Tentang Kepemimpinan (II): Pemimpin Bayangan Rasullah

Seluruh alam semesta ini adalah milik Tuhan. Manusia diberi amanah untuk menjadikan alam semesta ini sebagai alat untuk mentaati Tuhan. Semua keperluan manusia yang Tuhan sediakan, tidak lain kecuali untuk manusia melihat kebesaran dan kekuasaan Tuhan, sekaligus merasakan betapa kerdilnya diri, lantas tunduk dan patuh kepada Tuhan.

Namun, nafsu sering menyelewengkan maksud dan tujuan Tuhan tersebut, nafsu senantiasa saja menjadikan manusia hanya tertumpu kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan tetapi melupakan Tuhan yang menciptanya.
Lantaran itulah Tuhan utus para Rasul. Yang tujuan utamanya adalah mengembalikan tujuan asal penciptaan manusia yaitu mengabdikan diri kepada Tuhan. Bahkan Tuhan jadikan fitrah semula jadi manusia itu mengenali Tuhan. Fitrah itulah yang dibongkar oleh para Rasul.

Selepas ketiadaan para rasul, tugas membawa manusia kepada Tuhan dilakukan oleh para ulama dan pejuang Islam khususnya mereka yang berwatak Rasul. Sebab mana mungkin seseorang itu membuat kerja-kerja rasul kalau dia tidak mewarisi watak-watak rasul. Jadi kejayaan mereka sangat bergantung kepada sejauh mana mereka mewarisi sifat-sifat, ciri-ciri akhlak dan kepribadian para rasul.

Artinya mereka yang berhasil hanyalah mereka dari kalangan yang menjadi salinan dan foto cofy kepada kepribadian Nabi SAW. Tentulah tidak akan mencapai 106 % kesempurnaan pribadi Rasulullah SAW Sifatnya
sebagai salinan tentulah apa yang dimiliki lebih nipis atau lebih rendah persentasenya, tetapi apa saja yang dimiliki oleh Rasulullah SAW itu jugalah yang dimilikinya. Ini berarti bahwa dirinya adalah bayangan Rasulullah SAW Pada diri Rasulullah SAW itu adanya tanda-tanda atau sifat-sifat ketuhanan (ayatullah) yang paling tebal dan sempurna. Melihat pribadi dan akhlaknya, fitrah rasa bertuhan pada manusia amat mudah terbongkar sehingga denganitu manusia dapat merasa bertuhan.

Contohnya dengan melihat pengasihnya Rasulullah SAW, manusia akan dapat merasa betapa pengasihnya Tuhan. Demikian juga sabarnya, pemurahnya, kasih sayangnya dan lain-lain, menjadikan manusia jatuh cinta kepada Tuhan yang mempunyai sifat-sifat yang maha Agung lagi maha sempurna itu.

Maka begitulah Tuhan jadikan kepada pernimpin bayangan Rasulullah SAW di sepanjang zaman. Sehingga dengan itu tidak putuslah manusia ini dari adanya orang yang dapat membawa manusia kepada Tuhan. Manusia terasa indah serta cepat dapat terbongkar rasa bertuhan apabila bertemu dan berdamping dengan pemimpin yang mempunyai akhlak bayangan Rasulullah SAW

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s