum tahu. Sanggupkah kita berhadapan dengan Allah swt di akhirat kelak dalam kesesatan. Sedangkan dunia ini ibarat mimpi saja berbanding akhirat. Continue reading

Indonesia jangan Tertipu oleh Obama !

Setelah membaca beberapa berita terkini pada link2 di bawah ini, — mengenai sepak terjang presiden terpilih AS Barack Obama — saya tergerak hati untuk memposting satu artikel mengenainya. Walaupun isu ini mungkin sudah tenggelam dan sudah dilupakan, namun saya berharap semoga kita dapat menghargai tulisan ini setidaknya  untuk menjadi bahan renungan buat kita  dan dapat membuka mata umat Islam — khususnya di Indonesia — bahwa tipu daya musuh tidak akan padam selagi kita belum mengikuti apa kemauan mereka. Semoga kita dapat memperbaiki dan menjaga diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara tanpa bergantung dan memberi kepercayaan kepada musuh melainkan bergantung kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan mengusahakan taqwa dengan sebenar2nya :

obamapointingfingerobama-indonesia

—— Ramai dikalangan pemimpin dan umat Islam di Indonesia menyuarakan harapan kepada Obama untuk menyelesaikan masalah dunia khususnya yang berkaitan dengan negara-negara Umat Islam. Ini menunjukan betapa Umat Islam sudah rusak roh serta pemikirannya yang sudah sangat dicorak oleh Barat. Tidak heranlah mengapa sistem yang berjalan di negara-negara Umat Islam adalah sistem Barat. Bahkan termasuk ulama bertaraf Mufti pun turut memuji sistem demokrasi AS dan  turut menyeru supaya kita turut mengikut jejak langkah demokrasi AS itu.

Pernah suatu ketika dahulu seorang ulama juga yang agak terkenal menyarankan agar dalam mengatasi masaalah institusi keluarga, kita perlu meniru AS kerana mereka ada kumpulan sokongan. Amat mengherankan para ulama kita dan juga pemimpin umat Islam seringkali melaungkan Hadis Rasulullah saw yang bermaksud lebih kurang, ‘Aku tinggalkan dua perkara yang selagi berpegang kepadanya nescaya tidak akan sesat buat selama-lamanya iaitu Al Quran dan As Sunnah. Tetapi masih mengagungkan sistem yang selama ini sangat rusak dan merusakan. Sedang seluruh sistem anti Tuhan mengalami era suram dan bakal hancur tidak lama lagi ulama Islam pula mengajak meniru sistem tersebut. Dimana kedudukan Al Quran dan As Sunah dalam usaha menjadikan dunia lebih aman makmur dan mendapat keampunan Allah swt ??

Apakah pemimpin, ulama dan kita umat Islam tidak faham atau keliru siapa Presiden AS dan siapa yang sangat berpengaruh dalam menentukan dasar-dasar AS ??!! kecuali Yahudi sudah muak dengan AS atau Obama bertegas mengenepikan untung rugi Israel atau AS sudah tidak lagi menjadi ‘Bapak Angkat’ kepada Israel, barulah dasar AS akan berubah.  Baca artikel di sini : Obama : The Zionist Wolf in Sheep’s Clothes

Continue reading

Sistem ekonomi Islam solusi kepada perekonomian dunia

Hari ini kita saksikan dengan mata kita perekonomian dunia  sedang menghadapi kehancurannya. Bahkan hingga kini belum ada satu pertanda akan bangun lagi. Pemecatan dan kebangkrutan, kriminalitas semakin menaik dan berbagai side efect lainnya. Kepercayaan masyarakat dunia kepada sistem yang ada telah habis menyusul kasus penipuan oleh Bernard Madoff ( bekas direktur Nasdaq ) yang diklaim telah merugikan perekonomian dunia hingga lebih 50 Billion US Dollar. Lalu dunia mengalami satu kebingungan yang hebat. Sistem ekonomi yang memang sangat diperlukan oleh manusia tiba2 lumpuh. Hakikatnya saat ini dunia sedang menungguu, menantikan dan merindukan satu sistem  Ekonomi yang membawa angin segar bagi menggantikan sistem yang ada yang sudah terbukti rosak dan merosakkan.

Ada juga dalam kondisi sebegini sesetengah orang Islam yang mencuba mencari solusi dengan menerapkan “ekonomi syariah” membangun “bank syariah” namun apabila kita lihat lebih dalam, betulkah ia sesuai seperti yang Allah kehendaki, ataukah hanya ditukar nama menjadi Syariah, Islami, dsb namun pada hakikatnya tetap saja ekonomi kapitalis?  Kita sebagai umat Islam semua mengakui bahwa Tuhan jualah yang menjadikan ini semua, pasti ada maksud yang tersirat, Tuhan hendak ajar kepada kita, Tuhan sedang siapkan sistem pengganti ditangan orang2-Nya yang layak. Berikut satu artikel penuh yang berisi point-point mengenai Sistem Ekonomi menurut kehendak Tuhan.  ———————————————————–

wallstreet-down

Sistem ekonomi menurut kehendak Tuhan tidak sama dengan sistem-sistem ekonomi yang lain. Ia berbeza dengan sistem kapitalis, ia bukan dari hasil ciptaan akal manusia seperti sistem kapitalis atau sistem komunis. Ia adalah berpandukan wahyu dari Allah SWT. Sistem kapitalis dan komunis, walaupun pada lahirnya bertujuan untuk mendatangkan manfaat bagi manusia tetapi disebabkan ceteknya akal, maka sistem yang dicipta itu memakan tuan. Kebaikannya sedikit tetapi kerosakannya banyak. Ia merosak, menghancur dan memusnahkan tamadun dan hati-hati manusia. Ia menjahanamkan kemanusiaan.

Kedua-dua sistem ciptaan akal manusia ini hanya mengambil kira perkara-perkara lahiriah semata-mata tanpa menitikberatkan soal hati, roh dan jiwa manusia. Hasilnya, matlamat lahiriah itu sendiri tidak tercapai dan manusia menderita dan terseksa kerananya. Tidak ada kasih sayang. Tidak ada pembelaan. Manusia terjerumus ke dalam lembah kehinaan. Berlaku penindasan, tekanan dan ketidakadilan. Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin pula bertambah miskin. Ekonomi Islam pula sangat berbeza.

Berikut sebagai renungan bersama bagaimana sesungguhnya Tuhan telah memberikan sistem yang terbaik untuk  kita. Sekurangnya 9 (sembilan ) perbedaan Ekonomi Tuhan berbanding Ekonomi Kapitalis :

1. Dalam sistem ekonomi Islam – Tuhan adalah point utama.

Orang Islam berekonomi dengan niat kerana Allah dan mengikut peraturan dan hukum-hakam Allah Taala. Matlamatnya ialah untuk mendapat redha dan kasih sayang Allah. Syariat lahir dan batin ditegakkan dan hati tidak lalai dari mengingati Tuhan. Aktiviti berniaga itu sendiri dianggap zikir dan ibadah kepada Allah SWT. Ia adalah jihad fisabilillah dan menjadi satu perjuangan untuk menegakkan Islam dan mengajak manusia kepada Tuhan. Sesibuk mana pun berniaga, Allah SWT tidak dilupakan.

Sedangkan dalam ekonomi kapitalis dan komunis, hati tidak diambil kira dan tidak berperanan. Tidak ada kaitan antara ekonomi dengan Tuhan. Firman Allah SWT:

Maksudnya: “Dan berbekallah (hendaklah kamu menambah bekalan). Maka sesungguhnya sebaik-baik bekalan adalah taqwa.” (Al-Baqarah: 197).

Berekonomi dan berniaga secara Islam adalah di antara jalan untuk menambah bekalan taqwa. Continue reading

100.000 Hits – Nilailah Perjuanganmu…!

100ribu

100.ooo Hits……!

Nilailah Perjuangan Kita

Berjuang artinya mencari Tuhan. Berjuang bermakna mencintai Tuhan. Berjuang berarti berusaha menjadikan Tuhan sebagai idola. Kerana itulah berkorban habis-habisan untuk membuktikan kecintaan terhadap idola kita. Berkorban apa sahaja demi keredhaan-Nya.

Jangan pula berjuang hingga kehilangan Tuhan, atau makin gigih berjuang makin jauh dari Tuhan. Akibatnya berjuang tidak lagi bersama Tuhan. Apabila terjadi di dalam perjuangan kehilangan Tuhan, artinya kita mengajak manusia menjadikan diri kita idolanya. Aduh malangnya, secara tidak disedari kita menjadikan diri kita sebagai Tuhan. Sekalipun kita tidak pernah mengajak manusia menuhankan diri kita.

Janganlah hendaknya terjadi di dalam perjuangan kehilangan Tuhan. Perjuangan kita di dalam kerugian, pengorbanan kita menjadi sia-sia, kita akan dilaknat oleh Tuhan dan oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.

Nilailah semula perjuangan kita, koreksi lahir dan batinnya sebelum terlajak jauh tersilap, agar sempat membetulkannya…..

Ingatan dari Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi

(ii) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

Sambungan dari : (i) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

DALIL KETUJUH:

Memang menjadi Sunnatullah sejak Nabi Adam a.s. sehingga ke akhir zaman, orang yang jahil tentang ilmu Islam lebih ramai daripada orang alim, walaupun sebenarnya ramai yang ingin jadi alim. Bahkan bukan sahaja dalam soal ilmu tetapi juga dalam soal-soal yang lain, seperti kekayaan, walaupun fitrah manusia ingin kaya tetapi bukan semuanya menjadi orang kaya. Yang kaya itu sedikit tetapi yang miskin itulah yang banyak.

mazhab-syafeial-umm

Begitu juga dalam soal ilmu pengetahuan. Walaupun fitrah manusia ingin menjadi orang alim, tetapi yang alim itu sedikit. Yang jahil itu yang ramai. Dalam keadaan ini, apakah patut dipaksa semua orang awam mengkaji dan menggali sendiri Al Quran dan Hadis? Minta mereka berijtihad sendiri tanpa bersandar dengan mana-mana ulama mujtahidin. Ini tidak munasabah. Samalah seperti kita memaksa semua orang yang hendak memiliki emas supaya jangan membeli emas di kedai-kedai emas. Kita ajak mereka korek bumi atau melombong emas untuk ambil yang benar-benar emas pure dari dalam bumi itu. Ini tidak mungkin.

Sebab? Kalaulah ia seorang kontraktor besar, yang ada kapal dan bulldozer yang besar-besar dan ada modal berjutajuta, bolehlah kalau dia hendak mengambil emas dengan mengorek bumi. Tetapi bagi kontraktor yang kecil apalagi pada mereka yang hanya menjadi pelanggan sahaja, hendak dipaksa mereka supaya ambil emas dari perut bumi dengan gunakan cangkul, sudah tentu mereka tidak akan dapat emas. Lebih baik beli dari pelombong emas atau di kedai emas saja. Ini lagi bagus.

Begitulah kalau kita hendak paksa semua orang berijtihad daripada Al Quran dan Hadis, jangan bersandar dengan mana-mana ulama mujtahidin. Sampai bila pun mereka tidak akan dapat beramal dengan ajaran Islam. Tidak mungkin orang awam seperti kita hendak diajak berijtihad sedangkan ulama yang ada sekarang pun tidak boleh berijtihad.

DALIL KEDELAPAN:

Rasulullah SAW ada bersabda:

Berselisih faham di kalangan umatku itu adalah rahmat. (Riwayat Al Baihaqi) Continue reading

(i) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

Artikel ini adalah sebagai hujah untuk menguatkan pendapat dibolehkannya kita bermazhab dalam Fiqh dan juga sebagai jawaban bagi orang2 yang merasa tidak perlu atau menolak mazhab. Berikut setidaknya 12 dalil kita dibolehkan bermazhab atau mengikut salah satu daripada empat mazhab yang muktabar iaitu Mazhab Syafi’i,  Maliki, Hanafi dan Hambali. Antaranya:

muwatta_full1

DALIL PERTAMA:

Memang sudah ada isyarat daripada Hadis Rasulullah:

Sebaik-baik manusia ialah yang berada di kurun aku, kemudian mereka yang selepas kurun itu, kemudian mereka yang mengiringi kurun itu pula. (Riwayat Al Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW menyebut bahawa umat Islam sekitar tiga kurun itu secara majoritinya adalah baik-baik, soleh-soleh bahkan sebahagian daripadanya bertaraf muqarrobin. Mereka inilah yang dikatakan salafussoleh (orang soleh zaman dahulu). Manakala umat Islam selepas 300 tahun itu hinggalah ke zaman kita ini dikatakan khalputtoleh (orang-orang jahat yang kemudian). Ertinya umat Islam selepas 300 tahun itu secara majoritinya jahat-jahat; yang baik-baik terlalu sedikit.

Manakala keempat-empat Imam Mazhab tersebut hidup  pada sekitar tiga kurun selepas Rasulullah SAW. Imam Hanafi dan Imam Malik hidup pada kurun yang pertama lagi; masing-masing lahir pada tahun 80 dan 93 Hijrah. Sementara Imam Syafi’i (lahir 150 Hijrah) dan Imam Hambali (lahir 164 Hijrah) berada pada akhir kurun kedua sehingga kurun yang ketiga. Sedangkan menurut Hadis tadi, secara umum umat Islam sekitar tiga kurun itulah yang patut menjadi ikutan kita. Sunnah mereka, tradisi mereka, kebudayaan mereka dan lainlain menjadi ikutan kita. Betapalah pula Imam-Imam Mazhab yang telah disebutkan tadi. Mereka bukan sahaja ulama pilihan di kalangan para ulama di zaman itu, tetapi mereka juga merupakan ulama yang soleh, warak, kuat beribadah, tegas memegang hukum, bebas (tidak makan gaji atau terikat dengan tugas rasmi). Bahkan mereka menjadi ikutan para ulama dan orang-orang awam dari zaman tersebut hingga ke hari ini. Maka lebih-lebih patut dan lojik mereka itu menjadi ikutan kita.

DALIL KEDUA:

Jangan pula menganggap bahawa bila seseorang mengikut salah satu daripada empat mazhab tadi, maka dia tidak mengikut Al Quran dan Hadis. Kerana keempat-empat Imam Mazhab tersebut telah pun mengikut Al Quran dan Hadis. Mereka mengistinbatkan hukum atau mengeluarkan hukum daripada Al Quran dan Hadis. Ini memberi erti mereka mengikut Al Quran dan Hadis. Oleh itu kita tidak boleh menganggap imam-imam tersebut tidak mengikut Al Quran dan Hadis. Jangan pula kita anggap mereka mengeluarkan hukum hanya berdasarkan fikiran mereka semata-mata. Continue reading

Disiplin hidup orang mukmin ikut jadual Allah

Ada orang yang berpendapat, kita akan terkungkung atau hilang kebebasan bila ikut dengan peraturan Tuhan. Padahal dalam kehidupan nya manusia tidak lepas dari peraturan. Bila tidak ikut dengan peraturan Tuhan artinya ikut dengan peraturan manusia. Bahkan di dalam rumah atau keluarga kita pun tidak lepas dari peraturan. Kalau kita pindah ke rumah orang lain pun akan ada peraturan. Tentu kita akan Lebih suka dengan peraturan yang dibuat oleh ayah kita di rumah daripada peraturan yang dibuat dalam rumah orang lain.

sujud

Misalnya kita berada di rumah kita sendiri, tentulah program dalam rumah itu kita yang buat. Kalau kita pergi ke rumah orang lain, tentu programnya berlainan dengan di rumah kita. Apakah sama perasaan kita berada di rumah sendiri dengan berada di rumah orang lain. Tentu tidak. Jadwal hidup kita pun akan berbeda, di rumah sendiri dengan di rumah orang lain. Kalau kita paksakan jadwal hidup kita di rumah orang lain, tentu kita akan susah dan tidak tenang.

Kalau dunia ini kita rasakan kepunyaan kita, waktu yang 24 jam itu juga kepunyaan kita, kita yang mengatur, itulah yang membuat kita hidup di dunia ini tidak tenang
, susah, gopoh dsb. Itu yang membuat kita tidak stabil. Dunia kepunyaan Tuhan, waktu yang juga kepunyaan Tuhan kita programkan semaunya, tentu hidup kita akan jadi susah, sebab kita telah membuat jadwal untuk sesuatu yang bukan kepunyaan kita. Continue reading

Nabi Ibrahim dan Ismail – bukti cinta hamba kepada Tuhan-nya

aidil-adha

Berikut satu petikan kisah patriotik Nabi Ibrahim a.s dan anaknya Ismail yang diabadikan di dalam Al Qur’an. Semoga dapat menjadi motivasi kepada kita sehingga mampu berkorban apa saja untuk Allah swt :

———————————————————————————————————————————————–

Setelah Nabi Ibrahim Al-Khalil a.s berpindah dari negeri kaumnya, beliau memohon kepada Allah s.w.t supaya dikurniakan seorang anak yang soleh, lalu Allah s.w.t mengembirakannya dengan mengurniakan seorang anak yang cantik iaitu Nabi Ismail a.s yang dilahirkan ketika Nabi Ibrahim a.s berumur 86 tahun. Setelah Nabi Ismail a.s meningkat dewasa, Nabi Ibrahim a.s telah bermimpi menyembelih anaknya, dimana telah ditetapkan bahawa mimpi para Nabi adalah Wahyu.

Ini merupakan ujian yang besar daripada Allah s.w.t terhadap Nabi Ibrahim a.s sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud:

Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu. ( QS 37:102 )

Lalu Nabi Ismail a.s menjawab sebagaimana firman Allah SWT, yang bermaksud:

Wahai ayahku! Jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapati aku dari kalangan orang-orang yang sabar. ( QS 37:102 )

Dikatakan kedua-duanya telah berserah diri sebagaimana firman Allah s.w.t, yang bermaksud:

Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu) dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah. (Kami sifatkan Ibrahim dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah kami). ( QS 37:103 ) Continue reading

Allah SWT adalah modal kebangkitan Islam

Kebangkitan Islam yang pertama ditangan Rasulullah SAW dan para sahabat, Islam terbangun dengan Allah SWT sebagai Pemodal. Tidak pernah ada sejarah Islam dapat bangkit selain Allah sebagai Pemodal.  Selama ini kita tersalah kalau beranggapan bahwa orang kaya sebagai pemodal.

kafilah2

Hakikatnya, tidak akan terjadi kebangkitan Islam seandainya kita mendapatkan uang dari orang kaya kemudian kita tidak mengatakan bahwa uang itu ialah dari Allah. Justeru itu orang kaya kalau hendak berperan serta dalam kebangkitan Islam, atau ingin selamat dari api neraka, pilihlah untuk membela Islam.

Seperti juga halnya orang bijak dan orang pandai menggunakan kepandaian untuk kebangkitan Islam dan juga orang miskin menggunakan tenaga untuk kebangkitan Islam.

Setiap orang diberikan peluang dan peranannya masing-masing oleh Allah SWT sesuai dengan kemampuannya. Bukan dilihat dari sudut pandang sebagai pemodal atau apa, tetapi kita harus melihat bahwa ini semua untuk menyelamatkan diri dari api neraka.

Pemodalnya tetap Allah, sebab itu Islam bukan terbangun atas nama orang kaya,  orang pandai atau orang bijak, tapi Islam terbangun atas nama Allah, Islam terbangun atas nama Rasulullah SAW sebagai utusan Allah dan pengurus bank Tuhan, anak kunci emas yang diciptakan Allah untuk pengeluaran uang dari Allah untuk modal kebangkitan Islam.

Memintalah pada Allah Pemodal kita, bertawasul dengan Rasulullah sebagai Pengurus Bank Tuhan, jagalah harga diri umat Islam, tak perlu kita berhutang pada musuh, kapitalis dan Yahudi.

———————————————————————————————

Pada suatu hari, saat Madinah sunyi senyap, tiba2 debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah perniagaan yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki.

Ketika Ummul Mukminin Sayidatina Aisyah RHA mendengar suara kafilah-kafilah itu datang, maka dia bertanya, “Apa yang sedang terjadi di Madinah?” Ada yang menjawab, “Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf yang baru datang dari Syam membawa barang perniagaan miliknya.” Continue reading

Kebangkitan Islam Bersama Cinta dan Akhlak

Rahsia kejayaan Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin dan salafussoleh dapat mengislamkan dunia adalah kerana mereka cintakan Allah lebih daripada cintakan dunia. Juga kerana mereka memberi tumpuan yang serius kepada Akhirat dengan membersihkan hati mereka. Mereka mampu menundukkan nafsu, lalu dunia jatuh terjelapak ke tangan mereka. Mereka serius membersihkan hati mereka melalui mujahadatunnafsi, riadatunnafsi, dengan disiplin serta barakah pimpinan Rasulullah SAW, maka mereka diberi Allah sifat-sifat hati yang bersih.

sufi-way

Kalaulah mereka tidak mengutamakan sifat-sifat terpuji (mahmudah) lebih daripada sifat-sifat terkeji (mazmumah) tentulah mereka bukan saja tidak dapat menegakkan empayar, hendak memerintah satu negara pun tidak akan berjaya. Bahkan memerintah satu kampung pun akan timbul pecah belah. Bahkan gagal untuk menawan walau satu hati pun.

Kalau masalah dalam diri tidak dapat diatasi, tidak selesai-selesai,apa logiknya untuk tawan hati orang lain? Lebih-lebih lagi apa logiknya untuk tawan hati manusia dalam satu empayar? Bukankah fitrah hati itu akan jatuh hati hanya dengan orang yang mempunyai akhlak terpuji?

Hakikat yang berlaku ialah bila mereka cintakan Allah dan cintakan Akhirat, di waktu itulah mereka mengorbankan hidup dan mati mereka untuk Allah. Seperti orang bercinta, dia sanggup beri apa saja demi menunaikan hajat cintanya. Begitulah hati mereka dengan Allah.

Hati, jantung, kaki, tangan serta seluruh anggota mereka gementar bila disebut nama Allah dan bila mendengar ayat-ayat-Nya. Mereka sangat cinta, rindu dan kasih kepada Rasul-Nya.

Bahkan hidup mati mereka diserahkan kepada Allah. Hati mereka sedikit pun tidak terpaut dengan dunia. Sedangkan di waktu yang sama, mereka mengurus dan mentadbir serta memerintah tiga perempat dunia.

Continue reading

Media TV Ibarat Guru Yg Sudah Disalahgunakan

Di akhir zaman ini, TV ibarat guru. Kalau diibaratkan manusia, TV merupakan manusia yang pandai, bijak dan mempunyai berbagai-bagai ilmu. TV boleh mempersembahkan apa saja informasi dan keperluan manusia di zaman ini. Walau dalam bentuk apapun ia disajikan, ia adalah informasi dan pengetahuan. Jadi, di sini manusia yang menjadi konsumen akan mendapat dua perkara yaitu informasi dan hiburan.

tv-kids

Dalam informasi ada hiburan, dalam hiburan ada informasi. Jadi, TV ibarat menjadi guru kita. Kadang-kadang ada acara berita, film atau iklan, kadang-kadang guru kita boleh bernyanyi, menghiburkan manusia. Di dalamnya tentu juga ada informasi. Kadang-kadang TV memberikan kuliah. Maka dalam kuliah lebih-lebih lagi mempunyai informasi Kadang-kadang guru itu bertanya kepada orang dengan berbagai-bagai pertanyaan. Maka TV yang merupakan guru yang pandai dan pintar itu boleh menjawab apa saja yang ditanya oleh manusia. Begitulah seterusnya.

Jadi di akhir zaman ini, kalau orang yang menguasai TV dan yang memegang dasarnya dapat menggunakan TV pada tempat yang sebenarnya, mungkin hanya mengambil masa 5 tahun saja, seluruh negara boleh berubah.

Berubah daripada cinta dunia kepada cinta Tuhan, daripada takut benda yang bukan-bukan kepada takut kepada Allah, daripada cinta dunia kepada cinta akhirat dan begitulah seterusnya.

Tapi sayang sekali di dunia hari ini, guru kita iaitu TV telah disalahgunakan. Sepatutnya manfaat yang lebih besar, tetapi apa yang berlaku ialah mudharatnya lebih besar dari manfaatnya. Moral masyarakat dikorbankan.

Continue reading