Nuansa Religi Menyejukkan Markas Polisi Jatim

Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim

Kapolda Jawa Timur Brigjen Polisi Anton Bachrul Alam -- dengan nuansa yang berbeda

Petikan Jawa Pos : “Belum genap sebulan menjabat, Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam sudah menjadi buah bibir. Dia berusaha mengubah citra polisi menjadi lebih religius. Seperti apa?”

Berita-berita terkait :

  1. Police Officers Positive Image Building
  2. Women Police Officers’ Uniforms
  3. Instruksi Kapolda Jatim, Anggota Wajib Salat Lima Waktu
  4. Kapolda Bentuk Tim Asmaul Husna, Anak Buah Jadi Bintang
  5. Nuansa Religi di Markas Polisi Jatim
  6. Kapolda Imbau Polwan Berjilbab
  7. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (1)
  8. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (2-Habis)

———————————————————————————————————————————

Berikut di bawah ini satu kuliah dari Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi :

APABILA TIANG UTAMA DALAM MASYARAKAT ITU BAIK, MAKA AKAN BAIK JUGA SELURUH MASYARAKATNYA

Tidak ada orang yang suka masyarakat berpenyakit sosial, bermasalah dan timbulnya gejala-gejala negatif  berlaku di dalam masyarakat, berbagai-bagai bentuk kejahatan dan vandalisme, seperti pencurian, perampokan, perkelahian, penipuan, zina, perkosaan, tidak hormat pemimpin dan orang tua, tidak belas kasihan dengan anak-anak, merusak fasilitas umum, dsb. Karena hal seumpama ini akan merusak ketenteraman umum dan akan menjadikan banyak orang dan semua golongan hidup di dalam kegelisahan, takut, bimbang, resah dan tidak tenang secara langsung maupun tidak secara langsung.

Bila terjadi hal-hal negatif di dalam kehidupan bermasyarakat; terlebih ialah masyarakat Islam seperti yang digambarkan di atas; sudah tentu ada golongan-golongan yang memikirkan bagaimana hendak mengatasi masalah. Biasanya tentulah kaum cerdik pandai dan orang-orang penting masyarakat yang datang hendak memikirkan masalah itu. Masyarakat umum tentu tidak tahu bagaimana hendak mengatasinya. Mereka bingung dan di dalam kebingungan dan ketakutan mereka menunggu siapa yang akan bertanggungjawab.

Bila ada golongan yang hendak mengobati penyakit sosial masyarakat, sudah tentu mereka akan bermusyawarah dan berbincang membuat perencanaan. Akhirnya rumusan-rumusan bagaimana hendak bertindak dan usaha bagaimana hendak dilakukan diambil sebagai panduan.

Mekanisme dan usaha-usaha adalah nomer dua dalam menangani gejala-gejala masyarakat itu. Yang menjadi asas utamanya untuk menyelesaikan masalah masyarakat itu yaitu tiang-tiang seri ( utama ) atau tonggak masyarakat yang hendak bertindak itu hendaknya baik lebih dahulu. Yang dimaksudkan dengan tiang-tiang seri atau tunggak masyarakat ialah seperti ketua-ketua kaum, ketua-ketua masyarakat, para-para ulamanya, cerdik pandai, pemimpin-pemimpin politik, pegawai-pegawai pemerintah, terutama pegawai-pegawai tinggi, kemudian barulah orang tua.

Mereka ini bukan saja perlu bertindak menangani masalah tetapi mereka mesti menjadi contoh kepada masyarakat. Agar orang ramai sayang, segan dan hormat. Agar orang ramai akan memberi sokongan dan kerjasama sepenuh hati dan padu. Lebih-lebih lagi mereka yang menimbulkan gejala-gejala itu akan segera malu dan hormat. Menjadikan lidah mereka masin. Lebih-lebih lagi agar tidak jadi bahan-bahan ejekan di belakang mereka.

society

Tiang-tiang seri atau tonggak masyarakat adalah menjadi contoh, ikutan dan suri teladan kepada umum. Kalau mereka boleh menjadi contoh, usaha mereka itu akan berkesan kerana orang ramai menghormati dan malu kepada mereka. Cakap dan saranan mereka mudah diterima. Yang lebih penting dari itu adalah pertolongan Allah SWT yang akan memberi kejayaan melalui usaha-usaha mereka.

Oleh yang demikian, tonggak masyarakat itu hendaklah orang yang bagus ibadahnya, berilmu, berakhlak, seperti merendah diri, pemurah, kasih sayang, lemah lembut, jujur, simpati, bertoleransi mengutamakan orang lain dan lain-lain lagi.

Kalaulah tonggak-tonggak masyarakat dan tiang-tiang serinya baik, mereka disayangi dan dihormati. Mereka menjadi suri tauladan kepada orang ramai. Usaha mereka diterima penuh. Perjuangan mereka disokong sepenuh hati. Orang ramai malu dan insaf. Bantuan Allah pun datang kerana ketaqwaan mereka.

Tiang seri masyarakat itu ibarat tiang atau kayu. Orang ramai adalah bayangan kayu, kalau tiang atau kayu itu lurus, luruslah bayangannya. Kalau tiang atau kayu itu bengkok maka bengkoklah bayangannya. Begitulah teras-teras masyarakat itu apabila orangnya baik-baik, maka baiklah masyarakat. Orang ramai mudah mengikut dan meniru. Lebih-lebih lagi yang diikut itu, orang yang mereka sayang dan hormati.

Pada hari ini bagaimanalah gejala masyarakat ini hendak dapat ditumpaskan kerana tiang utama atau tunggak-tunggak masyarakat yang menguasai masyarakat serta ingin bertanggung jawab kepada masyarakat itu, sebahagian besarnya orang-orang yang tidak disayangi dan dihormati.

Bahkan ada kalanya usaha-usaha mereka itu jadi bahan-bahan ejekan. Kalau tidak terang-terangan pun berlaku di belakang mereka. Kerana orang ramai dan penjahat-penjahat masyarakat itu tahu keburukan yang dilakukan oleh tunggak-tunggak masyarakat itu. Hingga mereka tidak disayangi dan dihormati lagi. Orang ramai tidak mahu menyokong sepenuh hati. Orang-orang jahat masyarakat bertambah benci. Adakalanya mereka bertambah marah dan berdendam. Mereka bertambah lagi membuat tindakan-tindakan liar dan ganas yang lebih menyusahkan lagi.

Sebagai contoh kejahatan-kejahatan orang yang menjadi tiang seri masyarakat ini, mungkin mereka tidak bersikap vandalism tapi sombong dan pemarah. Kalau mereka tidak  foya-foya, korupsi. Kalau mereka tidak mencuri tapi tamak dan bakhil. Kalau mereka tidak berzina tapi mementingkan diri sendiri, kalau mereka tidak bergaduh tapi riyak, suka glamour, ingin nama. Kalaupun orang ramai tidak tahu, kerana mereka tidak melakukannya di hadapan orang ramai, tapi Allah Taala tahu. Maka di sinilah usaha-usaha mereka Allah tidak bantu.

Hari ini golongan-golongan tonggak masyarakat, ramai lagi yang tidak atau belum sedar tapi ingin menyedarkan orang. Mereka kurang sangat membaiki diri. Tapi menyuruh orang ramai membaiki diri. Mereka mahu mengubah pengacau-pengacau masyarakat. Tapi mereka tidak mahu merubah diri.

Lebih-lebih lagi di dalam mereka tidak berubah, mereka mengata, menuduh, menuding jari dan menghina golongan yang dianggap menimbulkan gejala masyarakat. Bukan saja orang jahat sakit hati, orang baik pun benci.

Kerana orang ramai tahu, mereka juga perusak masyarakat tapi bentuknya saja yang tidak sama. Orang muda dengan caranya. Mereka dengan cara mereka tersendiri pula. Orang ramai melakukan gejala di tengah ramai yang terbuka tapi mereka melakukan di tempat-tempat yang tertutup, di tempat-tempat yang eksklusif. Kalau masyarakat ramai tidak tahu tapi bolehkah lari daripada pengetahuan Allah?

Kadang-kadang mereka itulah yang membuat program untuk menangani masalah-masalah masyarakat. Agar masyarakat bersih daripada segala bentuk jenayah dan daripada segala bentuk gejala yang negatif. Bagaimanalah Allah mahu membantu usaha-usaha itu kalau Allah Taala telah murka kepada penganjur-penganjurnya.

Akibatnya habis masa, terkorban uang, sia-sia saja tenaga, hasilnya tiada. Gejala tetap terus berlaku. Adakalanya ia lebih buruk lagi. Oleh itu kita tidak cukup sekadar usaha saja, bantuan Allah itu amat diperlukan dan kenalah diambil kira. Jika Allah Taala tidak membantu usaha-usaha kita kerana dosa-dosa kita, sia-sia saja usaha kita. Bahkan adakalanya menambahkan dosa lagi serta gejala masyarakat tidak juga pulih dan bersih.

Advertisements

12 comments on “Nuansa Religi Menyejukkan Markas Polisi Jatim

  1. Salut aku sama pak kapolda yang satu ini.Pejabat di negara kita ini banyaknya tukang korupsi.Kalau mau memperbaiki mereka ya gak bisa cuma diancam sama penjara,yang penting ya suruh eling Gusti Allah.Setuju pak.Salut!

  2. Tiada siapa dan apapun yang dapat melawan rencana Allah…..
    Semoga menjadi pertanda awal kebangkitan islam dari Timur…..
    Amin…….

  3. Ghoswul fikr sudah digencarkan oleh kaum kafir dari dulu, kita harus kuat dan memperkuat diri. Semoga kejayaan islam akan segera kembali. Amin
    Semangat dan always positive thinking….

  4. Berita tersebut memang sepertinya menyejukkan. Dan memang, saya suka itu. Namun, jangan sampai itu hanya di permukaannya saja. Patut dikontrol terus kebijakan Kapolda Jatim tersebut, bukan untuk berburuk sangka (saya sedikitpun tidak berburuk sangka), tetapi waspada.

    Memang, hendaknya aparat negara harus menjadi teladan karena dari merekalah maka masyarakat akan mencontohnya. Semoga ini pertanda baik buat negeri ini dan akan menjalar kepada hal-hal yang bukan saja formal seperti mengenakan jilbab bagi polwan, wajib sholat 5 waktu dan lain-lain, tetapi hal yang lebih substantif lainnya misalnya tidak melakukan pungutan liar, tidak mau disuap, tidak pilih-pilih dalam menilang masyarakat dan lain-lain. Saya pikir hal ini harus juga ditekankan dan diterapkan. Khawatirnya, begitu polisi rajin sholat tapi masih rajin juga melakukan pungli, dll. Terus terang, perilaku polisi selama ini menjadi bahan sumpah serapah masyarakat.

    Selain itu menjalar pula kepada TNI, PNS, dll…

    Alangkah indahnya bila demikian.

    Suharyanto
    http://suharyanto.wordpress.com

  5. Perjuangan Islam adalah menyelamatkan manusia, menyelamatkan Iman, akhlak dan akhirat. Bagi yg belum Islam kita bawa kepada Islam, bagi yg sudah Islam kita pertingkatkan keIslaman itu. Dimulakan dengan mengenalkan manusia kepada Tuhan, kemudian mengenalkan syariat2 Tuhan.

    Bila itu semua dihayati maka niscaya kehidupan yg lahiriah akan mengikuti dan menjadi baik. Mengapa orang Islam solat tetapi akhlak masih buruk, artinya solatnya tidak dihayati.. Solat yg tidak dihayati artinya solat bangkai dan tidak ada nilai apa2 disisi Allah dan tidak akan mengubah perangai. Kenapa solat tidak dihayati, karena kita solat ( menyembah Allah ) tetapi tak kenal siapa yg kita sembah, tidak terasa kehebatan Allah, tidak terasa betapa kita perlukan Allah..

    Bila kaedahnya benar maka Solat betul2 akan mencegah kemungkaran..

  6. Terimakasih pak hmcahyo, saya telah membaca postingannya, nampaknya pak Kapolda baru ini memang popular dan vocal.. Semangat dan kegigihannya dalam menegakkan hukum-hukum Allah perlu kita contoh, dengan berhikmah tentunya.. 🙂

  7. salut kepada Bp Ust Anton Bahrul Alam yang menginginkan hidup dalam lindungan Allah SWT selama beliau bekerja sebagai penegak hukum, dengan menganjurkan anak buahnya untuk bertindak berdasarkan petunjuk Allah SWT semata, bukan menurut nafsu angkara murka, mudah-mudahan dari jajaran tentara republik Indonesia pun bisa mencontoh tindakan beliau, untuk lebih mendekatkan diri kepada yang maha kuasa, amiiiiiiii……n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s