Indonesia NEGERI 1001 BENCANA (II) : Versi Pemimpin Negara…?!

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, banyaknya terjadi bencana selama ini, disebabkan karena selain keserakahan, juga dosa-dosa penghuni bumi. Oleh karena itu, tugas kita semua di muka bumi ini untuk mencegahnya, mengatasi dan berharap agar tidak terjadi kelalaian, kecerobohan dan keserakahan lagi sekarang ini dan di masa depan.

leader.jpg

Hal ini disampaikan Presiden Yudhoyono saat menerima peserta workshop dan pertemuan gerakan lingkungan hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) di Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/7) sore. Hadir dalam acara itu Menteri Kehutanan MS Kaban. Hentikan penebangan hutan secara ilegal, agar kerusakan lingkungan hidup manusia di bumi, tidak berlanjut,” tandas Presiden.

[*bagaimana kalau kata2nya diubah begini?*>> hentikan penebangan moral dan akhlak bangsa terutama generasi muda oleh tontonan2 yang tidak mendidik, politik kotor, pornografi, sex bebas, budaya2 kotor dan narkoba, hentikan dosa2 dan najis2 batin bangsa Indonesia, yaitu dosa2 melupakan Tuhan dan mengesampingkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, kembalikan hati nurani bangsa ini kepada hati yang Cinta dan Takut kepada Tuhan… ]

Baca selenkapnya Disini

—————————————————————————————-
mr-president-bengkulu-earth-quake.gif

~Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam lawatan gempa Bengkulu~

Meskipun sudah hancur lebur bangsa ini dengan bencana, namun dari kata2 beliau, tidak ada satupun yang menyebut tentang kuasa Tuhan yang Maha Menjadikan segala sesuatu…!? Mari kita sebagai rakyat kecil sama2 berdoa untuk beliau…

———————————————————————————

Baca : Sekulerisme dalam sudut pandang Islam & Dunia dilanda wabah penyakit kronis

———————————————————————————

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa negeri kita dan dunia hari ini amat sangat memerlukan seorang pemimpin yang berTAQWA yang zuhud dan mampu menjadi tauladan baik secara lahir maupun batin. Yang merupakan bayangan dari seagung-agung pemimpin yakni Rasulullah SAW. Yang Tuhan pandang padanya. Yang Tuhan wariskan bumi ini kepadanya, selaku khalifah-Nya. Allah sebutkan dalam Al Qur’an :

“Allah pembela bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Jatsiah: 19)

“Akan Aku wariskan bumi ini kepada orang-orang yang bertaqwa.”

(Surah Al-Anbia: 105)

Di sinilah semestinya peranan Ulama dalam mendidik Umara’ & masyarakat. Kalau tiada taqwa, maka tiada jaminan dari Allah. Menjadi orang Islam saja tidak cukup. Sebab dalam Al Qur’an, Allah hanya menjamin orang yang berTaqwa. Terbukti dengan penduduk yang mayoritas Islam, tetapi hari ini justru negeri inilah yang paling sengsara.

Karena kita belum menjadi bangsa yang bertaqwa. Marilah kita bergandeng bahu mengusahakan TAQWA, karena taqwa adalah Aset Dunia dan Akhirat.

——————————————————————-

Hayatilah nasehat ini : nasehat untuk pemimpin-pemimpin dunia

——————————————————————-

& don’t forget to compare respon pak Presiden dengan respon sopir bus dan Kondekturnya…

Advertisements

Indonesia NEGERI 1001 BENCANA (I) : Versi Sopir Bus dan Kondekturnya…?!

Hari ini negeri dan bangsa kita tercinta seolah tiada habis-habisnya didera oleh berbagai macam bencana, kesusahan, kemiskinan, kerusuhan, ketegangan, kelaparan, dsb. Bahkan mungkin boleh dibilang negeri kita ini sebagai NEGERI 1001 BENCANA ?. Baik berupa bencana alam maupun bencana kemanusiaan dan terlebih lagi bencana moral.

banjir.jpgHampir di semua sudut negeri ini bencana datang silih berganti tiada henti. Banjir dan tanah longsor, gelombang pasang, angin ribut, gempa bumi, gunung meletus, flu burung dan lain sebagainya. Bencana sosial, korupsi, suami bunuh isteri, anak bunuh ayah, kakek perkosa cucu, ibu buang bayi, sex bebas, narkoba, pornografi, bentrokan, mahasiswa lawan aparat, aparat lawan pedagang dan masih banyak lagi. Seolah-olah inilah zaman GORO-GORO yang diramalkan oleh JAYABAYA itu. Zaman goro-goro menjelang kedatangan Penyelamat yang dinanti.

Ironisnya, negeri ini juga lah kawasan dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun seakan “label” negara muslim terbesar di dunia tidak mampu meredakan bala bencana ini serta tidak cukup membawa rahmat serta kesejahteraan bagi bumi ini.

Dimulai dari bencana besar Tsunami Aceh di tahun 2004, selepas itu disusul dengan berbagai gempa bumi yang mengguncang hampir merata di seluruh nusantara sampai hari ini, yang terparah adalah Gempa Jogja 2006, Lumpur Lapindo yang menenggelamkan beribu rumah, kecelakaan transportasi dimulai dengan kasus misterius hilangnya Adam Air. Lalu hari ini banjir di berbagai kota seperti Solo,Tuban, Ngawi, Kudus, Semarang, Jakarta. Kemudian angin topan dan gelombang pasang di Ambon, tanah longsor di Tawangmangu, pembunuhan murid oleh gurunya di Sukabumi. Seolah semua itu tiba2 datang mengejutkan seluruh rakyat Indonesia. Karena bencana kali ini dirasakan luar biasa dahsyat, tidak pernah terjadi sebelum2nya hingga separah ini.

Sewaktu saya berada dalam perjalanan menggunakan bus dari Bandung menuju Jogjakarta, saya sempat terdengar dialog antara sopir dan kondekturnya, mengenai kondisi negeri ini yang akhir2 ini didera bencana. Kebetulan malam itu bus sedang melalui kawasan tanah longsor yang sempat memutuskan jalan raya Bandung-Jogjakarta di daerah Cilacap. Dialog yang saya tangkap sangat sederhana dan singkat, tapi bagi saya sangat besar maknanya. Kurang lebih begini :

bus-white.jpg bandung-yogyakarta.gif

Sopir Bus : “Jang, jadi sopir bus kayak saya ini nyawanya cuma sejengkal aja yah? Tuh lihat jalan longsor. Belum lagi resiko tabrakan…”

Kondektur : “Wah iya juga sih Pak. Saya heran Pak, sekarang bencana banjir dimana2. Ya kita banyak2 taubat aja sama istighfar sepanjang jalan Pak. Jangan kayak temen saya, yang bilang “ahh tobat mah nanti aja kalau udah kolot (=tua) ! [*dengan slank Sunda tea]”

Sopir Bus & Kondektur : tertawa..ha ha ha…

Kondektur :“ Yah…namanya juga kuasa Ilahi Pak…” [*pandangan menerawang jauh ke depan dengan nada pasrah]

[“Jang” from word “ujang” adalah sebutan untuk pemuda, in Sundaneese]

Dengan peristiwa alam itu setidaknya ada 4 respon dari dua insan ini, yaitu :

  1. Ingat akan kematian yang datang kapan saja dan dimana saja
  2. Taubat akan dosa dan minta ampun kepada Tuhan
  3. Ingat besarnya kuasa Allah, ingat bahwa segala sesuatu baik dan buruk datang dari Ilahi.
  4. Menyerah diri pada Tuhan (surrender to God)

Hati saya lantas berkata : “Ya Tuhan…hebatnya respon hati mereka ini…!!” what a MIRACLE thing..!

silakan sempatkan baca juga : Bencana dalam perspektif Islam & Lumpur Lapindo & Negeri 1001 Bencana

. Continue reading