Ramadhan Telah Meninggalkan Kita…

Ramadhan telah meninggalkan kita. Syawal menjelang menandakan hari raya.Kehidupan biasa bermula semula. Ramadhan hadapan belum tentu kita jumpa.

Dihari raya ini koreksilah diri sendiri.Layakkah hari ini kita berhari raya.Hari Raya hanya untuk orang-orang bertaqwa. Selain mereka tidak layak merayakannya

Renung kembali segala amalan kita di bulan Ramadhan. Adakah meningkat dari sebelumnya? Bertambah baikkah kita dari masa ke semasa? Sesuai dengan meningkatnya umur kita

Renung pula kehadapan bagaimana nasib kita?Apakah kita mati di dalam khusnul khatimah?Karena nafsu selalu mendorong kejahatan. Dan juga syaithan yang sentiasa melalaikan

Ingatlah hari raya bukan untuk bersukaria.Ia hari bersyukur menggembirakan yang tak punya. Memberi bantuan pada mereka yang tidak berada. Maaf bermaafan sesama kita.

Bertimbang rasa kita sesama manusia.Bersimpatilah dengan mereka yang susah. Berkasih sayanglah, itu sangat diperintahkan. Bahkan itu sesuai dengan fitrah manusia

Di hari raya ini. Marilah kita mengingat apakah ibadah kita sebulan yang lepas sudah sempurna? Marilah kita menginsafi akan diri sendiri.Apakah amalan kita yang telah dibuat diterima?

Di pagi raya ini. Marilah kita bertaubat.Kerana kekurangan amalan di sepanjang Ramadhan.Juga kerana dosa-dosa yang dilakukan.Moga-moga dosa-dosa itu diampunkan oleh ALLAH

Di hari raya ini. Marilah kita mengenangkan ada manusia yang tidak dapat bergembira. Kerana kemiskinan dan hidup dilanda kesusahan.Marilah kita membantu dan marilah kita menolongnya

Di hari raya ini marilah ziarah sanak saudara.Sahabat handai, guru dan ibu bapak. Bermaafan kita sesama kita. Agar dosa sesama kita selesai di dunia

Di hari raya ini janganlah kita berfoya-foya.Kerana ia melalaikan dengan kemungkaran. Kelalaian boleh mendatangkan.Dosa dan juga kesusahan. Dosa-dosa itu merusakkan kebaikan yang kita lakukan.

Renungan Hari Raya : Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi

Advertisements

One comment on “Ramadhan Telah Meninggalkan Kita…

  1. din saja

    PERJALANAN BULAN RAMADHAN

    dengan namaMu ya Allah
    telah kubaca diam bumi
    telah kubaca diam langit
    telah kubaca diam laut
    telah kubaca diam batu
    getarnya menghantam sukma
    maknanya ya Rabbi
    runtuhkan kedirianku

    dengan namaMu ya Allah
    telah kubaca getar menggigil jiwa
    telah kurasa bahwa sebenarnya aku
    tak ada.siapa?

    dengan namaMu ya Allah
    telah kujaga sepanjang malam
    telah kuratap sepanjang zikir
    telah kuraba bahwa sebenarnya aku
    hanya bayangan. hitam

    ya Rabbi, Kekasih jiwa
    nikmat apa yang lebih
    selain bertemu Engkau,
    kisah apa yang sampai
    selain menyatu Engkau,
    hidup apa yang mulai
    selain hanya Engkau

    dengan namaMu ya Allah
    aku berzikir sepanjang nafas
    aku berpikir sepanjang usia
    tapi perjalanan entah sampai ke atas
    perjuangan entah sampai ke batas

    dengan namaMu ya Allah
    telah kutahu makna suara
    ingin kurasa hidup berdua
    dengan izinMu ya Allah

    Banda Aceh, Maret 1991

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s