Disiplin hidup orang mukmin ikut jadual Allah

Ada orang yang berpendapat, kita akan terkungkung atau hilang kebebasan bila ikut dengan peraturan Tuhan. Padahal dalam kehidupan nya manusia tidak lepas dari peraturan. Bila tidak ikut dengan peraturan Tuhan artinya ikut dengan peraturan manusia. Bahkan di dalam rumah atau keluarga kita pun tidak lepas dari peraturan. Kalau kita pindah ke rumah orang lain pun akan ada peraturan. Tentu kita akan Lebih suka dengan peraturan yang dibuat oleh ayah kita di rumah daripada peraturan yang dibuat dalam rumah orang lain.

sujud

Misalnya kita berada di rumah kita sendiri, tentulah program dalam rumah itu kita yang buat. Kalau kita pergi ke rumah orang lain, tentu programnya berlainan dengan di rumah kita. Apakah sama perasaan kita berada di rumah sendiri dengan berada di rumah orang lain. Tentu tidak. Jadwal hidup kita pun akan berbeda, di rumah sendiri dengan di rumah orang lain. Kalau kita paksakan jadwal hidup kita di rumah orang lain, tentu kita akan susah dan tidak tenang.

Kalau dunia ini kita rasakan kepunyaan kita, waktu yang 24 jam itu juga kepunyaan kita, kita yang mengatur, itulah yang membuat kita hidup di dunia ini tidak tenang
, susah, gopoh dsb. Itu yang membuat kita tidak stabil. Dunia kepunyaan Tuhan, waktu yang juga kepunyaan Tuhan kita programkan semaunya, tentu hidup kita akan jadi susah, sebab kita telah membuat jadwal untuk sesuatu yang bukan kepunyaan kita. Continue reading

Advertisements

Peringkat – Peringkat HABLUMINNALLAH

steps-led.jpg

~ Orang yang beriman itu ialah orang-orang yang mereka itu teringat Allah pada waktu berdiri, duduk, baring. Dan mereka bertafakur, maka bertambah lagi rasa kebesaran Tuhan, bertambah lagi rasa bertuhan ~

Hubungkan dengan Allah ada beberapa peringkat. Kalau tidak mengikuti peringkat yang disebutkan ini maka kita tidak dianggap berhubung dengan Tuhan walaupun percaya Tuhan itu ada, walaupun kita percaya Tuhan wujud, walaupun kita percaya Tuhan itu berkuasa,

I. Peringkat paling dasar [Percaya adanya Tuhan].

Diluar yang asas ini tidak dianggap seseorang itu berhubung dengan Tuhan.

Peringkat paling dasar adalah :

Percaya adanya Tuhan, Tuhan itu mempunyai sifat yang Maha sempurna, kesempurnaanya tak terhingga dan Maha suci Tuhan daripada mempunyai sifat2 kekurangan walaupun sebesardebu

Ini perhubungan yang paling lemah, akidah yang paling asas atau perhubungan yang paling asas dengan Tuhan. Kalau keluar dari peringkat ini maka dia bukan orang Islam, bukan orang mukmin. Tapi agar umat Islam kembali pada kewibawaan, peringkat ini tak cukup. Itu sekedar asas supaya orang tak jadi kafir saja, yakni memastikan imannya.

II. Peringkat kedua [Percaya adanya Tuhan dengan Ilmu].

Percaya Tuhan, Tuhan punya sifat sempurna 20 sifat yang dulu diajarkan guru kita. Mustahil bagi Tuhan, mempunyai sifat2 yang berlawanan dengan sifat2 yang wajib tadi itu dengan hujah2 akal dan naqli. Nash Qur’an & Hadist. Jadi perhubungan dengan Tuhan peringkat kedua ini lebih tinggi sedikit dari tahap pertama, tapi ini pun tak cukup untuk dapat mengembalikan wibawa umat Islam. Itu sekedar ada hujah, ada dalil, ada bukti dari sifat2 Tuhan yang sempurna itu.

III. Peringkat ketiga : Hubungan orang SOLEH dengan Tuhan.

Setelah dia mengenal Tuhan melalui tahap 1 & 2, datanglah rasa takut dengan Tuhan, datanglah rasa cinta dengan Tuhan. Continue reading

Sebuah PROMOSI tentang SOLAT : SOLAT Membina Sebuah Bangsa Yang RAJIN…

Hari ini bangsa kita dihadapkan pada suatu KEMALASAN tingkat NASIONAL yang luar biasa, tidak hanya malas dalam perkara2 lahiriah yang impact-nya pada mundurnya pembangunan negara, namun malas juga untuk berkasih sayang, berdamai, bertoleransi, malas beribadah, malas untuk membawa Islamic Morality, dsb…Setidaknya inilah sedikit SOLUSI untuk pemerintah dan bangsa ini semoga kita sama2 berubah menjadi bangsa yang lebih baik.

Artikel terkait di blog ini : Solat sudah tidak memberi kesan dalam kehidupan berbangsa & bernegara ?!

dpr-tidur.jpg

~ sekedar foto hiasan : potret kemalasan bangsa…?!

~ Dalam Solat, Tuhan mengajar kita untuk berikrar supaya setiap perbuatan kita dari sekecil-kecil hingga sebesar-besarnya hendaklah dijadikan ibadah kepada Allah SWT. Jika ikrar-ikrar ini kita hayati sungguh-sungguh, mana boleh kita berMALAS-MALASAN ? Suatu bangsa yang MALAS adalah cermin sebuah Bangsa yang TIDAK SERIUS dengan TUHAN. Bangsa yang peMalas tidak akan jadi apa-apa, hanya akan menjadi sebuah bangsa subsidi… ~

Sifat yang berlawanan dengan RAJIN ialah PEMALAS. Sifat Pemalas sangat dibenci Tuhan. Untuk menjadi BANGSA YANG KUAT, kita mesti menjadi bangsa yang RAJIN. Sifat rajin tidak dapat dibuat-buat. Harus ada motivasi atau pendorong yang bersifat rohaniah.

Dalam Solat kita memuja dan memuji Tuhan. Kita menyebut bahwa Tuhan Maha Besar. Kita mengakui Tuhan Maha Raja dunia dan Akhirat. Hati kita merasa Tuhan itu Maha Besar. Kita merasa Tuhan Maha Melihat, Tuhan itu ada dan Tuhan senantiasa berperanan dalam hidup kita.

Kita juga membuat janji dan ikrar bahwa semua solat, ibadah, hidup dan mati kita hanya untuk Tuhan. Ini sesuai dengan ayat Al Quran dan janji kita di dalam solat:

Maksudnya: “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Tuhan pentadbir seluruh alam.” (Al An’am: 162)

Di sini, solat dan ibadah dipisahkan walhal solat itu pun merupakan ibadah juga. Itulah tandanya solat itu ibadah yang penting, utama dan pertama dari ibadah-ibadah yang lain baik yang wajib atau sunat.

islam_sq.jpg

Kita bersungguh-sungguh melakukan berbagai aktivitas di dalam kehidupan keseharian kita. Aktivitas2 tersebut dapat menjadi ibadah atau sebaliknya. Dapat menjadi ibadah bilamana aktivitas-aktivitas tersebut sesuai dengan syarat ibadah. Continue reading

IBADAH SOLAT Sudah Tidak Lagi Berkesan Dalam Kehidupan berBANGSA & berNEGARA ?!

Mengapa Ibadah SOLAT kita [umat Islam] selama berbelas-belas tahun bahkan berpuluh-puluh tahun tidak memberi kesan apa-apa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara? Yaitu tidak mampu membina pribadi-pribadi dan masyarakat yang agung yang berakhlak, bersih, berdisiplin, sabar, jujur, amanah, adil, tawadhuk, pemaaf ,aman, damai, makmur dan mendapat keampunan Tuhan…?

bentrokan.jpg

~ Setiap hari 5 kali kita menghadap Tuhan, ketika menghadapNya itu kita selalu mengakhirinya dengan ucapan SALAM ke kanan dan ke kiri, yang kalau kita hayati sesungguhnya kita sedang berjanji kepada Tuhan Yang Maha Agung bahwa kita akan menebarkan keselamatan dan kasih sayang kepada seluruh makhluk Tuhan di muka bumi ini… Apakah janji hanya tinggal janji…!? ~

Setidaknya inilah diantara jawabannya :

1. Ibadah TANPA PENGHAYATAN tidak akan memberi kesan.

Kita diberi ilmu tentang ibadah, baik itu ibadah fardlu maupun ibadah sunat tetapi hanya sebatas yang bersangkut paut dengan hukum-hukum tentang syaratnya, rukunnya, sah dan batalnya saja. Oleh itu dalam beribadah, hanya itulah yang kita jaga selama ini yaitu syaratnya, rukunnya, sah dan batalnya saja. Tidak lebih dari itu, bab penghayatan tidak pernah diajarkan. Begitu juga dalam ibadah puasa dan haji. Ilmu lain termasuk falsafahnya tidak diajarkan. Kefahaman dan penghayatan pun tidak diajarkan. Kalau begitu keadaannya bagaimana boleh ibadah itu dapat dihayati dan berkesan dalam hati ?

shollu.jpg

Kalau ibadah penting seperti solat yang menjadi tiang agama dan ibu segala ibadah pun hanya diajarkan syarat, rukun, sah dan batalnya saja. Tetapi ilmu falsafah, kefahaman dan penghayatannya tidak diajarkan, maka rugilah kita. Itulah yang berdampak pada kehidupan hari ini.

Fenomena ini sebetulnya sudah lama berlaku selama 700 tahun semenjak jatuhnya empire Islam. Ilmu ibadah yang kita pelajari selama ini menjadi sangat terbatas. Ilmu ibadah yang diajarksn sama tidak lagi menyentuh tentang ruh ibadah atau hikmah dalam ibadah. Sebab itulah kita lihat, orang yang banyak ibadah dan banyak bersolat pun, tidak memberi kesan pada diri dan hati mereka. Akhlak mereka tidak banyak berubah. Bahkan orang yang banyak ibadah menjadi lebih beku, tidak aktif, tidak produktif dan sangat pasif.

Sabda Rasulullah SAW:

Maksudnya: “Barangsiapa yang sembahyangnya tidak dapat mencegahnya daripada maksiat dan kemungkaran, maka tidak bertambah dekat dia dengan Allah, melainkan bertambah jauh dari Allah.” (Riwayat At Tabrani) Continue reading

Mengapa Jiwamu Tidak Tenang?!

headache.jpgheadache2.jpg

Orang yang jiwanya tidak tenang perilakunya cenderung negatif, bisa bermacam-macam gejalanya misalnya : selalu gelisah, mudah mengeluh, menggerutu, mudah panik, mudah marah, melakukan apa saja serba salah, salah tingkah, melamun, tidak jarang sampai putus asa, gangguan kejiwaan dan bunuh diri.

Diantara penyebab jiwa kita tidak tenang adalah seperti berikut :

1. Banyak menzalimi orang lain, baik secara sikap, perkataan maupun tindak tanduk kita.

2. Banyak berbuat dosa dan maksiat baik lahir maupun batin

3. Menghina dan menzalimi atau durhaka kepada ibu bapak

4. Menzalimi dan menghina guru terutama guru yang telah menunjukkan jalan Akhirat

5. Sudah mulai ragu pada kewujudan Allah Taala Continue reading

Siapakah Yang Paling Ajaib Imannya ?

Suatu hari Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah makhluk yang paling ajaib imannya?”

“Malaikat”, jawab para sahabat

“Bagaimanalah para Malaikat tidak beriman dengan Allah sedang mereka senantiasa dekat dengan Allah”, jawab baginda menafikan.

“Para Nabi”, jawab Sahabat lagi

“Bagaimanalah para Nabi tidak beriman dengan Allah sedang kan wahyu diturunkan kepada mereka”. Nabi membantah lagi jawaban Sahabat.

“Kami Sahabatmu?!, jawab Sahabat lagi

“Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu?”, jawab Nabi. Continue reading

Kemiskinan Dalam Sudut Pandang Islam

stopovertynothing.gif

Dalam sudut pandang Islam, kemiskinan terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :

  1. Miskin Iman,
  2. Miskin Ilmu dan
  3. Miskin Harta.

Diantara 3 kemiskinan ini yang paling berbahaya adalah miskin IMAN, yang kedua miskin ILMU dan yang ketiga adalah miskin HARTA.

Miskin IMAN

Yang dimaksud dari miskin Iman adalah orang yang jiwanya tidak ada kontak atau hubungan dengan Allah, atau jika ada hubungan pun terlalu tipis, yaitu hanya ingat pada Allah saat susah saja.

Jadi bila orang jiwanya sudah tidak ada kontak dengan Allah, maka artinya dia sudah tidak memberi Kasih Sayang atau Cinta kepada Allah. Kalau seorang Hamba sudah tidak memberi Kasih Sayang kepada Allah yang telah menciptakannya, maka bagaimana Allah mau memberi Kasih Sayang kepada mereka? Maka akhirnya Allah membiarkan mereka terombang-ambing, hidup sendiri-sendiri, tiada panduan dan pimpinan, dsb.

Inilah yang kita lihat di seluruh dunia ini, peperangan, kemiskinan, perkelahian, bentrokan, krisis, dan berbagai macam kemungkaran yang menyusahkan mereka sendiri.

Miskin ILMU

Manusia kalau ingin hidup, berkemajuan di bidang ekonomi, di bidang sains dan teknologi, dan di bidang yang lain maka mesti ada ilmu. Bagaimana bisa orang ingin hidup, membangun ekonomi, teknologi, dsb tetapi tidak ada ilmu?

Jadi miskin Ilmu ini menjadi penyebab yang kedua mengapa manusia mengalami kesusahan, miskin dan tidak tahu cara menyelesaikan masalah hidup.

Miskin HARTA

Jadi di sini baru kita fahami bahwa miskin harta, ( yakni tak dapat memenuhi makan minum, tak dapat membangun rumah, tak dapat berkemajuan dsb ) adalah BUAH dari manusia yang sudah tidak ada KONTAK dengan Allah dan buah dari manusia yang tidak ada ILMU.

potret-kemiskinan.JPG

Lalu Bagaimana Kaedah Islam Dalam Menyelesaikan Kemiskinan?

Oleh sebab itu jika kita mau memperbaiki dan menyelesaikan masalah kemiskinan, kita tidak cukup hanya memikirkan mengenai miskin harta semata, tapi menyelesaikan perihal miskin Iman dan miskin Ilmu mesti sangat diutamakan. Continue reading

Susahnya Menjaga Hati, Raja Diri

hearth.jpg

Susahnya menjaga hati. Sedangkan ia adalah tempat pandangan Allah. Ia merupakan wadah rebutan di antara malaikat dan syaitan. Masing-masing ingin mengisi. Malaikat dengan hidayah, syaithan dengan kekufuran. Bila tiada hidayah, ada ilmu pun tidak menjamin dapat selamat, sekalipun ilmu diperlukan

Susahnya menjaga hati. Bila dipuji, ia berbunga. Terasa luar biasa. Bila dicaci, aduh sakitnya. Pencaci dibenci. Bahkan berdendam sampai mati.

Bila berilmu atau kaya, sombong mengisi dada.Jika miskin atau kurang ilmu,
Rendah diri pula dengan manusia.Adakalanya kecewa.Kemuncaknya putus asa.

Pada takdir yang menimpa, kita susah untuk redha. Ujian yang datang, sabar tiada. Jiwa menderita

Melihat kelebihan orang lain, hati tersiksa. Kesusahan orang lain, hati menghina. Bahkan terhibur pula. Suka menegur orang,tapi bila ditegur hati luka

Aduh susahnya menjaga hati. Patutlah ia dikatakan raja diri. Bukankah sifat sombong pakaian Raja?! Continue reading

Tips Cara Menghadapi, Mengatasi dan Mengobati Stress atau Tension…

stress-breaksomething.jpg

Setiap hari, ada saja peristiwa yang menguji kesabaran dan menekan jiwa kita. Anak kita membandel, suami acuh tak acuh, isteri ngomel, teman kita menghina dan mengumpat, bisnis tidak menguntungkan bahkan malah terancam bangkrut, saham jatuh, tidak lulus ujian dan lain-lain lagi. Begitulah nasib kita manusia. Sejauh mana pun kita coba untuk mengelak dari perkara-perkara yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kita, hal-hal tadi tetap akan terjadi juga.

Sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan, sedikit pun kita tidak ada kuasa untuk menolak ketentuan Tuhan. Kalau Tuhan ingin kita sakit, walau bagaimana pun kita coba menjauhi penyakit, kita tetap akan jatuh sakit. Kalau Tuhan tidak mau kita jadi kaya, walau bagaimana pun kita mengusahakan kekayaan, ia tidak akan dimiliki juga. Dan memang usaha manusia itu tidak dapat menentukan hasil akhir atau tidak memberi bekas sedikitpun .

Lantas, persiapan apa yang perlu kita buat untuk menghilangkan stress ketika menghadapi pelbagai bentuk nasib malang yang pasti menimpa kita? Dintaranya ialah:

1. Mengenal diri kita sebagai penerima nasib malang dan juga mengenal Tuhan sebagai pemberinya .

Kita harus kenal bahwa diri kita adalah hamba ciptaan yang sangat lemah dan tidak punya apa-apa. Malah dalam penciptaan diri kita sendiri, kita tidak ada campur tangan, tidak ada saham, sama sekali tidak keluar modal. Keputusan untuk mencipta diri kita pun semuanya ditentukan oleh Tuhan. Selain seluruh badan kita yang begitu unik dan kompleks ini, Tuhan jugalah yang memberi kita daya upaya, fikiran dan perasaan. Lantaran itu, apabila Tuhan timpakan sesuatu kesusahan ke atas diri kita, inilah peluang untuk kita sadar bahwa diri kita adalah hamba yang lemah dan tidak punya kuasa apa-apa . Mungkin selama ini kita sudah merasa berkuasa,me rasa mampu dan merasa pandai dan bisa, sehingga kita lupa untuk bergantung dan berharap kepada Tuhan. Continue reading