Letter from Caliph Umar to River Nile

nile23

There was a time when Egypt was conquered by Muslims, Caliph Umar Al-Khattab put Amru Al-Ash as the governor of that new Muslim territory. Amru Al-Ash was famous as a valiant commander and an efficient and wise administrator.

After some period, the month of Bowana (June) came. At the beginning of the month a delegation of the “Qabti” tribe met the governor and said that one habit of the river Nile is such that if not fulfilled it (the Nile) stops flowing.

The governor asked. “What’s that?”.

They said: “After 12 nights of this month Bowana (June) has passed, we grab a beautiful young girl, persuade her parents, decorate this young girl with good clothes and jewelry and put her in the river Nile. After that the river flows with full force”

Continue reading

Sayidina Ali dan Sepuluh Buah Delima dari Syurga

delima

Dikisahkan oleh Ka’ab bin Akhbar.

Ketika Siti Fatimah Az Zahra, Puteri Rasulullah SAW, sekaligus istri kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib sakit, ia ditanya oleh Sayidina Ali,  ” Wahai Fatimah, adakah engkau menginginkan sesuatu?”

“Wahai Suamiku, aku ingin buah delima”, Jawabnya.

Sayidina Ali termenung, sebab ia merasa tidak memiliki wang sedikitpun. Namun, ia segera berangkat dan berusaha untuk mencari wang satu dirham. Maka akhirnya Sayidina Ali mendapatkan wang itu dan kemudian ia pergi ke pasar untuk membeli buah delima dan segera kembali pulang.

Namun di tengah perjalanan menuju rumahnya, tiba-tiba ia melihat seseorang yang tengah terbaring sakit di tepi jalan, maka Sayidina Ali pun berhenti dan menghampirinya. Continue reading

Nuansa Religi Menyejukkan Markas Polisi Jatim

Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim

Kapolda Jawa Timur Brigjen Polisi Anton Bachrul Alam -- dengan nuansa yang berbeda

Petikan Jawa Pos : “Belum genap sebulan menjabat, Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam sudah menjadi buah bibir. Dia berusaha mengubah citra polisi menjadi lebih religius. Seperti apa?”

Berita-berita terkait :

  1. Police Officers Positive Image Building
  2. Women Police Officers’ Uniforms
  3. Instruksi Kapolda Jatim, Anggota Wajib Salat Lima Waktu
  4. Kapolda Bentuk Tim Asmaul Husna, Anak Buah Jadi Bintang
  5. Nuansa Religi di Markas Polisi Jatim
  6. Kapolda Imbau Polwan Berjilbab
  7. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (1)
  8. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (2-Habis)

———————————————————————————————————————————

Berikut di bawah ini satu kuliah dari Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi :

APABILA TIANG UTAMA DALAM MASYARAKAT ITU BAIK, MAKA AKAN BAIK JUGA SELURUH MASYARAKATNYA

Tidak ada orang yang suka masyarakat berpenyakit sosial, bermasalah dan timbulnya gejala-gejala negatif  berlaku di dalam masyarakat, berbagai-bagai bentuk kejahatan dan vandalisme, seperti pencurian, perampokan, perkelahian, penipuan, zina, perkosaan, tidak hormat pemimpin dan orang tua, tidak belas kasihan dengan anak-anak, merusak fasilitas umum, dsb. Karena hal seumpama ini akan merusak ketenteraman umum dan akan menjadikan banyak orang dan semua golongan hidup di dalam kegelisahan, takut, bimbang, resah dan tidak tenang secara langsung maupun tidak secara langsung. Continue reading

Panduan Untuk Para Guru, Pendidik dan Pendakwah

Dalam Al Qur’an Allah berfirman :

Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasehat yang baik dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik. (QS An-Nahl : 125).


Ayat di atas menjelaskan bahwa perlunya para guru, pendidik dan pendakwah tidak hanya memberi atau menyampaikan ilmu saja tetapi diharapkan hingga menjadikan murid berusaha sungguh-sungguh untuk membuat perubahan nyata dalam diri mereka. Bukan mudah untuk menjadikan didikan yg berkesan. Kalau sekadar berdakwah secara umum semua orang dapat mengerjakannya.

Ayat di atas memberikan panduan bagi kita supaya dakwah atau didikan berkesan, maka paling tidak ada 3 asas yang perlu dimiliki oleh guru, pendidik dan pendakwah. Tiga asas ini yang sangat penting yaitu : hikmah, nasehat yang baik dan berdiskusi dengan cara yang baik.

1. ILMU DAN HIKMAH

Mengapa dalam ayat tersebut Allah tidak berfirman sebagai berikut :

hendaklah kamu menyeru kepada jalan Tuhanmu dengan ilmu?

Sebab mendidik hanya dengan ilmu saja tidak akan memberi kesan dan perubahan pada sasaran dakwah atau murid.

Kita dapat lihat realitasnya dalam masyarakat. Begitu meriahnya majelis taklim, pengajian di kantor-kantor, sekolah-sekolah Islam, pesantren-pesantren, oranganisasi-oranganisasi Islam, tetapi perubahan yang nyata dalam masyarakat belum nampak lagi. Banyak pejabat, pebisnis, tokoh dan anggota masyarakat yang rajin datang ke pengajian, mengerjakan sholat, haji, pergi umroh setiap tahun, tetapi masih membuat kejahatan lahir batin seperti : korupsi, membohong, menipu, tidak disiplin, sombong, pemarah, hasad dengki, bakhil, ego dan lain-lain.

Dalam ayat di atas Allah menyebut bahwa pendidikan yang dapat memberi kesan tidak cukup hanya dengan ilmu saja, tetapi memerlukan hikmah

Apakah yang disebut hikmah itu ?

Continue reading

Diantara Ketakutan Barat kpd Al Mahdi (Muhammad bin Abdullah ke-2)

im

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa,

“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.

Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.

Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.”

(Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

————————————————————————-

Agenda Yahudi yang Kesembilan (untuk memusnahkan umat Islam) iaitu Menjauhkan umat Islam dari memegang tampuk pemerintahan di negara-negara Islam dan jangan beri kesempatan bergerak.

1. Montgomery Watt (seorang orientalis Inggeris) menulis dalam ‘London Time’ pada tahun 1968:

profwatt

“Kalau sudah ditemui seorang pemimpin Islam yang (benar-benar) berkelayakan dan bercakap dengan suara Islam yang tepat pula, kemungkinan besar agama itu akan (bangkit semula dan) merupakan sebuah kekuatan politik yang besar di dunia ini sekali lagi.”

Yang dimaksudkan oleh Montgomery itu adalah pemimpin yang bertaraf khalifah, kerana hanya seorang pemimpin yang bertaraf khalifah sahaja yang akan mampu menyatukan kembali seluruh umat Islam yang sedang kronik berpecah-belah pada hari ini. Pemimpin yang bertaraf Presiden atau Perdana Menteri tidak termasuk dalam senarai pemimpin yang dimaksudkan oleh beliau.

Baca : CALIPH AL MAHDI

Taraf Presiden atau Perdana Menteri yang demikian itu hanya layak untuk memimpin di dalam wilayah yang terhad atau dihadkan, tidak layak untuk memimpin dunia yang tanpa sempadan, atau sekurang-kurangnya di seluruh dunia Islam. Hanya seorang pemimpin yang bertaraf Khalifah sahaja yang akan diberi kemampuan dan berkelayakan penuh untuk berbuat demikian.

2. Ben Gurion ( Bekas Perdana Menteri Israel ) pernah dilaporkan berkata,

ben_gurion_05

“Sesungguhnya yang paling menakutkan kami ialah, kalau dalam dunia Islam, sudah lahir seorang Muhammad Baru.”

Muhammad Baru yang dimaksudkan oleh Ben Gurion itu tidak lain dan tidak bukan adalah Imam Mahdi, kerana nama Imam Mahdi itu adalah Muhammad, sama dengan nama datuknya, Nabi Muhammad SAW.

Baca : ( I) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , (II) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , FIGUR : Sayyid MUHAMMAD bin ABDULLAH As Suhaimi

Jelaslah bahawa pihak Barat amat takutkan peribadi yang bernama Muhammad ini, yang digelar sebagai Imam Mahdi, dan ketakutan mereka itu tidak dapat disembunyikan lagi. Jelaslah bahawa orang-orang Kristian adalah jauh lebih peka daripada kita, umat Islam sendiri dalam hal mempercayai dan meyakini kedatangan Imam Mahdi ke dunia ini. Mereka sentiasa berjaga-jaga menanti tibanya seorang pemimpin Islam bernama Muhammad, tahu pula tempat keluarnya dan bila keluarnya. Pada masa yang sama kita umat Islam masih lagi sibuk bercakaran mengenai sahih atau dhaifnya hadis-hadis mengenai Imam Mahdi itu.

Baca : Sebab adanya ulama yang menolak kedatangan Penyelamat itu

Yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi sibuk mengutuk golongan yang tidak percaya, manakala yang tidak percaya, sibuk pula mengutuk golongan yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi. Titik pertemuan tidak juga diperoleh. Siapa lagi yang harus dipersalahkan dalam soal ini?

 

 

 

3. Michel de Nostredame atau Nostradamus,

Antara kenyataanya yang amat menggoncangkan dunia Barat ialah bahawa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada alaf baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian-Eropah.
Kenyataan beliau bahawa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah seperti berikut:

In the year 1999 and seven months from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.

nostradamus2

Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur, bukan di negara Arab atau di sebelah Barat :

From the three water signs (seas) will be born a man who will celebrate Thursday as his feast day.
His renown, praise, reign, and power will grow on land and sea, bringing trouble to the East.

Pemimpin berkenaan akan memimpin pasukan tenteranya yang besar jumlahnya untuk menyerang dan menakluki Eropah, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.

One who the infernal gods of Hannibal will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nor the newspapers tell of worse in the past,
then will come to the Romans through Babel (Iraq).

Pemimpin berkenaan memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropah dengan memakai serban biru, membawa undang-undang Islam untuk diamalkan oleh seluruh penduduk Eropah, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristian dan Yahudi.

This king will enter Europe wearing a blue turban,
he is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again.
He will be the terror of mankind.
Never more horror.
Continue reading

Umat Islam Perlu Mujaddid Untuk Menghadapi Israel

Siapakah itu Mujaddid dan apa peranan mereka?

Kalau kita faham, persoalan Mujaddid ini amat penting kepada umat Islam. Namun rata-rata umat Islam tidak faham bahkan tidak tahu adanya Mujaddid. Malangnya termasuk para ulama turut memandang sepi terhadap persoalan penting ini. Kalau pun ada menyebut tentang tokoh Islam sepanjang zaman, nama Mujaddid tidak sedikit pun pernah di sentuh . Ini adalah satu kegagalan kita umat Islam dan kejayaan besar musuh-musuh Islam terutamanya Yahudi.

aqsa

Baca : MUJADDID, Pemimpin Kebenaran Pewaris Rasul : Khazanah Yang Sudah Lama Dilupakan Umat Islam

Yahudi bukan sahaja tenggelamkan sejarah Mujaddid bahkan Yahudi berjaya meyakinkan umat Islam bahawa Mujaddid tidak ada apa-apa peranan atau perananya kecil sahaja. Sebaliknya tertonjol ulama yang berperanan kecil tetapi digambarkan sebagai tokoh Islam yang berjasa. Mengapa Yahudi berusaha keras menutup kebesaran Mujaddid? Kerana Yahudi tahu bahawa Mujaddid sajalah yang telah benar-benar mampu menghidupkan roh Islam serta Mujaddid juga yang bakal  mengalahkan Yahudi. Sebagai contoh, mana ada dikalangan umat Islam menonjolkan ketokohan para Mujaddid yang lalu. Kalau ada pun kisah hidup Mujaddid tersebut hanyalah sekadar bersifat fakta sejarah tetapi bukan falsafah disebalik sejarah dan peribadi mereka.

Adakah kita benar-benar mengenali dan menghayati sejarah perjuangan Umar Ibnu Abd Aziz, Abu Hassan Ashaari, Imam Shafei, Imam Fakhruddin Ar Razi, Imam Ghazali, Imam As Sayuti, cukup sekadar menyebut nama Mujaddid terdahulu. Kita hanya mengenali mereka pada nama dan ilmunya. Jauh sekali dari mengkagumi mereka dan dijadikan sebagai idola.

 

Kemunculan Mujaddid akan datang ditunggu dan paling ditakuti oleh Yahudi. Mereka akan memerangi Mujaddid yang bakal datang. Sebelum kemunculannya, Yahudi sudah pun memerangi Mujaddid tersebut secara perang saraf bertujuan menghakis sama sekali keyakinan umat Islam terhadap Mujaddid. Termasuk para ulama. Bahkan melalui ulama Yahudi berjaya mengajarkan bahawa asal saja disebut Mujaddid akan cuba disesatkan. Maka umat Islam memandang serong kepada siapa saja yang dikatakan Mujaddid. Sekaligus hilang kekuatan umat Islam.

Continue reading

Indonesia jangan Tertipu oleh Obama !

Setelah membaca beberapa berita terkini pada link2 di bawah ini, — mengenai sepak terjang presiden terpilih AS Barack Obama — saya tergerak hati untuk memposting satu artikel mengenainya. Walaupun isu ini mungkin sudah tenggelam dan sudah dilupakan, namun saya berharap semoga kita dapat menghargai tulisan ini setidaknya  untuk menjadi bahan renungan buat kita  dan dapat membuka mata umat Islam — khususnya di Indonesia — bahwa tipu daya musuh tidak akan padam selagi kita belum mengikuti apa kemauan mereka. Semoga kita dapat memperbaiki dan menjaga diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara tanpa bergantung dan memberi kepercayaan kepada musuh melainkan bergantung kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan mengusahakan taqwa dengan sebenar2nya :

obamapointingfingerobama-indonesia

—— Ramai dikalangan pemimpin dan umat Islam di Indonesia menyuarakan harapan kepada Obama untuk menyelesaikan masalah dunia khususnya yang berkaitan dengan negara-negara Umat Islam. Ini menunjukan betapa Umat Islam sudah rusak roh serta pemikirannya yang sudah sangat dicorak oleh Barat. Tidak heranlah mengapa sistem yang berjalan di negara-negara Umat Islam adalah sistem Barat. Bahkan termasuk ulama bertaraf Mufti pun turut memuji sistem demokrasi AS dan  turut menyeru supaya kita turut mengikut jejak langkah demokrasi AS itu.

Pernah suatu ketika dahulu seorang ulama juga yang agak terkenal menyarankan agar dalam mengatasi masaalah institusi keluarga, kita perlu meniru AS kerana mereka ada kumpulan sokongan. Amat mengherankan para ulama kita dan juga pemimpin umat Islam seringkali melaungkan Hadis Rasulullah saw yang bermaksud lebih kurang, ‘Aku tinggalkan dua perkara yang selagi berpegang kepadanya nescaya tidak akan sesat buat selama-lamanya iaitu Al Quran dan As Sunnah. Tetapi masih mengagungkan sistem yang selama ini sangat rusak dan merusakan. Sedang seluruh sistem anti Tuhan mengalami era suram dan bakal hancur tidak lama lagi ulama Islam pula mengajak meniru sistem tersebut. Dimana kedudukan Al Quran dan As Sunah dalam usaha menjadikan dunia lebih aman makmur dan mendapat keampunan Allah swt ??

Apakah pemimpin, ulama dan kita umat Islam tidak faham atau keliru siapa Presiden AS dan siapa yang sangat berpengaruh dalam menentukan dasar-dasar AS ??!! kecuali Yahudi sudah muak dengan AS atau Obama bertegas mengenepikan untung rugi Israel atau AS sudah tidak lagi menjadi ‘Bapak Angkat’ kepada Israel, barulah dasar AS akan berubah.  Baca artikel di sini : Obama : The Zionist Wolf in Sheep’s Clothes

Continue reading

(ii) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

Sambungan dari : (i) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

DALIL KETUJUH:

Memang menjadi Sunnatullah sejak Nabi Adam a.s. sehingga ke akhir zaman, orang yang jahil tentang ilmu Islam lebih ramai daripada orang alim, walaupun sebenarnya ramai yang ingin jadi alim. Bahkan bukan sahaja dalam soal ilmu tetapi juga dalam soal-soal yang lain, seperti kekayaan, walaupun fitrah manusia ingin kaya tetapi bukan semuanya menjadi orang kaya. Yang kaya itu sedikit tetapi yang miskin itulah yang banyak.

mazhab-syafeial-umm

Begitu juga dalam soal ilmu pengetahuan. Walaupun fitrah manusia ingin menjadi orang alim, tetapi yang alim itu sedikit. Yang jahil itu yang ramai. Dalam keadaan ini, apakah patut dipaksa semua orang awam mengkaji dan menggali sendiri Al Quran dan Hadis? Minta mereka berijtihad sendiri tanpa bersandar dengan mana-mana ulama mujtahidin. Ini tidak munasabah. Samalah seperti kita memaksa semua orang yang hendak memiliki emas supaya jangan membeli emas di kedai-kedai emas. Kita ajak mereka korek bumi atau melombong emas untuk ambil yang benar-benar emas pure dari dalam bumi itu. Ini tidak mungkin.

Sebab? Kalaulah ia seorang kontraktor besar, yang ada kapal dan bulldozer yang besar-besar dan ada modal berjutajuta, bolehlah kalau dia hendak mengambil emas dengan mengorek bumi. Tetapi bagi kontraktor yang kecil apalagi pada mereka yang hanya menjadi pelanggan sahaja, hendak dipaksa mereka supaya ambil emas dari perut bumi dengan gunakan cangkul, sudah tentu mereka tidak akan dapat emas. Lebih baik beli dari pelombong emas atau di kedai emas saja. Ini lagi bagus.

Begitulah kalau kita hendak paksa semua orang berijtihad daripada Al Quran dan Hadis, jangan bersandar dengan mana-mana ulama mujtahidin. Sampai bila pun mereka tidak akan dapat beramal dengan ajaran Islam. Tidak mungkin orang awam seperti kita hendak diajak berijtihad sedangkan ulama yang ada sekarang pun tidak boleh berijtihad.

DALIL KEDELAPAN:

Rasulullah SAW ada bersabda:

Berselisih faham di kalangan umatku itu adalah rahmat. (Riwayat Al Baihaqi) Continue reading

(i) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

Artikel ini adalah sebagai hujah untuk menguatkan pendapat dibolehkannya kita bermazhab dalam Fiqh dan juga sebagai jawaban bagi orang2 yang merasa tidak perlu atau menolak mazhab. Berikut setidaknya 12 dalil kita dibolehkan bermazhab atau mengikut salah satu daripada empat mazhab yang muktabar iaitu Mazhab Syafi’i,  Maliki, Hanafi dan Hambali. Antaranya:

muwatta_full1

DALIL PERTAMA:

Memang sudah ada isyarat daripada Hadis Rasulullah:

Sebaik-baik manusia ialah yang berada di kurun aku, kemudian mereka yang selepas kurun itu, kemudian mereka yang mengiringi kurun itu pula. (Riwayat Al Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW menyebut bahawa umat Islam sekitar tiga kurun itu secara majoritinya adalah baik-baik, soleh-soleh bahkan sebahagian daripadanya bertaraf muqarrobin. Mereka inilah yang dikatakan salafussoleh (orang soleh zaman dahulu). Manakala umat Islam selepas 300 tahun itu hinggalah ke zaman kita ini dikatakan khalputtoleh (orang-orang jahat yang kemudian). Ertinya umat Islam selepas 300 tahun itu secara majoritinya jahat-jahat; yang baik-baik terlalu sedikit.

Manakala keempat-empat Imam Mazhab tersebut hidup  pada sekitar tiga kurun selepas Rasulullah SAW. Imam Hanafi dan Imam Malik hidup pada kurun yang pertama lagi; masing-masing lahir pada tahun 80 dan 93 Hijrah. Sementara Imam Syafi’i (lahir 150 Hijrah) dan Imam Hambali (lahir 164 Hijrah) berada pada akhir kurun kedua sehingga kurun yang ketiga. Sedangkan menurut Hadis tadi, secara umum umat Islam sekitar tiga kurun itulah yang patut menjadi ikutan kita. Sunnah mereka, tradisi mereka, kebudayaan mereka dan lainlain menjadi ikutan kita. Betapalah pula Imam-Imam Mazhab yang telah disebutkan tadi. Mereka bukan sahaja ulama pilihan di kalangan para ulama di zaman itu, tetapi mereka juga merupakan ulama yang soleh, warak, kuat beribadah, tegas memegang hukum, bebas (tidak makan gaji atau terikat dengan tugas rasmi). Bahkan mereka menjadi ikutan para ulama dan orang-orang awam dari zaman tersebut hingga ke hari ini. Maka lebih-lebih patut dan lojik mereka itu menjadi ikutan kita.

DALIL KEDUA:

Jangan pula menganggap bahawa bila seseorang mengikut salah satu daripada empat mazhab tadi, maka dia tidak mengikut Al Quran dan Hadis. Kerana keempat-empat Imam Mazhab tersebut telah pun mengikut Al Quran dan Hadis. Mereka mengistinbatkan hukum atau mengeluarkan hukum daripada Al Quran dan Hadis. Ini memberi erti mereka mengikut Al Quran dan Hadis. Oleh itu kita tidak boleh menganggap imam-imam tersebut tidak mengikut Al Quran dan Hadis. Jangan pula kita anggap mereka mengeluarkan hukum hanya berdasarkan fikiran mereka semata-mata. Continue reading

Allah SWT adalah modal kebangkitan Islam

Kebangkitan Islam yang pertama ditangan Rasulullah SAW dan para sahabat, Islam terbangun dengan Allah SWT sebagai Pemodal. Tidak pernah ada sejarah Islam dapat bangkit selain Allah sebagai Pemodal.  Selama ini kita tersalah kalau beranggapan bahwa orang kaya sebagai pemodal.

kafilah2

Hakikatnya, tidak akan terjadi kebangkitan Islam seandainya kita mendapatkan uang dari orang kaya kemudian kita tidak mengatakan bahwa uang itu ialah dari Allah. Justeru itu orang kaya kalau hendak berperan serta dalam kebangkitan Islam, atau ingin selamat dari api neraka, pilihlah untuk membela Islam.

Seperti juga halnya orang bijak dan orang pandai menggunakan kepandaian untuk kebangkitan Islam dan juga orang miskin menggunakan tenaga untuk kebangkitan Islam.

Setiap orang diberikan peluang dan peranannya masing-masing oleh Allah SWT sesuai dengan kemampuannya. Bukan dilihat dari sudut pandang sebagai pemodal atau apa, tetapi kita harus melihat bahwa ini semua untuk menyelamatkan diri dari api neraka.

Pemodalnya tetap Allah, sebab itu Islam bukan terbangun atas nama orang kaya,  orang pandai atau orang bijak, tapi Islam terbangun atas nama Allah, Islam terbangun atas nama Rasulullah SAW sebagai utusan Allah dan pengurus bank Tuhan, anak kunci emas yang diciptakan Allah untuk pengeluaran uang dari Allah untuk modal kebangkitan Islam.

Memintalah pada Allah Pemodal kita, bertawasul dengan Rasulullah sebagai Pengurus Bank Tuhan, jagalah harga diri umat Islam, tak perlu kita berhutang pada musuh, kapitalis dan Yahudi.

———————————————————————————————

Pada suatu hari, saat Madinah sunyi senyap, tiba2 debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah perniagaan yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki.

Ketika Ummul Mukminin Sayidatina Aisyah RHA mendengar suara kafilah-kafilah itu datang, maka dia bertanya, “Apa yang sedang terjadi di Madinah?” Ada yang menjawab, “Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf yang baru datang dari Syam membawa barang perniagaan miliknya.” Continue reading

Halusnya Rasulullah SAW Dalam Berdakwah

Perjuangan Islam itu sangat seni. Bukan semua orang nampak, sebab itu umat Islam huru hara di dunia ini. Berani dah ada, usaha gigih, mana ada umat Islam tak berjuang? semua gigih berjuang, ramai pula, tapi mana ada kejayaan? makin hina sebab berjuang tak ada seni. Sikit-sikit nak tembak orang, nak mengata orang, itu bukan seni.

Islam itu halus, dia punya seni. Siapa boleh buat yg seni-seni itu yang boleh mengetuk fitrah orang, boleh orang senang, tengok sahaja dah jatuh hati. Itulah watak benda yang seni. Kalau kita berjuang tak seni, macam kita dengar orang pukul besi, dengar sahaja tak larat, fikiran perasaan serabut pasal tak seni. Berjuang yang tak seni pukul pahat sana sini, akhirnya sakit jiwa.

– Gambar imajinasi Madinah di zaman Rasulullah SAW –

Islam itu seni. Tengok bagaimana seninya Rasulullah SAW,

Contoh ke 1 :

Satu hari baginda bawa Sayidina Umar. Rasulullah tahu Umar ni siapa. Umar ni berani, jiwa kuat, sebelum masuk Islam dah pernah bunuh orang.

Satu hari Baginda ajak Umar pergi tengah padang pasir, ikut jelah tak payah tanya, Rasulullah bawa ke satu lembah, wadi. Di situ ada bangkai unta, kuda, kambing, kepala manusia pun ada, tengkorak manusia pun ada.

Rasulullah kata, “hai Umar apa kau lihat di sini, ini tempat busuk, bangkai binatang ada, manusia pun ada. Dulu mana ada undang bunuh, tangkap, bicara mana ada, bunuh campak sahaja”.

Bila Sayidina Umar lihat ada bangkai binatang dan manusia di situ, dia berkata pada Rasulullah, “ini bangkai wahai Rasulullah, campur antara bangkai manusia dan binatang”.
Rasulullah jawab, “inilah hakikat dunia, orang buru dunia senasib dengan yang kena buru”.

Ini seni. Mana ada tok guru yang ajar begini, kalau di masjid tok guru sekadar bersyarah , mana ada tok guru bawa murid lihat bangkai dan bersyarah depan bangkai tentang dunia?

Continue reading

Untaian Hikmah Syaikh Ashaari Muhammad At Tamimi

..Pemurah tidak mesti setelah kaya, kerana pemurah itu bermacam-macam caranya, dengan harta, dengan kemesraan, dengan senyum, dengan fikiran, dengan ilmu pengetahuan, dengan tenaga, dengan kemaafan, dengan berlebih kurang, dengan bertolak ansur, dengan lapang dada


..Disiplin harian umat Islam yang sebaik-baiknya di waktu malam sunyi dia memohon, munajat mengadu kepada Allah, bangun sebelum Subuh, waktu bangun memuji Allah serta niat sepanjang hari itu hendak membuat baik, sembahyang lima waktu berjemaah, kalau boleh sembahyang Dhuha, tidur sebelum Zuhur qailullah namanya, tidak tidur selepas Asar dan Subuh, selepas Isyak membaca sedikit atau rehat sedikit atau buat perbincangan dengan keluarga, selepas itu pergi ke tempat tidur, sebelum tidur bertaubat dan berzikir sebanyak-banyaknya hingga tertidur dengan taubat dan zikir. Begitulah dibuat sepanjang masa kecuali kalau ada hal-hal yang mendadak sama ada masalah peribadi mahupun masalah masyarakat. Ubahsuailah dengan suasana dengan tidak mengorbankan yang wajib. Beginilah disiplin harian umat Islam kalau kita ingin memperkatakan disiplin. Continue reading

(ii) Fata At Tamimi – Kenapa TIMUR Nusantara (MELAYU) Menjadi Pilihan ?

LINKS : Bicara Sejarah Islam : The Secret of Nusantara , Kebangkitan Islam Akhir Zaman Berawal Dari Bumi Timur ?

Firman Allah SWT yang bermaksud: “Dan masa (kejayaan/kekuasaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (sebagai iktibar/pengajaran)” (Ali Imran: 140)

Sabda Rasulullah SAW: “Akan terjadi di akhir zaman Islam muncul dari bumi sebelah Timur.” (tersebut di dalam Kitab Sababul Inhithat Al Muslimin oleh Sayid Hasan Ali An Nadwi)

Berdasarkan ayat di atas, jelas bahawa Allah menggilirkan kejayaan dan kejatuhan suatu bangsa dari dulu hingga kini.

As Syahid Hasan Al Banna pernah mengatakan; “Kepemimpinan dunia dipegang secara bergilir oleh orang dari Timur dan orang Barat.”

Sejarah telah membuktikan, kejayaan sesuatu bangsa dipergilirkan antara Timur dan Barat, bermula dari bangsa Qibti (Timur), bangsa Yunani (Barat), bangsa Farsi (Timur), Bangsa Romawi (Barat), kemudian bangsa Arab (Timur), dan kini Amerika (Barat) yang sedang menurun pengaruh kekuasaannya hari demi hari. Jika diikuti susunan timur-barat ini, giliran bangsa yang bakal menguasai dunia kini adalah bangsa dari Timur.

Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Rom dikalahkan oleh Farsi di tanah jajahannya dan mereka (Rom) selepas itu akan mengalahkan Farsi di beberapa tahun kemudian. Sama ada sebelum atau selepas, semuanya dalam urusan (jadual ) ALLAH. Ketika (Rom mengalahkan Farsi) orang Mukmin bergembira dengan pertolongan ALLAH itu. (Ar Rum: 2-4)

Waktu wahyu ini turun, Rom dan Farsi adalah dua empayar yang menguasai dunia. Waktu itu masing-masing atas nama kristian dan majusi. Tetapi Allah SWT mengkhabarkan kepada orang mukmin tentang jadual di mana keduanya akan kalah-mengalahkan, yang akhirnya tinggal Rom berkuasa dengan pertolongan Allah SWT jua. Apabila peristiwa itu benar-benar berlaku orang Mukmin bergembira kerana tepat Jadual Allah SWT itu. Mereka yakin dengan pertolongan Allah itu juga kedua-dua empayar besar itu akan jatuh tersungkur kepada umat Islam. Demikianlah Allah SWT mempergilirkan kuasa mengendalikan dunia kepada bangsa-bangsa.

Di dunia ini secara umum orang mengenal ada dua Timur, iaitu Timur Tengah dan Timur jauh. Timur tengah sudah pernah mencapai kejayaannya yang dibawa oleh bangsa Arab dengan Islam. Sedangkan Timur jauh belum pernah sama sekali mendapat giliran memimpin dunia. Sehingga tidak keterlaluan jika kita meyakini bahawa Timur yang dimaksudkan oleh hadis tersebut adalah Timur jauh. Lebih tepatnya gugusan kepulauan Melayu (Nusantara) khususnya Malaysia.

Pada realitinya, pengamalan Islam yang paling menonjol dan meriah terdapat di Malaysia, diikuti di Indonesia. Oleh kerana Indonesia menerima serangan kristian yang dahsyat, kini Malaysia mendahului kebangkitan Islam tersebut. Lihatlah di negara-negara lain di sebelah Timur ini jika kedapatan Islam seumpama di Malaysia. Continue reading

(i) Fata At Tamimi – Antara TIMUR Nusantara dan Khurasan ?

LINK : Malaysia Daulah Putera Bani Tamim !?

Satu lagi kontroversi yang muncul mengenai dari sebelah Timur manakah Fata At Tamimi itu muncul, maka di sini secara ringkas penjelasannya. Namun pada saya meyakini bahwa Timur yang dimaksudkan di dalam hadis adalah Timur jauh yang meliputi Nusantara (kepulauan Melayu).

Untuk menelusuri dimanakah Timur yang dimaksudkan tersebut tersebut, mari kita teliti sekali lagi hadis-hadis yang menyebut tempat kezahiran dan berkuasanya Pemuda Bani Tamim.

1. Daripada Abdullah Ibn Mas’ud katanya: Ketika kami berada di samping Rasulullah SAW tiba-tiba datang sekumpulan anak-anak muda dari kalangan Bani Hashim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinangan air mata dan wajah baginda berubah. Akupun bertanya: “Mengapa kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Kami adalah ahli keluarga (ahlul bait) yang telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat melebihi dunia. Kaum kerabatku nanti akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang satu kaum dari sebelah TIMUR dengan membawa bersama-sama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikan. Maka mereka berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikan kepada mereka apa yang dahulu mereka minta tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana ia dipenuhi dengan kedurjanaan. Sesiapa di antara kamu yang sempat menemuinya, datangilah mereka, walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah AL MAHDI” (Sunan Ibn Majah)

2. Dari Tsauban r.a dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji-Panji Hitam (kekuasaan) dari sebelah TIMUR, seolah-olah hati mereka (pendukung-pendukung) umpama kepingan-kepingan besi (jiwa berani). Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbai’ahlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salji. (Dikeluarkan oleh Al Hafiz Abu Naim)

3. Daripada Ibnu Umar bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Saidina Ali; baginda berkata: Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah TIMUR dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani)

Ketiga-tiga hadis ini menyebut TIMUR secara umum. Ada yang sebahagian orang berpendapat TIMUR itu adalah Khurasan.

Continue reading

Misteri CodeName “SYUAIB BIN SALEH” bagi Fata At Tamimi

LINKS : FATA AT TAMIMI – WHO IS HE ?

FIGUR : PUTERA BANI TAMIM – Pemimpin Sejati Yang Dinantikan Dunia , Putera Bani Tamim Dalam Hadis – Datangilah Mereka Walau Terpaksa Merangkak Di Atas Salji , Malaysia Daulah Putera Bani Tamim !

Sabda Nabi SAW, Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan Dialah pemegang Panji Panji Al Mahdi. ”

Sabda Nabi SAW, Apabila As-Sufyani tiba di Kufah, dia lalu membunuh pengikut-pengikut keluarga Nabi Muhammad SAW, maka Al-Mahdi akan datang dan pembawa Panji-panjinya adalah Syuaib bin Saleh.”

Ammar bin Yasir RA berkata, Pembawa Panji-panji Al-Mahdi adalah Syuaib bin Saleh.”

Yang ramai menjadi persoalan orang mengenai sifat-sifat peribadi Putera Bani Tamim ( Fata At Tamimi ) adalah mengenai nama yang diberikan oleh Rasulullah kepadanya, iaitu SYUAIB BIN SOLEH. Kenapa Syuaib bin Soleh? apakah ianya nama sebenar ataukah sebuah codename? Berikut penjelasaan serba ringkasnya :

Syuaib bin Soleh iaitu bukan nama sebenarnya tetapi merujuk kepada suku bangsanya (suku kecil dari suatu bangsa), merupakan seorang yang baik dan keluarganya juga adalah orang-orang yang berakhlak baik.

Persoalannya,kenapa nama Pemuda Bani Tamim itu bukannya Syuaib bin Soleh seperti yang dinyatakan oleh hadis Nabi SAW? Bukankah Syuaib bin Soleh itu adalah nama sebenar Pemuda Bani Tamim itu? Atau apakah hadis Nabi SAW itu palsu atau jika benar, kenapa tidak benar-benar namanya Syuaib bin Soleh?

Sesungguhnya hadis ini adalah benar, bukan hadis palsu. Mustahil pula Nabi SAW berdusta, kerana setiap hadis daripada Nabi SAW adalah datang daripada Allah. Bagaimana pula Nabi SAW boleh berdusta? Nabi SAW adalah sodiqul masduq (seorang yang benar lagi dibenarkan).

————————————

Dari segi bahasa Arab, kalimah SYU’BUN, bererti suku bangsa atau puak dari suatu bangsa.

Manakala kalimah SYU’AIBUN, pula bererti suatu suku kecil dari sebuah kabilah.

Lagipun, Nabi SAW tidak pernah menyatakan bahawa Pemuda Bani Tamim itu, benar-benar bernama Syuaib bin Soleh.

Kalimah BIN itu pula berasal dari IBNUN, ertinya anak lelaki. Atau lebih tepat lagi, seorang lelaki.

Maknanya peribadi SYUAIB itu adalah:

1.Seorang lelaki (benar-benar seorang lelaki, bukan perempuan).

2.Yang memiliki sifat-sifat seorang lelaki (berjanggut, bermisai,berjambang dan berserban).

3.Seorang yang berwatak lelaki (berani, gigih, sabar, pejuang, berfikiran luas, sentiasa bergelumang dengan masyarakat dan jauh langkahnya).

4.Merupakan lelaki Allah (Rijalullah) yakni beliau adalah seorang yang bertaraf wali, ulama tulen, ulama mujahid, mujaddid dan mujtahid.

Continue reading

IKHWAN – Menagih Janji Tuhan Di Akhir Zaman

A. Kata sahabat RA,

“Al-Mahdi berserta askarnya akan muncul daripada Timur. Sekiranya gunung menjadi penghalang (perjalanan) mereka, nescaya gunung itu akan (mereka pukul sehingga) hancur ratamenjadi jalan mereka.”

B. Sabda Nabi SAW,

“Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Sesiapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun terpaksa merangkak di atas salji.”(Al-Hafiz Abu Nuaim)

C. Kata Sayidina Ali KMW,

“Maka Allah Azza wa Jalla menghimpunkan sahabat-sahabatnya (tentera al-Mahdi yang dipanggil Ikhwan) seramai tentera-tentera Badar dan seramai tentera Talut, iaitu 313 orang lelaki, seolah-olah mereka itu singa-singa jantan yang keluar dari hutan. Hati mereka itu ibarat kepingan-kepingan besi. Kalau mereka berkehendak untuk memindahkan gunung, nescaya akan mereka lakukan. Pakaian mereka sejenis dan seolah-olah mereka itu dari satu ibu dan satu ayah.”

Golongan Ikhwan ini, jumlahnya adalah 313 orang. Mereka merupakan golongan pemimpin umat manusia semasa pemerintahan Imam Mahdi. Peranan mereka adalah sama dan setara dengan peranan Sahabat dahulu. Gelaran Ikhwan dan Sahabat itu hanyalah untuk memudahkan kita membezakan zaman mereka berada sahaja. Jika para sahabat muncul pada awal Islam, maka Ikhwan muncul pada zaman akhirnya. Sifat-sifat mereka ini ada dinyatakan di dalam hadis-hadis di atas, amat mudah difahami (walaupun amat sukar melaksanakannya).

Links : SIAPAKAH IKHWAN ?

Ikhwan adalah suatu nama yang umum, namun golongan yang digelar Ikhwan adalah suatu yang jarang-jarang berlaku dalam sejarah Islam. Sepanjang sejarah umat Islam yang sudah lebih seribu empat ratus tahun ini, hanya beberapa peristiwa sahaja yang menggunakan nama Ikhwan, itupun sebahagiannya tidak sepopular mana pada mata masyarakat seluruh dunia. Ini membuktikan lagi bahawa hadis-hadis mengenai golongan Ikhwan ini memang tidak popular, baik pada ulamanya, para pemimpinnya, rakyat jelata dan umum masyarakat. Dan dikeranakan itu pulalah, dengan mudah kita dapat membezakan antara yang benar-benar mengikut hadis atau hanya menumpang nama sahaja atau termenggunakan nama Ikhwan itu secara tidak sengaja.

1. IKHWAN ditangan Imam Jalaludddin As Suyuti RH ( abad 9 Hijrah ).

Sejarah terawal penubuhan anggota Ikhwan adalah pada abad kesembilan Hijrah dahulu, oleh Imam as-Suyuti RH. Memang kita ketahui bahawa Imam as-Suyuti RH banyak mengkaji hadis berkenaan peristiwa akhir zaman, banyak fahamnya termasuk yang seni-seni mengenainya dan beliau juga ternyata amat berminat dengan hal-hal yang sedemikian. Beliau pernah menubuhkan jemaahnya sendiri yang dikenali sebagai golongan Ikhwan, mengambil sempena golongan Ikhwan yang disebut-sebut oleh hadis Nabi SAW. Mereka ini berpakaian hijau manakala yang perempuannya berpakaian hitam, semasa berjalan sentiasa bergerombolan dan tinggal di kawasan Timur, iaitu di timur Palestin. Mereka tidak mengangkat senjata dalam perjuangan mereka, sama seperti yang disebut oleh hadis-hadis dan akhirnya bubar setelah beberapa lama masa berlalu.

Mereka mendapat didikan agama dan mempunyai kefahaman yang hampir sama dengan pemimpin mereka iaitu Imam as-Suyuti RH sendiri. Sayangnya, jumlah mereka tidaklah tepat 314 orang seperti yang disebutkan oleh hadis dan tempat tinggal mereka juga tidaklah tepat di Timur seperti yang dinyatakan oleh hadis. Zaman mereka muncul juga adalah tidak bertepatan dengan masa yang sebenar, walaupun mereka ini muncul pada awal kurun Hijrah.

Pemimpin mereka iaitu Imam as-Suyuti RH bukanlah Pemuda Bani Tamim yang disebut-sebutkan itu. Mereka juga tidak menanti Imam Mahdi muncul kerana matlamat utama Imam as-Suyuti RH berbuat demikian adalah untuk mendapatkan keberkatan sahaja, moga-moga beliau dan anggota Ikhwannya itu mendapat satu pahala, iaitu pahala berijtihad. Jika betul ijtihadnya, mereka mendapat dua pahala dan jika salah ijtihad itu, tetap mendapat satu pahala, iaitu pahala berijtihad. Mereka juga sebenarnya mendapat pahala-pahala lain iaitu pahala berusaha, pahala berjuang dan pahala beramal secara berjemaah.

Itulah golongan pertama yang diketahui sejarah menggunakan nama Ikhwan dalam perjuangan mereka.

2. IKHWAN ditangan Bani Saud yang Berfahaman WAHABI.

Golongan kedua yang diketahui menggunakan nama Ikhwan dalam perjuangan mereka adalah dari kalangan pemimpin Bani Saud yang menyerang Makkah dan Madinah serta wilayah Hijaz yang lain. Mereka ini adalah pasukan tentera Bani Saud yang berfahaman WAHABI TULEN yang menyerang kota Makkah dan Madinah sekitar tahun 1924 dan 1925 Masihi dahulu, dan seterusnya menakluk kedua-dua buah kota suci umat Islam itu, melepaskannya dari kekuasaan Bani Osmani Turki, dan merampas kekuasaan autonominya daripada Syarif-syarif yang sebelumnya berkuasa penuh ke atas kedua-dua kota suci itu. Pemimpinnya ketika penyerangan itu adalah Sultan Abdul Aziz bin Abdul Rahman El-Faisal Aali Saud, yang selepas penawanan kedua-dua kota suci itu memakai gelaran Al-Malik, dan gelaran itu kekal sehingga ke hari ini.

Yang mereka serang adalah Syarif Husain, pendiri Kerajaan Hasyimiah yang berpusat di kota Makkah. Mereka merampas beberapa benda berharga di kedua-dua buah kota suci itu, yang antaranya adalah milik peribadi Rasulullah SAW dan ahli keluarga baginda lalu dibawa ke Riyadh, ibu kota dan pusat pemerintahan Bani Saud itu. Mereka juga memusnahkan makam-makam Sahabat RA termasuk yang mati syahid, lalu meratakannya dengan tanah. Rumah keputeraan Rasulullah SAW juga turut dimusnahkan, dijadikan kandang binatang. Hanya akhir-akhir ini sahaja tempat itu dijadikan sebuah perpustakaan untuk bacaan umum.

Nyata pula pasukan Ikhwan yang ini begitu keras, sama sekali tidak sesuai dengan namanya. Pasukan ini juga berjaya menakluk seluruh Hijaz dan meletakkannya di bawah kekuasaan mutlak raja baru di seluruh Hijaz iaitu Bani Saud.

Oleh kerana pemimpinnya adalah seorang yang tidak percayakan hadis-hadis mengenai Panji-panji Hitam, maka penggunaan nama Ikhwan bagi pasukan tentera ini hanyalah kebetulan semata-mata, bukannya menuruti hadis.

3. IKHWAN ditangan Imam Asy Syahid Hassan Al Bana

Golongan ketiga yang diketahui sejarah menggunakan nama Ikhwan ialah kumpulan yang terkenal di Mesir dahulu, iaitu Ikhwanul Muslimin. Mereka adalah golongan yang berjuang tanpa senjata, menegakkan semula Islam ke tengah-tengah masyarakat Mesir yang sedang menghadapi pergolakan jiwa yang amat hebat, antara Islam sebagai ajaran tradisi dengan tamadun Barat sebagai ideologi yang moden dan maju.

Ketika itu rakyat Mesir sedang menghadapi tekanan daripada penjajah Inggeris yang cuba menanam rasa kagum mereka kepada tamadun Barat yang kononnya amat maju itu, untuk dipraktikkan dalam kehidupan seharian mereka, dan meninggalkan kepercayaan lama mereka yang kolot itu. Pegangan agama mereka juga umumnya amat lemah dan Islam pada mereka lebih bersifat tradisi, bukannya sebagai pegangan dan anutan hakiki.

Dalam keadaan yang demikianlah, Hassan al-Banna muncul dengan membawa kaedah dakwah yang komprehensif dan ajaran agama yang progresif untuk diterapkan secara realiti oleh seluruh masyarakat Islam Mesir, bukan semata-mata teori. Usaha beliau ini tidak semata-mata atas inisiatif beliau seorang diri tetapi mendapat sokongan beberapa orang rakannya yang lain, yang turut gigih berjuang bersama-sama beliau. Ikhwanul Muslimin pernah mencapai puncak kegemilangannya sehingga mempengaruhi pihak pemerintah di Mesir sendiri dan penjajah Inggeris di sana. Semasa di puncak itu, gerakan ini mencapai ahli berjuta-juta orang dan meliputi pelbagai bidang profesional.

Namun, mereka bukanlah gerakan yang dimaksudkan kerana Ikhwanul Muslimin menggunakan asas syariat lahir sebagai alat utama perjuangan mereka. Aspek kerohanian kurang diberi tumpuan dan inilah satu faktor utama yang membantu menumbangkan mereka semasa mereka berada di puncak kegemilangan.

Para pemimpinnya, termasuk Hassan al-Banna sendiri mati syahid. Ada yang mati ditembak dan ada yang dihukum gantung. Namun, gerakan Ikhwanul Muslimin masih tetap hidup hingga ke hari ini, sambil pergerakan mereka diawasi ketat oleh pihak pemerintah di Mesir. Mereka juga tidak berniat mengembangkan gerakan Ikhwan ini ke seluruh dunia seperti yang ditetapkan oleh hadis-hadis.

4. IKHWAN ditangan Abuya Syaikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi ( awal abad 14 Hijrah )

Sila kunjungi http://ikhwantoday.com , http://ikhwan-daily.com, http://ikhwan-insight.com atau di Heliconia’a Weblog atau kunjungi blog-blog yang ada menu LINKS di sidebar sebelah kanan

IKHWAN Travel & Tour : Bermusafir Menghayati Kebesaran Tuhan

please visit : www.myislamictours.com

Mengembara atau bermusafir merupakan tradisi orang-orang soleh. Ianya merupakan antara cara untuk mendidik akal, roh dan nafsu seseorang insan. Akal, roh dan nafsu yang terdidik akan melahirkan manusia yang berperibadi Agong. Kami menyediakan berbagai perkhidmatan berkaitan pelancongan dan pengembaran yang mengutamakan syariat bagi mendapat rahmat dan pengampunanNYA.

Oleh itu mengembaralah bersama kami untuk menghayati Kebesaran TUHAN.

Pix courtesy of Heliconia’s Flickr

Pengerusi Eksekutif

Pelancongan Menurut Islam

Sekiranya kita ke pejabat Imigresen kita akan lihat ramai yang berurusan untuk dapatkan paspot antarabangsa ialah orang bukan Islam. Secara mudah kita berfikir bahawa orang Islam tak banyak duit berbanding orang bukan islam untuk melakukan pengembaraan ke luar negara.

Soalnya ialah mengapa orang Islam sudah hilang keupayaan yang pernah dimiliki iaitu menjadi umat yang dapat bertebaran diseluruh muka bumi Tuhan, membawa Islam dan menjadikan bumi ini kampung halaman mereka untuk mereka dapat hidup dan mati dimana mereka suka.

Ya, umat Islamkan pernah dapat melakukan pengembaraan ke mana-mana dan dibanggakan serta digeruni oleh kawan dan lawan.

Marilah kita ulangi kembali gaya hidup ini untuk kita menjadi bangsa yang berwibawa. Sekali lagi kita kuasai bumi ini dengan menjadikan Tuhan sebagai matlamat dan agamanya sebagai cara dan tujuan pelancongan. Sesungguhnya Tuhan pasti akan memberi kerjasama dan pertolongan yang secukupnya bilamana kita mahu menjadikan Dia sebagai cita-cita kita.Tuhan yang dilupakan, walhal Dia sangat mampu untuk mengubah kita dari zaman yang gelap gelita dan tersiksa kepada zaman cahaya yang penuh bahagia. Ruginya kalau Tuhan terus dilupakan dalam mengisi program perjalanan hidup ini, walhal Dia itu cukup kaya.

Jomlah kita melancong kebumi Tuhan bersama Tuhan, masakan kita tidak dilayan. Sedangkan Tuhan adalah Zat yang berjanji untuk mengembalikan semua yang hilang kepada umat Islam.

Amin. Amin. Amin. Ya Tuhan.

Sekian.

Malaysia Daulah Putera Bani Tamim !?

Allah SWT Zat Yang Maha Agung, seluruh makhluk adalah di dalam genggamanNya. Allah SWT yang menjadikan sesuatu itu dengan berkata: “Jadi”, maka jadilah perkara itu.

Kita tentu amat gembira andainya dimaklumkan bahawa sebuah gunung di negara kita akan bertukar menjadi gunung emas. Rasa gembira dan senang hati itu kerana kita adalah rakyat negara ini. Selain adanya rasa kekitaan, tentunya kita turut menaruh harapan bakal memperolehi manfaat bersama dari hasil emas yang sebesar gunung itu.

Kalau demikian tentulah kita akan merasai lebih lebih lagi gembira apabila diberitahu bahawa sesuatu yang lebih besar nilainya berbanding gunung emas bakal terjadi di negara kita ini. Tidak lain dan tidak bukan ialah Malaysia bakal menjadi tapak kegemilangan Islam menuju zaman ummah kedua di akhir zaman ini. Ertinya Malaysia bakal menjadi daulah Islamiyah. Tentulah sepatutnya lebih bangga dan gembira apabila ianya termasuk yang diisyaratkan sebagai daulah yang menjadi tapak ummah. Di situ juga munculnya pimpinan Pemuda Bani Tamim yang membawa laluan menuju ummah kedua. Dari situlah bermulanya keagungan Islam hingga ke alam sejagat. Inilah yang telah dijanjikan atau diisyaratkan oleh Rasulullah SAW.

Rujuk kembali kepada Hadis sebelum ini; Rasulullah SAW bersabda maksudnya:

Daripada Ibnu Umar bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Saidina Ali; baginda berkata: “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani)

Biarpun Hadis Rasulullah SAW itu tidak menyebut secara nyata atau khusus ditujukan Timur itu maksudnya Malaysia, namun tanda-tanda dan ciri-cirinya sangat jelas. Apa yang pasti, Timur itu bukan Jepun, Korea, Taiwan, Hong Kong, Filipina dan seumpamanya. Timur itu mestilah negara Islam yang subur keIslamannya.

Tidak perlu diletakkan di dalam ‘long-list’ mengenai ciri-ciri keIslaman Malaysia sebagai Timur yang dimaksudkan itu. Cukuplah dirangkumkan bahawa Malaysia adalah sebuah negara yang paling subur dan syumul pengamalan Islam. Dari keseluruhan aspek ajaran Islam itu yang lebih penting dilihat ialah dari sudut pembinaan roh Islam dalam diri penganutnya, ibadahnya, akhlaknya, pengamalan syariatnya, perkembangan dakwahnya, pendidikannya, kasih sayang dan perpaduan, lemah lembut, mudah mesra dan kesederhanaan.

Ertinya Malaysia bakal menjadi daulah sebagai tapak tertegaknya ummah. Daulah itu dipimpin oleh Pemuda Bani Tamim, dan masanya ialah di awal kurun. Oleh itu tidak perlu mengelilingi merata ceruk rantau dan pelosok dunia. Fokuskan sahaja ke Malaysia untuk sama-sama menyumbang dan memberi ketaatan kepada Pemuda Bani Tamim

Sebenarnya tidak sukar hendak meyakini bahawa Malaysialah yang dimaksudkan sebagai panji-panji hitam yang datang dari sebelah Timur. Biarpun terdapat berbagai-bagai pandangan lain mengenai Timur itu, tetapi tiada siapa yang hendak menyanggahnya atau menyetujuinya. Kerana dalam keadaan belum berlaku, siapa pun bebas memberi pendapat dan tidak pula salah. Pokok pangkalnya ini adalah perkara yang tidak perlu menjadi pertikaian.

Sebahagian umat Islam termasuk para ulama, sangat sukar hendak menerimanya. Sebahagian lagi mengambil sikap tunggu dan lihat. Sebahagiannya pula dengan syukur, senang hati, berlapang dada, berfikiran terbuka lantas meyakininya iaitu melalui maklumat dari berita ghaib atau isyarat kerohanian. Berdasarkan berita ghaib, Timur yang dimaksudkan oleh Hadis itu adalah Malaysia dan Pemuda Bani Tamim itu juga berada di Malaysia. Dan masanya juga sudah sangat hampir tiba umpama orang mengandung menunggu hari melahirkan

Bagi umat Islam, khususnya di rantau nusantara, ini sepatutnya menjadi busyro atau berita gembira yang sangat disyukuri. Dan mengambil langkah positif menjadikan membaiki diri untuk mempertingkatkan taqwa sebagai agenda utama. Busyro kerana Allah SWT mungkin memilih Malaysia sebagai tempatnya dan Melayu adalah bangsanya.

Satu perkara lagi yang agak sukar untuk meyakinkan umat Islam ialah kerana tidak dapat dihadirkan hujah konkrit iaitu memakai sikap musuh-musuh Islam. Sedangkan usaha untuk ‘mencekik’ Malaysia dan Indonesia (Nusantara) melibatkan gerakan antarabangsa. Tidak dapat tanduk telinga dipulas, mereka mencari jalan hendak menyekat perkembangan Islam di rantau ini. Mereka telah lama tahu bahawa inilah rantaunya yang bakal menjadi tapak untuk membangunkan ummah. Sebab itu gerakan mengKristiankan Indonesia telah bermula semenjak lama dulu. Anehnya hanya umat Islam saja yang masih lena dan sering bertelagah sesama sendiri. Malah para pemimpin dan ulama Islam pun kelihatan seolah-olah turut berperanan menjadi alat kepada musuh dan turut menyumbang kepada menyekat perkembangan Islam.

Ingatlah, janji Allah SWT pasti terjadi.

Pemimpin Tiga Darjat – Dia Akan Pasti Tiba…

Seorang Pembela
Punya karamah yang akan datang
Di kurun ini

Padanya jua diberikan barkah
Tiga darjat yang ia miliki
Khalifah, Mujaddid dan Mujtahid

Ia akan pasti tiba
Kerana Rasul pun telah bersabda
Berita gembira untuk kita

Kedatangannya mengubah dunia
Dari kegelapan kepada cahaya
Dari penindasan kepada pembelaan
Dari kejahatan kepada kebaikan
Dari pecah belah kepada ukhwah

Di waktu itu penzaliman kan musnah
Ahli agama berjawatan rasmi
Perosak agama di atas nama agama
Mereka akan sedar diri
Atau menerima hukuman Illahi
Kerana kesalahan mereka

Di waktu itu
Dunia ini segalanya akan berubah
Segala rahsia akan terbongkar
Takkan dapat lagi berpura-pura
Kerana ia akan terjadi
Ia akan pasti tiba…

Sekilas : Gelombang Dakwah Abuya Ashaari Muhammad

Angin dakwah yang dihembuskan Abuya Ashaari Muhammad telah mula bertiup di Nusantara ini pada tahun 1970-an yang lalu, ketika mula ditubuhkannya jemaah Darul Arqam yang fenomenal itu. Di peringkat awal angin tersebut mula-mula berhembus, ramai orang yang takut. Ramai orang yang bimbang. Ramai orang yang tidak senang. Macam-macam tuduhan dilemparkan. Berbagai cemuhan, tohmahan dan kata-nista dihalakan kepada dakwah dan orang-orang yang terlibat dengan dakwah. Tuduhan dakwah songsang, buang dunia, balik ke zaman unta, ajaran baru dan bermacammacam lagi tuduhan dilemparkan. Dakwah diperkecil-kecilkan dan dihina.

—- Dakwah Abuya Ashaari Muhammad di peringkat awal bersama Darul Arqam ( dengan ciri fisik yang menonjol adalah berjubah dan berserban ) – mampu menembus semua bangsa dan lapisan masyarakat, dakwah yang berkesan adalah dari hati ke hati dan dengan akhlak mulia serta kasih sayang. Abuya Ashaari Muhammad telah berjaya meletakkan kembali asas-asas kehidupan Islam ( iman, ukhuwah, keselarasan dan kesefahaman ) dalam jemaahnya dan juga menghidupkan sunnah Nabi yang telah ditinggalkan dengan cantik dan indah —-

Masyarakat ditakutkan dengan dakwah. Masyarakat disarankan supaya menjauhi dakwah. Kononnya dakwah itu suatu gejala yang tidak sihat dan berbahaya. Kononnya dakwah itu akan membuatkan orang lupa dunia, anti kemajuan, malas belajar, malas bekerja, malas berusaha, tak bertanggungjawab dan serba-serbinya lagi yang negatif.

Kemudian angin dakwah yang berhembus lembut itu telah mencetuskan ombak dakwah yang kian lama kian ketara
. Kian lama kian dirasakan. Makin ramai yang mahu mendengar dakwah. Makin ramai yang mahu mendengar Islam. Makin ramai yang mahu memperkatakan Islam bahkan makin ramai yang mahu dan rela dikaitkan dengan kebangkitan Islam terutama di kalangan muda-mudi yang sedikit sebanyak ada keikhlasan di hati mereka, yang cergas akal fikiran mereka dan yang masih hidup jiwa mereka.

Orang yang dulunya takut bertambah takut. Orang yang dulunya bimbang bertambah bimbang. Orang yang dulunya tidak senang bertambah resah dan gelisah. Penentangan terhadap dakwah diperhebatkan. Tidak cukup dengan cemuhan, tohmahan, kata nista dan berbagai tuduhan yang lain, tentangan ini ditambah pula dengan sekatan-sekatan. Untuk bercakap pasal agama, tauliah disyaratkan. Tidak ada tauliah tak boleh bercakap hal agama. Kalau hendak guna masjid, mesti mendapat kebenaran. Suratkhabar meningkatkan perang saraf menentang dakwah. Setiap hari ada sahaja berita, isu atau komentar yang mencemuh dan memperkecilkan dakwah atau setidak-tidaknya yang mengelirukan masyarakat tentang dakwah.

Ombak dakwah terus juga berkembang. Makin hari makin tinggi ombaknya. Makin hari makin kerap datangnya. Nyata, segala bentuk penentangan sebelum ini tidak berkesan. Senjata yang digunakan untuk menentang dakwah selama ini tidak cukup tajam. Tidak cukup ampuh. Akhirnya ulama digunakan. Bermulalah berbagai-bagai kajian. Bermulalah berbagaibagai siasatan dan penyelidikan. Ini disusuli pula dengan seminar-seminar. Dengan ijtimak-ijtimak dan persidanganpersidangan. Akhirnya keluarlah fatwa sesat. Sesat dan boleh menyesatkan. Bercanggah dengan ajaran Islam yang sebenar dan boleh mengelirukan masyarakat.

— berjuang di atas platform tarikat sufi yang bercorak progresif dan membangun serta keyakinan terhadap kebangkitan Islam dari Timur dan imam Mahdi menjadikan Abuya dan Arqam dihalang oleh konspirasi politik yang maha kotor —

Maka banyaklah kumpulan dan jemaah yang dituduh sesat. Senarainya sampai berpuluh-puluh. Ada yang kata lima puluh. Ada yang kata empat puluh. Ada yang kata enam puluh. Di antara kumpulan dan jemaah yang dituduh sesat itu memang ada yang jelas sangat penyelewengannya terutama di segi aqidah yang kita tidak dibenarkan bermazhab. Tetapi ada juga kumpulan yang dituduh sesat dan menyesatkan dengan sebab dan alasan yang sangat lemah seolah-olah ada sebab-sebab lain yang tersembunyi kenapa mereka itu perlu di hukum sesat. Perbezaan di dalam hal feqah dan tasauf pun diungkit-ungkit dan diperbesarkan walhal Islam membenarkan bermazhab dalam perkara-perkara tersebut malahan ia adalah rahmat. Apabila diminta penjelasan sama ada ahli-ahlikumpulan atau jemaah seperti ini boleh dianggap sebagai murtad atau kafir, tidak ada pula ulama yang rasmi yang berani mengeluarkan hukum. Sesat macam mana mereka ini, tidak ada sesiapa yang mahu memberi komen atau penjelasan. Masyarakat keliru.

— Pada Abuya Ashaari Muhammad, Islam adalah cara hidup dan berjemaah adalah sunnah terbesar Rasulullah SAW. Di dalam sekatan dan halangan Abuya Ashaari Muhammad dengan Rufaqa justeru berjaya meluaskan dakwahnya ke peringkat dunia dengan 700 rangkaian dakwah di seluruh dunia hingga akhirnya dihalang kembali keberadaannya —

Tapi, jangankan dakwah itu tergugat. Selepas dituduh sesat, ombak dakwah tadi telah bertukar menjadi gelombang yang tidak lagi boleh dibendung atau ditahan-tahan. Sesiapa sahaja yang menentang dakwah akan tenggelam. Mereka akan dibenci masyarakat. Kadang-kadang, belum pun sempat masyarakat bertindak, yang menentang terpaksa berkonfrantasi dengan anak dan kaum kerabatnya sendiri yang sudah mula jatuh cinta dengan Islam

Selepas ini apa akan berlaku? Sudah terhentikah penentangan ini? Tidak. Penentangan ini akan berterusan. Hanya bentuknya sahaja yang akan berubah. Cara lama akan ditinggalkan. Cara baru akan digunakan. Semuanya akan berbentuk covert dan subvert. Rupa dan tangan penentang tidak akan kelihatan lagi. Suaranya juga tidak akan kedengaran lagi. Tidak akan ada lagi konfrantasi depan berdepan. Semuanya akan lebih halus.

— Kini bersama Global Ikhwan, Abuya Ashaari Muhammad semakin mendunia. Cukup sebagai bukti bagi kita bahwa method dakhwah yang dibuat oleh Abuya Ashaari Muhammad mampu bertahan dan semakin berkembang menzahirkan sistem hidup Islam di semua peringkat, sekaligus membuktikan kemampuan beliau dalam memimpin dan mentadbir dengan Islam — 

Semua ini akan berterusan sehingga garis pemisah di antara golongan dakwah dan anti dakwah menjadi jelas. Akan sampai satu tahap dan keadaan di mana masyarakat akan terpaksa membuat pilihan. Era akan bertukar. Sistem akan bertukar. Nilai hidup akan berubah. Cara hidup akan berubah. Kesemuanya akan berubah.

Siapa suka kena ikut. Siapa tak suka pun kena ikut. Kalau tidak mereka akan dianggap sebagai sampah masyarakat. Siapa yang menentang akan dianggap sebagai bangkai busuk yang terdampar di tepi jalan.

Al Hadis : Akan senantiasa ada dikalangan umatku satu THOIFAH yang menzahirkan kebenaran, tidak akan dapat dimudharatkan oleh musuh-musuhnya hingga datang ketentuan Allah –