GOD The Most Supreme Entertainer

Islam came to the world to entertain human beings. Here is the beauty of Islam, as Islam is entertaining. The Greatest entertainer of all is God, the Most Supreme. When one recognises God and understands His actions, then God is very delightful and entertaining. God the Supreme Entertainer.

As an example, with all the common things we face, unrealising, the air we breathe comes from God. Without air, we die and we do not realise, this is entertainment. When God restricts the air, there is no entertainment.

The earth we step on is God`s creation. If we were to look up at the blue sky, God`s sky, it`s a pleasant sight. Looking at the beautiful green scenery. We visit the market looking for fresh fish, meat and vegetables, all these are entertaining.

But we do not realise it`s entertaining and it has never been mentioned. We simply look at things around us without putting any value to what we see. Continue reading

Advertisements

Nuansa Religi Menyejukkan Markas Polisi Jatim

Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim

Kapolda Jawa Timur Brigjen Polisi Anton Bachrul Alam -- dengan nuansa yang berbeda

Petikan Jawa Pos : “Belum genap sebulan menjabat, Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam sudah menjadi buah bibir. Dia berusaha mengubah citra polisi menjadi lebih religius. Seperti apa?”

Berita-berita terkait :

  1. Police Officers Positive Image Building
  2. Women Police Officers’ Uniforms
  3. Instruksi Kapolda Jatim, Anggota Wajib Salat Lima Waktu
  4. Kapolda Bentuk Tim Asmaul Husna, Anak Buah Jadi Bintang
  5. Nuansa Religi di Markas Polisi Jatim
  6. Kapolda Imbau Polwan Berjilbab
  7. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (1)
  8. Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dan Nuansa Beda di Polda Jatim (2-Habis)

———————————————————————————————————————————

Berikut di bawah ini satu kuliah dari Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi :

APABILA TIANG UTAMA DALAM MASYARAKAT ITU BAIK, MAKA AKAN BAIK JUGA SELURUH MASYARAKATNYA

Tidak ada orang yang suka masyarakat berpenyakit sosial, bermasalah dan timbulnya gejala-gejala negatif  berlaku di dalam masyarakat, berbagai-bagai bentuk kejahatan dan vandalisme, seperti pencurian, perampokan, perkelahian, penipuan, zina, perkosaan, tidak hormat pemimpin dan orang tua, tidak belas kasihan dengan anak-anak, merusak fasilitas umum, dsb. Karena hal seumpama ini akan merusak ketenteraman umum dan akan menjadikan banyak orang dan semua golongan hidup di dalam kegelisahan, takut, bimbang, resah dan tidak tenang secara langsung maupun tidak secara langsung. Continue reading

(ii) Kelemahan Demokrasi Dalam Memilih Pemimpin

Bagi orang-orang yang mencintai kebenaran, mereka tentu mencari-cari satu cara baru yang suci, bersih dan mulia. Apakah tidak ada lagi di dunia ini kebenaran dan kemuliaan sehingga manusia terpaksa bergelimang dengan najis dan kejahatan demokrasi? Jawabnya ada, yaitu Islam. Yakni kebenaran mutlak yang datang dari ALLAH termaktub dalam Al Quran, tergambar dalam Sunnah Rasulullah SAW dan perjalanan Khulafaur Rasyidin.

demokrasi-2

Sebenarnya pemilihan pemimpin secara demokrasi itu sudah berjalan sejak 4-5 ribu tahun dahulu oleh orang-orang Yunani. Karena manusia waktu itu tidak banyak, maka mereka menjalankan demokrasi secara langsung. Yakni semua rakyat datang ke satu dewan persidangan untuk mewakili diri masing-masing dalam acara pelantikan pemimpin yang hendak dibuat. Misalnya penduduk sepuluh ribu orang maka kesepuluh ribu orang itu datang untuk menyatakan pandangan dan menentukan pemimpin yang dikehendakinya.

Dari situ kelihatan bahwa orang-orang sekuler itu memandang tujuan melantik pemerintah ialah untuk menjalankan kehendak-kehendak rakyat. Sebab itu mereka dinamakan wakil rakyat. Sedangkan dalam Islam, pemerintah bukan wakil rakyat. Tetapi wakil ALLAH (khalifatullah) untuk menjalankan pemerintahan menurut cara yang ditentukan oleh ALLAH. Kedua pandangan itu mempunyai maksud, cara dan tujuan yang amat berbeda. Continue reading

(i) Kelemahan Demokrasi Dalam Memilih Pemimpin

HAMPIR semua pemerintah atau pemimpin di dunia kini baik orang Islam atau bukan, telah naik melalui pemilihan. Yakni hasil pemilihan rakyat jelata di hari pemilihan yang dilakukan beberapa tahun sekali. Pemimpin manapun yang mendapat suara lebih dari yang lain, dialah yang naik menjadi pemerintah untuk negara tersebut. Cara pemilihan pemimpin yang seperti itu adalah cara Barat yang menganut ideologi liberal kapitalisme, yang mempraktekkan sistem demokrasi terbuka.


no-vote

Hal seperti itu jauh berbeda dengan Islam yang merujuk pada Al Quran, Hadist dan ulil amri (ahlul halli wal ‘aqdi). Dalam Islam, pemilihan pemimpin dibuat berdasarkan sistem demokrasi terpimpin. Artinya, mereka dipilih dari kalangan beberapa orang yang menjadi intipati masyarakat yang disebut ahlul halli wal ‘aqdi. Di antara cara Islam dan cara Barat itu, terdapat perbedaan yang jauh. Kita akan membandingkan kedua hal itu supaya kita dapat melihat kebenaran dan kebijaksanaan sistem Islam.

1. Kita telah difahamkan bahwa melalui pemilihan umum, pemimpin yang naik adalah pilihan mayoritas rakyat jelata. Padahal bila diamati, hal itu tidak semestinya terjadi.

Misalnya dua orang calon bertanding di kawasan yang memiliki 10 ribu pemilih. A mendapat 4500 suara, B mendapat 4000 suara dan yang tidak memilih 1500. Perbedaan antara keduanya cuma 500 suara saja. Tetapi yang tidak memilih sebanyak 1500. Artinya A cuma diterima oleh 4500 orang rakyatnya. Sedangkan 5500 lagi menolak kepemimpinannya. Hal itu sebenarnya akan membentuk satu pemerintahan yang tidak stabil. Negaranya mudah goyang.

Keadaan akan menjadi lebih malang kalau terjadi seperti ini: terdapat tiga orang calon yang bertanding di kawasan yang pemilihnya ada 10 ribu orang. Keputusannya,

A dapat 3300 suara
B dapat 3300 suara
C dapat 3400 suara

Artinya C menang dengan penyokongnya 3400 sedangkan penentangnya kalau ditambahkan antara dua calon yang lain ialah 6600. Secara demokrasi, Bagaimana dapat dipastikan bahwa dia naik atas dukungan mayoritas? Karena penentangnya lebih banyak daripada pendukung. Coba gambarkan dalam sebuah negara yang penyokongnya sedikit dan penentangnya banyak, bagaimana negara itu akan stabil? Huru-hara selalu terjadi dan kerajaan dapat tumbang dengan mudah. Continue reading

Diantara Ketakutan Barat kpd Al Mahdi (Muhammad bin Abdullah ke-2)

im

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa,

“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.

Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.

Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.”

(Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

————————————————————————-

Agenda Yahudi yang Kesembilan (untuk memusnahkan umat Islam) iaitu Menjauhkan umat Islam dari memegang tampuk pemerintahan di negara-negara Islam dan jangan beri kesempatan bergerak.

1. Montgomery Watt (seorang orientalis Inggeris) menulis dalam ‘London Time’ pada tahun 1968:

profwatt

“Kalau sudah ditemui seorang pemimpin Islam yang (benar-benar) berkelayakan dan bercakap dengan suara Islam yang tepat pula, kemungkinan besar agama itu akan (bangkit semula dan) merupakan sebuah kekuatan politik yang besar di dunia ini sekali lagi.”

Yang dimaksudkan oleh Montgomery itu adalah pemimpin yang bertaraf khalifah, kerana hanya seorang pemimpin yang bertaraf khalifah sahaja yang akan mampu menyatukan kembali seluruh umat Islam yang sedang kronik berpecah-belah pada hari ini. Pemimpin yang bertaraf Presiden atau Perdana Menteri tidak termasuk dalam senarai pemimpin yang dimaksudkan oleh beliau.

Baca : CALIPH AL MAHDI

Taraf Presiden atau Perdana Menteri yang demikian itu hanya layak untuk memimpin di dalam wilayah yang terhad atau dihadkan, tidak layak untuk memimpin dunia yang tanpa sempadan, atau sekurang-kurangnya di seluruh dunia Islam. Hanya seorang pemimpin yang bertaraf Khalifah sahaja yang akan diberi kemampuan dan berkelayakan penuh untuk berbuat demikian.

2. Ben Gurion ( Bekas Perdana Menteri Israel ) pernah dilaporkan berkata,

ben_gurion_05

“Sesungguhnya yang paling menakutkan kami ialah, kalau dalam dunia Islam, sudah lahir seorang Muhammad Baru.”

Muhammad Baru yang dimaksudkan oleh Ben Gurion itu tidak lain dan tidak bukan adalah Imam Mahdi, kerana nama Imam Mahdi itu adalah Muhammad, sama dengan nama datuknya, Nabi Muhammad SAW.

Baca : ( I) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , (II) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , FIGUR : Sayyid MUHAMMAD bin ABDULLAH As Suhaimi

Jelaslah bahawa pihak Barat amat takutkan peribadi yang bernama Muhammad ini, yang digelar sebagai Imam Mahdi, dan ketakutan mereka itu tidak dapat disembunyikan lagi. Jelaslah bahawa orang-orang Kristian adalah jauh lebih peka daripada kita, umat Islam sendiri dalam hal mempercayai dan meyakini kedatangan Imam Mahdi ke dunia ini. Mereka sentiasa berjaga-jaga menanti tibanya seorang pemimpin Islam bernama Muhammad, tahu pula tempat keluarnya dan bila keluarnya. Pada masa yang sama kita umat Islam masih lagi sibuk bercakaran mengenai sahih atau dhaifnya hadis-hadis mengenai Imam Mahdi itu.

Baca : Sebab adanya ulama yang menolak kedatangan Penyelamat itu

Yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi sibuk mengutuk golongan yang tidak percaya, manakala yang tidak percaya, sibuk pula mengutuk golongan yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi. Titik pertemuan tidak juga diperoleh. Siapa lagi yang harus dipersalahkan dalam soal ini?

 

 

 

3. Michel de Nostredame atau Nostradamus,

Antara kenyataanya yang amat menggoncangkan dunia Barat ialah bahawa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada alaf baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian-Eropah.
Kenyataan beliau bahawa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah seperti berikut:

In the year 1999 and seven months from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.

nostradamus2

Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur, bukan di negara Arab atau di sebelah Barat :

From the three water signs (seas) will be born a man who will celebrate Thursday as his feast day.
His renown, praise, reign, and power will grow on land and sea, bringing trouble to the East.

Pemimpin berkenaan akan memimpin pasukan tenteranya yang besar jumlahnya untuk menyerang dan menakluki Eropah, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.

One who the infernal gods of Hannibal will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nor the newspapers tell of worse in the past,
then will come to the Romans through Babel (Iraq).

Pemimpin berkenaan memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropah dengan memakai serban biru, membawa undang-undang Islam untuk diamalkan oleh seluruh penduduk Eropah, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristian dan Yahudi.

This king will enter Europe wearing a blue turban,
he is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again.
He will be the terror of mankind.
Never more horror.
Continue reading

Umat Islam Perlu Mujaddid Untuk Menghadapi Israel

Siapakah itu Mujaddid dan apa peranan mereka?

Kalau kita faham, persoalan Mujaddid ini amat penting kepada umat Islam. Namun rata-rata umat Islam tidak faham bahkan tidak tahu adanya Mujaddid. Malangnya termasuk para ulama turut memandang sepi terhadap persoalan penting ini. Kalau pun ada menyebut tentang tokoh Islam sepanjang zaman, nama Mujaddid tidak sedikit pun pernah di sentuh . Ini adalah satu kegagalan kita umat Islam dan kejayaan besar musuh-musuh Islam terutamanya Yahudi.

aqsa

Baca : MUJADDID, Pemimpin Kebenaran Pewaris Rasul : Khazanah Yang Sudah Lama Dilupakan Umat Islam

Yahudi bukan sahaja tenggelamkan sejarah Mujaddid bahkan Yahudi berjaya meyakinkan umat Islam bahawa Mujaddid tidak ada apa-apa peranan atau perananya kecil sahaja. Sebaliknya tertonjol ulama yang berperanan kecil tetapi digambarkan sebagai tokoh Islam yang berjasa. Mengapa Yahudi berusaha keras menutup kebesaran Mujaddid? Kerana Yahudi tahu bahawa Mujaddid sajalah yang telah benar-benar mampu menghidupkan roh Islam serta Mujaddid juga yang bakal  mengalahkan Yahudi. Sebagai contoh, mana ada dikalangan umat Islam menonjolkan ketokohan para Mujaddid yang lalu. Kalau ada pun kisah hidup Mujaddid tersebut hanyalah sekadar bersifat fakta sejarah tetapi bukan falsafah disebalik sejarah dan peribadi mereka.

Adakah kita benar-benar mengenali dan menghayati sejarah perjuangan Umar Ibnu Abd Aziz, Abu Hassan Ashaari, Imam Shafei, Imam Fakhruddin Ar Razi, Imam Ghazali, Imam As Sayuti, cukup sekadar menyebut nama Mujaddid terdahulu. Kita hanya mengenali mereka pada nama dan ilmunya. Jauh sekali dari mengkagumi mereka dan dijadikan sebagai idola.

 

Kemunculan Mujaddid akan datang ditunggu dan paling ditakuti oleh Yahudi. Mereka akan memerangi Mujaddid yang bakal datang. Sebelum kemunculannya, Yahudi sudah pun memerangi Mujaddid tersebut secara perang saraf bertujuan menghakis sama sekali keyakinan umat Islam terhadap Mujaddid. Termasuk para ulama. Bahkan melalui ulama Yahudi berjaya mengajarkan bahawa asal saja disebut Mujaddid akan cuba disesatkan. Maka umat Islam memandang serong kepada siapa saja yang dikatakan Mujaddid. Sekaligus hilang kekuatan umat Islam.

Continue reading

Indonesia jangan Tertipu oleh Obama !

Setelah membaca beberapa berita terkini pada link2 di bawah ini, — mengenai sepak terjang presiden terpilih AS Barack Obama — saya tergerak hati untuk memposting satu artikel mengenainya. Walaupun isu ini mungkin sudah tenggelam dan sudah dilupakan, namun saya berharap semoga kita dapat menghargai tulisan ini setidaknya  untuk menjadi bahan renungan buat kita  dan dapat membuka mata umat Islam — khususnya di Indonesia — bahwa tipu daya musuh tidak akan padam selagi kita belum mengikuti apa kemauan mereka. Semoga kita dapat memperbaiki dan menjaga diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara tanpa bergantung dan memberi kepercayaan kepada musuh melainkan bergantung kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan mengusahakan taqwa dengan sebenar2nya :

obamapointingfingerobama-indonesia

—— Ramai dikalangan pemimpin dan umat Islam di Indonesia menyuarakan harapan kepada Obama untuk menyelesaikan masalah dunia khususnya yang berkaitan dengan negara-negara Umat Islam. Ini menunjukan betapa Umat Islam sudah rusak roh serta pemikirannya yang sudah sangat dicorak oleh Barat. Tidak heranlah mengapa sistem yang berjalan di negara-negara Umat Islam adalah sistem Barat. Bahkan termasuk ulama bertaraf Mufti pun turut memuji sistem demokrasi AS dan  turut menyeru supaya kita turut mengikut jejak langkah demokrasi AS itu.

Pernah suatu ketika dahulu seorang ulama juga yang agak terkenal menyarankan agar dalam mengatasi masaalah institusi keluarga, kita perlu meniru AS kerana mereka ada kumpulan sokongan. Amat mengherankan para ulama kita dan juga pemimpin umat Islam seringkali melaungkan Hadis Rasulullah saw yang bermaksud lebih kurang, ‘Aku tinggalkan dua perkara yang selagi berpegang kepadanya nescaya tidak akan sesat buat selama-lamanya iaitu Al Quran dan As Sunnah. Tetapi masih mengagungkan sistem yang selama ini sangat rusak dan merusakan. Sedang seluruh sistem anti Tuhan mengalami era suram dan bakal hancur tidak lama lagi ulama Islam pula mengajak meniru sistem tersebut. Dimana kedudukan Al Quran dan As Sunah dalam usaha menjadikan dunia lebih aman makmur dan mendapat keampunan Allah swt ??

Apakah pemimpin, ulama dan kita umat Islam tidak faham atau keliru siapa Presiden AS dan siapa yang sangat berpengaruh dalam menentukan dasar-dasar AS ??!! kecuali Yahudi sudah muak dengan AS atau Obama bertegas mengenepikan untung rugi Israel atau AS sudah tidak lagi menjadi ‘Bapak Angkat’ kepada Israel, barulah dasar AS akan berubah.  Baca artikel di sini : Obama : The Zionist Wolf in Sheep’s Clothes

Continue reading

Shoe throwing – the Empire at the brink of Death !

bush-kena

shoes-for-bushbush-thrown

Di akhir umurmu, di penghujung kebesaran dan kekuasaanmu. Di waktu berbagai-bagai kemajuan yang telah engkau bina dan cipta. Negaramu telah menjadi negara super. Hingga dunia seolah tunduk kepadamu

Mengikut logik akal, di waktu inilah engkau sepatutnya menerima pujian dan seribu pujaan. Engkau sudah tentu dianggap idola dan wira dunia. Tapi kamu malang seribu kali malang. Di masa inilah semua orang membenci dan menghinamu. Mencemuh dan mengata di merata dunia. Dunia seluruhnya membencimu.

Engkau terlalu bongkak dan sombong. Menghina bangsa lain yang mundur dan tertinggal di belakang. Engkau hancurkan orang Islam. Engkau tuduh golongan ini sebagai sesat dan pengacau.

Sekarang negara dan bangsamu pula menunggu saat kehancurannya. Dan engkau juga di ambang kejatuhan. Dunia seluruhnya menunggu kejatuhanmu

Apakah kamu tidak melihat hakikat ini? Ia berlaku di hadapan matamu sendiri. Bahkan seluruh dunia melihat dan menghinamu dan menunggu kejatuhanmu.  Dan seluruh dunia menyaksikan. Berita yang sangat menakutkan akan berlaku kepadamu.

100.000 Hits – Nilailah Perjuanganmu…!

100ribu

100.ooo Hits……!

Nilailah Perjuangan Kita

Berjuang artinya mencari Tuhan. Berjuang bermakna mencintai Tuhan. Berjuang berarti berusaha menjadikan Tuhan sebagai idola. Kerana itulah berkorban habis-habisan untuk membuktikan kecintaan terhadap idola kita. Berkorban apa sahaja demi keredhaan-Nya.

Jangan pula berjuang hingga kehilangan Tuhan, atau makin gigih berjuang makin jauh dari Tuhan. Akibatnya berjuang tidak lagi bersama Tuhan. Apabila terjadi di dalam perjuangan kehilangan Tuhan, artinya kita mengajak manusia menjadikan diri kita idolanya. Aduh malangnya, secara tidak disedari kita menjadikan diri kita sebagai Tuhan. Sekalipun kita tidak pernah mengajak manusia menuhankan diri kita.

Janganlah hendaknya terjadi di dalam perjuangan kehilangan Tuhan. Perjuangan kita di dalam kerugian, pengorbanan kita menjadi sia-sia, kita akan dilaknat oleh Tuhan dan oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.

Nilailah semula perjuangan kita, koreksi lahir dan batinnya sebelum terlajak jauh tersilap, agar sempat membetulkannya…..

Ingatan dari Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi

HARI RAYA HANYA DI SANA..

Di dunia tidak ada hari raya

Di sini tidak ada hari ria

Juga tidak ada hari gembira

Tidak ada hari merdeka

Yang ada hanya melahirkan syukur

Menyatakan segala nikmat Allah

Hari mengagih-agihkan nikmat

Agar semua manusia merasa

Hari raya di Akhirat saja

Hari ria hanya di sana

Hari gembira di sana jua

Hari merdeka di sana semuanya

Setelah kita masuk ke syurga

Di syurga sana ada erti hari raya

Juga hari ria, gembira, merdeka

Begitulah hakikat Hari Raya

—————————–

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

SELAMAT BERSYUKUR

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

– ABOUTMIRACLE –

IKHWAN Travel & Tour : Bermusafir Menghayati Kebesaran Tuhan

please visit : www.myislamictours.com

Mengembara atau bermusafir merupakan tradisi orang-orang soleh. Ianya merupakan antara cara untuk mendidik akal, roh dan nafsu seseorang insan. Akal, roh dan nafsu yang terdidik akan melahirkan manusia yang berperibadi Agong. Kami menyediakan berbagai perkhidmatan berkaitan pelancongan dan pengembaran yang mengutamakan syariat bagi mendapat rahmat dan pengampunanNYA.

Oleh itu mengembaralah bersama kami untuk menghayati Kebesaran TUHAN.

Pix courtesy of Heliconia’s Flickr

Pengerusi Eksekutif

Pelancongan Menurut Islam

Sekiranya kita ke pejabat Imigresen kita akan lihat ramai yang berurusan untuk dapatkan paspot antarabangsa ialah orang bukan Islam. Secara mudah kita berfikir bahawa orang Islam tak banyak duit berbanding orang bukan islam untuk melakukan pengembaraan ke luar negara.

Soalnya ialah mengapa orang Islam sudah hilang keupayaan yang pernah dimiliki iaitu menjadi umat yang dapat bertebaran diseluruh muka bumi Tuhan, membawa Islam dan menjadikan bumi ini kampung halaman mereka untuk mereka dapat hidup dan mati dimana mereka suka.

Ya, umat Islamkan pernah dapat melakukan pengembaraan ke mana-mana dan dibanggakan serta digeruni oleh kawan dan lawan.

Marilah kita ulangi kembali gaya hidup ini untuk kita menjadi bangsa yang berwibawa. Sekali lagi kita kuasai bumi ini dengan menjadikan Tuhan sebagai matlamat dan agamanya sebagai cara dan tujuan pelancongan. Sesungguhnya Tuhan pasti akan memberi kerjasama dan pertolongan yang secukupnya bilamana kita mahu menjadikan Dia sebagai cita-cita kita.Tuhan yang dilupakan, walhal Dia sangat mampu untuk mengubah kita dari zaman yang gelap gelita dan tersiksa kepada zaman cahaya yang penuh bahagia. Ruginya kalau Tuhan terus dilupakan dalam mengisi program perjalanan hidup ini, walhal Dia itu cukup kaya.

Jomlah kita melancong kebumi Tuhan bersama Tuhan, masakan kita tidak dilayan. Sedangkan Tuhan adalah Zat yang berjanji untuk mengembalikan semua yang hilang kepada umat Islam.

Amin. Amin. Amin. Ya Tuhan.

Sekian.

Malaysia Daulah Putera Bani Tamim !?

Allah SWT Zat Yang Maha Agung, seluruh makhluk adalah di dalam genggamanNya. Allah SWT yang menjadikan sesuatu itu dengan berkata: “Jadi”, maka jadilah perkara itu.

Kita tentu amat gembira andainya dimaklumkan bahawa sebuah gunung di negara kita akan bertukar menjadi gunung emas. Rasa gembira dan senang hati itu kerana kita adalah rakyat negara ini. Selain adanya rasa kekitaan, tentunya kita turut menaruh harapan bakal memperolehi manfaat bersama dari hasil emas yang sebesar gunung itu.

Kalau demikian tentulah kita akan merasai lebih lebih lagi gembira apabila diberitahu bahawa sesuatu yang lebih besar nilainya berbanding gunung emas bakal terjadi di negara kita ini. Tidak lain dan tidak bukan ialah Malaysia bakal menjadi tapak kegemilangan Islam menuju zaman ummah kedua di akhir zaman ini. Ertinya Malaysia bakal menjadi daulah Islamiyah. Tentulah sepatutnya lebih bangga dan gembira apabila ianya termasuk yang diisyaratkan sebagai daulah yang menjadi tapak ummah. Di situ juga munculnya pimpinan Pemuda Bani Tamim yang membawa laluan menuju ummah kedua. Dari situlah bermulanya keagungan Islam hingga ke alam sejagat. Inilah yang telah dijanjikan atau diisyaratkan oleh Rasulullah SAW.

Rujuk kembali kepada Hadis sebelum ini; Rasulullah SAW bersabda maksudnya:

Daripada Ibnu Umar bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Saidina Ali; baginda berkata: “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani)

Biarpun Hadis Rasulullah SAW itu tidak menyebut secara nyata atau khusus ditujukan Timur itu maksudnya Malaysia, namun tanda-tanda dan ciri-cirinya sangat jelas. Apa yang pasti, Timur itu bukan Jepun, Korea, Taiwan, Hong Kong, Filipina dan seumpamanya. Timur itu mestilah negara Islam yang subur keIslamannya.

Tidak perlu diletakkan di dalam ‘long-list’ mengenai ciri-ciri keIslaman Malaysia sebagai Timur yang dimaksudkan itu. Cukuplah dirangkumkan bahawa Malaysia adalah sebuah negara yang paling subur dan syumul pengamalan Islam. Dari keseluruhan aspek ajaran Islam itu yang lebih penting dilihat ialah dari sudut pembinaan roh Islam dalam diri penganutnya, ibadahnya, akhlaknya, pengamalan syariatnya, perkembangan dakwahnya, pendidikannya, kasih sayang dan perpaduan, lemah lembut, mudah mesra dan kesederhanaan.

Ertinya Malaysia bakal menjadi daulah sebagai tapak tertegaknya ummah. Daulah itu dipimpin oleh Pemuda Bani Tamim, dan masanya ialah di awal kurun. Oleh itu tidak perlu mengelilingi merata ceruk rantau dan pelosok dunia. Fokuskan sahaja ke Malaysia untuk sama-sama menyumbang dan memberi ketaatan kepada Pemuda Bani Tamim

Sebenarnya tidak sukar hendak meyakini bahawa Malaysialah yang dimaksudkan sebagai panji-panji hitam yang datang dari sebelah Timur. Biarpun terdapat berbagai-bagai pandangan lain mengenai Timur itu, tetapi tiada siapa yang hendak menyanggahnya atau menyetujuinya. Kerana dalam keadaan belum berlaku, siapa pun bebas memberi pendapat dan tidak pula salah. Pokok pangkalnya ini adalah perkara yang tidak perlu menjadi pertikaian.

Sebahagian umat Islam termasuk para ulama, sangat sukar hendak menerimanya. Sebahagian lagi mengambil sikap tunggu dan lihat. Sebahagiannya pula dengan syukur, senang hati, berlapang dada, berfikiran terbuka lantas meyakininya iaitu melalui maklumat dari berita ghaib atau isyarat kerohanian. Berdasarkan berita ghaib, Timur yang dimaksudkan oleh Hadis itu adalah Malaysia dan Pemuda Bani Tamim itu juga berada di Malaysia. Dan masanya juga sudah sangat hampir tiba umpama orang mengandung menunggu hari melahirkan

Bagi umat Islam, khususnya di rantau nusantara, ini sepatutnya menjadi busyro atau berita gembira yang sangat disyukuri. Dan mengambil langkah positif menjadikan membaiki diri untuk mempertingkatkan taqwa sebagai agenda utama. Busyro kerana Allah SWT mungkin memilih Malaysia sebagai tempatnya dan Melayu adalah bangsanya.

Satu perkara lagi yang agak sukar untuk meyakinkan umat Islam ialah kerana tidak dapat dihadirkan hujah konkrit iaitu memakai sikap musuh-musuh Islam. Sedangkan usaha untuk ‘mencekik’ Malaysia dan Indonesia (Nusantara) melibatkan gerakan antarabangsa. Tidak dapat tanduk telinga dipulas, mereka mencari jalan hendak menyekat perkembangan Islam di rantau ini. Mereka telah lama tahu bahawa inilah rantaunya yang bakal menjadi tapak untuk membangunkan ummah. Sebab itu gerakan mengKristiankan Indonesia telah bermula semenjak lama dulu. Anehnya hanya umat Islam saja yang masih lena dan sering bertelagah sesama sendiri. Malah para pemimpin dan ulama Islam pun kelihatan seolah-olah turut berperanan menjadi alat kepada musuh dan turut menyumbang kepada menyekat perkembangan Islam.

Ingatlah, janji Allah SWT pasti terjadi.

Sekilas : Gelombang Dakwah Abuya Ashaari Muhammad

Angin dakwah yang dihembuskan Abuya Ashaari Muhammad telah mula bertiup di Nusantara ini pada tahun 1970-an yang lalu, ketika mula ditubuhkannya jemaah Darul Arqam yang fenomenal itu. Di peringkat awal angin tersebut mula-mula berhembus, ramai orang yang takut. Ramai orang yang bimbang. Ramai orang yang tidak senang. Macam-macam tuduhan dilemparkan. Berbagai cemuhan, tohmahan dan kata-nista dihalakan kepada dakwah dan orang-orang yang terlibat dengan dakwah. Tuduhan dakwah songsang, buang dunia, balik ke zaman unta, ajaran baru dan bermacammacam lagi tuduhan dilemparkan. Dakwah diperkecil-kecilkan dan dihina.

—- Dakwah Abuya Ashaari Muhammad di peringkat awal bersama Darul Arqam ( dengan ciri fisik yang menonjol adalah berjubah dan berserban ) – mampu menembus semua bangsa dan lapisan masyarakat, dakwah yang berkesan adalah dari hati ke hati dan dengan akhlak mulia serta kasih sayang. Abuya Ashaari Muhammad telah berjaya meletakkan kembali asas-asas kehidupan Islam ( iman, ukhuwah, keselarasan dan kesefahaman ) dalam jemaahnya dan juga menghidupkan sunnah Nabi yang telah ditinggalkan dengan cantik dan indah —-

Masyarakat ditakutkan dengan dakwah. Masyarakat disarankan supaya menjauhi dakwah. Kononnya dakwah itu suatu gejala yang tidak sihat dan berbahaya. Kononnya dakwah itu akan membuatkan orang lupa dunia, anti kemajuan, malas belajar, malas bekerja, malas berusaha, tak bertanggungjawab dan serba-serbinya lagi yang negatif.

Kemudian angin dakwah yang berhembus lembut itu telah mencetuskan ombak dakwah yang kian lama kian ketara
. Kian lama kian dirasakan. Makin ramai yang mahu mendengar dakwah. Makin ramai yang mahu mendengar Islam. Makin ramai yang mahu memperkatakan Islam bahkan makin ramai yang mahu dan rela dikaitkan dengan kebangkitan Islam terutama di kalangan muda-mudi yang sedikit sebanyak ada keikhlasan di hati mereka, yang cergas akal fikiran mereka dan yang masih hidup jiwa mereka.

Orang yang dulunya takut bertambah takut. Orang yang dulunya bimbang bertambah bimbang. Orang yang dulunya tidak senang bertambah resah dan gelisah. Penentangan terhadap dakwah diperhebatkan. Tidak cukup dengan cemuhan, tohmahan, kata nista dan berbagai tuduhan yang lain, tentangan ini ditambah pula dengan sekatan-sekatan. Untuk bercakap pasal agama, tauliah disyaratkan. Tidak ada tauliah tak boleh bercakap hal agama. Kalau hendak guna masjid, mesti mendapat kebenaran. Suratkhabar meningkatkan perang saraf menentang dakwah. Setiap hari ada sahaja berita, isu atau komentar yang mencemuh dan memperkecilkan dakwah atau setidak-tidaknya yang mengelirukan masyarakat tentang dakwah.

Ombak dakwah terus juga berkembang. Makin hari makin tinggi ombaknya. Makin hari makin kerap datangnya. Nyata, segala bentuk penentangan sebelum ini tidak berkesan. Senjata yang digunakan untuk menentang dakwah selama ini tidak cukup tajam. Tidak cukup ampuh. Akhirnya ulama digunakan. Bermulalah berbagai-bagai kajian. Bermulalah berbagaibagai siasatan dan penyelidikan. Ini disusuli pula dengan seminar-seminar. Dengan ijtimak-ijtimak dan persidanganpersidangan. Akhirnya keluarlah fatwa sesat. Sesat dan boleh menyesatkan. Bercanggah dengan ajaran Islam yang sebenar dan boleh mengelirukan masyarakat.

— berjuang di atas platform tarikat sufi yang bercorak progresif dan membangun serta keyakinan terhadap kebangkitan Islam dari Timur dan imam Mahdi menjadikan Abuya dan Arqam dihalang oleh konspirasi politik yang maha kotor —

Maka banyaklah kumpulan dan jemaah yang dituduh sesat. Senarainya sampai berpuluh-puluh. Ada yang kata lima puluh. Ada yang kata empat puluh. Ada yang kata enam puluh. Di antara kumpulan dan jemaah yang dituduh sesat itu memang ada yang jelas sangat penyelewengannya terutama di segi aqidah yang kita tidak dibenarkan bermazhab. Tetapi ada juga kumpulan yang dituduh sesat dan menyesatkan dengan sebab dan alasan yang sangat lemah seolah-olah ada sebab-sebab lain yang tersembunyi kenapa mereka itu perlu di hukum sesat. Perbezaan di dalam hal feqah dan tasauf pun diungkit-ungkit dan diperbesarkan walhal Islam membenarkan bermazhab dalam perkara-perkara tersebut malahan ia adalah rahmat. Apabila diminta penjelasan sama ada ahli-ahlikumpulan atau jemaah seperti ini boleh dianggap sebagai murtad atau kafir, tidak ada pula ulama yang rasmi yang berani mengeluarkan hukum. Sesat macam mana mereka ini, tidak ada sesiapa yang mahu memberi komen atau penjelasan. Masyarakat keliru.

— Pada Abuya Ashaari Muhammad, Islam adalah cara hidup dan berjemaah adalah sunnah terbesar Rasulullah SAW. Di dalam sekatan dan halangan Abuya Ashaari Muhammad dengan Rufaqa justeru berjaya meluaskan dakwahnya ke peringkat dunia dengan 700 rangkaian dakwah di seluruh dunia hingga akhirnya dihalang kembali keberadaannya —

Tapi, jangankan dakwah itu tergugat. Selepas dituduh sesat, ombak dakwah tadi telah bertukar menjadi gelombang yang tidak lagi boleh dibendung atau ditahan-tahan. Sesiapa sahaja yang menentang dakwah akan tenggelam. Mereka akan dibenci masyarakat. Kadang-kadang, belum pun sempat masyarakat bertindak, yang menentang terpaksa berkonfrantasi dengan anak dan kaum kerabatnya sendiri yang sudah mula jatuh cinta dengan Islam

Selepas ini apa akan berlaku? Sudah terhentikah penentangan ini? Tidak. Penentangan ini akan berterusan. Hanya bentuknya sahaja yang akan berubah. Cara lama akan ditinggalkan. Cara baru akan digunakan. Semuanya akan berbentuk covert dan subvert. Rupa dan tangan penentang tidak akan kelihatan lagi. Suaranya juga tidak akan kedengaran lagi. Tidak akan ada lagi konfrantasi depan berdepan. Semuanya akan lebih halus.

— Kini bersama Global Ikhwan, Abuya Ashaari Muhammad semakin mendunia. Cukup sebagai bukti bagi kita bahwa method dakhwah yang dibuat oleh Abuya Ashaari Muhammad mampu bertahan dan semakin berkembang menzahirkan sistem hidup Islam di semua peringkat, sekaligus membuktikan kemampuan beliau dalam memimpin dan mentadbir dengan Islam — 

Semua ini akan berterusan sehingga garis pemisah di antara golongan dakwah dan anti dakwah menjadi jelas. Akan sampai satu tahap dan keadaan di mana masyarakat akan terpaksa membuat pilihan. Era akan bertukar. Sistem akan bertukar. Nilai hidup akan berubah. Cara hidup akan berubah. Kesemuanya akan berubah.

Siapa suka kena ikut. Siapa tak suka pun kena ikut. Kalau tidak mereka akan dianggap sebagai sampah masyarakat. Siapa yang menentang akan dianggap sebagai bangkai busuk yang terdampar di tepi jalan.

Al Hadis : Akan senantiasa ada dikalangan umatku satu THOIFAH yang menzahirkan kebenaran, tidak akan dapat dimudharatkan oleh musuh-musuhnya hingga datang ketentuan Allah –

Putera Bani Tamim Dalam Hadis – Datangilah Mereka Walau Terpaksa Merangkak Di Atas Salji

Links : Putera Bani Tamim , Imam Mahdi dan Kegemilangan Umat Akhir Zaman, The Banning of Darul Arqam

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa,

“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.

Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.

Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.”

(Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

“Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan Dialah pemegang Panji Panji Al Mahdi. ” (Riwayat Ahmad)

Salah satu karamah terbesar Pemuda Bani Tamim ialah membawa hidayah yang merata kepada seluruh umat Islam dan semua manusia. Melaluinya, Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada semua manusia, sama seperti yang diperbuat oleh Allah melalui Rasulullah SAW. Hanya bezanya Rasulullah SAW membawa hidayah sebagai suatu mukjizat, sedangkan Pemuda Bani Tamim membawa hidayah sebagai suatu keramat. Dan peranannya membawa hidayah ini sudah dinyatakan oleh baginda SAW dalam hadis di atas.

Rasulullah SAW menyebutkan bahawa golongan Ahlulbait akan menerima dua ujian iaitu pertama, bencana dibunuh dan ditekan oleh pemerintah-pemerintah mereka, dan yang kedua ialah disingkirkan dari tanah air mereka. Ujian pertama itu sudah berlaku sejak awal Islam lagi, dimulai dengan terbunuhnya Sayidina al-Husain RA di Padang Karbala dan seterusnya hinggalah berakhir zaman pemerintahan Bani Abbasiah di Baghdad. Yang kedua iaitu disingkir dari tanah air mereka telah juga berlaku iaitu sejak Bani Saud mengambil alih kekuasaan di seluruh Hijaz dan sebahagian besar Semenanjung Tanah Arab.

Pemuda Bani Tamim juga disebutkan menerima ujian yang sangat berat dan tugas yang sangat besar, mengikut tahap yang telah disebutkan oleh hadis. Tahap yang disebutkan oleh hadis itu adalah;

MEREKA MEMINTA KEBAIKAN
Maksudnya mereka menyeru manusia kembali kepada ajaran Islam yang sebenar, iaitu Islam yang diasaskan pada tiga ilmu yang fardhu (tauhid, fekah dan tasawuf) sehingga manusia menjadi baik zahir dan batinnya. Itulah yang dimaksudkan dengan kebaikan di sini. Juga boleh dimaksudkan dengan beliau membina jemaah Islamnya sendiri sehingga menjadi sebuah jemaah yang besar dan hebat, sebuah jemaah yang mampu menzahirkan kebenaran, bukan semata-mata mampu memperkatakannya.

Islam mereka adalah Islam praktikal, bukan Islam teori. Maksudnya ialah Islam yang hidup dalam dunia nyata, bukan sekadar Islam tempel atau Islam kulit. Islam itu adalah Islam yang menyeimbangkan antara syariat zahir dengan syariat batin, melalui rasa bertuhan yang tinggi. Juga Islam yang menyeimbangkan antara keperluan dunia dengan keutamaan akhirat. Maksudnya setiap yang mereka buat adalah untuk akhirat, tetapi dunia yang tidak sia-sia tetap dibuat, dengan niat untuk akhirat. Tamadun akhirat menjadi keutamaan bagi mereka, dan sebagai hasilnya tamadun dunia akan terbina dengan sendirinya. Itulah sebahagian kecil erti mereka meminta kebaikan seperti yang disebutkan oleh hadis Nabi SAW.

TIDAK DIBERIKAN”nya”.
Nya di sini menunjukkan seorang atau sekumpulan orang. Dan Nya yang dimaksudkan adalah orang atau orang-orang yang mempunyai kuasa atau ilmu atau cantuman kedua-duanya sekali. Jika orang biasa, mustahil mereka dapat menghalang usaha dakwah yang memang sentiasa mampu menarik manusia kembali kepada ajaran Islam sebenar itu. Maka orang inilah atau kumpulan inilah yang berusaha keras menentang usaha-usaha dakwah Pemuda Bani Tamim, sehingga mereka sanggup menyeksa dan memperlakukannya sedemikian kejam sedangkan mereka sendiri tiada bukti dan alasan untuk memperlakukannya demikian. Namun, itulah kehendak Allah SWT seperti yang tersurat di dalam takdir-Nya.

MEREKAPUN BERJUANG.
Berjuang di sini bukan bermaksud berjuang dengan pedang atau senjata moden yang lain. Islam tidak akan dapat ditegakkan oleh sesiapa pun dengan menggunakan senjata pedang semata-mata. Belum pernah lagi terjadi dalam sejarah, ajaran Islam dapat ditegakkan semata-mata dengan pedang, iaitu memaksa-maksa orang lain menerima Islam. Sebenarnya ada senjata yang lebih berkuasa dan lebih tajam dari pedang iaitu dakwah yang berhikmah dan bi lisanul hal. Maksud berjuang juga adalah berjuang memperbaiki diri dan ibadat kepada Allah SWT sambil berusaha bersungguh-sungguh meninggalkan setiap yang boleh mendatangkan dosa sehingga menghijab hubungan antara mereka dengan Allah. Mereka takut dikeranakan dosa mereka itu, perjuangan mereka tidak dibantu oleh Allah lalu mereka Allah biar dikalahkan oleh musuh-musuh mereka.

MEREKA MEMPEROLEH KEJAYAAN.
Hasil mujahadah nafsu dan muhasabah dosa mereka itu, Allah berkenan membantu mereka sehingga perjuangan mereka itu berjaya. Berjaya di sini dimaksudkan dengan berjaya mengalahkan nafsu jahat mereka sendiri sehingga nafsu mereka dapat ditundukkan kepada Allah, berjaya mencapai taraf soleh dan solehah malah ada yang menjadi wali Allah, sangat berjaya dalam setiap bidang yang diceburi, berjaya membina tamadun mereka yang tersendiri, dan berjaya mengajak masyarakat agar kembali kepada Allah dan mengamalkan ajaran agama Islam yang sebenar dalam diri masing-masing. Continue reading

Islamic Politics : Politics of LOVE & FRATERNITY

It is one of the many books Abuya has written. This book is just as controversial, alien and fat fetched as his other books in the general view of Muslims and the Islamic scholars of today especially the official scholars who serve the government. It is even shocking to some parties but exciting to others. It is contradictive to some people but nontheless refreshing, challenging and an eye opener to some others.

Read the rest of this book here : Islamic Politics : Politics of LOVE & Fraternity

100 Tahun Kebangkitan Nasional : Menyambut Kebangkitan Islam dari Bumi Timur

Links : Revival of Islam – Malaysia & Indonesia will Lead the Way , Bicara Sejarah Islam : The Secret of Nusantara , The PROPHET’s LEGACY (I) : the Last Era that was PROMISED , The PROPHET’s LEGACY (II) : the Last Era that was PROMISED , Grand Design by GOD , E-Book Imam Mahdi dan Kegemilangan Islam

Hari ini, bukan saja umat Islam bahkan orang bukan Islam pun sedang berbincang dan mengharapkan tentang keinginan mereka kepada satu keadaan dan satu suasana yang lain dari pada yang ada sekarang ini. Semuanya sudah merasa jemu dengan sistem yang ada. Ada rasa takut dan bimbang, mengharapkan kedatangan seorang pemimpin untuk menyelesaikan masalah kronik dunia ini. Rupanya memang perasaan-perasaan ini sengaja Tuhan berikan, sesuai dengan akhir zaman kerana ada janji Tuhan bahwa Islam akan bangun kali kedua bertaraf dunia.

Sebenarnya, perasaan itu adalah rahmat dari Tuhan untuk menyadarkan manusia menuju ke arah perjuangan yang membawa kasih sayang dan keamanan. Terjadinya perubahan-perubahan perasaan dalam diri-diri manusia di dunia ini adalah satu ulangan sejarah yang memang pernah berlaku di zaman-zaman di mana ada pemimpin yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali apabila rasul-rasul hendak datang maka manusia mengalami perubahan-perubahan perasaan itu. Lebih-lebih lagi di zaman Rasulullah.

Sebelum kedatangan Rasulullah, hati-hati manusia seperti sudah meminta kedatangan rasul. Begitulah watak manusia menunggu kedatangan pemimpin yang ditunjuk Allah. Rupanya watak itu berulang di dunia ini sekarang. Sebab itu orang yang tidak masuk Islam pun apabila mereka mendengar kebenaran merasa senang hati.

Satu kebangkitan menurut lidah Rasulullah yang bertaraf dunia akan berlaku
. Artinya dunia kita pun ada harapan untuk bertemu dengan dunia yang penuh dengan keadilan dan keamanan. Maka pada kali ini adalah giliran Islam.

Kebangkitan yang bertaraf dunia itu akan dipimpin oleh Imam Mahdi dan akan bermula dari Timur sebagaimana yang disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW :

– Al Mahdi juga digelari sebagai BAQIYATULLAH ( Simpanan ALLAH ) karena dialah Imam yang di GHAIB kan, yang akan dimunculkan ketika dunia sedang huru hara –

Dan telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu’aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu’aim dari Ibnu Mas’ud, katanya :

“Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang air mata dan wajah beliau berubah.

Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”.

Beliau menjawab : “Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami Akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam.

Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan.

Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salju. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”

Tetapi bagi umat Islam, walaupun mereka menginginkan perubahan tetapi mereka masih bingung dan mencari-cari. Tidak tahu bagaimana hendak melakukannya. Kalau dilakukan juga, kita sudah melihat hasilnya. Ada yang menjadi militan, ada yang beku dan jumud, ada yang pergi ke pondok atau pesantren dan sebagainya.

Rasulullah SAW bersabda :
“Senantiasa ada suatu thoifah (jamaah) yang sanggup menzahirkan kebenaran dan tidak akan dapat memudaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka hinggalah datang perintah Allah (hari kiamat).”

Sabda Nabi SAW,

“Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KW) seorang pemuda yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan ( Al Mahdi ). Maka apabila kamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Pemuda dari Bani Tamim. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji ( kekuasaan ) al-Mahdi. (At-Tabrani)

Sebenarnya, orang yang Tuhan janjikan bahawa di tangannyalah kebangkitan itu berlaku, perjuangannya menjadi sangat indah dan jelas walaupun berhadapan dengan ujian. Kaedahnya (method) jelas. Mari kita gambarkan dengan lebih luas lagi tentang corak (pattern) kebangkitan Islam di akhir zaman itu.

Tuhan telah menyimpan 3 orang pemimpin, iaitu pemimpin besarnya: Putra Bani Tamim, Imam Mahdi dan Nabi Isa. Dua orang disimpan oleh Tuhan iaitu Nabi Isa yang dinaikkan ke langit dan Imam Mahdi yang dighaibkan. Hanya Putera Bani Tamim tidak dighaibkan, sebab ia berjuang menyiapkan tapak kebangkitan itu. Continue reading

FIGUR : Sayyid MUHAMMAD bin ABDULLAH As Suhaimi

gambarsayidi-2

Biografi lengkap baca di Sejarah Hidup Syeikh Muhammad As Suhaimi

Links : Ibadah Syeikh Suhaimi , Karamah Syeikh Suhaimi , Syeikh Suhaimi Ghaib ?!

Asy-Syeikh Muhammad bin Abdullah As-Suhaimi (hafizah-Ullah) telah di-kenal oleh murid-muridnya sekalian dengan gelaran Kiyai Agung, kerana banyak bekas murid-muridnya telah menjadi kiyai (yaitu guruagama), dan banyak pula orang-orang yang memang sudah menjadi kiyai telah belajar lagi padanya, yaitu menjadi murid-muridnya. Tetapi orang­ orang yang lain daripada murid-muridnya telah memanggilnya “Syeikh Muhammad Suhaimi” atau “Kiyai Suhaimi” ataupun “Syeikh Suhaimi” saja.

NASAB ATAU ASAL-USUL SYEIKH SUHAIMI.

Awalnya adalah Sayid Abdurrahim dan puteranya Sayid Umar yang berhijrah dari Hadhramaut ke Tanah Jawa beberapa tahun menjelang Perang Diponegoro meletus. Ketika perang dimulai, segera saja Sayid Umar memilih berpihak kepada Pangeran Diponegoro yang, bukan saja Islam, tetapi juga pengamal Tareqat Naqsyabandiyah (Sayid Umar sendiri adalah seorang pengamal Tareqat Alawiyah). Pangeran Diponegoro pun mengangkatnya sebagai salah seorang panglima. Setelah perang Diponegoro selesai, Sayid Umar menyingkir ke daerah Kaligintung di luar kota Wonosobo dan membuat perkampungan di sana.

– Salasilah Sayyid Muhammad bin Abdullah , click untuk download –

MUHAMMAD bin ABDULLAH bin Umar bin Abdurrahim bin Abdul Karim bin Muhyiddin bin Nuruddin bin Abdul Razak (Al Madani) bin Hassan bin Ali bin Ahmad bin Abu Bakar (Asy-Syaibani) bin Muhammad (Asadullah) bin Hassan (At Turabi) bin Ali bin Muhammad (Al Faqih) bin Ali bin Muhammad (Shahibul Mirbat) bin Ali (Khali’) bin Alawi (Ats-Tsani) bin Muhammad bin Alawi (Al Awwal) bin Ubaidullah bin Ahmad (Al Muhajir) bin Isa (Ar Rumi) bin Muhammad (An Naqib) bin Ali (Al Aridhi) bin Ja’far (Ash Shadiq) bin Muhammad (Al Baqir) bin Ali Zainal Abidin bin Sayidina Husain r.a bin Sayidina Ali k.m.w + Sayidatina Fatimah r.a bin MUHAMMAD S.A.W

Dari silsilah ini nampak bahwa Muhammad bin Abdullah As Suhaimi adalah seorang Sayid (keturunan Sayidina Husain r.a) dan tentu saja adalah keturunan Baginda Rasulullah S.A.W. Sepuluh generasi di atas beliau adalah Sayid Abu Bakar Asy-Syaibani yang merupakan seorang pendiri kabilah. Keturunan Sayid Abu Bakar Asy-Syaibani di Nusantara ini disebut Bani Syaibani atau Basyiban atau di-Jawa-kan fam-nya “Baseban”.

– Gambar Hiasan : Pangeran Diponegoro –

TEMPAT LAHIRNYA.

Muhammad As Suhaimi atau lengkapnya Sayidi Syeikh Muhammad bin Abdullah As Suhaimi telah dilahirkan pada 1259 H/1843 M di Sudagaran Wonosobo. Kakek Muhammad As Suhaimi, yaitu Umar Sutodrono adalah salah seorang panglima Pangeran Diponegoro. Makam beliau (Sayid Umar) terdapat di Kaligintung Wonosobo. Gelaran “Sutodrono” didapat beliau setelah menjadi panglima tentara di Jawa. Sayid Umar dikaruniai 6 orang putera. Yang bungsu bernama Abdullah. Sayid Abdullah setelah dewasa menetap di daerah Sudagaran di Wonosobo. Beliau menikah dengan AMINAH yang masih keturunan Rasulullah S.A.W dari Sayidina Hassan. Dari perkawinan ini lahirlah Muhammad. Continue reading

FIGUR : Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi – Pejuang Kasih Sayang

Foto kenangan semasa Abuya berdakwah di Yunan

Links : Testimoni Abuya, Global Ikhwan, Video Klip Mawaddah

Dunia sudah kosong dari kasih sayang. Kasih sayang sudah hilang. Kehidupan berlangsung dalam keadaan tanpa kasih sayang. Orang sudah tidak mahu memperkatakan, tidak lagi memikirkannya dan membiarkan saja ia pergi tanpa apa-apa usaha untuk mempertahankannya. Sedangkan kasih sayang itu sebenarnya umpama ‘oksigen’ dalam kehidupan. Tanpa oksigen apa akan jadi pada kita?

Dalam perjuangannya, Abuya sangat mempraktikkan kasih sayang. Ada era kasih sayang yang dilancarkan oleh Abuya untuk beberapa tahun lamanya. Sebagai agenda yang begitu penting untuk direalisasikan dalam jemaahnya. Terkenallah perjuangannya dengan tema ‘Dakwah dan Kasih Sayang’.

Selepas peristiwa 11 September 2001 di WTC, New York, Barat amat memusuhi Islam. Kata-kata penghinaan yang dilemparkan ialah Islam agama keganasan dan Islam menganiaya kaum wanita. Maka pada tahun 2003, Abuya mengirim rombongan penasyid dari kalangan remaja perempuan yakni Mawaddah (yang bermaksud kasih sayang) untuk menyertai program seluruh umat Islam di Eropah yang dibuat di Le Bourget, Perancis. Untuk pertama kalinya Perancis menampilkan penasyid wanita di pentas. Perwakilan dari Malaysia itu membawa tema ‘Cintai Tuhan Cintai Sesama’.

Mawaddah dalam sebuah konser di Paris Perancis

Alhasil Mawaddah diterima menyebarkan sayapnya ke seluruh Eropah terutama England dan Jerman selain Perancis. Di setiap border antara negara itu Mawaddah dilayan keluar masuk dengan penuh kasih sayang. Memang Barat terkejut dengan pendekatan dakwah Abuya dan mereka akur Islam rupanya, kalau benar-benar diamalkan ajarannya, adalah agama yang membawa kasih sayang dan sangat menghargai wanita.

Hal ini turut membuatkan tercengang-cengangnya umat Islam di Timur Tengah yang berada di Eropah. Mereka berterima kasih kepada Malaysia kerana membawa satu trend baru dalam berjuang. Selama ini mereka tidak terfikir pun untuk pelbagaikan kaedah dakwah. Hanya bersyarah di majlis-majlis dan perempuan tidak dilibatkan untuk ikut berjuang. Sedangkan dari Abuya, dakwah itu dinasyidkan oleh wanita-wanita sopan yang kelihatannya cukup menarik dan mempesonakan. Ramainya masyarakat yang berminat dan membeli album-album nasyid Islam, agama kasih sayang.

Di Thailand, di sekitar tahun 2000-2006, suasana di selatan sangatlah memalukan dan menakutkan. Bangkok sudah buntu kerana Amerika menganggap di negara Thailand terdapat Islam berbentuk keganasan itu. Hal itu cukup bahaya. Maka demi menjawab bahawa Thailand bersih, kerajaan Phuket mengundang Mawaddah untuk satu program negara bertajuk ‘Islam Kasih Sayang’. Wakil duta Amerika di Bangkok diundang hadir.

Selesai program, Mawaddah dan Rufaqa’ Thailand mendapat ucapan tahniah dari kedutaan Amerika di Bangkok. Dan semenjak itu orang-orang penting Abuya di Thailand selalu dilibatkan dalam program-program menyelesaikan masalah di selatan Thai.

Inilah pejuang-pejuang hasil didikan Abuya — membawa Islam Kasih Sayang

Di Australia, Abuya berjaya meyakinkan John Howard, Perdana Menteri Australia bahawa Islam yang dibawanya tidak sama sekali ganas. Bahkan Islam itu sebenarnya adalah agama kasih sayang, kata Abuya. Alhasil dunia terkejut dengan perubahan John Howard pada tahun 2003 yang menyebut tentang adanya Islam kasih sayang, yakni sesudah menonton persembahan ‘Islam Kasih Sayang’ oleh Mawaddah di Australia.

Mawaddah bersama John Howard

Abuya sendiri memang orangnya begitu kasih dan sayang. Siapa duduk-duduk dengannya pasti merasakan kasih sayangnya itu yang tidak mudah dilupakan. Ramai orang yang jatuh cinta kepadanya kerana watak peribadinya yang inilah. Memang dia pakar dalam menawan hati orang dengan berbagaibagai cara kasih sayang yang dilayankan kepada manusia, menurut keperluan manusia itu.

Alhasil terciptalah sudah di muka bumi Tuhan ini sebuah sistem hidup, dibangunkan oleh jemaah Abuya yang di dalamnya sangat penuh dengan kasih sayang. Mastermindnya adalah Abuya. Dasar dan kaedahnya Abuya jugalah yang dapatkan. Hatta perlaksanaannya pun Abuya yang ajarkan kepada pejuang-pejuangnya. Maka jadilah Abuya tokoh pencetus perjuangan Islam secara kasih sayang yang muncul di kurun ini.

Renungan Isu Film FITNA – Mengapa Salahkan Musuh ?!

Umat Islam seluruh dunia konon marah dengan penghinaan Wilders terhadap Al-Quran dan juga Rasulullah SAW dalam film pendeknya ‘Fitna’. Lantas pemimpin-pemimpin dan para akademik Islam menggalakkan untuk segera memboikot terhadap produk Belanda.

~ pekerjaan nyamuk itu menggigit dan menghisap darah, sia-sia saja kita mencaci maki dan menyalahkannya. Kitalah yang harus siapkan benteng diri… ~

Mengapa marah atau salahkan musuh?
Bukankah memang begitu kerja dan sifat musuh?

Kalau betul pun musuh menghina, itu terjadi jarang sekali. Film yang tersiar itupun cuma 15 menit, sedangkan umat Islam sendiri menghina Tuhan, menghina Islam, menghina Quran 24 Jam setiap hari, bagaimana?

Coba kita tinjua di semua negara Islam yang ada di dunia hari ini. Bukan saja program TV, kita lihat umat Islam sendiri menghina Islam dengan berbagai agenda mungkar. Tayangan sinetron, hollywood,hiburan sendiri tidak lagi menengahkan hikmah yang boleh menginsafkan umat manusia.

Yang ada hanyalah cerita dendam turun temurun, nyanyian, tarian dan aksi percintaan yang mengghairahkan, lirik-lirik lagu yang boleh membawa unsur murtad. Contohnya ‘ kaulah nyawaku’. Sedangkan kita mengakui kita beragama Islam. Tidakkah itu menghina Allah dan menghina Islam?

Lihat juga dalam kehidupan seharian, dalam berkeluarga, dalam berpakaian, dalam bertindak dan berfikir. Apakah sudah menceriminkan Islam?

Orang mukmin yang sejati, ketika bangun pagi sudah langsung ingat untuk menghambakan diri kepada Allah dalam apa saja aspek kehidupannya. Allah sebagai prioritas dalam semua hal dan keadaan. Kemurkaan Allah diambil peduli. Kesukaan Allah dilaksanakan sungguh-sungguh. Tidak menyalahkan musuh, tapi melihat salah diri sendiri lalu membaikinya.