Beberapa kisah mengenai Tabarruk para Sahabat r.a terhadap Rasulullah s.a.w

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN RAMBUT DAN KUKU NABI

1. Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya pada Kitab l-libas (bab pakaian) dalam pasal berjudul “Tentang rambut abu-abu”, bahwasanya ‘Usman ibn Abd Allah ibn Mawhab mengatakan: “Keluargaku mengirim diriku pergi ke Ummu Salama dengan secangkir air. Ummu Salama membawa keluar suatu botol perak yang berisi sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan biasanya jika seseorang memiliki penyakit mata atau kesehatannya terganggu, mereka mengirimkan secangkir air kepadanya (Ummu Salama) agar ia mengalirkan air itu lewat rambut tersebut (dan diminum). Kami biasa melihat ke botol perak itu dan berkata, ‘Aku melihat beberapa rambut kemerahan’”.

2. Anas berkata, “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur kepalanya (setelah hajj), Abu Talha adalah orang pertama yang mengambil rambutnya” (Hadits Riwayat Bukhari).

3. Anas juga berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam melempar batu di al-Jamra, kemudian ber-qurban, dan menyuruh seorang tukang cukur untuk mencukur rambut beliau di bagian kanan lebih dulu, lalu memberikan rambut tersebut pada orang-orang” (Hadits Riwayat Muslim).

Dia berkata: “Talha adalah orang yang membagi-bagikannya”. (Hadits Riwayat Muslim, Tirmidhi, dan Abu Dawud).

Dia juga berkata: “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur rambut kepalanya di Mina, beliau sall-Allahu álayhi wasallam memberikan rambut beliau dari sisi kanan kepalanya, dan bersabda: Anas! Bawa ini ke Ummu Sulaym (ibunya). Ketika para shahabat radiyallahu ‘anhum ajma’in melihat apa yang Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam berikan pada kami, mereka berebut untuk mengambil rambut beliau sall-Allahu álayhi wasallamyang berasal dari sisi kiri kepala beliau sall-Allahu álayhi wasallam, dan setiap orang mendapat bagiannya masing-masing. (Hadits Riwayat Ahmad).

4. Ibn al-Sakan meriwayatkan lewat Safwan ibn Hubayra dari ayah Safwan: Tsabit al-Bunani berkata: Anas ibn Malik berkata kepadaku (di tempat tidurnya saat menjelang wafatnya): “Ini adalah sehelai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam. Aku ingin kau menempatkannya di bawah lidahku.” Thabit melanjutkan: Aku menaruhnya di bawah lidahnya, dan dia (Anas) dikubur dengan rambut itu berada di bawah lidahnya.”

5. Abu Bakr berkata: “Aku melihat Khalid ibn Walid meminta gombak (rambut bagian depan) Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan dia menerimanya. Dia biasa menaruhnya di atas matanya, dan kemudian menciumnya.” Diketahui bahwa kemudian dia menaruhnya di qalansuwa (tutup kepala yang dikelilingi turban) miliknya, dan selalu memenangkan perang. (riwayat Al-Waqidi di Maghazi dan Ibn Hajar di Isaba).

Ibn Abi Zayd al-Qayrawani meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata: “Khalid ibn al-Walid memiliki sebuah qalansiyya yang berisi beberapa helai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam, dan itulah yang dipakainya pada perang Yarmuk.

6. Ibn Sirin (seorang tabi’in) berkata: “Sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam yang kumiliki lebih berharga daripada perak dan emas dan apa pun yang ada di atas bumi maupun di dalam bumi.” (riwayat Bukhari, Bayhaqi dalam Sunan Kubra, dan Ahmad)

7. Dalam Shahih Bukhari, vol 7, kitab 72, no. 784, Utsman bin Abd-Allah ibn Mawhab berkata, “Orang-orangku mengirim semangkuk air ke Umm Salama.” Isra’il memberikan ukuran tiga jari yang menunjukkan kecilnya ukuran wadah yg berisi beberapa helai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam. Utsman menambahkan, “Jika seseorang sakit karena suatu penyakit mata atau penyakit lainnya, dia akan mengirimkan suatu wadah berisi air ke Umm Salama (dan dia akan mencelupkan rambut Nabi ke dalamnya dan air tersebut akan diminum).

Aku melihat ke wadah (yang berisi rambut Nabi) dan melihat beberapa helai rambut kemerahan di dalamnya.”

Hafiz Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, Vol. 10, hlm, 353, mengatakan: “Mereka biasa menyebut botol perak tempat menyimpan rambut Nabi itu sebagai jiljalan dan botol itu disimpan di rumah Umm Salama.”

Hafiz al-’Ayni berkata dalam ‘Umdat al-Qari, Vol. 18, hlm. 79: “Umm Salama memiliki beberapa helai rambut Nabi dalam sebuah botol perak. Jika orang jatuh sakit, mereka akan pergi dan mendapat barokah lewat rambut-rambut itu dan mereka akan sembuh dengan sarana barokah itu. Jika seseorang terkena penyakit mata atau penyakit apa saja, dia akan mengirim istrinya ke Umm Salama dengan sebuah mikhdaba atau ember air, dan dia (Umm Salama) akan mencelupkan rambut itu ke dalam air, dan orang yang sakit itu meminum air tersebut dan dia akan sembuh, setelah itu mereka mengembalikan rambut tsb ke dalam jiljal.”

8. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya (4:42) dari Abd Allah ibn Zayd ibn ‘Abd

Rabbih dengan sanad yang shahih seperti yang dinyatakan oleh Haythami dlm Majma’ al-Zawaid, bahwa Nabi sall-Allahu álayhi wasallam memotong kukunya dan membagikannya ke orang-orang.

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN KERINGAT RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAYHI WASALLAM

1. Anas berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam tinggal bersama kami, dan begitu beliau tidur, ibuku mulai mengumpulkan keringatnya dalam suatu bejana. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam terbangun dan bertanya, “Wahai Umm Sulaym, apa yang kau lakukan?” Dia (Umm Sulaym) menjawab, “Ini adalah keringatmu yang akan kami campur dalam parfum kami dan itu adalah parfum terbaik.” (Hadits Riwayat Muslim, Ahmad).

Ketika Anas terbaring menjelang wafatnya dia menyuruh agar sebagian dari bejana itu digunakan saat upacara sebelum penguburannya, dan memang dipakai seperti yang ia suruh. (Hadits Riwayat Bukhari)

Ibn Sirin juga diberikan sebagian dari bejana milik Umm Sulaym. (Hadits riwayat Ibn Sa’d)

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN SALIVA (AIR LUDAH) NABI DAN AIR WUDHU’ BELIAU

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang ini amatlah banyak. Antara lain dapat dilihat di karya Syaikhul Muhadditsiin Imam Ibn Hajar al-Asqalany, Fath al-Bari 1989 ed. 10:255-256.

1. Dalam Bukhari dan Muslim: Para shahabat berebut mendapatkan sisa air wudhu’ Nabi sall-Allahu álayhi wasallam untuk digunakan membasuh muka mereka.

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata: “riwayat-riwayat ini merupakan bukti/hujjah untuk mencari barokah dari bekas-bekas para wali” (fihi al-tabarruk bi atsar al-salihin).

2. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam biasa menggunakan saliva-nya untuk menyembuhkan penyakit, saliva beliau dicampur dengan sedikit tanah, dan diikuti kata-kata.

“Bismillah, tanah dari bumi kita ditambah dengan air liur dari orang-orang yaqin di antara kita akan menyembuhkan penyakit kita dengan izin Tuhan.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

3. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam pernah menyuruh setiap orang di Madina kemudian Makkah untuk membawa bayi-bayi mereka yang baru lahir, kepada siapa beliau sall-Allahu álayhi wasallam membacakan doa dan memasukkan campuran nafas dan ludah (nafs wa tifl) beliau ke dalam mulut bayi-bayi itu. Beliau kemudian memerintahkan pada ibu-ibu mereka untuk tidak menyusui sampai malam.

[Hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud, Ahmad, Bayhaqi dalam Dala’il Nubuwwah, Waqidi, dll].

Nama-nama lebih dari 100 orang Ansar dan Muhajirin yang menerima barokah khusus ini diketahui lengkap dengan isnadnya.

Sumber : http://blog.its.ac.id/syafii/2009/05/04/adab-hormat-dan-tabarruk-sunnah-nabi-yang-dilupakan/

YAQAZAH – Rasulullah SAW sentiasa ada bersama kita

yaqazah

DEFINISI YAQAZAH DAN MUSYAFAHAH

Arti yaqazah pada bahasa ialah jaga, sedar, bukan dalam keadaan mimpi, (yaqiza) Aiy mutayaqqizun: Hazirun: jaga, sedar, berjaga-jaga. – Mukhtarus Sihah, Asy Syeikh AI Imam Muhammad bin Abi Bakar bin Abdul Qadir Ar Razi, Al Maktabah Al’asriyah, Soida, Beirut. (m.s. 349)

Adapun pengertian yaqazah pada istilah perbahasan ilmu tasawuf ialah bertemu atau berjumpa dengan roh Rasulullah SAW dalam keadaan jaga (bukan mimpi) dan ia merupakan satu karamah wali-wali Allah.

Arti musyafahah pada bahasa pula ialah berbual-bual antara dua pihak. (Al Musyafahah) Al Mukhatobah min fika ila fihi. – Mukhtarus Sihah, Asy Syeikh Al Imam Muhammad bin Abi Bakar bin Abdul Qadir Ar Razi, AI Maktabah AI’asriyah, Soida, Beirut. (m.s. 167)

Pada istilah pula ialah berbual-bual dengan roh Rasulullah SAW atau bersoaljawab atas apa-apa kesamaran dalam agama atau menerima amalan-amalan tertentu dari baginda.

Yaqazah adalah satu perkara luar biasa yang mencarik adat. Ia menjadi salah satu sumber kekuatan para ulama yang hak dalam mempertahankan kebenaran.

Imam As Sayuti apabila ingin memasukkan sebuah Hadis ke dalam kitab karangannya akan bertanya kepada Rasulullah SAW secara yaqazah: “Adakah Hadis ini daripadamu ya Rasulullah?”

Jika Rasulullah SAW membenarkan, barulah beliau merekodkan Hadis tersebut.

Begitu juga berlaku kepada ramai auliya Allah. Ini merupakan satu ‘teknologi’ yang sangat canggih yang tidak mampu dipintas oleh musuh-musuh Islam di kalangan Yahudi dan Nasrani. Bagaimana mereka ingin memintasnya sedangkan kekuatan mereka setakat memaksimumkan penggunaan akal. Akal sampai bila pun tidak akan berjaya mengalahkan kekuatan roh.

Inilah senjata kemenangan ulama-ulama dan para pejuang Islam sepanjang sejarah. Dengan bersungguh-sungguh mengusahakan taqwa, Allah kurniakan kepada mereka bantuan-bantuanNya secara zahir atau rohani. Di antara bantuan-bantuan rohani ialah mimpi yang benar, firasat, kasyaf, hatif dan lain-lain. Baca : HIKMAH & ILHAM: Saluran Ilmu Yg Sudah Hilang Dari ULAMA Islam Modern

Bacalah sejarah Tariq bin Ziad, Salehuddin Al Ayubi, Muhammad Al Fateh, Mimar Sinan, Imam Al Ghazali, Imam As Sayuti. Kajilah rahsia kejayaan mereka.

HUKUM YAQAZAH

Yaqazah hukumnya boleh berlaku pada wali-wali Allah sebagai kemuliaan (karamah) yang Allah kurniakan kepada mereka. la adalah perkara yang mencarik adat (luar dari kebiasaan) pada logik manusia sedangkan ia masih dalam lingkungan mumkinat (jaiz) bagi Allah mengadakan atau mentiadakannya. Continue reading

Merenung Sejenak Perjalanan Hati & Amal

https://i1.wp.com/www.middle-fork.org/archives/dDropWater.gif

“Ya Allah jadikan kami orang yang ikhlas. Jadikan usaha kami kerana-Mu . Jangan diselit di hati kami selain-Mu. Pimpinlah kami wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Agar usaha-usaha kami tidak sia-sia. Amin.Ya Rabbal’alamin. Ya Mujibassailin, Wahai Tuhan yang menunaikan segala permintaan orang yang meminta”

******************************************************

Diriwayatkan oleh Sayidina Muaz bin Jabal R.A,

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya.Wahai Muaz!”

Muaz menjawab: “Ya Saiyidil Mursalin.”

Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya.

Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah:

‘Saya penjaga tukang umpat. Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya kerana saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’ Continue reading

Kemanapun Kita Pergi, Bawalah Akhlak Yang Sejati

children recite

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Tidak aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.”

Akhlak ialah tingkah laku, budi pekerti, peribadi, gerak gerik dan cara bergaul. Akhlak juga ialah adab dan tata susila. Akhlak ada beberapa peringkat :

  • Ada akhlak kepada Tuhan.
  • Ada akhlak sesama manusia.
  • Ada akhlak terhadap makhluk Tuhan yang lain.

Di antara akhlak kita kepada Tuhan termasuklah kita yakin dan beriman kepada-Nya. Kita sabar dan redha di atas segala ketentuan-Nya. Kita menyembah dan bertawakal kepada-Nya dan lain-lain lagi.

Akhlak kita sesama manusia berbagai pula bentuknya. Kita taat dan patuh pada guru dan ibu ayah kita. Kita cinta dan kasihkan mereka. Kita rendahkan diri dan hati kita terhadap mereka. Begitu jugalah akhlak kita terhadap pemimpin. Sesama kawan pula, kita berlapang dada, saling bantu-membantu, nasihat-menasihati dan berkasih sayang. Continue reading

(ii) Kelemahan Demokrasi Dalam Memilih Pemimpin

Bagi orang-orang yang mencintai kebenaran, mereka tentu mencari-cari satu cara baru yang suci, bersih dan mulia. Apakah tidak ada lagi di dunia ini kebenaran dan kemuliaan sehingga manusia terpaksa bergelimang dengan najis dan kejahatan demokrasi? Jawabnya ada, yaitu Islam. Yakni kebenaran mutlak yang datang dari ALLAH termaktub dalam Al Quran, tergambar dalam Sunnah Rasulullah SAW dan perjalanan Khulafaur Rasyidin.

demokrasi-2

Sebenarnya pemilihan pemimpin secara demokrasi itu sudah berjalan sejak 4-5 ribu tahun dahulu oleh orang-orang Yunani. Karena manusia waktu itu tidak banyak, maka mereka menjalankan demokrasi secara langsung. Yakni semua rakyat datang ke satu dewan persidangan untuk mewakili diri masing-masing dalam acara pelantikan pemimpin yang hendak dibuat. Misalnya penduduk sepuluh ribu orang maka kesepuluh ribu orang itu datang untuk menyatakan pandangan dan menentukan pemimpin yang dikehendakinya.

Dari situ kelihatan bahwa orang-orang sekuler itu memandang tujuan melantik pemerintah ialah untuk menjalankan kehendak-kehendak rakyat. Sebab itu mereka dinamakan wakil rakyat. Sedangkan dalam Islam, pemerintah bukan wakil rakyat. Tetapi wakil ALLAH (khalifatullah) untuk menjalankan pemerintahan menurut cara yang ditentukan oleh ALLAH. Kedua pandangan itu mempunyai maksud, cara dan tujuan yang amat berbeda. Continue reading

(i) Kelemahan Demokrasi Dalam Memilih Pemimpin

HAMPIR semua pemerintah atau pemimpin di dunia kini baik orang Islam atau bukan, telah naik melalui pemilihan. Yakni hasil pemilihan rakyat jelata di hari pemilihan yang dilakukan beberapa tahun sekali. Pemimpin manapun yang mendapat suara lebih dari yang lain, dialah yang naik menjadi pemerintah untuk negara tersebut. Cara pemilihan pemimpin yang seperti itu adalah cara Barat yang menganut ideologi liberal kapitalisme, yang mempraktekkan sistem demokrasi terbuka.


no-vote

Hal seperti itu jauh berbeda dengan Islam yang merujuk pada Al Quran, Hadist dan ulil amri (ahlul halli wal ‘aqdi). Dalam Islam, pemilihan pemimpin dibuat berdasarkan sistem demokrasi terpimpin. Artinya, mereka dipilih dari kalangan beberapa orang yang menjadi intipati masyarakat yang disebut ahlul halli wal ‘aqdi. Di antara cara Islam dan cara Barat itu, terdapat perbedaan yang jauh. Kita akan membandingkan kedua hal itu supaya kita dapat melihat kebenaran dan kebijaksanaan sistem Islam.

1. Kita telah difahamkan bahwa melalui pemilihan umum, pemimpin yang naik adalah pilihan mayoritas rakyat jelata. Padahal bila diamati, hal itu tidak semestinya terjadi.

Misalnya dua orang calon bertanding di kawasan yang memiliki 10 ribu pemilih. A mendapat 4500 suara, B mendapat 4000 suara dan yang tidak memilih 1500. Perbedaan antara keduanya cuma 500 suara saja. Tetapi yang tidak memilih sebanyak 1500. Artinya A cuma diterima oleh 4500 orang rakyatnya. Sedangkan 5500 lagi menolak kepemimpinannya. Hal itu sebenarnya akan membentuk satu pemerintahan yang tidak stabil. Negaranya mudah goyang.

Keadaan akan menjadi lebih malang kalau terjadi seperti ini: terdapat tiga orang calon yang bertanding di kawasan yang pemilihnya ada 10 ribu orang. Keputusannya,

A dapat 3300 suara
B dapat 3300 suara
C dapat 3400 suara

Artinya C menang dengan penyokongnya 3400 sedangkan penentangnya kalau ditambahkan antara dua calon yang lain ialah 6600. Secara demokrasi, Bagaimana dapat dipastikan bahwa dia naik atas dukungan mayoritas? Karena penentangnya lebih banyak daripada pendukung. Coba gambarkan dalam sebuah negara yang penyokongnya sedikit dan penentangnya banyak, bagaimana negara itu akan stabil? Huru-hara selalu terjadi dan kerajaan dapat tumbang dengan mudah. Continue reading

Bagaimana Menjadikan Kehidupan Dunia Bernilai Akhirat

Hadis Rasulullah SAW ada menyebutkan:

“Kebaikan itu adalah bukan orang yang mengambil dunia tapi meninggalkan Akhirat dan yang mengambil Akhirat meninggalkan dunianya.”

Hadis lain menyebut:

“Tidak dianggap orang yang meninggalkan dunianya karena Akhirat, dan tidak juga orang yang meninggalkan Akhirat yang karena dunianya sehingga sekaligus mendapatkan kedua-duanya.” (Riwayat Ibnu Asakir)

keranda1

Karena ada Hadis yang menyebutkan seperti itu, maka lumrahlah jika orang berkata termasuk orang yang cinta dan bergelimang dengan dunia. Bahkan semua golongan mengatakan tentang ini. Maklumlah manusia mudah cenderung pada dunia, apa lagi bila ada hujah dan dalilnya, jadi ada alasan yang mengesahkan mereka untuk memburunya tanpa memikirkan pedoman dan ‘guideline‘nya. Mereka buru dunia semau-maunya. Tidak perduli dengan cara apapun dan bagaimanapun.

Continue reading

Diantara Ketakutan Barat kpd Al Mahdi (Muhammad bin Abdullah ke-2)

im

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa,

“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.

Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”

Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-­panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.

Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama bapanya seperti nama bapaku. Dia akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan.”

(Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)

————————————————————————-

Agenda Yahudi yang Kesembilan (untuk memusnahkan umat Islam) iaitu Menjauhkan umat Islam dari memegang tampuk pemerintahan di negara-negara Islam dan jangan beri kesempatan bergerak.

1. Montgomery Watt (seorang orientalis Inggeris) menulis dalam ‘London Time’ pada tahun 1968:

profwatt

“Kalau sudah ditemui seorang pemimpin Islam yang (benar-benar) berkelayakan dan bercakap dengan suara Islam yang tepat pula, kemungkinan besar agama itu akan (bangkit semula dan) merupakan sebuah kekuatan politik yang besar di dunia ini sekali lagi.”

Yang dimaksudkan oleh Montgomery itu adalah pemimpin yang bertaraf khalifah, kerana hanya seorang pemimpin yang bertaraf khalifah sahaja yang akan mampu menyatukan kembali seluruh umat Islam yang sedang kronik berpecah-belah pada hari ini. Pemimpin yang bertaraf Presiden atau Perdana Menteri tidak termasuk dalam senarai pemimpin yang dimaksudkan oleh beliau.

Baca : CALIPH AL MAHDI

Taraf Presiden atau Perdana Menteri yang demikian itu hanya layak untuk memimpin di dalam wilayah yang terhad atau dihadkan, tidak layak untuk memimpin dunia yang tanpa sempadan, atau sekurang-kurangnya di seluruh dunia Islam. Hanya seorang pemimpin yang bertaraf Khalifah sahaja yang akan diberi kemampuan dan berkelayakan penuh untuk berbuat demikian.

2. Ben Gurion ( Bekas Perdana Menteri Israel ) pernah dilaporkan berkata,

ben_gurion_05

“Sesungguhnya yang paling menakutkan kami ialah, kalau dalam dunia Islam, sudah lahir seorang Muhammad Baru.”

Muhammad Baru yang dimaksudkan oleh Ben Gurion itu tidak lain dan tidak bukan adalah Imam Mahdi, kerana nama Imam Mahdi itu adalah Muhammad, sama dengan nama datuknya, Nabi Muhammad SAW.

Baca : ( I) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , (II) Kelebihan Al Mahdi – Muhammad bin Abdullah ke 2 , FIGUR : Sayyid MUHAMMAD bin ABDULLAH As Suhaimi

Jelaslah bahawa pihak Barat amat takutkan peribadi yang bernama Muhammad ini, yang digelar sebagai Imam Mahdi, dan ketakutan mereka itu tidak dapat disembunyikan lagi. Jelaslah bahawa orang-orang Kristian adalah jauh lebih peka daripada kita, umat Islam sendiri dalam hal mempercayai dan meyakini kedatangan Imam Mahdi ke dunia ini. Mereka sentiasa berjaga-jaga menanti tibanya seorang pemimpin Islam bernama Muhammad, tahu pula tempat keluarnya dan bila keluarnya. Pada masa yang sama kita umat Islam masih lagi sibuk bercakaran mengenai sahih atau dhaifnya hadis-hadis mengenai Imam Mahdi itu.

Baca : Sebab adanya ulama yang menolak kedatangan Penyelamat itu

Yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi sibuk mengutuk golongan yang tidak percaya, manakala yang tidak percaya, sibuk pula mengutuk golongan yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi. Titik pertemuan tidak juga diperoleh. Siapa lagi yang harus dipersalahkan dalam soal ini?

 

 

 

3. Michel de Nostredame atau Nostradamus,

Antara kenyataanya yang amat menggoncangkan dunia Barat ialah bahawa seorang pemimpin baru bertaraf dunia akan muncul, Islam akan kembali menguasai dunia pada alaf baru ini, dan seterusnya memerangi Kristian-Eropah.
Kenyataan beliau bahawa seorang pemimpin baru beragama Islam akan muncul dan seterusnya menguasai seluruh dunia adalah seperti berikut:

In the year 1999 and seven months from the sky will come the great King of Terror.
He will bring back to life the King of the Mongols;
Before and after, war reigns.

nostradamus2

Tempat muncul pemimpin tersebut adalah di sebuah negara di sebelah Timur, bukan di negara Arab atau di sebelah Barat :

From the three water signs (seas) will be born a man who will celebrate Thursday as his feast day.
His renown, praise, reign, and power will grow on land and sea, bringing trouble to the East.

Pemimpin berkenaan akan memimpin pasukan tenteranya yang besar jumlahnya untuk menyerang dan menakluki Eropah, dan dibantu oleh seluruh umat Islam.

One who the infernal gods of Hannibal will cause to be reborn, terror of all mankind
Never more horror nor the newspapers tell of worse in the past,
then will come to the Romans through Babel (Iraq).

Pemimpin berkenaan memerangi, mengalahkan dan memasuki Eropah dengan memakai serban biru, membawa undang-undang Islam untuk diamalkan oleh seluruh penduduk Eropah, dan peristiwa besar inilah yang amat menakutkan setiap hati pemimpin Kristian dan Yahudi.

This king will enter Europe wearing a blue turban,
he is one that shall cause the infernal gods of Hannibal to live again.
He will be the terror of mankind.
Never more horror.
Continue reading

Umat Islam Perlu Mujaddid Untuk Menghadapi Israel

Siapakah itu Mujaddid dan apa peranan mereka?

Kalau kita faham, persoalan Mujaddid ini amat penting kepada umat Islam. Namun rata-rata umat Islam tidak faham bahkan tidak tahu adanya Mujaddid. Malangnya termasuk para ulama turut memandang sepi terhadap persoalan penting ini. Kalau pun ada menyebut tentang tokoh Islam sepanjang zaman, nama Mujaddid tidak sedikit pun pernah di sentuh . Ini adalah satu kegagalan kita umat Islam dan kejayaan besar musuh-musuh Islam terutamanya Yahudi.

aqsa

Baca : MUJADDID, Pemimpin Kebenaran Pewaris Rasul : Khazanah Yang Sudah Lama Dilupakan Umat Islam

Yahudi bukan sahaja tenggelamkan sejarah Mujaddid bahkan Yahudi berjaya meyakinkan umat Islam bahawa Mujaddid tidak ada apa-apa peranan atau perananya kecil sahaja. Sebaliknya tertonjol ulama yang berperanan kecil tetapi digambarkan sebagai tokoh Islam yang berjasa. Mengapa Yahudi berusaha keras menutup kebesaran Mujaddid? Kerana Yahudi tahu bahawa Mujaddid sajalah yang telah benar-benar mampu menghidupkan roh Islam serta Mujaddid juga yang bakal  mengalahkan Yahudi. Sebagai contoh, mana ada dikalangan umat Islam menonjolkan ketokohan para Mujaddid yang lalu. Kalau ada pun kisah hidup Mujaddid tersebut hanyalah sekadar bersifat fakta sejarah tetapi bukan falsafah disebalik sejarah dan peribadi mereka.

Adakah kita benar-benar mengenali dan menghayati sejarah perjuangan Umar Ibnu Abd Aziz, Abu Hassan Ashaari, Imam Shafei, Imam Fakhruddin Ar Razi, Imam Ghazali, Imam As Sayuti, cukup sekadar menyebut nama Mujaddid terdahulu. Kita hanya mengenali mereka pada nama dan ilmunya. Jauh sekali dari mengkagumi mereka dan dijadikan sebagai idola.

 

Kemunculan Mujaddid akan datang ditunggu dan paling ditakuti oleh Yahudi. Mereka akan memerangi Mujaddid yang bakal datang. Sebelum kemunculannya, Yahudi sudah pun memerangi Mujaddid tersebut secara perang saraf bertujuan menghakis sama sekali keyakinan umat Islam terhadap Mujaddid. Termasuk para ulama. Bahkan melalui ulama Yahudi berjaya mengajarkan bahawa asal saja disebut Mujaddid akan cuba disesatkan. Maka umat Islam memandang serong kepada siapa saja yang dikatakan Mujaddid. Sekaligus hilang kekuatan umat Islam.

Continue reading

Sistem ekonomi Islam solusi kepada perekonomian dunia

Hari ini kita saksikan dengan mata kita perekonomian dunia  sedang menghadapi kehancurannya. Bahkan hingga kini belum ada satu pertanda akan bangun lagi. Pemecatan dan kebangkrutan, kriminalitas semakin menaik dan berbagai side efect lainnya. Kepercayaan masyarakat dunia kepada sistem yang ada telah habis menyusul kasus penipuan oleh Bernard Madoff ( bekas direktur Nasdaq ) yang diklaim telah merugikan perekonomian dunia hingga lebih 50 Billion US Dollar. Lalu dunia mengalami satu kebingungan yang hebat. Sistem ekonomi yang memang sangat diperlukan oleh manusia tiba2 lumpuh. Hakikatnya saat ini dunia sedang menungguu, menantikan dan merindukan satu sistem  Ekonomi yang membawa angin segar bagi menggantikan sistem yang ada yang sudah terbukti rosak dan merosakkan.

Ada juga dalam kondisi sebegini sesetengah orang Islam yang mencuba mencari solusi dengan menerapkan “ekonomi syariah” membangun “bank syariah” namun apabila kita lihat lebih dalam, betulkah ia sesuai seperti yang Allah kehendaki, ataukah hanya ditukar nama menjadi Syariah, Islami, dsb namun pada hakikatnya tetap saja ekonomi kapitalis?  Kita sebagai umat Islam semua mengakui bahwa Tuhan jualah yang menjadikan ini semua, pasti ada maksud yang tersirat, Tuhan hendak ajar kepada kita, Tuhan sedang siapkan sistem pengganti ditangan orang2-Nya yang layak. Berikut satu artikel penuh yang berisi point-point mengenai Sistem Ekonomi menurut kehendak Tuhan.  ———————————————————–

wallstreet-down

Sistem ekonomi menurut kehendak Tuhan tidak sama dengan sistem-sistem ekonomi yang lain. Ia berbeza dengan sistem kapitalis, ia bukan dari hasil ciptaan akal manusia seperti sistem kapitalis atau sistem komunis. Ia adalah berpandukan wahyu dari Allah SWT. Sistem kapitalis dan komunis, walaupun pada lahirnya bertujuan untuk mendatangkan manfaat bagi manusia tetapi disebabkan ceteknya akal, maka sistem yang dicipta itu memakan tuan. Kebaikannya sedikit tetapi kerosakannya banyak. Ia merosak, menghancur dan memusnahkan tamadun dan hati-hati manusia. Ia menjahanamkan kemanusiaan.

Kedua-dua sistem ciptaan akal manusia ini hanya mengambil kira perkara-perkara lahiriah semata-mata tanpa menitikberatkan soal hati, roh dan jiwa manusia. Hasilnya, matlamat lahiriah itu sendiri tidak tercapai dan manusia menderita dan terseksa kerananya. Tidak ada kasih sayang. Tidak ada pembelaan. Manusia terjerumus ke dalam lembah kehinaan. Berlaku penindasan, tekanan dan ketidakadilan. Yang kaya bertambah kaya dan yang miskin pula bertambah miskin. Ekonomi Islam pula sangat berbeza.

Berikut sebagai renungan bersama bagaimana sesungguhnya Tuhan telah memberikan sistem yang terbaik untuk  kita. Sekurangnya 9 (sembilan ) perbedaan Ekonomi Tuhan berbanding Ekonomi Kapitalis :

1. Dalam sistem ekonomi Islam – Tuhan adalah point utama.

Orang Islam berekonomi dengan niat kerana Allah dan mengikut peraturan dan hukum-hakam Allah Taala. Matlamatnya ialah untuk mendapat redha dan kasih sayang Allah. Syariat lahir dan batin ditegakkan dan hati tidak lalai dari mengingati Tuhan. Aktiviti berniaga itu sendiri dianggap zikir dan ibadah kepada Allah SWT. Ia adalah jihad fisabilillah dan menjadi satu perjuangan untuk menegakkan Islam dan mengajak manusia kepada Tuhan. Sesibuk mana pun berniaga, Allah SWT tidak dilupakan.

Sedangkan dalam ekonomi kapitalis dan komunis, hati tidak diambil kira dan tidak berperanan. Tidak ada kaitan antara ekonomi dengan Tuhan. Firman Allah SWT:

Maksudnya: “Dan berbekallah (hendaklah kamu menambah bekalan). Maka sesungguhnya sebaik-baik bekalan adalah taqwa.” (Al-Baqarah: 197).

Berekonomi dan berniaga secara Islam adalah di antara jalan untuk menambah bekalan taqwa. Continue reading

(ii) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

Sambungan dari : (i) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

DALIL KETUJUH:

Memang menjadi Sunnatullah sejak Nabi Adam a.s. sehingga ke akhir zaman, orang yang jahil tentang ilmu Islam lebih ramai daripada orang alim, walaupun sebenarnya ramai yang ingin jadi alim. Bahkan bukan sahaja dalam soal ilmu tetapi juga dalam soal-soal yang lain, seperti kekayaan, walaupun fitrah manusia ingin kaya tetapi bukan semuanya menjadi orang kaya. Yang kaya itu sedikit tetapi yang miskin itulah yang banyak.

mazhab-syafeial-umm

Begitu juga dalam soal ilmu pengetahuan. Walaupun fitrah manusia ingin menjadi orang alim, tetapi yang alim itu sedikit. Yang jahil itu yang ramai. Dalam keadaan ini, apakah patut dipaksa semua orang awam mengkaji dan menggali sendiri Al Quran dan Hadis? Minta mereka berijtihad sendiri tanpa bersandar dengan mana-mana ulama mujtahidin. Ini tidak munasabah. Samalah seperti kita memaksa semua orang yang hendak memiliki emas supaya jangan membeli emas di kedai-kedai emas. Kita ajak mereka korek bumi atau melombong emas untuk ambil yang benar-benar emas pure dari dalam bumi itu. Ini tidak mungkin.

Sebab? Kalaulah ia seorang kontraktor besar, yang ada kapal dan bulldozer yang besar-besar dan ada modal berjutajuta, bolehlah kalau dia hendak mengambil emas dengan mengorek bumi. Tetapi bagi kontraktor yang kecil apalagi pada mereka yang hanya menjadi pelanggan sahaja, hendak dipaksa mereka supaya ambil emas dari perut bumi dengan gunakan cangkul, sudah tentu mereka tidak akan dapat emas. Lebih baik beli dari pelombong emas atau di kedai emas saja. Ini lagi bagus.

Begitulah kalau kita hendak paksa semua orang berijtihad daripada Al Quran dan Hadis, jangan bersandar dengan mana-mana ulama mujtahidin. Sampai bila pun mereka tidak akan dapat beramal dengan ajaran Islam. Tidak mungkin orang awam seperti kita hendak diajak berijtihad sedangkan ulama yang ada sekarang pun tidak boleh berijtihad.

DALIL KEDELAPAN:

Rasulullah SAW ada bersabda:

Berselisih faham di kalangan umatku itu adalah rahmat. (Riwayat Al Baihaqi) Continue reading

(i) 12 Dalil mengapa kita bermazhab (ikut ulama mazhab)

Artikel ini adalah sebagai hujah untuk menguatkan pendapat dibolehkannya kita bermazhab dalam Fiqh dan juga sebagai jawaban bagi orang2 yang merasa tidak perlu atau menolak mazhab. Berikut setidaknya 12 dalil kita dibolehkan bermazhab atau mengikut salah satu daripada empat mazhab yang muktabar iaitu Mazhab Syafi’i,  Maliki, Hanafi dan Hambali. Antaranya:

muwatta_full1

DALIL PERTAMA:

Memang sudah ada isyarat daripada Hadis Rasulullah:

Sebaik-baik manusia ialah yang berada di kurun aku, kemudian mereka yang selepas kurun itu, kemudian mereka yang mengiringi kurun itu pula. (Riwayat Al Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW menyebut bahawa umat Islam sekitar tiga kurun itu secara majoritinya adalah baik-baik, soleh-soleh bahkan sebahagian daripadanya bertaraf muqarrobin. Mereka inilah yang dikatakan salafussoleh (orang soleh zaman dahulu). Manakala umat Islam selepas 300 tahun itu hinggalah ke zaman kita ini dikatakan khalputtoleh (orang-orang jahat yang kemudian). Ertinya umat Islam selepas 300 tahun itu secara majoritinya jahat-jahat; yang baik-baik terlalu sedikit.

Manakala keempat-empat Imam Mazhab tersebut hidup  pada sekitar tiga kurun selepas Rasulullah SAW. Imam Hanafi dan Imam Malik hidup pada kurun yang pertama lagi; masing-masing lahir pada tahun 80 dan 93 Hijrah. Sementara Imam Syafi’i (lahir 150 Hijrah) dan Imam Hambali (lahir 164 Hijrah) berada pada akhir kurun kedua sehingga kurun yang ketiga. Sedangkan menurut Hadis tadi, secara umum umat Islam sekitar tiga kurun itulah yang patut menjadi ikutan kita. Sunnah mereka, tradisi mereka, kebudayaan mereka dan lainlain menjadi ikutan kita. Betapalah pula Imam-Imam Mazhab yang telah disebutkan tadi. Mereka bukan sahaja ulama pilihan di kalangan para ulama di zaman itu, tetapi mereka juga merupakan ulama yang soleh, warak, kuat beribadah, tegas memegang hukum, bebas (tidak makan gaji atau terikat dengan tugas rasmi). Bahkan mereka menjadi ikutan para ulama dan orang-orang awam dari zaman tersebut hingga ke hari ini. Maka lebih-lebih patut dan lojik mereka itu menjadi ikutan kita.

DALIL KEDUA:

Jangan pula menganggap bahawa bila seseorang mengikut salah satu daripada empat mazhab tadi, maka dia tidak mengikut Al Quran dan Hadis. Kerana keempat-empat Imam Mazhab tersebut telah pun mengikut Al Quran dan Hadis. Mereka mengistinbatkan hukum atau mengeluarkan hukum daripada Al Quran dan Hadis. Ini memberi erti mereka mengikut Al Quran dan Hadis. Oleh itu kita tidak boleh menganggap imam-imam tersebut tidak mengikut Al Quran dan Hadis. Jangan pula kita anggap mereka mengeluarkan hukum hanya berdasarkan fikiran mereka semata-mata. Continue reading

Disiplin hidup orang mukmin ikut jadual Allah

Ada orang yang berpendapat, kita akan terkungkung atau hilang kebebasan bila ikut dengan peraturan Tuhan. Padahal dalam kehidupan nya manusia tidak lepas dari peraturan. Bila tidak ikut dengan peraturan Tuhan artinya ikut dengan peraturan manusia. Bahkan di dalam rumah atau keluarga kita pun tidak lepas dari peraturan. Kalau kita pindah ke rumah orang lain pun akan ada peraturan. Tentu kita akan Lebih suka dengan peraturan yang dibuat oleh ayah kita di rumah daripada peraturan yang dibuat dalam rumah orang lain.

sujud

Misalnya kita berada di rumah kita sendiri, tentulah program dalam rumah itu kita yang buat. Kalau kita pergi ke rumah orang lain, tentu programnya berlainan dengan di rumah kita. Apakah sama perasaan kita berada di rumah sendiri dengan berada di rumah orang lain. Tentu tidak. Jadwal hidup kita pun akan berbeda, di rumah sendiri dengan di rumah orang lain. Kalau kita paksakan jadwal hidup kita di rumah orang lain, tentu kita akan susah dan tidak tenang.

Kalau dunia ini kita rasakan kepunyaan kita, waktu yang 24 jam itu juga kepunyaan kita, kita yang mengatur, itulah yang membuat kita hidup di dunia ini tidak tenang
, susah, gopoh dsb. Itu yang membuat kita tidak stabil. Dunia kepunyaan Tuhan, waktu yang juga kepunyaan Tuhan kita programkan semaunya, tentu hidup kita akan jadi susah, sebab kita telah membuat jadwal untuk sesuatu yang bukan kepunyaan kita. Continue reading

Nabi Ibrahim dan Ismail – bukti cinta hamba kepada Tuhan-nya

aidil-adha

Berikut satu petikan kisah patriotik Nabi Ibrahim a.s dan anaknya Ismail yang diabadikan di dalam Al Qur’an. Semoga dapat menjadi motivasi kepada kita sehingga mampu berkorban apa saja untuk Allah swt :

———————————————————————————————————————————————–

Setelah Nabi Ibrahim Al-Khalil a.s berpindah dari negeri kaumnya, beliau memohon kepada Allah s.w.t supaya dikurniakan seorang anak yang soleh, lalu Allah s.w.t mengembirakannya dengan mengurniakan seorang anak yang cantik iaitu Nabi Ismail a.s yang dilahirkan ketika Nabi Ibrahim a.s berumur 86 tahun. Setelah Nabi Ismail a.s meningkat dewasa, Nabi Ibrahim a.s telah bermimpi menyembelih anaknya, dimana telah ditetapkan bahawa mimpi para Nabi adalah Wahyu.

Ini merupakan ujian yang besar daripada Allah s.w.t terhadap Nabi Ibrahim a.s sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud:

Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu. ( QS 37:102 )

Lalu Nabi Ismail a.s menjawab sebagaimana firman Allah SWT, yang bermaksud:

Wahai ayahku! Jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapati aku dari kalangan orang-orang yang sabar. ( QS 37:102 )

Dikatakan kedua-duanya telah berserah diri sebagaimana firman Allah s.w.t, yang bermaksud:

Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu) dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah. (Kami sifatkan Ibrahim dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah kami). ( QS 37:103 ) Continue reading

Allah SWT adalah modal kebangkitan Islam

Kebangkitan Islam yang pertama ditangan Rasulullah SAW dan para sahabat, Islam terbangun dengan Allah SWT sebagai Pemodal. Tidak pernah ada sejarah Islam dapat bangkit selain Allah sebagai Pemodal.  Selama ini kita tersalah kalau beranggapan bahwa orang kaya sebagai pemodal.

kafilah2

Hakikatnya, tidak akan terjadi kebangkitan Islam seandainya kita mendapatkan uang dari orang kaya kemudian kita tidak mengatakan bahwa uang itu ialah dari Allah. Justeru itu orang kaya kalau hendak berperan serta dalam kebangkitan Islam, atau ingin selamat dari api neraka, pilihlah untuk membela Islam.

Seperti juga halnya orang bijak dan orang pandai menggunakan kepandaian untuk kebangkitan Islam dan juga orang miskin menggunakan tenaga untuk kebangkitan Islam.

Setiap orang diberikan peluang dan peranannya masing-masing oleh Allah SWT sesuai dengan kemampuannya. Bukan dilihat dari sudut pandang sebagai pemodal atau apa, tetapi kita harus melihat bahwa ini semua untuk menyelamatkan diri dari api neraka.

Pemodalnya tetap Allah, sebab itu Islam bukan terbangun atas nama orang kaya,  orang pandai atau orang bijak, tapi Islam terbangun atas nama Allah, Islam terbangun atas nama Rasulullah SAW sebagai utusan Allah dan pengurus bank Tuhan, anak kunci emas yang diciptakan Allah untuk pengeluaran uang dari Allah untuk modal kebangkitan Islam.

Memintalah pada Allah Pemodal kita, bertawasul dengan Rasulullah sebagai Pengurus Bank Tuhan, jagalah harga diri umat Islam, tak perlu kita berhutang pada musuh, kapitalis dan Yahudi.

———————————————————————————————

Pada suatu hari, saat Madinah sunyi senyap, tiba2 debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah perniagaan yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki.

Ketika Ummul Mukminin Sayidatina Aisyah RHA mendengar suara kafilah-kafilah itu datang, maka dia bertanya, “Apa yang sedang terjadi di Madinah?” Ada yang menjawab, “Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf yang baru datang dari Syam membawa barang perniagaan miliknya.” Continue reading

Kebangkitan Islam Bersama Cinta dan Akhlak

Rahsia kejayaan Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin dan salafussoleh dapat mengislamkan dunia adalah kerana mereka cintakan Allah lebih daripada cintakan dunia. Juga kerana mereka memberi tumpuan yang serius kepada Akhirat dengan membersihkan hati mereka. Mereka mampu menundukkan nafsu, lalu dunia jatuh terjelapak ke tangan mereka. Mereka serius membersihkan hati mereka melalui mujahadatunnafsi, riadatunnafsi, dengan disiplin serta barakah pimpinan Rasulullah SAW, maka mereka diberi Allah sifat-sifat hati yang bersih.

sufi-way

Kalaulah mereka tidak mengutamakan sifat-sifat terpuji (mahmudah) lebih daripada sifat-sifat terkeji (mazmumah) tentulah mereka bukan saja tidak dapat menegakkan empayar, hendak memerintah satu negara pun tidak akan berjaya. Bahkan memerintah satu kampung pun akan timbul pecah belah. Bahkan gagal untuk menawan walau satu hati pun.

Kalau masalah dalam diri tidak dapat diatasi, tidak selesai-selesai,apa logiknya untuk tawan hati orang lain? Lebih-lebih lagi apa logiknya untuk tawan hati manusia dalam satu empayar? Bukankah fitrah hati itu akan jatuh hati hanya dengan orang yang mempunyai akhlak terpuji?

Hakikat yang berlaku ialah bila mereka cintakan Allah dan cintakan Akhirat, di waktu itulah mereka mengorbankan hidup dan mati mereka untuk Allah. Seperti orang bercinta, dia sanggup beri apa saja demi menunaikan hajat cintanya. Begitulah hati mereka dengan Allah.

Hati, jantung, kaki, tangan serta seluruh anggota mereka gementar bila disebut nama Allah dan bila mendengar ayat-ayat-Nya. Mereka sangat cinta, rindu dan kasih kepada Rasul-Nya.

Bahkan hidup mati mereka diserahkan kepada Allah. Hati mereka sedikit pun tidak terpaut dengan dunia. Sedangkan di waktu yang sama, mereka mengurus dan mentadbir serta memerintah tiga perempat dunia.

Continue reading

Media TV Ibarat Guru Yg Sudah Disalahgunakan

Di akhir zaman ini, TV ibarat guru. Kalau diibaratkan manusia, TV merupakan manusia yang pandai, bijak dan mempunyai berbagai-bagai ilmu. TV boleh mempersembahkan apa saja informasi dan keperluan manusia di zaman ini. Walau dalam bentuk apapun ia disajikan, ia adalah informasi dan pengetahuan. Jadi, di sini manusia yang menjadi konsumen akan mendapat dua perkara yaitu informasi dan hiburan.

tv-kids

Dalam informasi ada hiburan, dalam hiburan ada informasi. Jadi, TV ibarat menjadi guru kita. Kadang-kadang ada acara berita, film atau iklan, kadang-kadang guru kita boleh bernyanyi, menghiburkan manusia. Di dalamnya tentu juga ada informasi. Kadang-kadang TV memberikan kuliah. Maka dalam kuliah lebih-lebih lagi mempunyai informasi Kadang-kadang guru itu bertanya kepada orang dengan berbagai-bagai pertanyaan. Maka TV yang merupakan guru yang pandai dan pintar itu boleh menjawab apa saja yang ditanya oleh manusia. Begitulah seterusnya.

Jadi di akhir zaman ini, kalau orang yang menguasai TV dan yang memegang dasarnya dapat menggunakan TV pada tempat yang sebenarnya, mungkin hanya mengambil masa 5 tahun saja, seluruh negara boleh berubah.

Berubah daripada cinta dunia kepada cinta Tuhan, daripada takut benda yang bukan-bukan kepada takut kepada Allah, daripada cinta dunia kepada cinta akhirat dan begitulah seterusnya.

Tapi sayang sekali di dunia hari ini, guru kita iaitu TV telah disalahgunakan. Sepatutnya manfaat yang lebih besar, tetapi apa yang berlaku ialah mudharatnya lebih besar dari manfaatnya. Moral masyarakat dikorbankan.

Continue reading

Halusnya Rasulullah SAW Dalam Berdakwah

Perjuangan Islam itu sangat seni. Bukan semua orang nampak, sebab itu umat Islam huru hara di dunia ini. Berani dah ada, usaha gigih, mana ada umat Islam tak berjuang? semua gigih berjuang, ramai pula, tapi mana ada kejayaan? makin hina sebab berjuang tak ada seni. Sikit-sikit nak tembak orang, nak mengata orang, itu bukan seni.

Islam itu halus, dia punya seni. Siapa boleh buat yg seni-seni itu yang boleh mengetuk fitrah orang, boleh orang senang, tengok sahaja dah jatuh hati. Itulah watak benda yang seni. Kalau kita berjuang tak seni, macam kita dengar orang pukul besi, dengar sahaja tak larat, fikiran perasaan serabut pasal tak seni. Berjuang yang tak seni pukul pahat sana sini, akhirnya sakit jiwa.

– Gambar imajinasi Madinah di zaman Rasulullah SAW –

Islam itu seni. Tengok bagaimana seninya Rasulullah SAW,

Contoh ke 1 :

Satu hari baginda bawa Sayidina Umar. Rasulullah tahu Umar ni siapa. Umar ni berani, jiwa kuat, sebelum masuk Islam dah pernah bunuh orang.

Satu hari Baginda ajak Umar pergi tengah padang pasir, ikut jelah tak payah tanya, Rasulullah bawa ke satu lembah, wadi. Di situ ada bangkai unta, kuda, kambing, kepala manusia pun ada, tengkorak manusia pun ada.

Rasulullah kata, “hai Umar apa kau lihat di sini, ini tempat busuk, bangkai binatang ada, manusia pun ada. Dulu mana ada undang bunuh, tangkap, bicara mana ada, bunuh campak sahaja”.

Bila Sayidina Umar lihat ada bangkai binatang dan manusia di situ, dia berkata pada Rasulullah, “ini bangkai wahai Rasulullah, campur antara bangkai manusia dan binatang”.
Rasulullah jawab, “inilah hakikat dunia, orang buru dunia senasib dengan yang kena buru”.

Ini seni. Mana ada tok guru yang ajar begini, kalau di masjid tok guru sekadar bersyarah , mana ada tok guru bawa murid lihat bangkai dan bersyarah depan bangkai tentang dunia?

Continue reading

Orang Mukmin Yang Baik Itu Unik

Orang mukmin yang baik itu hidupnya luar biasa

Unik dan berbeda sangat dengan manusia yang lain

Dia berhadapan dengan kehidupan penuh tenang

Kejahatan orang tidak dibalas dengan kejahatan

Bahkan didoakan orang yang membuat jahat dengannya

Berhadapan dengan ujian dia tenang

Berhadapan dengan nikmat dia bersyukur

Jadual waktunya dengan Tuhan tetap dan istiqamah

Walau di dalam keadaan susah dan senang

Bermesra dengan orang

Tetamu yang datang dihormati sesuai dengan kedudukannya

Tidak boleh mendengar orang mendapat kesusahan

Selagi tidak dapat ditolongnya, menderita jiwanya Continue reading

YANG BIASA DAN LUAR BIASA

1. Sembahyang

Yang biasa
Ramai dari kita yang sembahyang. Yang biasa, kita sembahyang apabila telah masuk waktu. Yang kerap berlaku juga, sembahyang kita di akhir waktu. Mungkin pepatah orang putih Better late than never menjadi pegangan kita. Inilah golongan yang hanya tahu dirinya hamba tapi tak rasa hamba.

Luar biasa
Orang yang selalu menunggu-nunggu waktu untuk sembahyang. Seperti seorang yang sangat merindukan pertemuan dengan kekasihnya. 15 minit sebelum azan, dia dah duduk di tikar sembahyang. Kalau begitu, sahihlah dia orang luarbiasa .

2. Sedeqah
Biasa
Kalau kita sedekah, kita mahu seluruh dunia tahu. Kalau tak panggil press, sekurang-kurangnya, kita bercerita pada orang. Kita mahu orang tahu kita pemurah. Agaknya kita memang tak nak pahala sebab hanya sedeqah yang ikhlas akan dibalas oleh Tuhan. Continue reading