Indonesia NEGERI 1001 BENCANA (I) : Versi Sopir Bus dan Kondekturnya…?!

Hari ini negeri dan bangsa kita tercinta seolah tiada habis-habisnya didera oleh berbagai macam bencana, kesusahan, kemiskinan, kerusuhan, ketegangan, kelaparan, dsb. Bahkan mungkin boleh dibilang negeri kita ini sebagai NEGERI 1001 BENCANA ?. Baik berupa bencana alam maupun bencana kemanusiaan dan terlebih lagi bencana moral.

banjir.jpgHampir di semua sudut negeri ini bencana datang silih berganti tiada henti. Banjir dan tanah longsor, gelombang pasang, angin ribut, gempa bumi, gunung meletus, flu burung dan lain sebagainya. Bencana sosial, korupsi, suami bunuh isteri, anak bunuh ayah, kakek perkosa cucu, ibu buang bayi, sex bebas, narkoba, pornografi, bentrokan, mahasiswa lawan aparat, aparat lawan pedagang dan masih banyak lagi. Seolah-olah inilah zaman GORO-GORO yang diramalkan oleh JAYABAYA itu. Zaman goro-goro menjelang kedatangan Penyelamat yang dinanti.

Ironisnya, negeri ini juga lah kawasan dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun seakan “label” negara muslim terbesar di dunia tidak mampu meredakan bala bencana ini serta tidak cukup membawa rahmat serta kesejahteraan bagi bumi ini.

Dimulai dari bencana besar Tsunami Aceh di tahun 2004, selepas itu disusul dengan berbagai gempa bumi yang mengguncang hampir merata di seluruh nusantara sampai hari ini, yang terparah adalah Gempa Jogja 2006, Lumpur Lapindo yang menenggelamkan beribu rumah, kecelakaan transportasi dimulai dengan kasus misterius hilangnya Adam Air. Lalu hari ini banjir di berbagai kota seperti Solo,Tuban, Ngawi, Kudus, Semarang, Jakarta. Kemudian angin topan dan gelombang pasang di Ambon, tanah longsor di Tawangmangu, pembunuhan murid oleh gurunya di Sukabumi. Seolah semua itu tiba2 datang mengejutkan seluruh rakyat Indonesia. Karena bencana kali ini dirasakan luar biasa dahsyat, tidak pernah terjadi sebelum2nya hingga separah ini.

Sewaktu saya berada dalam perjalanan menggunakan bus dari Bandung menuju Jogjakarta, saya sempat terdengar dialog antara sopir dan kondekturnya, mengenai kondisi negeri ini yang akhir2 ini didera bencana. Kebetulan malam itu bus sedang melalui kawasan tanah longsor yang sempat memutuskan jalan raya Bandung-Jogjakarta di daerah Cilacap. Dialog yang saya tangkap sangat sederhana dan singkat, tapi bagi saya sangat besar maknanya. Kurang lebih begini :

bus-white.jpg bandung-yogyakarta.gif

Sopir Bus : “Jang, jadi sopir bus kayak saya ini nyawanya cuma sejengkal aja yah? Tuh lihat jalan longsor. Belum lagi resiko tabrakan…”

Kondektur : “Wah iya juga sih Pak. Saya heran Pak, sekarang bencana banjir dimana2. Ya kita banyak2 taubat aja sama istighfar sepanjang jalan Pak. Jangan kayak temen saya, yang bilang “ahh tobat mah nanti aja kalau udah kolot (=tua) ! [*dengan slank Sunda tea]”

Sopir Bus & Kondektur : tertawa..ha ha ha…

Kondektur :“ Yah…namanya juga kuasa Ilahi Pak…” [*pandangan menerawang jauh ke depan dengan nada pasrah]

[“Jang” from word “ujang” adalah sebutan untuk pemuda, in Sundaneese]

Dengan peristiwa alam itu setidaknya ada 4 respon dari dua insan ini, yaitu :

  1. Ingat akan kematian yang datang kapan saja dan dimana saja
  2. Taubat akan dosa dan minta ampun kepada Tuhan
  3. Ingat besarnya kuasa Allah, ingat bahwa segala sesuatu baik dan buruk datang dari Ilahi.
  4. Menyerah diri pada Tuhan (surrender to God)

Hati saya lantas berkata : “Ya Tuhan…hebatnya respon hati mereka ini…!!” what a MIRACLE thing..!

silakan sempatkan baca juga : Bencana dalam perspektif Islam & Lumpur Lapindo & Negeri 1001 Bencana

.

Bersambung…

Advertisements

7 comments on “Indonesia NEGERI 1001 BENCANA (I) : Versi Sopir Bus dan Kondekturnya…?!

  1. Begitu terasa bahwa manusia tiada daya dan tiada kuasa apa-apa dan sangat bergantung kepada Allah meski memiliki jabatan tertinggi sekalipun di dunia ini 😦

    Tiada daya upaya kecuali atas ijin Allah…

  2. Assalaamu ‘alaikum
    Halah, dalem mbuanget maknanya… Ilustrasinya juga bikin mata melotot terus :mrgreen:

    Salam kenal dari saya ya…
    Soal Motto saya: Muslim Moderat, Mukmin Demokrat dan Muhsin Diplomat, insya Allah tak secepatnya dibuat postingan khusus *halah*. 8)

    Tapi intinya *halah*, kami para santri diajari Kyai agar menjadi manusia yang dapat menghargai perbedaan, menerima pendapat dengan arif dan menyampaikan sesuatu dengan cara yang baik…

  3. Pingback: Indonesia Negeri 1001 Bencana (II) : Versi Presiden SBY…?! « ABOUTMIRACLE

  4. Bencana alam di Indonesia ini ibaratnya sebuah SUPER SPECIAL CLEANING SERVICE…atau VACUUM CLEANER yang dikirim oleh Tuhan…
    ( nanti saya blogkan jika ada waktu.. 😉

    Kalau vacuum cleaner biasa kan untuk membersihkan debu2 ?

    Nah kalau yang ini untuk membersihkan dosa2 dan najis2 serta kotoran batin Bangsa Indonesia…

    Buktinya…dengan adanya 1001 Bencana ini banyak orang yang kembali menyebut2 Tuhan, akhirat, taubat dan ingat dosa…Minimal ingat bahwa kematian bisa datang kapan saja, dan kita perlu siap sedia…

    Itulah yang Tuhan inginkan. Jika cukup syaratnya yaitu kita menjadi bangsa yang bertaqwa dan yang utama adanya pemimpin yang bertaqwa…insyaAllah bencana2 ini akan segera berlalu…
    ameen

  5. di mana saja ada bala dan bencana dan akan melanda semua makhluk, yg mukmin sebgai penghapusan dosa dari Tuhan tapi yang kafir tu adlah bala dari Tuhan

  6. welcome mr. Samson datang jauh2 dari Aussie…
    Senang rasanya anda datang sini… 🙂

    Iya, rasa2nya kami di Indonesia ini…Ya Allah, entahlah..susah mau diungkapkan…

    Sebab dosa2 kami dah menggunung…

    Tapi siapa yang mau menyadari akan hal ini, siapa mau peduli dan membentulkan? Pemimpin? Ulama? siapa ?

    Doakan kami selalu, doakan pemimpin2 dan rakyat kami moga2 mereka mudah menerima kebenaran dan kembali kepada Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s