Peringkat-Peringkat Orang Yang Berpuasa

ramadhan_2.jpg

 

PUASA ORANG AWAM

Baginya puasa adalah tidak makan minum, dan tidak berhubungan suami istri ketika siang hari dengan niat karena Allah. Tetapi mulutnya tidak berpuasa, karena masih suka menyindir orang, ngatain orang, berkata yang tidak baik. Telinganya tidak berpuasa karena masih mendengarkan hal-hal yang tidak baik, yang sia-sia. Fikirannya tidak dijaga, karena masih memikirkan hal-hal yang melanggar syariat. Hatinya tidak berpuasa, karena tidak dijaga dari perkara yang dapat melalaikannya dari Allah.

Begitulah, ia cuma menahan lapar dan haus saja. Tidak ada hal bermanfaat yang ia kerjakan di Bulan Ramadhan. Sambil nunggu waktu bedug, ia isi dengan nonton TV, tidur ( walaupun tidurnya orang berpuasa itu ibadah , tapi kenapa kita tidak gunakan waktu yang luang itu untuk baca AlQuran, hadiri majelis ilmu; majelis taman syurga yang dinaungi malaikat, menolong orang tua menyiapkan makanan tuk berbuka, membuat kegiatan sosial dan lain-lain.

Kalau kita sia-siakan puasa seperti ini, Allah tidak akan menilai ibadah kita, kita hanya akan dapat lapar dan dahaga saja. Sudah tentu puasa yang seperti ini tidak akan membawa perubahan kebaikan pada diri kita, malah dengan puasa sifat-sifat jahat ( mazmumah ) kita makin menjadi-jadi, karena kita menyia-nyiakan puasa kita ini dengan hal-hal yang tidak berguna. Rugilah kita sudah tidak memperlakukan tamu agung yang Allah datangkan itu dengan perlakuan yang terbaik dan istimewa, di akhirat nanti baru kita menyesal. Kalo udah menyesal di akhirat, apa gunanya?

PUASA ORANG SOLEH

Golongan ini sudah lebih baik dari golongan pertama tadi. Golongan ini bukan saja menahan diri dari makan minum, berhubungan suami istri, tapi juga ia sudah mengusahakan untuk mengajak seluruh anggota tubuhnya untuk berpuasa, yakni menjauhkan diri dari segala hala yang ga baik. Mereka menjauhkan diri dari mengumpat atau menjelek-jelekkan orang lain, melakukan sesuatu yang haram, menjauhi tempat yang penuh maksiat, mendengar hal yang bermanfaat, pokoknya dia usahakan banget agar anggota lahirnya tidak melakukan apa yang dilarang oleh Allah. Tapi ia belum bisa mengawal hati dan fikirannya dari memikirkan dan merasakan hal-hal yang melalaikan dirinya dari Tuhan. Contohnya, ia berfikir ingin beli ini beli itu, sementara uangnya sebenarnya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, tapi berkhayal- khayal nanti buka puasa dia mau makan makanan yang enak-enak.

Ya inilah batasan puasa orang soleh. Namun puasa yang seperti ini, sudah mendapat pujian dari Allah Ta’ala, ia sudah terselamat dari api neraka, tidak seperti puasa orang awam yang belum bisa menyelamatkan seseorang dari api neraka. Tapi bukan hal yang mudah untuk meningkatkan puasa kita dari peringkat awam ke pringkat soleh. Tidak mudah untuk menahan mata dari melihat hal-hal yang tidak disukai Allah, tidak mudah untuk tidak berkomentar ketika kita melihat sesuatu yang berlawanan dengan perasaan kita, tidak mudah juga tuk menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak bermanfaat, ya khan ? Ini karena, kita sudah lama terpisah dari Tuhan, dan kemungkaran serta kemaksiatan telah merajalela di seluruh pelosok dunia ini, masyarakat sudah rusak bahkan keluarga juga sudah rusak.

Manusia telah lama meninggalkan Allah, Allah dianggap hanya diperlukan dan hanya ada kaitan dengan ibadah-ibadah ritual saja, padahal sebenarnya tidak ada satu aspek pun di dalam hidup kita yang tidak terkait dengan Allah…betul tidak ?

PUASA ORANG BERTAQWA, MUQARRABIN DAN SIDDIQIN

Inilah puasa para Muqarabbin. Puasa mereka-mereka yang sudah sangat terhubung hati dengan Allah Ta’ala. Bukan hanya di waktu sholat atau di waktu berpuasa. Bahkan setiap detik kehidupan mereka tidak pernah lepas dari bersama Tuhan. Jadi setiap apa yang mereka lakukan selalu tepat sesuai dengan kehendak Allah, karena mereka sudah kenal, cinta dan takut dengan Allah.

Apalagi ibadah puasa di bulan Ramadhan. Mereka merasakan bahwa Ramadhan adalah bulan paling mulia yang Allah Ta’ala anugrahkan kepada insan, karena itu sudah pasti mereka akan memanfaatkan dan beramal di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, karena di bulan lain pun mereka sudah begitu..inilah dia puasa para Rasul, Nabi dan wali-wali besar.

===============================================================

Rintihan Ramadhan

Tuhan,… telah sering aku mendengar tentang kebesaran bulan Ramadhan

Di dalam Alqur’an dan sabda Junjungan, hanya aku yang sering melupakannya

Di bulan yang mulia ini, laut pengampunanMu tiada bertepi

Rahmat dan nikmatMu tiada ternilai

Syurga terbuka dengan seluasnya

Tuhan, aku sadari kelemahan diri ini

Yang tidak istiqomah dalam beribadah

Ramadhan berlalu ibadah pun berkurangan

Begitulah diriku yang selalu lalai

Semoga di Ramadhan kali ini

Dapat aku perbaiki kelemahan diri

Akan aku coba mendidik nafsuku

Agar subur kehambaanku terhadapMu

Lailatul qadar pasti menjelma

Buat mereka yang menunggunya

Para malaikat merendahkan sayapnya

Meratakan rezki tuk semua

Bimbinglah aku menuju jalanMu

Tingkatkan iman dan taqwaku

Agar baktiku tetap padaMu

Biarpun Ramadhan telah berlalu “

Sambutlah kedatangan Ramadhan dengan beramal ibadah dan bersungguh-sungguh mengusahakan cinta dan takutkan Tuhan, karena Ramadhan datang setahun sekali, muliakanlah ia, Syurga rindu orang yang memuliakannya“.

Advertisements

8 comments on “Peringkat-Peringkat Orang Yang Berpuasa

  1. Assalamu ‘Alaikum Waromatullohi Wabarokatuh

    Kami beritahukan kepada Seluruh pembaca dan umumnya bagi seluruh Saudara – Saudara yang belum mengenal tentang Sholawat Wahidiyah. Tujuan dari Sholawat Wahidiyah yaitu untuk Menjernihkan Hati dan Ma’rifat Billah wa Rosullihi SAW. Adapun Mujahadah Sholawat Wahidiyah yakni dengan membaca lembaran Sholawat Wahidiyah/. Untuk lebih jelasnya silakan ke website http://www.dpppsw.multiply.com atau http://www.sholawatwahidiyah.com
    Silakan setiap saat, kapan dan di manapun Saudara berada, diusahakan membaca Nida’ Rosul dengan bacaan “YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH” artinya “Duhai Pemimpin Kami Duhai Utusan Allah“. Jadi kita langsung mengagungkan Rosululloh SAW tanpa perantara siapapun. Kami mohon dengan harapan supaya Saudara berkenan membaca dan mengamalkannya sesuai dengan tuntunannya dan tata cara yang sudah tersedia. Segala perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
    Jazzakumullohu Khoiron

    Wassalamu “alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

  2. ilahiYaRabbi..bantulah aku untuk meningkatkan puasa dari puasa orang awam kepada puasa orang soleh sekurang2nya…
    tiada daya upayaku YaALLAH tanpa bantuanMU

  3. ummi3ummu…terimakasih sudi berkunjung ke sini ya.Hmm..nice nickname… 🙂 smoga Tuhan membantu kita semua membaiki puasa kita dengan berkah bulan suci ini.Amin.

  4. o ya..ummi biasa jengah ke sini copy paste atikel untuk buat posting ke forum & blog yang lain dengan niat untuk menyebarkan minda abuya..minta izin ya!
    Terima kasih atas komen nickname nya..memang ummi..ummi kepada 3 ummu yang dah remaja semuanya…ilalliqa’ maassalamah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s