Sebuah PROMOSI tentang SOLAT : SOLAT Membina Sebuah Bangsa Yang RAJIN…

Hari ini bangsa kita dihadapkan pada suatu KEMALASAN tingkat NASIONAL yang luar biasa, tidak hanya malas dalam perkara2 lahiriah yang impact-nya pada mundurnya pembangunan negara, namun malas juga untuk berkasih sayang, berdamai, bertoleransi, malas beribadah, malas untuk membawa Islamic Morality, dsb…Setidaknya inilah sedikit SOLUSI untuk pemerintah dan bangsa ini semoga kita sama2 berubah menjadi bangsa yang lebih baik.

Artikel terkait di blog ini : Solat sudah tidak memberi kesan dalam kehidupan berbangsa & bernegara ?!

dpr-tidur.jpg

~ sekedar foto hiasan : potret kemalasan bangsa…?!

~ Dalam Solat, Tuhan mengajar kita untuk berikrar supaya setiap perbuatan kita dari sekecil-kecil hingga sebesar-besarnya hendaklah dijadikan ibadah kepada Allah SWT. Jika ikrar-ikrar ini kita hayati sungguh-sungguh, mana boleh kita berMALAS-MALASAN ? Suatu bangsa yang MALAS adalah cermin sebuah Bangsa yang TIDAK SERIUS dengan TUHAN. Bangsa yang peMalas tidak akan jadi apa-apa, hanya akan menjadi sebuah bangsa subsidi… ~

Sifat yang berlawanan dengan RAJIN ialah PEMALAS. Sifat Pemalas sangat dibenci Tuhan. Untuk menjadi BANGSA YANG KUAT, kita mesti menjadi bangsa yang RAJIN. Sifat rajin tidak dapat dibuat-buat. Harus ada motivasi atau pendorong yang bersifat rohaniah.

Dalam Solat kita memuja dan memuji Tuhan. Kita menyebut bahwa Tuhan Maha Besar. Kita mengakui Tuhan Maha Raja dunia dan Akhirat. Hati kita merasa Tuhan itu Maha Besar. Kita merasa Tuhan Maha Melihat, Tuhan itu ada dan Tuhan senantiasa berperanan dalam hidup kita.

Kita juga membuat janji dan ikrar bahwa semua solat, ibadah, hidup dan mati kita hanya untuk Tuhan. Ini sesuai dengan ayat Al Quran dan janji kita di dalam solat:

Maksudnya: “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Tuhan pentadbir seluruh alam.” (Al An’am: 162)

Di sini, solat dan ibadah dipisahkan walhal solat itu pun merupakan ibadah juga. Itulah tandanya solat itu ibadah yang penting, utama dan pertama dari ibadah-ibadah yang lain baik yang wajib atau sunat.

islam_sq.jpg

Kita bersungguh-sungguh melakukan berbagai aktivitas di dalam kehidupan keseharian kita. Aktivitas2 tersebut dapat menjadi ibadah atau sebaliknya. Dapat menjadi ibadah bilamana aktivitas-aktivitas tersebut sesuai dengan syarat ibadah. Continue reading

Advertisements

IBADAH SOLAT Sudah Tidak Lagi Berkesan Dalam Kehidupan berBANGSA & berNEGARA ?!

Mengapa Ibadah SOLAT kita [umat Islam] selama berbelas-belas tahun bahkan berpuluh-puluh tahun tidak memberi kesan apa-apa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara? Yaitu tidak mampu membina pribadi-pribadi dan masyarakat yang agung yang berakhlak, bersih, berdisiplin, sabar, jujur, amanah, adil, tawadhuk, pemaaf ,aman, damai, makmur dan mendapat keampunan Tuhan…?

bentrokan.jpg

~ Setiap hari 5 kali kita menghadap Tuhan, ketika menghadapNya itu kita selalu mengakhirinya dengan ucapan SALAM ke kanan dan ke kiri, yang kalau kita hayati sesungguhnya kita sedang berjanji kepada Tuhan Yang Maha Agung bahwa kita akan menebarkan keselamatan dan kasih sayang kepada seluruh makhluk Tuhan di muka bumi ini… Apakah janji hanya tinggal janji…!? ~

Setidaknya inilah diantara jawabannya :

1. Ibadah TANPA PENGHAYATAN tidak akan memberi kesan.

Kita diberi ilmu tentang ibadah, baik itu ibadah fardlu maupun ibadah sunat tetapi hanya sebatas yang bersangkut paut dengan hukum-hukum tentang syaratnya, rukunnya, sah dan batalnya saja. Oleh itu dalam beribadah, hanya itulah yang kita jaga selama ini yaitu syaratnya, rukunnya, sah dan batalnya saja. Tidak lebih dari itu, bab penghayatan tidak pernah diajarkan. Begitu juga dalam ibadah puasa dan haji. Ilmu lain termasuk falsafahnya tidak diajarkan. Kefahaman dan penghayatan pun tidak diajarkan. Kalau begitu keadaannya bagaimana boleh ibadah itu dapat dihayati dan berkesan dalam hati ?

shollu.jpg

Kalau ibadah penting seperti solat yang menjadi tiang agama dan ibu segala ibadah pun hanya diajarkan syarat, rukun, sah dan batalnya saja. Tetapi ilmu falsafah, kefahaman dan penghayatannya tidak diajarkan, maka rugilah kita. Itulah yang berdampak pada kehidupan hari ini.

Fenomena ini sebetulnya sudah lama berlaku selama 700 tahun semenjak jatuhnya empire Islam. Ilmu ibadah yang kita pelajari selama ini menjadi sangat terbatas. Ilmu ibadah yang diajarksn sama tidak lagi menyentuh tentang ruh ibadah atau hikmah dalam ibadah. Sebab itulah kita lihat, orang yang banyak ibadah dan banyak bersolat pun, tidak memberi kesan pada diri dan hati mereka. Akhlak mereka tidak banyak berubah. Bahkan orang yang banyak ibadah menjadi lebih beku, tidak aktif, tidak produktif dan sangat pasif.

Sabda Rasulullah SAW:

Maksudnya: “Barangsiapa yang sembahyangnya tidak dapat mencegahnya daripada maksiat dan kemungkaran, maka tidak bertambah dekat dia dengan Allah, melainkan bertambah jauh dari Allah.” (Riwayat At Tabrani) Continue reading

NASEHAT untuk PEJUANG KEBENARAN…

pejuang-apa.jpg

Gambar hiasan : para pejuang hari ini ?!

~ Pejuang-pejuang kebenaran yang hakiki adalah PENYELAMAT dan pembawa KASIH SAYANG serta AKHLAK MULIA. Mereka bukan pengganas dan bukan pengacau dan bukan teroris. Pejuang kebenaran menyelamatkan Iman, Akhirat, Syariat dan Akhlak manusia.

Pejuang-pejuang kebenaran adalah ” RUH BANUN FIL LAILI WA FURSAN BINNAHAR” yaitu mereka senantiasa beribadah dan bermanja2, serta bertaubat dan menangis dengan Tuhan [bagaikan ABID] di malam hari. Lalu mereka berjuang di siangnya bagaikan SINGA menegakkan sistem AKHLAK dan sistem hidup Islam di seluruh aspek kehidupan ~

————————————————————————————–

Di bawah ini adalah nasehat Imam AL GHAZALI Rahimahumullahu Ta’ala khusus buat kita yang mengaku pejuang-pejuang kebenaran :

“Jika engkau mau mengikuti petunjuk para Imam, kuatkanlah dirimu untuk menerima musibah-musibah dengan jiwa yang tabah, sewaktu menghadapi setiap kepahitan, dan dengan hati yang sabar, walaupun dadamu bergoncang.

“Lisanmu dikunci, matamu dikendalikan, rahasiamu disembunyikan hanya untuk diketahui oleh Tuhanmu saja.

“Namamu biarlah tidak terkenal, pintu rumahmu tertutup rapat, bibirmu tersenyum, perutmu kelaparan, hatimu terluka, pasarmu tiada sambutan, pangkatmu dipendam dan keaibanmu ditonjolkan.

“Setiap hari kamu menelan rasa pahit dari pengaruh zaman dan teman, sedangkan hatimu menurut dalam sadar.

“Pada waktu siang, hendaklah kamu sibuk mengislahkan (mendamaikan) manusia tanpa pamrih. Malam kamu tenggelam dalam keasyikan kepada Tuhan.”

“Ambillah kesempatan pada waktu malam. Jadikanlah ia jalan dan persiapan untuk hari kiamat yang padanya sukar sekali untuk mencari jalan.”

Berjuang itu Berat,

Hanya Hati yang benar-benar Pejuang yang Sanggup Terus Bertahan…

Indonesia NEGERI 1001 BENCANA (II) : Versi Pemimpin Negara…?!

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, banyaknya terjadi bencana selama ini, disebabkan karena selain keserakahan, juga dosa-dosa penghuni bumi. Oleh karena itu, tugas kita semua di muka bumi ini untuk mencegahnya, mengatasi dan berharap agar tidak terjadi kelalaian, kecerobohan dan keserakahan lagi sekarang ini dan di masa depan.

leader.jpg

Hal ini disampaikan Presiden Yudhoyono saat menerima peserta workshop dan pertemuan gerakan lingkungan hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) di Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/7) sore. Hadir dalam acara itu Menteri Kehutanan MS Kaban. Hentikan penebangan hutan secara ilegal, agar kerusakan lingkungan hidup manusia di bumi, tidak berlanjut,” tandas Presiden.

[*bagaimana kalau kata2nya diubah begini?*>> hentikan penebangan moral dan akhlak bangsa terutama generasi muda oleh tontonan2 yang tidak mendidik, politik kotor, pornografi, sex bebas, budaya2 kotor dan narkoba, hentikan dosa2 dan najis2 batin bangsa Indonesia, yaitu dosa2 melupakan Tuhan dan mengesampingkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, kembalikan hati nurani bangsa ini kepada hati yang Cinta dan Takut kepada Tuhan… ]

Baca selenkapnya Disini

—————————————————————————————-
mr-president-bengkulu-earth-quake.gif

~Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam lawatan gempa Bengkulu~

Meskipun sudah hancur lebur bangsa ini dengan bencana, namun dari kata2 beliau, tidak ada satupun yang menyebut tentang kuasa Tuhan yang Maha Menjadikan segala sesuatu…!? Mari kita sebagai rakyat kecil sama2 berdoa untuk beliau…

———————————————————————————

Baca : Sekulerisme dalam sudut pandang Islam & Dunia dilanda wabah penyakit kronis

———————————————————————————

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa negeri kita dan dunia hari ini amat sangat memerlukan seorang pemimpin yang berTAQWA yang zuhud dan mampu menjadi tauladan baik secara lahir maupun batin. Yang merupakan bayangan dari seagung-agung pemimpin yakni Rasulullah SAW. Yang Tuhan pandang padanya. Yang Tuhan wariskan bumi ini kepadanya, selaku khalifah-Nya. Allah sebutkan dalam Al Qur’an :

“Allah pembela bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Jatsiah: 19)

“Akan Aku wariskan bumi ini kepada orang-orang yang bertaqwa.”

(Surah Al-Anbia: 105)

Di sinilah semestinya peranan Ulama dalam mendidik Umara’ & masyarakat. Kalau tiada taqwa, maka tiada jaminan dari Allah. Menjadi orang Islam saja tidak cukup. Sebab dalam Al Qur’an, Allah hanya menjamin orang yang berTaqwa. Terbukti dengan penduduk yang mayoritas Islam, tetapi hari ini justru negeri inilah yang paling sengsara.

Karena kita belum menjadi bangsa yang bertaqwa. Marilah kita bergandeng bahu mengusahakan TAQWA, karena taqwa adalah Aset Dunia dan Akhirat.

——————————————————————-

Hayatilah nasehat ini : nasehat untuk pemimpin-pemimpin dunia

——————————————————————-

& don’t forget to compare respon pak Presiden dengan respon sopir bus dan Kondekturnya…

Mengapa Jiwamu Tidak Tenang?!

headache.jpgheadache2.jpg

Orang yang jiwanya tidak tenang perilakunya cenderung negatif, bisa bermacam-macam gejalanya misalnya : selalu gelisah, mudah mengeluh, menggerutu, mudah panik, mudah marah, melakukan apa saja serba salah, salah tingkah, melamun, tidak jarang sampai putus asa, gangguan kejiwaan dan bunuh diri.

Diantara penyebab jiwa kita tidak tenang adalah seperti berikut :

1. Banyak menzalimi orang lain, baik secara sikap, perkataan maupun tindak tanduk kita.

2. Banyak berbuat dosa dan maksiat baik lahir maupun batin

3. Menghina dan menzalimi atau durhaka kepada ibu bapak

4. Menzalimi dan menghina guru terutama guru yang telah menunjukkan jalan Akhirat

5. Sudah mulai ragu pada kewujudan Allah Taala Continue reading

Kemiskinan Dalam Sudut Pandang Islam

stopovertynothing.gif

Dalam sudut pandang Islam, kemiskinan terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :

  1. Miskin Iman,
  2. Miskin Ilmu dan
  3. Miskin Harta.

Diantara 3 kemiskinan ini yang paling berbahaya adalah miskin IMAN, yang kedua miskin ILMU dan yang ketiga adalah miskin HARTA.

Miskin IMAN

Yang dimaksud dari miskin Iman adalah orang yang jiwanya tidak ada kontak atau hubungan dengan Allah, atau jika ada hubungan pun terlalu tipis, yaitu hanya ingat pada Allah saat susah saja.

Jadi bila orang jiwanya sudah tidak ada kontak dengan Allah, maka artinya dia sudah tidak memberi Kasih Sayang atau Cinta kepada Allah. Kalau seorang Hamba sudah tidak memberi Kasih Sayang kepada Allah yang telah menciptakannya, maka bagaimana Allah mau memberi Kasih Sayang kepada mereka? Maka akhirnya Allah membiarkan mereka terombang-ambing, hidup sendiri-sendiri, tiada panduan dan pimpinan, dsb.

Inilah yang kita lihat di seluruh dunia ini, peperangan, kemiskinan, perkelahian, bentrokan, krisis, dan berbagai macam kemungkaran yang menyusahkan mereka sendiri.

Miskin ILMU

Manusia kalau ingin hidup, berkemajuan di bidang ekonomi, di bidang sains dan teknologi, dan di bidang yang lain maka mesti ada ilmu. Bagaimana bisa orang ingin hidup, membangun ekonomi, teknologi, dsb tetapi tidak ada ilmu?

Jadi miskin Ilmu ini menjadi penyebab yang kedua mengapa manusia mengalami kesusahan, miskin dan tidak tahu cara menyelesaikan masalah hidup.

Miskin HARTA

Jadi di sini baru kita fahami bahwa miskin harta, ( yakni tak dapat memenuhi makan minum, tak dapat membangun rumah, tak dapat berkemajuan dsb ) adalah BUAH dari manusia yang sudah tidak ada KONTAK dengan Allah dan buah dari manusia yang tidak ada ILMU.

potret-kemiskinan.JPG

Lalu Bagaimana Kaedah Islam Dalam Menyelesaikan Kemiskinan?

Oleh sebab itu jika kita mau memperbaiki dan menyelesaikan masalah kemiskinan, kita tidak cukup hanya memikirkan mengenai miskin harta semata, tapi menyelesaikan perihal miskin Iman dan miskin Ilmu mesti sangat diutamakan. Continue reading

Tips Cara Menghadapi, Mengatasi dan Mengobati Stress atau Tension…

stress-breaksomething.jpg

Setiap hari, ada saja peristiwa yang menguji kesabaran dan menekan jiwa kita. Anak kita membandel, suami acuh tak acuh, isteri ngomel, teman kita menghina dan mengumpat, bisnis tidak menguntungkan bahkan malah terancam bangkrut, saham jatuh, tidak lulus ujian dan lain-lain lagi. Begitulah nasib kita manusia. Sejauh mana pun kita coba untuk mengelak dari perkara-perkara yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kita, hal-hal tadi tetap akan terjadi juga.

Sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan, sedikit pun kita tidak ada kuasa untuk menolak ketentuan Tuhan. Kalau Tuhan ingin kita sakit, walau bagaimana pun kita coba menjauhi penyakit, kita tetap akan jatuh sakit. Kalau Tuhan tidak mau kita jadi kaya, walau bagaimana pun kita mengusahakan kekayaan, ia tidak akan dimiliki juga. Dan memang usaha manusia itu tidak dapat menentukan hasil akhir atau tidak memberi bekas sedikitpun .

Lantas, persiapan apa yang perlu kita buat untuk menghilangkan stress ketika menghadapi pelbagai bentuk nasib malang yang pasti menimpa kita? Dintaranya ialah:

1. Mengenal diri kita sebagai penerima nasib malang dan juga mengenal Tuhan sebagai pemberinya .

Kita harus kenal bahwa diri kita adalah hamba ciptaan yang sangat lemah dan tidak punya apa-apa. Malah dalam penciptaan diri kita sendiri, kita tidak ada campur tangan, tidak ada saham, sama sekali tidak keluar modal. Keputusan untuk mencipta diri kita pun semuanya ditentukan oleh Tuhan. Selain seluruh badan kita yang begitu unik dan kompleks ini, Tuhan jugalah yang memberi kita daya upaya, fikiran dan perasaan. Lantaran itu, apabila Tuhan timpakan sesuatu kesusahan ke atas diri kita, inilah peluang untuk kita sadar bahwa diri kita adalah hamba yang lemah dan tidak punya kuasa apa-apa . Mungkin selama ini kita sudah merasa berkuasa,me rasa mampu dan merasa pandai dan bisa, sehingga kita lupa untuk bergantung dan berharap kepada Tuhan. Continue reading