Letter from Caliph Umar to River Nile

nile23

There was a time when Egypt was conquered by Muslims, Caliph Umar Al-Khattab put Amru Al-Ash as the governor of that new Muslim territory. Amru Al-Ash was famous as a valiant commander and an efficient and wise administrator.

After some period, the month of Bowana (June) came. At the beginning of the month a delegation of the “Qabti” tribe met the governor and said that one habit of the river Nile is such that if not fulfilled it (the Nile) stops flowing.

The governor asked. “What’s that?”.

They said: “After 12 nights of this month Bowana (June) has passed, we grab a beautiful young girl, persuade her parents, decorate this young girl with good clothes and jewelry and put her in the river Nile. After that the river flows with full force”

Continue reading

Sayidina Ali dan Sepuluh Buah Delima dari Syurga

delima

Dikisahkan oleh Ka’ab bin Akhbar.

Ketika Siti Fatimah Az Zahra, Puteri Rasulullah SAW, sekaligus istri kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib sakit, ia ditanya oleh Sayidina Ali,  ” Wahai Fatimah, adakah engkau menginginkan sesuatu?”

“Wahai Suamiku, aku ingin buah delima”, Jawabnya.

Sayidina Ali termenung, sebab ia merasa tidak memiliki wang sedikitpun. Namun, ia segera berangkat dan berusaha untuk mencari wang satu dirham. Maka akhirnya Sayidina Ali mendapatkan wang itu dan kemudian ia pergi ke pasar untuk membeli buah delima dan segera kembali pulang.

Namun di tengah perjalanan menuju rumahnya, tiba-tiba ia melihat seseorang yang tengah terbaring sakit di tepi jalan, maka Sayidina Ali pun berhenti dan menghampirinya. Continue reading

Taqwa Rahasia kepemimpinan

Apabila pemimpin yang berkuasa itu
Mempunyai sifat taqwa yang tinggi
Maka Tuhan pun membantu
Dengan mengalirkan rahmat dun berkat kepadanya
Dari berkat itu melimpah
dun mengalir ke seluruh rakyat di dalam negara
maka Tuhan pun campur tangan
ikut mengawal dun menjaga
dimudahkan rezeki maka jadilah negara makmus rakyat mewah
pintu hati manusia pun tertutup untuk melakukan jenayah
maka berlakulah keselamatan dun keamanan di merata negara
kebimbangan dun ketakutan pun hilang
Tuhan masukkan di dalam hati manusia
Malu membuat maksiat
Maka bersihlah negara dari sebarang kemungkaran
Mata selamat hati tidak ternoda iman tidak tercacat
Kelihatan manusia penuh tawaduk
Malu bermaruah dun berdisiplin
Berkasih sayang sesarna manusia
bekerja sama dun hormat-menghormati
Continue reading

Kearah Negara Yang Bertaqwa…

Pada masa khalifah Sayidina Abu Bakar As-Siddiq r.a. Sayidina Umar Al Khattab r.a memegang jawatan Khadi ( Hakim ). Suatu hari Sayidina Umar mengemukakan satu usul kepada Khalifah Abu Bakar r.a. Berkata Sayidina Umar, “aku memohon dibebaskan dari jawatan ini”.

Khalifah Abu Bakar r.a sungguh terkejut mendengar usul Sayidina Umar tersebut dan bertanya, “terlalu beratkah tugas tersebut, ya Umar?”

Sayidina Umar menjawab, “Tidak ya Khalifah Rasulullah. Tetapi aku sudah tidak diperlukan untuk menjadi Khadi kepada Kaum Muslimin. Mereka semua sudah bertaqwa dan tahu kewajipan masing-masing sehingga tiada yang menuntut lebih daripada haknya.

Mereka tahu kewajipan sehingga tiada seorang pun yang merasa perlu menguranginya. Mereka menyintai saudaranya yang lain seperti menyintai dirinya. Kalau salah seorang tidak hadir, mereka mencarinya. Kalau ada yang sakit mereka menziarahinya. Kalau ada yang tidak mampu, mereka membantunya. Kalau ada yang memerlukan pertolongan, mereka segera menolongnya. Kalau ada yang kena musibah mereka menyampaikan rasa dukacita. Agama mereka adalah nasihat. Continue reading

Dua SUPER POWER Dunia. Kita Berada Dimana ?!

~ Kalau umat Islam mau jadi empire besar dunia, mereka mesti berusaha menjadi orang-orang yang bertaqwa. Mereka mesti berusaha melahirkan golongan orang-orang yang bertaqwa. Berusaha meningkatkan kekuatan lahir saja tidak memadai walaupun ini tidak salah. Kekuatan lahir semata-mata tidak akan ada hasil apa-apa. Sampai kapan pun kita tidak akan dapat menandingi, jauh sekali untuk mengalahkan kuasa besar kafir ~

super-power.jpg

Di sisi Tuhan, hanya ada dua golongan saja yang diberi kekuasaan di atas muka bumi ini. Yaitu golongan kafirgolongan orang-orang yang bertaqwa dan . Selain dari dua golongan ini tidak ada golongan lain yang dizinkan Tuhan untuk menguasai dunia ini.

Kalau kita analisa setiap golongan yang wujud di dunia ini, golongan yang tidak termasuk ke dalam golongan kafir dan golongan bertaqwa ialah golongan orang-orang ISLAM. Tidak ada lagi golongan di dunia ini selain dari golongan kafir, golongan Islam dan golongan orang-orang yang bertaqwa. Ini bermakna golongan orang Islam tidak akan menjadi kuasa dunia.

Golongan-golongan ini adalah :

Golongan Kafir yaitu golongan yang menolak Allah bulat-bulat seperti Komunis dan golongan yang musyrik yaitu yang menyekutukan Allah seperti Kristian, Yahudi, Majusi, penyembah berhala dan lain-lain lagi.

Golongan orang-orang yang bertaqwa sudah tentu mereka itu orang-orang Islam. Tetapi orang-orang Islam tidak mesti tergolong ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.

Allah tidak ada memberi jaminan kepada orang-orang Islam. Akan tetapi Allah banyak menjanjikan pertolongan dan kemenangan kepada orang-orang yang bertaqwa seperti dalam firman-Nya :

“Allah pembela bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Jatsiah: 19)

“Akan Aku wariskan bumi ini kepada orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Al-Anbia: 105)

Golongan orang-orang Islam ialah golongan yang telah mengucap dua kalimah syahadah dan telah memeluk agama Islam. Akan tetapi tahap keimanan mereka sangat rendah. Mereka beramal dengan sebagian ayat Quran dan meninggalkan sebagian ayat yang lain. Mereka mencampur-adukkan amalan Islam dengan amalan-amalan yang lain yang kadangkala sangat bertentangan dengan ajaran dan kehendak Islam. Continue reading

Peringkat – Peringkat HABLUMINNALLAH

steps-led.jpg

~ Orang yang beriman itu ialah orang-orang yang mereka itu teringat Allah pada waktu berdiri, duduk, baring. Dan mereka bertafakur, maka bertambah lagi rasa kebesaran Tuhan, bertambah lagi rasa bertuhan ~

Hubungkan dengan Allah ada beberapa peringkat. Kalau tidak mengikuti peringkat yang disebutkan ini maka kita tidak dianggap berhubung dengan Tuhan walaupun percaya Tuhan itu ada, walaupun kita percaya Tuhan wujud, walaupun kita percaya Tuhan itu berkuasa,

I. Peringkat paling dasar [Percaya adanya Tuhan].

Diluar yang asas ini tidak dianggap seseorang itu berhubung dengan Tuhan.

Peringkat paling dasar adalah :

Percaya adanya Tuhan, Tuhan itu mempunyai sifat yang Maha sempurna, kesempurnaanya tak terhingga dan Maha suci Tuhan daripada mempunyai sifat2 kekurangan walaupun sebesardebu

Ini perhubungan yang paling lemah, akidah yang paling asas atau perhubungan yang paling asas dengan Tuhan. Kalau keluar dari peringkat ini maka dia bukan orang Islam, bukan orang mukmin. Tapi agar umat Islam kembali pada kewibawaan, peringkat ini tak cukup. Itu sekedar asas supaya orang tak jadi kafir saja, yakni memastikan imannya.

II. Peringkat kedua [Percaya adanya Tuhan dengan Ilmu].

Percaya Tuhan, Tuhan punya sifat sempurna 20 sifat yang dulu diajarkan guru kita. Mustahil bagi Tuhan, mempunyai sifat2 yang berlawanan dengan sifat2 yang wajib tadi itu dengan hujah2 akal dan naqli. Nash Qur’an & Hadist. Jadi perhubungan dengan Tuhan peringkat kedua ini lebih tinggi sedikit dari tahap pertama, tapi ini pun tak cukup untuk dapat mengembalikan wibawa umat Islam. Itu sekedar ada hujah, ada dalil, ada bukti dari sifat2 Tuhan yang sempurna itu.

III. Peringkat ketiga : Hubungan orang SOLEH dengan Tuhan.

Setelah dia mengenal Tuhan melalui tahap 1 & 2, datanglah rasa takut dengan Tuhan, datanglah rasa cinta dengan Tuhan. Continue reading

Indonesia NEGERI 1001 BENCANA (II) : Versi Pemimpin Negara…?!

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, banyaknya terjadi bencana selama ini, disebabkan karena selain keserakahan, juga dosa-dosa penghuni bumi. Oleh karena itu, tugas kita semua di muka bumi ini untuk mencegahnya, mengatasi dan berharap agar tidak terjadi kelalaian, kecerobohan dan keserakahan lagi sekarang ini dan di masa depan.

leader.jpg

Hal ini disampaikan Presiden Yudhoyono saat menerima peserta workshop dan pertemuan gerakan lingkungan hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) di Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/7) sore. Hadir dalam acara itu Menteri Kehutanan MS Kaban. Hentikan penebangan hutan secara ilegal, agar kerusakan lingkungan hidup manusia di bumi, tidak berlanjut,” tandas Presiden.

[*bagaimana kalau kata2nya diubah begini?*>> hentikan penebangan moral dan akhlak bangsa terutama generasi muda oleh tontonan2 yang tidak mendidik, politik kotor, pornografi, sex bebas, budaya2 kotor dan narkoba, hentikan dosa2 dan najis2 batin bangsa Indonesia, yaitu dosa2 melupakan Tuhan dan mengesampingkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, kembalikan hati nurani bangsa ini kepada hati yang Cinta dan Takut kepada Tuhan… ]

Baca selenkapnya Disini

—————————————————————————————-
mr-president-bengkulu-earth-quake.gif

~Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam lawatan gempa Bengkulu~

Meskipun sudah hancur lebur bangsa ini dengan bencana, namun dari kata2 beliau, tidak ada satupun yang menyebut tentang kuasa Tuhan yang Maha Menjadikan segala sesuatu…!? Mari kita sebagai rakyat kecil sama2 berdoa untuk beliau…

———————————————————————————

Baca : Sekulerisme dalam sudut pandang Islam & Dunia dilanda wabah penyakit kronis

———————————————————————————

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa negeri kita dan dunia hari ini amat sangat memerlukan seorang pemimpin yang berTAQWA yang zuhud dan mampu menjadi tauladan baik secara lahir maupun batin. Yang merupakan bayangan dari seagung-agung pemimpin yakni Rasulullah SAW. Yang Tuhan pandang padanya. Yang Tuhan wariskan bumi ini kepadanya, selaku khalifah-Nya. Allah sebutkan dalam Al Qur’an :

“Allah pembela bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Jatsiah: 19)

“Akan Aku wariskan bumi ini kepada orang-orang yang bertaqwa.”

(Surah Al-Anbia: 105)

Di sinilah semestinya peranan Ulama dalam mendidik Umara’ & masyarakat. Kalau tiada taqwa, maka tiada jaminan dari Allah. Menjadi orang Islam saja tidak cukup. Sebab dalam Al Qur’an, Allah hanya menjamin orang yang berTaqwa. Terbukti dengan penduduk yang mayoritas Islam, tetapi hari ini justru negeri inilah yang paling sengsara.

Karena kita belum menjadi bangsa yang bertaqwa. Marilah kita bergandeng bahu mengusahakan TAQWA, karena taqwa adalah Aset Dunia dan Akhirat.

——————————————————————-

Hayatilah nasehat ini : nasehat untuk pemimpin-pemimpin dunia

——————————————————————-

& don’t forget to compare respon pak Presiden dengan respon sopir bus dan Kondekturnya…

Peringkat-Peringkat Orang Yang Berpuasa

ramadhan_2.jpg

 

PUASA ORANG AWAM

Baginya puasa adalah tidak makan minum, dan tidak berhubungan suami istri ketika siang hari dengan niat karena Allah. Tetapi mulutnya tidak berpuasa, karena masih suka menyindir orang, ngatain orang, berkata yang tidak baik. Telinganya tidak berpuasa karena masih mendengarkan hal-hal yang tidak baik, yang sia-sia. Fikirannya tidak dijaga, karena masih memikirkan hal-hal yang melanggar syariat. Hatinya tidak berpuasa, karena tidak dijaga dari perkara yang dapat melalaikannya dari Allah.

Begitulah, ia cuma menahan lapar dan haus saja. Tidak ada hal bermanfaat yang ia kerjakan di Bulan Ramadhan. Sambil nunggu waktu bedug, ia isi dengan nonton TV, tidur ( walaupun tidurnya orang berpuasa itu ibadah , tapi kenapa kita tidak gunakan waktu yang luang itu untuk baca AlQuran, hadiri majelis ilmu; majelis taman syurga yang dinaungi malaikat, menolong orang tua menyiapkan makanan tuk berbuka, membuat kegiatan sosial dan lain-lain.

Kalau kita sia-siakan puasa seperti ini, Allah tidak akan menilai ibadah kita, kita hanya akan dapat lapar dan dahaga saja. Sudah tentu puasa yang seperti ini tidak akan membawa perubahan kebaikan pada diri kita, malah dengan puasa sifat-sifat jahat ( mazmumah ) kita makin menjadi-jadi, karena kita menyia-nyiakan puasa kita ini dengan hal-hal yang tidak berguna. Rugilah kita sudah tidak memperlakukan tamu agung yang Allah datangkan itu dengan perlakuan yang terbaik dan istimewa, di akhirat nanti baru kita menyesal. Kalo udah menyesal di akhirat, apa gunanya? Continue reading

Kita Perlu Memiliki MURSYID

Jalan menuju Allah bukan bersifat maddi atau material, tetapi ia bersifat maknawi atau rohani. Mata lahir dan akal tidak nampak, yang nampak adalah ruh atau hati yang bersih. Kalau untuk berjalan di jalan raya yang bersifat material, yang nampak oleh mata lahir, dan dilengkapi dengan panduan rambu-rambu lalu lintas, setiap hari banyak terjadi kecelakaan seperti masuk jurang, tergelincir, tabrakan dan sebagainya, apalagi perjalanan hati atau rohaniah yang mata dan akal tidak dapat melihatnya. Seribu kali lebih susah.

Kita perlu pimpinan dari orang yang nampak dan faham jalan-jalan rohaniah untuk menuju Allah. Orang ini disebut Guru mursyid. Tanpa pimpinannya, kadang-kadang sehari 200 kali manusia mengalami kecelakaan rohaniah seperti masuk jurang rohaniah atau tergelincir dari jalan rohaniah tidak dapat mereka rasakan, sebab kecelakaan itu bersifat maknawi yang tidak nampak oleh mata atau akal.

Continue reading