Pak Harto dalam kenangan (I): Pak Harto ikut Jadwal Allah

pak-harto-imam.jpg

~ In memoriam pak Harto, selaku pemimpin negara beliau juga imam kepada kabinetnya. Maka Apabila sebuah istana terbuka pintunya untuk menerima iman, lalu berubahlah seluruh rakyat dan negaranya ~

Link : Jadual Allah

Pak Harto Naik Lagi, Selamat Jalan Pak Harto..

Membaca Jadual Allah untuk ummat Islam maka kita akan terjumpa satu agenda yang berbunyi :

” Akan berlaku di akhir zaman, Islam muncul dari bumi sebelah Timur”

(Hadis Rasulullah SAW dipetik dari kitab Sababul Inhithath Al Muslimin karangan Sayid Hassan Ali An Nadawi)

Sejak wafatnya baginda Rasulullah hinggalah ke hari ini, orang-orang alim dan beriman sentiasa mencari-cari dan menunggu-nunggu kapan terjadinya jadual itu. Orang-orang Mukmin mengharap biarlah terjadi kebangkitan itu di za­man dan di tangan mereka. Namun terbukti bahawa ianya belum pernah terjadi sebelum ini, walaupun sudah ramai umat Islam dari Iran, Iraq, Sudan, Indonesia dan lain-lain tempat yang mencoba agar terjadi di tangan mereka.

Perihal Jadual ALLAH ini, ia pasti terjadi. Tidak akan ALLAH dan Rasul berbohong dan mungkir janji. Kita tidak boleh mengesampingkan Hadis yang sangat masyhur ini. Bahkan orang-orang Yahudi dan kristian pun sangat yakin dengan ungkapan agung ini, masakan umat Islam pula meragui­nya.

Pak Harto, Presiden Indonesia [saat artikel ini ditulis*], ketua kepada 180 juta manusia, tahu dan yakin akan khabar gembira [bu­syro] untuk umat Islam ini. Dan lagi pula cuaca du­nia akhir-akhir ini, terutama di awal kurun ke-15 Hijrah ini, seperti berbunga dan berbau Islam.

Menteri Keuangan Malaysia [saat artikel ini ditulis *], Anwar Ibrahim sejak dulu-dulu lagi selalu melaung-laungkan: “Zaman ini, the rising tide of Islam.” Lee Kuan Yew, bekas PM Singapura itu pun, sekali­pun bukan Islam tetapi beliau nampak tanda-tanda ke­banjiran kebangkitan Islam akan melanda dunia. “la tidak dapat dibendung lagi,” katanya.

Prediksi beberapa tokoh hampir-hampir menjadi ken­yataan, bahawa Islam bangkit di Timur. Antara yang mem­buat prediksi mengenai potensi bumi sebelah Timur itu ialah:

1. Dr. Abdul Sallam Harras, pensyarah Universitas Qa­rawiyyin, Maghribi. Beliau pernah berkata kepada rombo­ngan Pendakwah dari Malaysia yang menziarahi rumahnya, “Islam akan bangkit kembali bermula dari kamu (Timur).”

2. Malik Bennabi, – penulis terkenal Algeria. Katanya: “Selepas Perang Dunia Kedua, Islam akan berpusat di Asia Tenggara. Bukan lagi berpusat di Makkah, Mesir, Turki atau Yaman Selatan.”

3. Judith Nagata, penulis Amerika. Menurutnya, “Islam tidak bangkit lagi di Timur Tengah.”

4. Asy Syahid Hassan Al Banna pernah berkata, “Ke­kuasaan dunia dipegang secara bergilir-gilir oleh manusia Timur dan Barat. Mula-mula bangsa Qibti [Timur] berkua­sa. Kemudian ia dikalahkan oleh bangsa Yunani [Barat]. Bangsa Yunani dikalahkan oleh orang-orang Parsi [Timur]. Parsi kemudiannya dikalahkan oleh Rom [Barat]. Rom kemudiannya dikalahkan oleh bangsa Arab/Islam [Timur]. Se­telah itu kekuatan Islam mula merosot, dan pihak Barat pula mengambil alih kuasa dunia.”

Berdasarkan sifir Hasan Al Banna ini, dan melihat pada suasana dunia hari ini yang memperlihatkan Barat sedang menuju kehancuran, maka Timurlah yang akan meng­ambil alih kekuasaan dunia dari tangan Barat.

5. Mahmud Bajanji; bekas Perdana Menteri Iraq. Per­nah beliau berkata di satu majlis, “Semua bangsa yang me­meluk agama Islam telah mengalami zaman keemasan. Ke­cuali bangsa ini [sambil menunjuk wakil Indonesia]. Saya yakin bangsa inilah [Melayu] di belakang hari yang akan memimpin dunia Islam.”

6. Nostradamus, Futurist Perancis berketuru­nan Yahudi yang terkenal itu, pun pernah meramalkan mengenai kemunculan seorang penyelamat akhir zaman di Timur.

Katanya:

“The long awaited one will never come into Europe; instead he will appear in Asia… He will dominate over all the Rulers of the Orient.”

“Tokoh yang sekian lama dinanti-nanti ti­dak akan muncul di Eropa, sebaliknya dia akan muncul di Asia… Dia akan menguasai semua pemerintah di Ti­mur.”

7. Joyoboyo, kitab Babad Tanah Jawi, memberitakan bahawa In­donesia [Timur] akan menjadi negeri “gemah ripah loh ji­nawi” (adil dan makmur), “subur kang sarwa tinandur mu­rah kang sarwa tinuku” (yang ditanam subur dan barang-­barang bisa dibeli dengan harga murah). Ini berlaku selepas Nusantara mengalami tiga proses kepimpinan iaitu:

babad-tanah-jawi.jpg

a. Satria Kinunjara – satria yang membebaskan umat Islam dari penjajahan.

b. Satria Mukti Wibawa – satria yang penuh dengan wibawa.

c. Satria Piningit – satria yang disimpan oleh Tuhan dan merupakan orang kanan Ratu Adil (Imam Mahdi). Jika disesuaikan dengan hadis, ‘satria piningit’ yang dimaksudkan itu adalah Pemuda Bani Tamim.

8. E.J. Brill dalam ensiklopedia susunannya, E.J. Brill’s First Encyclopaedia of Islam (1913-1936), di halaman 115 menyebut bahawa umat Islam akan mendatangi Pemuda Bani Tamim yang datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Imam Mahdi.

Timur yang dimaksudkan bukan lagi Iran atau Iraq tetapi di Gugusan Kepulauan Melayu iaitu Malaysia, Indo­nesia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand clan Filipi­na.

Maka paling bijak dari segala ketua negara, Presiden Soeharto bukan saja tahu bahkan bersiap sedia untuk me­nyongsong rahmat yang kian tiba. Kekuatan inilah yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Yakni tampilnya se­orang ketua negara dengan penuh berani menjunjung Islam.

Tentu Pak Harto tahu risikonya namun selaku orang Is­lam, tentu bapak yakin pula bahawa kuasa ALLAH menga­tasi segala kuasa yang ada.

Gara-gara Islamnya kabinet Pak Harto, sesungguhnya memperlihatkan satu lagi petanda bahawa inilah zaman­nya Jadual ALLAH itu sedang berlaku. Bila sebuah istana terbuka pintunya untuk menerima iman, lalu berubahlah sebuah negara dan rakyatnya.

About these ads

7 comments on “Pak Harto dalam kenangan (I): Pak Harto ikut Jadwal Allah

  1. Karena inikah, salah satu poin yang menyebabkan kondisi politik luar negeri dan dalam negeri saat itu ingin melengserkan Pak harto? Apakah Musuh Islam sudah melihat tanda2 kebangkitan Islam, lalu menggunakan politik apapun untuk menghalangi kebangkitan Islam?

  2. Rasanya sih seperti itu.

    Coba perhatikan perubahan Pak Harto di awal tahun 90-an.

    1. Pak Harto selalu memakai peci.
    2. Pak Harto pergi Haji dan menambahkan nama Muhammad pada namanya.
    3. Dalam GBHN muncul kata-kata IMAN DAN TAQWA.
    4. Pak Harto mencetuskan ungkapan: PEMBANGUNAN MANUSIA SEUTUHNYA (pembinaan lahir batin)
    5. Pak Harto membuka jalan kepada organisasi2 Islam untuk tumbuh berkembang.
    6. Dalam memulai setiap pertemuan atau wawancara pak Harto SELALU MEMULAI DENGAN UCAPAN ASSALAMUALAIKUM.

    Itu tanda-tanda yang sangat mengkhawatirkan bagi musuh-musuh Islam. Sehingga dengan berbagai cara dibentuk opini yang amat sangat jahat kepada Pak Harto.

  3. inshaAllah, i will continue to post articles about “pak Harto in memoriam”.

    There’s a question : “why pak Harto totally changed on his spiritual live in the last cabinet 1993, after he performed Hajj to Mecca?”

    A couple months after that, suddenly reformation issues was appeared in the country…

    saudara Guest, saya kira anda sedikit banyak sudah mendapatkan poin-nya… :)
    bro Sufi, ur points are so clear…thanks..

  4. From his changing in spiritual life in 1993 to reformation in 1998 is 5 years, it is long time enough for people’s opinion after 20+ years under his regime. I am not in the position to pro or contra, but a conclusion that reformation merely happened because of Soeharto’s changing in spiritual life are very debatable.

    Soeharto is changing (alhamdulillah), but people needs better situation though we have not yet reached up until now. Those two conditions happened in the same period.

  5. Thanks Amal,

    Pak Harto was changed, absolutely it was a Hidayah of God. And i think, it has a big deal for Indonesian Muslims.

    As yet, 10 years since the blown up of reformation, we have been felt that political life, social life, humanity were degenerated.

    And the questions are :

    “Who” were actually standing behind the reformation?

    Were “they” worried of what happened [spiritual changed] to the Leader of 150 million Muslims?

    The Reformation, of course, It’s to reach a better condition.

    But now, we can questioned people about the results, whether really happened in Reformation Era.[ for me ] Till now, there are no any signs to be better condition,

    Ok, we will see the next episode of this country…
    i keep praying to my God for better Indonesia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s