Dimana Kebahagiaan ?

stress-therapy.jpg

Mencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Tidak melihat apakah itu lelaki atau perempuan, tua atau muda, orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil. Semua menginginkan kebahagiaan. Segala tindak tanduk manusia dapat kita lihat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencari kebahagiaan.

Kebahagiaan itu bukan terletak pada tangan, mata, kaki, telinga atau yang lainnya. Tetapi kebahagiaan itu terletak pada hati atau jiwa. Orang yang mendapat kebahagiaan akan merasa ketenangan hati, ketenangan jiwa dan keindahan ruh. Kalau kita lihat berbagai cara dan jalan telah ditempuh oleh manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Ada yang mencari kebahagiaan melalui kekayaan, pangkat, nama, kemasyhuran atau isteri yang cantik. Tetapi yang menjadi permasalahan sekarang adalah, benarkan semua itu dapat memuaskan hati manusia dengan mutlak?

Kalau mencari kebahagiaan itu diusahakan dengan kebendaan, percayalah…manusia akan gagal mencapai kebahagiaan,yang ada adalah manusia akan mencapai kekecewaan, manusia akan merasa malang sepanjang hari, jiwa tidak tenang, tidak tenteram sepanjang masa. Inilah yang dikatakan Neraka sementara sebelum merasakan Neraka yang hakiki dan dahsyat serta mengerikan di akhirat nanti.

Buktinya dapat kita lihat, orang-orang yang mencari kebahagiaan melalui :

1.Kekayaan

Setelah manusia itu mendapat kekayaan, ia tidak akan dapat terhindar dari masalah-masalah yang tidak menyenangkan. Yaitu ujian-ujian. Ujian-ujian itu merupakan sunnatullah yang sengaja Allah datangkan kepada setiap manusia. Contohnya, ia tidak dapat terhindar dari sakit yang Allah datangkan kepadanya. Jika sudah ditimpakan kesakitan maka diwaktu itu kekayaan tidak berguna lagi. Atau dalam waktu-waktu yang lain terjadi pencurian, kebakaran, diancam dan sebagainya. Kalau semua itu terjadi, walau sekaya apapun ia, tidak dapat memberi kebahagiaan kepada manusia.

2.Pangkat dan Jabatan

Dalam keadaan mencari kebahagiaan melalui pangkat, ia juga tidak dapat terhindar daripada dihina oleh orang yang diatasnya. Ia tidak dapat terhindar dari hasad dengki dari orang lain yang berada di atasnya, semua orang akan benci sebab untuk mendapatkan pangkat ia selalu mengumpat orang, memfitnah, menjatuhkan orang lain agar orang memberi perhatian kepadanya. Apabila sudah mendapat pangkat apakah ia dapat terhindar dari ujian-ujian yang Allah datangkan kepadanya?. Apakah ia dapat terhindar dari kematian anak, isteri, keluarga atau orang yang dicintai? Apakah pangkat tersebut dapat memberi kebahagiaan dan ketenangan jiwa pada seseorang?

3.Nama dan Glamor

Begitu juga kalau seseorang itu mencari kebahagiaan dengan nama kemasyhuran dan isteri cantik, ia tidak akan dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Orang yang mencari kebahagiaan dengan dunia atau material semata-mata tidak akan menemui kebahagiaan selama-lamanya. Kebahagiaan yang diharapkan tetapi kecelakaan yang datang, yaitu kesengsaraan dan penderitaan di dunia lagi.

Kita lihat beberapa contoh :

Bintang film terkenal yang dipuja orang yaitu Marilyn Monroe dan Elvis Presley mati bunuh diri. Dikalangan selebritis kita perceraian sudah menjadi budaya,baru menikah 3 sampai 5 tahun rumah tangga sudah hancur dan anak terkorban, sedangkan mereka pada lahiriah atau materiil seolah-olah sudah mendapat kebahagiaan, kaya dan berkecukupan,muda usia, wajah ganteng dan cantik. Tetapi mengapa terjadi demikian?

Ada juga di kalangan mereka yang mencoba bunuh diri, tetapi dapat diselamatkan. Ada yang tidak berani bunuh diri, tetapi terlibat dengan ganja, narkotik, minuman keras dan bermacam-macam kejahatan yang mengerikan dan merusak masyarakat. Mereka anggap itu kebahagian. Ada yang terliat dengan hiburan-hiburan yang tidak sehat, prostitusi, dll. Ada juga yang berusaha sungguh-sungguh agar dapat memberi kebahagiaan , kepuasan jiwa dan ketenangan hati. Mereka tinggalkan segala-galanya membawa diri mengikuti rasa hati, kesana kemari tidak tentu arah. Ada yang membiarkan pakaiannya compang camping, seolah-olah ingin hidup seperti rumput dan angin. Malah seringkali budaya seperti ini yang menjadi masalah pada masyarakat sekarang ini.

Benarlah firman Allah SWT yang artinya :

”Tidak ada hidup di dunia ini, melainkan harta benda yang menipu dayaQ.S Al Hadid : 20

Di dunia pun sudah tertipu dan mengecewakan,karena mereka yakin pangkat, kekayaan, nama dan kemahsyuran, serta isteri cantik dapat memberikan kebahagiaan , tetapi semua itu telah menipu mereka. Di akhirat nanti baru dia sadar bahwa dunia ini menipunya, hingga menjadikan dia lupa perintah Allah. Dunialah yang menyebabkan dia terjun ke Neraka.

Sehingga kelak akan terkejut dengan janji Allah dalam firmanNya yang artinya :

”Rasakanlah azab dan siksa yang pedih”

Kalau begitu dimanakah kebahagiaan yang hakiki? Apakah di dunia atau akhirat? kebahagiaan yang hakiki dan sejati adalah setelah kita beriman kepada Allah dan Rasul serta melaksanakan apa yang diwajibkan dan meninggalkan apa yang dilarang dengan sepenuh hati dan ikhlas.

Allah berfirman yang artinya :

”Ketahuilah bahwa dengan mengingati Allah itu hati akan tenang (jiwa akan tenang)” Q.S : Ar-Raad : 28.

Yang dimaksud tenang adalah tenang dengan dunia, tidak risau dengan dunia, tidak risau dengan rizkinya di dunia, tidak mudah tertipu dengan gemerlap dunia. Tetapi yang dirisaukan adalah nasibnya di akhirat serta dosa-dosanya kepada Allah

Dimana di akhirat nanti tidak berguna lagi harta kekayaan, pangkat, pujian dari orang dan isteri yang cantik. Semua tidak akan dapat memberi manfaat lagi dihari akhirat.

Firman Allah yang artinya :

”Di hari itu tidak berguna lagi harta dan anak-anak, kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan membawa hati yang selamat sejahtera” Q.S : Asy-Syuaraa : 88 – 89

Berikut ada sebuah sajak dari Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi berjudul “Musafir Kelana” untuk kembali meyakinkan hati kita tentang hakikat hidup ini..

water-splash.jpg

Kita di dunia adalah musafir kelana

Di sini bukan tempat tinggal berlama-lama

Hidup di dunia hanya sementara

Ke Akhirat sana tujuan kita


Di waktu musafir carilah barang-barang yang berguna sebanyak-banyaknya

Untuk dibawa pulang ke Akhirat sana

Jangan bawa barang-barang yang salah

Di sana nanti hukuman menunggu kita


Di waktu di dunia jangan kita lupa

Di dunia bukan tempat tinggal kita

Mau ataupun tidak mau kita terpaksa ke sana

Kalau tidak ada amal baik yang dibawa kecewalah kita


Ingatlah jangan kita terlalai

Berhati-hatilah dengan dunia yang menipu kita

Jika kita tersilap di dunia ini

Merana selamanya di Akhirat sana

Ingatlah sebelum terlambat…

Referensi : Kuliah Kesadaran Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi berjudul “ Mencari Kebahagiaan”.

Advertisements

8 comments on “Dimana Kebahagiaan ?

  1. Banyak orang mencari kebahagiaan dengan berbagai cara ,ada yang dengan mencari kekayaan ,ada juga yang sengaja hidup sangat bersahaja tapi juga tidak mendapatkan kebahagiaan.
    Orang bilang KAYA dan BAHAGIAAN itu sempurna ,tapi apakah ada ? semua orang masih mencari ,sering juga kita mendengar bahwa kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri ,tetapi sesungguhnya dimanakah sesungguhnya BAHAGIA itu ?
    Arie / nusahealth

  2. Di antara yang sudah hilang di sisi manusia ialah kebahagiaan
    Orang kaya sudah hilang kebahagiaan, orang miskin pun sudah hilang kebahagiaan
    Orang yang berilmu sudah tidak bahagia orang jahilpun tidak bahagia
    Yang ada nama dan glamour pun tidak ada bahagia yang tidak ada pun tidak ada bahagia
    Orang yang berpangkat pun sudah kehilangan kebahagiaan,
    yang tidak ada pangkat pun sudah kehilangan kebahagiaan

    Kerana kebahagiaan itu adalah makanan jiwa
    Kalau tidak ada manusia menderita
    Setiap insan berusaha mencari
    Orang kota pergi ke kampung mencari bahagia
    Orang kampung pergi ke kota mencari bahagia
    Yang tinggal di tepi laut pergi ke darat mencari bahagia
    Orang yang tinggal di darat pergi ke tepi laut mencari bahagia
    Bahkan berbagai cara manusia mencari bahagia
    Ada yang pergi ke hutan ada yang pergi melihat air terjun
    Ada yang pergi ke padang pasir, ada yang pergi ke tempat banyak bahaya
    Bahkan ada orang yang mendaki gunung menurun lurah hingga terjatuh
    Namun kebahagiaan tidak juga diperolehi

    Manusia lupa kebahagiaan itu bukan benda luaran
    Kebahagiaan itu ada di dalam diri manusia itu sendiri
    Hidupkan hati rasa bertuhan, bangunkan jiwa rasa kehambaan
    Cintakan Tuhan setiap ketika dan masa
    Sembah, sanjung dan besarkan Dia setiap masa
    Jadikan Tuhan kawan setia
    Bawa dia kemana-mana dan meminta dan bermanja-manjalah dengan-Nya
    Itulah dia rahsia kebahagiaan setiap insan

    – Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi –

  3. Pada yang belum atau mahu berjumpa Abuya(penulis sajak) cubalah usaha untuk menziarahi dan mengenalinya. saya jamin pasti tak rugi!!

  4. Pingback: Rahasia kebahagiaan « Achyar89’s Weblog

  5. Pingback: d’MnA KeBaHaGiAAn??? « zhona_nhisya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s