Hmm…Sedap Banget,Teksturnya Lembut & Sopan Sekali, pokoke mak Nyuss…!

pak-bondan.jpg

Itulah kata-kata ajaib yang sering keluar dari bibir pak Bondan Winarno. Ya…,siapa pemirsa TV yang tak kenal beliau yang wajahnya selalu muncul di acara Wisata Kuliner di Trans TV.Dengan gayanya yang khas sekali ( setau saya belum ada ahli kuliner Indonesia se-khas beliau ). Ajaib memang, yaitu bagaimana ketika beliau mendefinisikan rasa sebuah makanan dengan kata-kata “sopan sekali”. Saya sering geli dan ketawa sendiri bila mengingatnya.Seolah-olah hal ini tak dapat dijangkau oleh logika kita, setidaknya bagi saya lah… Yang namanya masakan ya paling banter mendapat predikat lezat, sedap,gurih, manis, pedas,asin,enak,lumayan etc. Tapi ini ajaib,beliau memberi predikat “sopan sekali” pada sebuah cita rasa masakan/makanan.

Apalagi kata2 andalan beliau “pokoke mak Nyuss…”, seolah-olah tiada kata lain yang mampu menggambarkan cita rasa sebuah masakan/makanan super lezat selain kata2 tersebut ( walaupun “mak Nyuss” itu bukan trade mark pak Bondan, tapi beliau membawakannya dengan sangat baik ). mak Nyuss” itu sendiri bukanlah sebuah definisi rasa yang lazim ( bagi orang2 jawa mungkin sudah terbiasa dengan kata2 ini ), tetapi seolah di dalamnya terkandung berbagai macam cita rasa yang hanya dapat dirasakan dan diungkapkan kalau kita sudah merasakannya,menghayatinya dan mengenal seluk beluk makanan yang kita makan itu…Undefined…! Hanya kalangan “expert” yang mampu berbuat atau mampu mengeluarkan kata-kata ajaib seperti itu. kata-kata ajaib itu adalah ekspresi dari apa yang dia rasakan. Ini yang disebut Ilmu Rasa. Ilmu transfer rasa sehingga pemirsa ikut “ngiler” ketika melihat atau mendengar, padahal kadang2 masakannya hanya biasa saja,ketupat dan krupuk kaki lima di pinggir jalan…

Guru saya, Abuya Ashaari Muhammad, mengajarkan agar kita selalu mengambil iktibar dari suatu kejadian dan setiap kejadian itu dikaitkan dengan Tuhan, maka saya lantas teringat sebuah sajak beliau berikut ini.

Sajak ini memberikan gambaran orang2 yang “expert” dengan Tuhan. Yang sangat kenal dengan Tuhan,sangat jatuh cinta dengan Tuhan, bahkan sampai pada tahap mereka ZAUQ, ataupun “mabuk” dengan Tuhan, sehingga tidak jarang kita dengar kisah2 orang2 sufi yang dari bibir mereka keluar kalimat2 ajaib, yang bagi orang “awam” tak akan dapat menjangkaunya.

Jangankan jatuh cinta dengan Tuhan, jika seorang manusia jatuh cinta dengan kekasihnya saja, sering kita dengar kalimat ajaib keluar dari bibirnya, misalnya : kulihat bantal, ada wajahmu…kulihat apa saja terbayang dirimu..tak enak makan tak enak tidur…selalu ingat padamu…apapun yang kau minta aku akan memenuhinya…janganlah engkau tidak membalas cintaku..etc. Seolah hatinya tidak dapat lepas dari teringat pada kekasihnya, sehingga melihat apa saja selalu nampak kekasihnya ada di situ.Bahkan mungkin sampai orang menyangka dia tergila-gila dengan kekasihnya itu.

Begitulah perumpamaan pecinta Tuhan yang sejati, orang2 yang “expert” dengan Tuhannya…

Sajak :

Beda Al ‘Alimbillah ( tahu akan Allah ) Dengan Al ‘Arifbillah ( kenal dengan Allah )

Al ‘Alimbillah, orang yang mengetahui Allah secara umum
Ia mempercayai Allah berdasarkan hujah ilmu dan akal
Atas dasar ilmu dia tidak boleh menolak adanya Tuhan
Tapi percaya secara ilmu itu, tidak ada rasa berTuhan
Takut dan cintanya dengan Allah tidak dapat dirasakan

Berlainan sekali dengan Al ‘Arifbillah
Orang yang mengenal Allah dengan makrifat yang mendalam
Ilmunya memberi tahu
Dikuatkan oleh perasaan hati yang sentiasa sadar dan rasa berTuhan

Al ‘Alimbillah suka berbahas, suka berforum, suka bermujadalah
Tapi apa yang dibincangkan tidak pun dihayati
Dan tidak diperbincangkan dengan amalan

Al ‘Arifbillah, cinta dan takutnya dengan Tuhan amat mendalam
Perasaan itu payah hendak diungkaikan
Rasa kehambaan dapat dilihat di dalam kehidupan

Al ‘Arifbillah bercakap berdasarkan pengalaman
Al ‘Alimbillah bercakap atas dasar ilmu pengetahuan

Al ‘Arifbillah kerana rasa kehambaan mendalam
Sifat-sifat mahmudahnya nampak nyata di dalam kehidupan

Al ‘Alimbillah sifat-sifat yang mazmumahnya yang nampak
Terutama sifat-sifat ego, riya dan megah
Gila nama dan glamour
Ingin dipuji dan dikenang jasanya

Al ‘Arifbillah, sanjungan dan pujian itulah yang menyiksa hatinya
Itulah yang dibenci dan sangat tidak disukainya

Al ‘Alimbillah belum menjamin seseorang itu selamat
Al ‘Arifbillah baru ada jaminan dari Tuhan

Advertisements

8 comments on “Hmm…Sedap Banget,Teksturnya Lembut & Sopan Sekali, pokoke mak Nyuss…!

  1. saya punya depot bakaran di jl. taruna, desa wage sidoarjo – jawa timur
    menu yang saya buat semua serba bakar ada ayam, bebek, kikil, tahu, tempe, lele dan telur puyuh bakar. menu – menu tersebut semua semi presto jadi pakai sendok dan garpu bisa apalagi pakai sambel mercon saya pingin sekali bapak mencoba dan mampir ketempat saya.
    atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih

  2. hmm..nyamm..

    kebanyakan visitor yang “nyangkut” di posting ini adalah melalui searching kata “kuliner” dan “bondan winarno”… saya tak tahu apakah posting ini tepat sesuai kehendak para pecinta kuliner apa tidak…

    tapi…

    saya berharap yang “nyangkut” mau membaca posting ini hingga akhir…ameeen.. 🙂

    anyway…thank for coming…
    nanti kita jalan2 deh… 🙂

  3. Semoga sukses juga Reni…
    thanks 4 coming…

    untuk semua : kebanyakan dari visitors yang masuk di posting ini adalah pecinta kuliner…Alhamdulillah, moga mendapat hikmah dari apa yang tertulis disini,
    this not just a kuliner matter indeed.. 😉

  4. terima kasih kalo ada yg lebih indah dari terima kasih pasti akan saya ucapkan buat p bondan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s