Kita Di Dunia Adalah Musafir Kelana, Pilihlah Antara Dua Jalan

highway-ro.jpg

Kita di dunia adalah musafir kelana

Di sini bukan tempat tinggal berlama-lama

Hidup di dunia hanya sementara

Ke Akhirat sanalah tujuan kita

Di waktu musafir carilah barang-barang yang berguna sebanyak-banyaknya

Untuk dibawa pulang ke Akhirat sana

Jangan bawa barang-barang yang salah

Di sana nanti hukuman menunggu kita

Di waktu di dunia jangan kita lupa

Di dunia bukan tempat tinggal kita

Mau ataupun tidak mau kita terpaksa ke sana

Kalau tidak ada amal baik yang dibawa kecewalah kita

Ingatlah jangan kita terlalai

Berhati-hatilah dengan dunia yang menipu kita

Jika kita tersilap di dunia ini

Merana selamanya di Akhirat sana

Ingatlah sebelum terlambat…

Di hadapan kita ada dua jalan, pilihlah…!

Satu ke Syurga, satu lagi ke Neraka

Kedua-duanya itu jalannya jelas, tidak ada kesamarannya

Terserah kepada kita memilihnya

Jalan ke Syurga ditabur orang dengan duri, batu kerikil, ranjau-ranjau yang menyusahkan

Jalan ke Neraka dihampar orang dengan permadani empuk

Di kiri kanan jalan ada gerai-gerai makanan yang lezat rasanya

Melihat sahaja sudah menggiurkan

Belum lagi memakannya, wah lezatnya

Dialu-alukan pula oleh gadis-gadis cantik

Melambai-lambai menunggu kedatangan kita

Mengiringi perjalanan kita

Sedangkan jalan ke Syurga tidak ada makanan di kiri kanannya

Jauh dari gadis-gadis manis yang mengalu-alukan

Apa yang ada hutan kiri dan kanan

Tidak ada satu pun yang menarik dan yang menggembirakan

Perlu diingat dia telah diberitahu

Di hujung Neraka jurang yang dalam, yang mengerikan dan menyiksakan

Siapa menempuh jalan itu pasti terjatuh ke jurang yang menakutkan

Di ujung jalan ke Syurga pun telah diberitakan

Ada taman yang indah, istana mewah

Makanan yang lezat rasanya

Gadis-gadis cantik yang menunggunya

Siapa menempuh jalan ke Syurga, menderita dahulu, senang kemudian

Siapa menempuh jalan ke Neraka, senang dahulu, menderita kemudian

Pilihlah yang mana yang kita mau

Kedua jalan itu terbentang di hadapan kehidupan kita

Kedua jalan itu sangat jelas tidak ada kesamarannya

Terserah kepada kita, pilihlah mana yang kita suka…

Nasehat dari Mursyidku, Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi

Abuya, bantulah kami untuk memahami, menghayati dan mengamalkannnya…

Advertisements

10 comments on “Kita Di Dunia Adalah Musafir Kelana, Pilihlah Antara Dua Jalan

  1. Sering ingin berontak dan bergejolak nafsu di dalam dada ini…Masih juga tergoda tarikan dunia yang melambai2…Masih jauh dari Muthmainah, apalagi Radhiah yang redha lagi diredhai

    Ya Allah, ampunkanlah kelemahan hambaMu ini, pimpinlah hati ini menujuMu,jangan Engkau tinggalkan hambaMu…

    Kabulkanlah ya Allah dengan berkat Mursyidku Fata At Tamimi… 😦

  2. Siapa menempuh jalan ke Syurga, menderita dahulu, senang kemudian

    …. apa punya sajak ni …. sapa kata nak ke syurga kena menderita

  3. thanx atas kunjungannya Al fakir. memanglah kita ni di dunia fakir. Lahir tak berpakaian matipun hanya bawa sehelai kain kafan…Asal jangan fakir Iman. Nauzubillah…

    Pada taraf nafsu Amarah, Lawamah dan Mulhamah..sangat terasa bahwa jalan2 menuju Syurga dan redha Tuhan sangatlah susah, menyeksakan, mencabar nafsu. Lain halnya dengan orang2 Tuhan yang nafsunya Muthmainah, Radhiah dan Kamilah..mereka bahkan senantiasa terhibur dan suka cita dengan Ujian yang Allah timpakan pada mereka… 🙂

  4. alfakir…
    Rasulullah saw dan para sahabat itu semuanya orang yang berjasa, mereka jugalah yang disabdakan rasul sebaik2 manusia didunia..
    “Sebaik2 manusia adalah kurunui, kemudian kurun selanjutnya, dan kemudian kurun selanjutnya”

    Jadi lihatlah akan kehidupan dan kisah2 mereka, banyak ujian, dugaan dirasakan Alllah pada mereka..walaupun setelah beroleh Daulah dengan Empayar timur dan Barat.

    Ingatlah pesanan ini..semakin tinggi iman seseorang, semakin banyak ujian ditimpakan…sebab itu hampir semua Nabi menerima ancaman dan ujian..kita dengar umpama derita, tapi sebenarnya mereka terhibur mendapat perhatian dan kasih sayang Tuhan!

  5. dulu, nabi Zakaria digergaji hidup2 oleh penentang2nya, ketika itu beliau sedang bersembunyi di dalam sebuah pokok besar.

    padahal beliau nabi,masakan nabi kekasih Allah dibiarkan digergaji hidup2? macam tak logik…apa susahnya bagi Allah untuk melepaskannya dari penderitaan itu?

    Bahkan tak cukup itu saja, Allah menghantar mesej melalui malaikat ketika beliau di gergaji itu, kata malaikat ” Wahai zakaria, jika kamu berteriak atau mengeluh maka Allah akan cabut kenabian kamu”… begitu sekali. Digergaji hidup2 bukannya tak sakit..super sakit!! eh, ini tak diizinkan berteriak atau mengeluh pula…

    Tapi begitulah Allah hendak mengangkat derajat kekasih2Nya yang paling dicintaiNya yaitu Nabi2 dan Rasul2.Pada lahiriahnya hidup mereka penuh kesusahan dan penderitaan.Tapi disanalah ada kemuliaan disisi Tuhan.

  6. yap..syurga Tuhan itu mahal. masa syurga yang mahal itu bisa “dibeli” hanya dengan kesenangan yang kita dapat di dunia?
    bahkan Rasulullah masuk syurga pun karena rahmatNya..ga mungkin kita yang cuma “kita”, tinggal lenggak lenggok langsung masuk syurga..
    kalo untuk manusia kita sanggup berkorban…knapa ga, untuk God The AlMighty…? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s