Renungan di saat dunia pancaroba…

sunset in KL

Kalau kamu punya seorang saja yang kamu benci,
itu sudah terlalu banyak…

Kalau kamu punya sejuta orang yang kamu sayang,
itu masih terlalu sedikit…

Nikmatilah hidupmu dengan saling menyayangi dan bersangka baik dengan orang lain. Karena sesungguhnya Allah itu Ar Rahman. DIA Maha Pemurah sekalipun kepada orang yang menderhakai- Nya.

Jangan hancurkan hidupmu dengan membenci dan bersangka buruk terhadap orang lain. Karena sesungguhnya Allah itu Al Alim. DIA Maha Mengetahui sekalipun apa yang terlintas di dalam hatimu.

Kalau kakimu sakit bersabarlah.
Karena kesakitan itu hanya berbahaya untukmu di dunia

Tapi kalau hatimu sakit segeralah sembuhkan.
Karena sakit hatimu itu bisa merusak hidupmu di dunia dan di Akhirat

Benci, sakit hati, hasad dengki, sangka buruk itu seperti api dalam sekam. Bisa membakar seluruh hidupmu tanpa kau sedari

*Sajak gubahan Ibu Ir. Latifah Abdul Qahhar

Advertisements

100.000 Hits – Nilailah Perjuanganmu…!

100ribu

100.ooo Hits……!

Nilailah Perjuangan Kita

Berjuang artinya mencari Tuhan. Berjuang bermakna mencintai Tuhan. Berjuang berarti berusaha menjadikan Tuhan sebagai idola. Kerana itulah berkorban habis-habisan untuk membuktikan kecintaan terhadap idola kita. Berkorban apa sahaja demi keredhaan-Nya.

Jangan pula berjuang hingga kehilangan Tuhan, atau makin gigih berjuang makin jauh dari Tuhan. Akibatnya berjuang tidak lagi bersama Tuhan. Apabila terjadi di dalam perjuangan kehilangan Tuhan, artinya kita mengajak manusia menjadikan diri kita idolanya. Aduh malangnya, secara tidak disedari kita menjadikan diri kita sebagai Tuhan. Sekalipun kita tidak pernah mengajak manusia menuhankan diri kita.

Janganlah hendaknya terjadi di dalam perjuangan kehilangan Tuhan. Perjuangan kita di dalam kerugian, pengorbanan kita menjadi sia-sia, kita akan dilaknat oleh Tuhan dan oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.

Nilailah semula perjuangan kita, koreksi lahir dan batinnya sebelum terlajak jauh tersilap, agar sempat membetulkannya…..

Ingatan dari Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi