Kekasih Allah Tidak Takut Dan Tidak Pula Berdukacita

team-kebangkitan-islam.jpg

Allah Ta’ala ada berfirman dalam QS Yunus : 62,yang artinya:

“Ketahuilah olehmu bahwa para kekasih Allah itu tidak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula ( mereka ) berdukacita”

Di antara kehendak ayat ini, ialah :

  • Orang bertaqwa itu tidak takut dengan manusia dan kuasa manusia, kalau ia didatangkan ujian dari manusia tidak pula berdukacita
  • Orang mukmin tidak takut dengan kemiskinan, jika terjadi kemiskinan tidak pula berdukacita
  • Orang mukmin tidak takut dengan kesakitan, kalau terjadi tidak pula susah hatinya
  • Orang yang bertaqwa tidak bimbang dengan penghinaan dari manusia, kalau terjadi tidak pula sakit hatinya
  • Orang mukmin tidak takut dimurka oleh manusia, kalau terjadi tidak pula susah hati
  • Kekasih Tuhan itu tidak takut dan bimbang tentang rezekinya, kalau tidak ada redha hatinya
  • Orang mukmin itu tidak takut tidak dikasihi orang, kalau terjadi tidak pula cacat jiwanya
  • Wali Allah itu tidak bimbang kalau tidak ada harta,kalau hilang hartanya tidak pula jiwa derita
  • Orang mukmin tidak bimbang dengan takdir Tuhannya, kalau terjadi tidak pula bersedih hati
  • Wali Allah itu tidak takut meninggalkan dunia, harta benda dan sanak-saudaranya, dan tidak pula bersedih dengan kematiannya

Orang mukmin takut hanya dengan Tuhannya, dia berdukacita kalau terbuat dosa, dia takut kalau Tuhan tidak redha, dia susah hati kalau lalai dengan Tuhannya,dia bimbang kalau tercabut imannya, dia bersedih kalau cuai dengan ibadahnya. Continue reading

Advertisements

Rasulullah itu Ummiy, Ummiy BUKAN buta huruf !

Q

Semoga Allah mengampunkan kita di atas salah tanggap dan salah tafsir terhadap status baginda Rasulullah SAW sebagai seorang rasul yang Ummiy. Selama ini kita difahamkan bahwa Ummiy itu berarti orang yang tidak tahu membaca dan menulis, artinya buta huruf. Jika begitu fahaman kita artinya kita menganggap baginda orang yang tidak belajar, berarti seorang yang bodoh.

Ensiklopedia Barat juga mendefinasikan Muhammad sebagai seorang yang illiterate. Bagi orang yang tidak prihatin, hal ini mungkin tidak menjadi apa-apa masalah baginya, tapi bagi yang prihatin, yang hatinya terbuka, kita rasakan seolah-olah ada yang tidak kena dengan maksud Ummiy itu. Mana mungkin seorang rasul yang kemuliaannya sampai namanya disandingkan dengan nama Tuhan, dikatakan buta huruf? Continue reading

Kebersihan Dalam Agama Islam Berdasar ISO Allah SWT

“Sesungguhnya mendapat kemenanganlah orang yang membersihkan dirinya “

QS Al A’la ayat : 14

Dalam Islam, kebersihan adalah bersifat global atau luas. Artinya kebersihan itu meliputi semua aspek dalam Islam. Barangsiapa benar-benar dapat mengamalkan kebersihan yang global secara Islam ini maka oleh Allah mereka dijanjikan kemenangan baik di dunia terlebih lagi di akhirat.

Kebersihan menurut Islam paling tidak ada 8 peringkat, yaitu :

1.Kebersihan I’tiqad atau Akidah.

Kebersihan dalam aspek ini adalah yang paling utama, yaitu kebersihan aqidah dari syirik atau kekufuran. Jangan sampai aqidah kita tidak bersih, baik kepada Zat Allah, Sifat Allah, maupun perbuatan-Nya. Seringkali kita terjebak secara tidak sadar dalam hal-hal kecil, dimana jika tidak kita pahami secara i’tiqad maka hal-hal kecil itu dapat menjerumuskna kita kepada syirik khafi ( halus ). Misalnya kita sering mengatakan, secara tidak sadar : “ Ijazah inilah yang akan mengubah nasibmu”, “Obat ini yang telah menyembuhkan sakitku selama ini”, “Dokter telah memvonis bahwa hidupnya tinggal 6 bulan lagi”, “Air minum ini dapat menghilangkan hausmu”, ”Andaikan semalam mereka tidak lewat puncak, pasti mereka tidak akan mengalami kecelakaan maut itu”

Atau kita sering bimbang dengan rizki kita, padahal selama kita masih hidup Allah telah menjamin rizki kita. Atau kita tidak yakin dengan ketentuan Allah, kita tidak redha dengan apa yang Allah telah tentukan kepada kita.

2.Bersih dari sifat Mazmumah ( sifat jahat dalam hati )

Mazmumah ada 2 jenis yaitu mazmumah atau sifat tercela terhadap Allah dan mazmumah terhadap sesama manusia, yaitu

Antara penyakit hati (mazmumah ) terhadap Allah adalah : Continue reading