Wahai semut kecil, maafkanlah aku…

the_ant_bully.jpg

Pada suatu hari, ketika Nabi Sulaiman a.s tengah berbaring, ada seekor semut berjalan di dadanya, kemudian ia ambil semut itu dan dilempar jauh.

Dengan marah, semut itu berkata, “Wahai Nabi Allah, Mengapa kamu lemparkan aku dengan begitu keras?” Apakah kamu lupa bahwa hari kiamat nanti kamu akan berdiri di hadapan Pencipta segala kerajaan, yaitu Tuhan langit dan bumi, yang Maha Adil, yang mengambil hak orang yang dizalimi dari orang yang menzaliminya?”

Mendengar kata kata semut itu, Nabi Sulaiman a.s. pingsan. Setelah siuman, ia pandangi si semut dan berkata kepadanya, “Maafkanlah sikap zalimku terhadapmu tadi.”

Si semut menjawab, “Aku akan memaafkan perbuatanmu tadi dengan tiga syarat.” Mendengar perkataan si semut, Nabi Sulaiman a.s. bertanya: “Sebutkanlah ketiga persyaratanmu tersebut!”

Si semut berkata, ”Syarat yang pertama adalah, jangan kamu tolak orang yang meminta kepadamu. Sesungguhnya orang yang meminta kepadamu adalah sedang meminta karunia Allah, maka jangan sampai kamu cegah karunia Allah kepada makhlukNya.”

Sedangkan syarat yang kedua adalah, ”Jangan tertawa berlebih-lebihansehingga hatimu menjadi keras sehingga kamu terlena dengan dunia dan menyangka bahwa kamu telah menjalani semua tugas dengan baik di dunia ini, , sedangkan kamu telah dimuliakan oleh Allah dengan diberikan kerajaan yang besar ini.”

——————————————————————————————

* baca juga : Rasulullah Bapak Kasih Sayang , Rasulullah Sangat Menjaga Perasaan Orang Lain

——————————————————————————————

Sedangkan syarat yang ketiga adalah,Jangan sampai kedudukanmu ini menghalangimu untuk menolong orang yang meminta pertolonganmu.”

Mendengar persyaratan semut itu, Nabi Sulaiman a.s. berkata,”Insya Allah, semua persyaratanmu itu akan aku jalani.”

Maka si semut berkata, jika begitu aku telah memaafkanmu.”

Begitulah kelembutan hati Nabi Sulaiman walau memiliki kerajaan yang luas, yang para prajuritnya terdiri dari jin, manusia,dan burung dan beliau adalah seorang Nabi yang juga Rasul…

Advertisements

11 comments on “Wahai semut kecil, maafkanlah aku…

  1. Tapi aneh yaa, semut apa manusia yaa… seekor semut meminta kepada Nabi Sulaiman as dengan tiga syarat itu semuanya tidak untuk masyarakat semut … bisakah ini dijelaskan ? 🙂

  2. Ya simple aja pak Kurtubi…masak santri kok ndak tahu sih?ngetes nih ya? 😀

    Seperti halnya dulu Allah memerintahkan burung gagak untuk mengubur kawannya yang mati di dalam tanah [ padahal sekarang kalau kita lihat mana ada burung gagak yang bertabiat seperti itu? 🙂 ] , sebagai bahan pengajaran untuk Qabil [ dan seluruh ummat manusia] menguburkan mayat [saudaranya] ,Habil.

    Yah intinya itu semua kebesaran kekuasaan Allah untuk bisa mengajar manusia dengan berbagai macam perantaraan dan sebab, hatta dari seekor semut.

    Pesan moral yang saya ambil dalam kisah ini adalah sejauh mana kesanggupan kita menundukkan ego & kesombongan dengan meminta maaf atau memberi maaf kepada orang yang lebih rendah dari kita [ secara umur, status sosial,kedudukan, jabatan dsb ] sementara kita sadar bahwa kita telah berbuat salah padanya.

    NB: salah satu Mukjizat nabi Sulaiman adalah dapat mengerti bahasa hewan.

  3. Postingan yang ok…. aku setuju dengan Akhi… (aboutmiracle)maaf aku belum tau nama antum. bahwa setinggi apapun jabatan kita dan sebanyak apapun ilmu dan harta, kita tidak boleh sombong karena hanya Alloh -lah yang Maha dari segala Maha, sedangkan kita hanya hamba yang dhoif. jadi mengapa harus malu meminta maaf atau memaafkan orang lain walaupun kita diatas segala-galanya.

  4. hmm begitu yaa. saya manggut2 tapi sebentar santri bengal kaya saya tidak suka ngetes.. itu kata hati saya.. jadi maklum adanya hehehe … makasih atas penjelasanya.

    Benar juga bahwa manusia kadang lebih rendah dari binatang …. (quran) jadi fabel atau crita binatang banyak bertebaran termasuk novel tentang Musyawarah Burung itu sangat bagus.. 🙂

  5. Allah nak ajarkan manusia ni tak mesti melalui manusia jg…
    berbagai cara Tuhan bwt supaya manusia sedar, perasan dan rendah diri
    bahawa kte ni jg kena blajar wlaupun hy dr seekor semut…

    kl ada semut yg dpt bcakap skrg ni, agak2nya kte yg dgr ni pengsan ke tak ya??? 🙂

  6. Sebuah pengajaran mengenai bagaimana halusnya perasaan orang2 Tuhan [ahlullah] hatta kepada seekor semut sekalipun…

    begitulah semestinya kita ummat manusia, sangat berbelas kasih dan sayang kepada semua makhluk Allah di bumi ini, pohon2an, binatang, dan tentu saja kepada sesama manusia…

    Manusia yang hatinya yang sangat dekat dan sensitive dengan Allah, maka dia sanggup mengasihi semua makhluk kepunyaan Allah, demi untuk keredhaanNya…

    “…barang siapa mengasihi makhluk di bumi, maka seluruh makhluk di langit akan mengasihinya…” – saya terlupa apakah ini ungkapan dalam Qur’an atau Hadist…?

  7. Boleh tahu anda baca dari mana? Maaf, saya merasa ini bukan kisah nyata meski bisa dapat banyak pelajaran darinya. Jika hadist maka sohih-kah? Kisah nabi2 menurut saya baru bisa dipedomani jika hadir dari 2 sumber : Al Quran dan Hadits. Jazakumullah

  8. Saudara Juned.
    Mohon maaf apabila anda tidak mendapat pedoman dari kisah diatas. Kisah diatas saya search dan copy paste dari internet. Coba anda search internet.. 🙂

    Saya tak hafal Qur’an dan Hadis dan tafsirnya. Tapi saya rasa kisah diatas memang ada dalam kisah2 tafsir Qur’an minimal diriwayatkan sahabat2 atau sebagai atsar para sahabat nabi. Jika anda ada waktu, silakan anda cari semua kisah nabi2 dalam seluruh kitab2 tafsir qur’an dan kitab2 hadist yang ada serta kumpulan atsar2 sahabat.Atau tolong ditanyakan kepada para arifin. Lalu emailkan kepada saya. Saya akan sangat berterimakasih.

    Lagipun, saya tiada ilmu untuk membahas mengenai hadis sohih atau dhoif. Jazakallah

  9. Maaf jika membuat anda tersinggung atau tidak nyaman. Sama sekali bukan maksud saya untuk sok arif atau menggurui. Tapi bener2 berharap anda meberitahu asal cerita saja. Nothing more nothing less. Tidak juga mau membahas dhoifshohihnya hadist. Apalagi membid’ah-kan sesama muslim. Anda terlalu jauh menafsirkan surat saya. Jika anda sudah siap menampilkan tulisan anda di internet yg akan dibaca banyak orang dengan banyak karakter seharusnya anda siap menghadapi pertanyaan sekritis apapun dengan tanpa merasa tidak nyaman.

  10. Hmmm….
    Betul juga, Allah saja tidak “malu” untuk membuat permisalan dengan sesuatu yang kita anggap sepele. Seekor semut misalnya. Hal tersebut juga menunkjukkan bahwa Alloh ingin menunjukkan kepada kita bahwa semua yang diciptakan Alloh todak ada yang sia-sia.
    By d way, saya lagi cari-cari NOVEL “MUSYAWARAH BURUNG”
    ada yang bisa bantu? ebook-nya juga boleh.
    alamsyahjihad@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s