Merenung Sejenak Perjalanan Hati & Amal

https://i1.wp.com/www.middle-fork.org/archives/dDropWater.gif

“Ya Allah jadikan kami orang yang ikhlas. Jadikan usaha kami kerana-Mu . Jangan diselit di hati kami selain-Mu. Pimpinlah kami wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Agar usaha-usaha kami tidak sia-sia. Amin.Ya Rabbal’alamin. Ya Mujibassailin, Wahai Tuhan yang menunaikan segala permintaan orang yang meminta”

******************************************************

Diriwayatkan oleh Sayidina Muaz bin Jabal R.A,

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya.Wahai Muaz!”

Muaz menjawab: “Ya Saiyidil Mursalin.”

Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya.

Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah:

‘Saya penjaga tukang umpat. Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya kerana saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’ Continue reading

Advertisements

Seikhlas Kelapa Tua…

kelapa-tua.jpg

Kelapa tua, ya semua orang tahu kelapa tua. Semua orang juga tahu apa kegunaannya. Kelapa tua sangat penting dan sangat berguna dalam hidup manusia.

Walaupun begitu, keberadaannya jarang dipedulikan atau diindahkan orang. Kelapa tua tidak pernah menjadi topik perbincangan. Kalau misalnya kelapa tua ini mempunyai perasaan, maka tidak banyak orang yang akan dapat merasakan dan menyelami perasaannya. Itulah kelapa tua.

Tetapi kelapa tua juga tidak pernah susah hati dan sedih kalau orang tidak mempedulikannya. Dia hanya tergantung di atas pohon dan terbuai-buai bila ditiup angin.

Biasanya kelapa tua tergantung di atas pohonnya sambil menikmati keindahan alam buana ini dari posisinya yang tinggi itu, sampai kemudian datang orang menjoloknya dengan galah yang panjang atau memanjatnya. Manusia selalu saja tidak sabar menunggu kelapa tua itu jatuh sendiri. Tentu saja sangat tidak nyaman dijolok-jolok seperti itu.

Bila tangkainya sudah lemah setelah dijolok beberapa kali, maka gugurlah kelapa tua itu berputar-putar ke bumi. Gugur dan jatuh itu juga bukannya rendah. Bukan hanya dua atau tiga meter tapi sampai dua puluh meter. Bunyinya berdentum sampai ke tanah. Waduh! Kalau sembarang buah, mungkin sudah hancur pecah berkeping-keping. Kalau kepala orang, apa lagi. Continue reading