Tips Memproses, Mengolah dan Memasak Telur

Assalamu’alaikum..

Saya ada tips yang mungkin keliatan simple, tapi pengaruhnya sungguh besar, terutama kepada ibadah kita, dan kepada hati atau jiwa kita sebagai seorang hamba Allah. Yang ingin saya sampaikan adalah Tips Memproses Telur. Tentu saja yang saya maksud bukan resep memasak telur lho ya…!sebab kalo itu insyaAllah kawan-kawan semua cukup berkompeten. Tapi Tips yang ini terkadang sering kita abaikan, dan sebenarnya membuat saya cukup merinding apabila mesti mengkonsumsi olahan telur yang dibeli di luar ( alias tidak dimasak sendiri )

Sebelum saya berikan Tips yang cukup simple, saya ingin cerita latar belakangnya dulu.Begini ceritanya…:)

Telur ayam adalah jenis telur yang paling sering kita konsumsi sebagai bahan makanan. Kita semua tahu bahwa yang namanya telur ini dikeluarkan oleh sang ayam melalui apa hayo…?Yap seratus buat kawan-kawan…!, semua orang juga tahu bahwa telur dikeluarkan melalui lubang pada ayam itu yang bernama anus. Pada pelajaran Biologi, lubang ini juga berfungsi sebagai lubang pembuangan kotoran dan lubang reproduksi.

Tidak seperti manusia, yang namanya ayam tentu saja tidak memiliki akal, sehingga dia tidak akan pernah cebok setelah buang kotoran. Iya ngga sih..?Sehingga singkatnya telur ayam yang keluar dari lubang itu pasti terkena juga kotoran ataupun najis dari ayam tersebut. Hal ini bisa kita lihat pada telur-telur yang ada di pasaran, terkadang masih ada noda-noda kotoran ayam yang menempel pada kulit telur tersebut.

Singkatnya lagi, telur yang kita beli tadi akan kita masak. Kebanyakan orang ya langsung masak gitu aja. Artinya telur yang baru dibeli tadi ( dan tertempel kotoran ayam tersebut ) kita pecahkan cangkangnya, kemudian kita goreng atau kita rebus atau apapun jenis masakannya.

180px-fried_egg_sunny_side_up.jpg

Nah..saya ingin memberikan poin pentingnya, ketika kita memasukkan telur, atau memecahkan cangkangnya secara tidak sadar kotoran ayam yang menempel tadi ikut juga masuk ke dalam tempat masak kita.Kadang malah serpihan cangkang ikut masuk juga. Walaupun mungkin sedikit saja tetapi yang namanya kotoran ayam secara hukum adalah najis, artinya secara tidak langsung kita sudah makan najis atau makan benda yang haram. Walaupun telur itu halal tapi ada benda haram yang menempel dan ikut kita konsumsi. Begitulah kita selama ini.

Jadi memproses, mengolah, memaksak dan mengkonsumsi telur yang save begini Tipsnya, simple kok :
1. Baca Bismillah agar makanan kita mendapat berkah dari Tuhan
2. Cucilah telur sampai bersih dalam air mengalir, dari kran wastafel dapur misalnya.
3. Cuci juga tangan anda setelahnya.
4. Udah deh…telur pun siap dimasak

Jangan sampai kita secara tidak langsung mengkonsumsi benda najis yang menjijikkan yang tentu saja haram. Ada sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersada bahwa seseorang yang makan barang haram maka Allah tidak menerima ibadahnya selama 40 hari. Dan ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa hati ditempa oleh makanan,( mohon dicek matan hadisnya yah..). Artinya makanan yang kita makan mempengaruhi hati kita. Apakah hati kita jahat atau baik, sebab hati yang ditempa oleh makanan yang tidak baik susah untuk meneriman kebenaran dan hidayah dari Allah.

NB : Harapan saya mudah-mudahan penjual martabak, penjual pecel telor dan penjual produk2 telur lain ikut membaca Tips ini.Amin πŸ™‚

martabak-telor2.jpg

Wassalam

Advertisements

7 comments on “Tips Memproses, Mengolah dan Memasak Telur

  1. Betul juga, mulai dari bismillah…., cuma soal najis yang sedikit, yang tidak dirasakan/diketahui secara fisis tidak termasuk. Persoalan menjadi rumit ketika kita diberikan makanan dari tetangga kita yang kita tahu persis bahwa makanan itu haram secara sumber karena tetangga kita koruptor besar. Haram tidak secara nyata, tapi haram secara hukum…. Duh… gimana kita menyikapi, padahal kita berharap makanan yang bersih, bersih secara hukum yang tampak dan juga yang tidak tampak……

  2. hmm…salah satu sifat orang2 bertaqwa adalah warak ( berhati2 dalam setiap perkara ) Mereka sangat menjaga hal2 yang haram, yang makruh pun mereka tinggalkan walhal makruh itu tidak masuk kepada dosa, hanya saja Allah tidak suka hal yang makruh ini.

    Panduan dari Allah adalah “selamatkan keluargamu dari siksa api neraka”. Artinya kita mesti memulai dari diri kita sendiri, pada keluarga kita, kepada jamaah kita, kemudian membesar kepada masyarakat dan negara.InsyaAllah jika masing2 diri kita memulai membaiki diri dari dirinya dan keluarganya maka level yang lebih luas akan terjangkau juga. Tentu saja tidak bisa langsung jadi, sebab Rasulullah saja perlu 23 tahun untuk mengIslamkan 3/4 dunia.

    Terkadang dakwah dengan bil hal ( dengan contoh perbuatan ), dengan role model keluarga kita, dengan role model cara kita memasak, dengan role model akhlak, lebih berkesan dari pada menggunakan kata-kata ( bil lisan ). Yang lebih tinggi lagi adalah dakwah dengan bil hikmah. Kita pernah dengar kisah orang2 Cina dulu masuk Islam hanya karena melihat Abdullah Al Bahily mengambil air wudlu, raja Melayu Hindu dulu memeluk Islam kerana melihat ada seorang ulama dari tanah Arab sedang shalat di pantai. Inilah cara dakwah bil hikmah. Rahasianya ada pada kekuatan ruhani mereka ( ketaqwaan mereka ).Karena pergantungan mereka dengan Allah yang begitu tinggi, maka Allah lah yang merubah hati-hati manusia sehingga mendapatkan kesadaran.( insya Allah akan saya tambahkan artikel2 tentang kisah2 seperti ini )

    Satu poin penting lagi, yaitu DOA, doa adalah senjata orang mukmin, bahkan lebih tajam dari pedang, sebab orang mukmin ( bertaqwa ) yang berdoa kepada Allah, Allah Yang Maha Gagah akan membackingnya.

    NB: kembali soal telur πŸ™‚ kita memang sulit untuk menghindar, karena memang kefahaman tentang Islam ini sudah sangat berkurang sehingga hal2 yang penting sudah tidak dianggap penting lagi, maka untuk menghindari fitnah, ada baiknya kita berprasangka baik saja,
    kalo secara nyata kita tidak melihat proses memasaknya, kemudian pada telur itu tidak terlihat ada kotorannya maka kita serahkan pada Allah saja, semoga Allah mengampuni kita..:)

    Ampun Maaf semoga bermanfaat πŸ™‚

  3. iya, memang antara ilmu terawal yg saya belajar dari jemaah Abuya yang inilah. sangat basic. saya tahu kedai kek Abuya menggunakan telur yg mahal supaya tak pecah bila dibasuh dahulu. Telur yg dijual dalam massa banyak menurut mereka memang banyak cebisan2 najis atau bulu ayam.

    memang sukar..tsebab itu saya suka makan di rumah sahaja… jika di luar, kurang order telur. iya, itu sekadar telur, yg lain2 apa kita tahu kebersihannya kan?

  4. Ibadah (terutama sholat yang merupakan ibadah yang paling agung ) bertujuan untuk melahirkan rasa kehambaan,suatu ibadah yang dihayati akan mampu mendidik hati kita untuk dapat cinta dan takut kepada Tuhan, sehingga dari padanya lenyaplah segala sifat2 jahat ataupun mazmumah dalam hati kita. Hasil atau kesan dari ibadah yang dihayati itu juga lahirlah insan2 bertaqwa, jujur, sabar, redha, lahir keharmonian, ulfah, akhlak mulia, kasih sayang, persatuan, perpaduan dan juga peradaban.

    Artinya jika ibadah tak berbuah atau tidak ada kesan dalam kehidupan manusia, pasti ada yang salah. Yang salah bukan terletak pada ibadah, tetapi pada orang yang beribadah tersebut. Baik dari segi penghayatan ataupun mungkin malah dari syarat rukunnya pun salah.

    Thaharah adalah salah satu penentu sah atau tidaknya ibadah kita, terutama Shalat.Jadi mari kita perbaiki Thaharah kita… πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s