Mind of Abuya : Sacrificing The Feeling Of One Jihad

– Abuya Imam Ashaari At Tamimi during expedition in Uzbekistan –

Human beings are creatures with emotions. When we mention emotions, these are feelings that are based in the spiritual heart and are trapped in the physical heart.

These emotions include love, hate, disgust, sympathy, anger, vengefulness, yearning, shame, pride, arrogance, fear, guilt and indecisiveness.

Emotions are part of the natural instinct or habits of human beings, are not easy to guide, discipline or manage because there are the positive and negative. The positive have to let free, while the negative have to be reined in.

Letting go of the positive is a sacrifice, as is the reining in of the negative. Sacrificing emotions is considered a type of struggle or jihad, which is spiritual jihad. In fact it is even greater than the sacrifice of physical things such as energy, wealth and even life.

Sacrifice of the physical will not happen unless one starts with sacrificing the spiritual. It is from the spiritual that the physical can occur. If one cannot even sacrifice the spiritual, then they would definitely not be able to sacrifice the physical. Truth be told, sacrifice the physical is but implementation of spiritual sacrifice. In other words, sacrificing the physical is the result of the spiritual sacrifice, which is sacrificing emotions.

In needs to be remembered that in order to obtain Allah Taala’s acceptance (keredhaan) sacrifices have to be made. Without sacrifice, there is no acceptance. Without sacrifice, it is all but fanciful daydreams and nonsense. Without sacrifice, there would be no success in this world or the next.

Sacrificing emotions is very difficult to do. It hurts a great deal and the burden of its challenge bears heavily. Here I present a few examples:

We love our husband. We love that he would just stay at home taking care of us. Would it be easy for us to sacrifice our love so that he would be able to go out and continue on his responsibility to struggle for God, until he has to leave the home for quite some time.

Continue reading

Advertisements

Dua SUPER POWER Dunia. Kita Berada Dimana ?!

~ Kalau umat Islam mau jadi empire besar dunia, mereka mesti berusaha menjadi orang-orang yang bertaqwa. Mereka mesti berusaha melahirkan golongan orang-orang yang bertaqwa. Berusaha meningkatkan kekuatan lahir saja tidak memadai walaupun ini tidak salah. Kekuatan lahir semata-mata tidak akan ada hasil apa-apa. Sampai kapan pun kita tidak akan dapat menandingi, jauh sekali untuk mengalahkan kuasa besar kafir ~

super-power.jpg

Di sisi Tuhan, hanya ada dua golongan saja yang diberi kekuasaan di atas muka bumi ini. Yaitu golongan kafirgolongan orang-orang yang bertaqwa dan . Selain dari dua golongan ini tidak ada golongan lain yang dizinkan Tuhan untuk menguasai dunia ini.

Kalau kita analisa setiap golongan yang wujud di dunia ini, golongan yang tidak termasuk ke dalam golongan kafir dan golongan bertaqwa ialah golongan orang-orang ISLAM. Tidak ada lagi golongan di dunia ini selain dari golongan kafir, golongan Islam dan golongan orang-orang yang bertaqwa. Ini bermakna golongan orang Islam tidak akan menjadi kuasa dunia.

Golongan-golongan ini adalah :

Golongan Kafir yaitu golongan yang menolak Allah bulat-bulat seperti Komunis dan golongan yang musyrik yaitu yang menyekutukan Allah seperti Kristian, Yahudi, Majusi, penyembah berhala dan lain-lain lagi.

Golongan orang-orang yang bertaqwa sudah tentu mereka itu orang-orang Islam. Tetapi orang-orang Islam tidak mesti tergolong ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.

Allah tidak ada memberi jaminan kepada orang-orang Islam. Akan tetapi Allah banyak menjanjikan pertolongan dan kemenangan kepada orang-orang yang bertaqwa seperti dalam firman-Nya :

“Allah pembela bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Jatsiah: 19)

“Akan Aku wariskan bumi ini kepada orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Al-Anbia: 105)

Golongan orang-orang Islam ialah golongan yang telah mengucap dua kalimah syahadah dan telah memeluk agama Islam. Akan tetapi tahap keimanan mereka sangat rendah. Mereka beramal dengan sebagian ayat Quran dan meninggalkan sebagian ayat yang lain. Mereka mencampur-adukkan amalan Islam dengan amalan-amalan yang lain yang kadangkala sangat bertentangan dengan ajaran dan kehendak Islam. Continue reading

The PROPHET’s LEGACY : The LAST Era that was PROMISED (I)

~ From Ibnu Umar r.a. that Rasulullah (pbuh), whilst holding the hand of Sayidina Ali, said: “It will emerge from this sulbi (basis of descendance), a man who will fill the earth with justice. And so, when you are convinced of such, you must endeavour to be with the Prince of Bani Tamim. Verily he comes from the East and he is the holder of the standards of Al Mahdi.” (Narrated by At-Tabrani)

Related articles :

Take a BREAK with Nostradamus

Ramalan Nostradamus & Walisongo

islam-map.jpg

Please look deeply at the pic : What a MIRACULOUS EAST, prepared for the Rising of the Great New Empire !?

Soothsayers of many races using many languages and varied methods agree with the sayings of the Prophet (pbuh) about the last era. The last era is specifically for Islam. The most famous are the predictions of the Jewish, Christian and Javanese soothsayers.

Most people know about the predictions of Nostradamus (a French Jew) concerning the coming of a saviour that he mentioned as “the man with the blue turban”. A Dutch writer, G. H. Brill wrote in his book The First Encyclopaedia of Islam (1913) about the rise of Islam from the East by someone he called “the standard bearer of Mahdi”. And in an ancient and famous Javanese book known as Babad Tanah Jawa, there is mention about the coming of one “Ratu Adil” (Al Mahdi) and “Satria Piningit” (The Prince of Bani Tamim) who will govern NUSANTARA Archipelago with pure Islamic teachings. Continue reading

The PROPHET’s LEGACY : The LAST Era that was PROMISED (II)

masjid_sultan.jpg

This is the last era that is promised by Allah. With the will of Allah, the resplendence of Islam from the East in this last era will be a repetition of the first resplendence, and the first empire of Islam. It is promised. It is within the power of Allah to make the East the foundation of the second empire of Islam (ummah) similar to the way Allah chose Mecca and Medina to be the foundation for the first empire of Islam. Continue reading

POLITICS Today [WESTERN political system] is Totally UnISLAMIC…!?

old-lady-election.jpg
~ Today Muslims generally practise politics that is totally unIslamic. But to them, that is the only politics they know. They use unIslamic politics [western political system] to uphold and struggle for an Islamic nation ~

In the Muslim world today, the term ‘politics’ is always understood as Western politics. This is because in giving its definition, they seek reference to the West. They no longer refer this vital matter to Islam itself, i.e. the Quran and the Prophet’s sunnah (traditions). And this ignorance prevails among the Muslim scholars, theologians and Islamic fighters alike. To them, the only politics they understand is Western politics and its democratic electoral system.

When we ask Muslim political activists, “why do you get involved in the dirty Western politics?” They will usually answer, “we don’t have any choice”.

They indirectly allege that Islam does not have its own politics! That Islam does not have its own system.

Though they acknowledge that the teachings of Islam are complete and all compassing, their acts nevertheless prove otherwise.

They act as if Islam does not have its own way of doing politics. Verily, the Prophet Muhammad, peace be upon him (pbuh) himself had shown us the way. He was born at the time when the world was controlled by a barbaric political system of the age of ignorance. But he did not get involved in it. Without excuses, he strove to implement Islamic politics, and in doing so, destroyed the established nonsensical ignorant political system. Continue reading

PAK HARTO NAIK LAGI…!?

soeharto.jpg

H. Muhammad SOEHARTO

[ Nama Muhammad beliau pakai setelah manunaikan fardlu haji, sebagai tanda kecintaan beliau pada Nabinya ]

~ Seorang Islam yang pernah menjadi ketua dan “penjaga” 150 juta ummat Islam di Timur selama 32 tahun. Seorang yang bukan sembarangan dan amat berjasa mengiringi kebangkitan Islam dari Timur. Kabinetnya bercirikan songkok di kepala yang mencerminkan harapan beliau untuk sebuah kebangkitan Islam ~

Beberapa hari ini dalam sakitnya yang semakin kritis, nama pak Harto kembali meniti di bibir bangsa Indonesia. Bahkan buku Otobiografinya di beberapa kota besar di Indonesia habis terjual. Dengan sakit ini seakan PAK HARTO NAIK LAGI popularitasnya melebihi siapa pun di negeri ini. Hampir semua media memberitakan tentangnya. Bahkan tak sedikit yang masih setia menghujatnya sekalipun beliau sudah dalam NAZAK-nya. Semoga hujatan2 itu menghapuskan dosa-dosanya, 200 juta orang Indonesia menghujat beliau, maka boleh jadi 200 juta dosa beliau diampunkan oleh Tuhan sedangkan kita yang menghujat belum tentu selamat di akhirat.

Marilah kita sebagai ummat Islam bijaksana menyikapi hal ini. Sekalipun beliau banyak kesalahan tetapi secara tidak langsung tidak sedikit jasa-jasa yang beliau sumbangkan untuk negara dan bangsa ini khususnya kepada ummat Islam.

adil.jpg

~ seringnya kebencian dan dendam membuat kita berlaku tidak adil pada sesuatu golongan…

——————————

Inilah doa untuknya, semoga kita selaku ummat Islam dapat mencontoh Nabi kita yang senantiasa mendoakan kebaikan untuk sesama… :

“…WAHAI TUHAN yang membolak-balikkan hati, Tuhan yang menggilir-gilirkan rasa senang dan susah dalam dada manusia. Tuhan yang mengilhamkan kebaikan dan kejahatan supaya manusia dapat memilih salah satu darinya. Ya ALLAH jadikanlah hati Pak Harto itu senantiasa di atas petunjuk-Mu.

soeharto-sakit.jpgWAHAI TUHAN yang menetapkan hidup manusia adalah pergilran ujian dan nikmat. Yang juga mentakdirkan manusia suka dengan nikmat dan takut dengan azab. Ya ALLAH jadikanlah Pak Harto dapat bersyukur dengan nikmat dunia dan sabar dengan ujian duniawi supaya dia mendapat pahala sabar dan syukur yang sebesar-besarnya di Akhirat nanti.

WAHAI TUHAN yang Maha Mencintai makhluknya, yang sangat Mengasihi dan Sabar dengan beragam sifat hamba-hamba-Nya. Yang Kemapunan-Nya lebih besar dari Kemurkaan-Nya. Ya ALLAH, jadikanlah Pak Harto kenal dengan-Mu dan menjadikan tujuan hidupnya hanya untuk-Mu.

Ya ALLAH, di akhir zaman ini seperti yang Dikau janjikan, Islam akan bangkit dari bumi sebelah Timur, maka jadikanlah kami berusaha untuk menagih janji-Mu ya Allah. Tapi untuk menjadi pembangun agama-Mu kami perlukan Ilmu, kefahaman, metode, tenaga manusia, uang, iman dan taqwa, dilindungi dari kejahatan orang-orang yang anti Islam serta yang lain-lain lagi. Sedangkan itu semua milik mutlak-Mu ya Allah. Maka berikanlah kami jalan untuk mendapatkan semua itu dan mudahkanlah kami untuk kebaikan, ya Allah ! Apabila semua itu Dikau izinkan untuk kami, selamatkanlah kami dari Riya’, ujub, sombong, sumaah, pemarah, bakhil, dendam dan lain-lain lagi wahai Tuhan ! Karena tiada artinya kejayaan kami di atas semua itu. Kemudian orang lain selamat dari dosa, sedangkan kami binasa karena dosa-dosa batin serta akhlak-akhlak buruk itu.

WAHAI TUHAN, jadikanlah kami rakyat yang bertaqwa, yang dipimpin oleh pemimpin yang bertaqwa. Jadikan keluarga kami contoh kepada manusia. Jadikanlah musuh-musuh kami gagal dalam usaha mereka menghalang agama-Mu. Ya Allah ya Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, mudah saja bagi-Mu untuk menjadikan yang kami mohon ini terjadi. Kasihanilah kami hamba-hamba-Mu, dalam kebaikan yang kami inginkan ini. Dan sesungguhnya kami yakin sekali ya Allah, dengan Kasih Sayang dan pertolongan-Mu atas apa yang kami doakan ini. Dan ampunkanlah dosa-dosa kami

MOGA-MOGA panjang umur Pak Harto untuk menambah kebaikan pada diri, keluarga dan rakyat serta negaranya….”

AMIN ! Continue reading

Indonesia NEGERI 1001 BENCANA (II) : Versi Pemimpin Negara…?!

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, banyaknya terjadi bencana selama ini, disebabkan karena selain keserakahan, juga dosa-dosa penghuni bumi. Oleh karena itu, tugas kita semua di muka bumi ini untuk mencegahnya, mengatasi dan berharap agar tidak terjadi kelalaian, kecerobohan dan keserakahan lagi sekarang ini dan di masa depan.

leader.jpg

Hal ini disampaikan Presiden Yudhoyono saat menerima peserta workshop dan pertemuan gerakan lingkungan hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) di Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/7) sore. Hadir dalam acara itu Menteri Kehutanan MS Kaban. Hentikan penebangan hutan secara ilegal, agar kerusakan lingkungan hidup manusia di bumi, tidak berlanjut,” tandas Presiden.

[*bagaimana kalau kata2nya diubah begini?*>> hentikan penebangan moral dan akhlak bangsa terutama generasi muda oleh tontonan2 yang tidak mendidik, politik kotor, pornografi, sex bebas, budaya2 kotor dan narkoba, hentikan dosa2 dan najis2 batin bangsa Indonesia, yaitu dosa2 melupakan Tuhan dan mengesampingkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, kembalikan hati nurani bangsa ini kepada hati yang Cinta dan Takut kepada Tuhan… ]

Baca selenkapnya Disini

—————————————————————————————-
mr-president-bengkulu-earth-quake.gif

~Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam lawatan gempa Bengkulu~

Meskipun sudah hancur lebur bangsa ini dengan bencana, namun dari kata2 beliau, tidak ada satupun yang menyebut tentang kuasa Tuhan yang Maha Menjadikan segala sesuatu…!? Mari kita sebagai rakyat kecil sama2 berdoa untuk beliau…

———————————————————————————

Baca : Sekulerisme dalam sudut pandang Islam & Dunia dilanda wabah penyakit kronis

———————————————————————————

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa negeri kita dan dunia hari ini amat sangat memerlukan seorang pemimpin yang berTAQWA yang zuhud dan mampu menjadi tauladan baik secara lahir maupun batin. Yang merupakan bayangan dari seagung-agung pemimpin yakni Rasulullah SAW. Yang Tuhan pandang padanya. Yang Tuhan wariskan bumi ini kepadanya, selaku khalifah-Nya. Allah sebutkan dalam Al Qur’an :

“Allah pembela bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Jatsiah: 19)

“Akan Aku wariskan bumi ini kepada orang-orang yang bertaqwa.”

(Surah Al-Anbia: 105)

Di sinilah semestinya peranan Ulama dalam mendidik Umara’ & masyarakat. Kalau tiada taqwa, maka tiada jaminan dari Allah. Menjadi orang Islam saja tidak cukup. Sebab dalam Al Qur’an, Allah hanya menjamin orang yang berTaqwa. Terbukti dengan penduduk yang mayoritas Islam, tetapi hari ini justru negeri inilah yang paling sengsara.

Karena kita belum menjadi bangsa yang bertaqwa. Marilah kita bergandeng bahu mengusahakan TAQWA, karena taqwa adalah Aset Dunia dan Akhirat.

——————————————————————-

Hayatilah nasehat ini : nasehat untuk pemimpin-pemimpin dunia

——————————————————————-

& don’t forget to compare respon pak Presiden dengan respon sopir bus dan Kondekturnya…