Pencinta Tuhan Di Malam Sepi

night-pray.jpg

 

Sajak 1

Di waktu malam gelap, bintang-bintang berkerlipan

Pencinta-pencinta Tuhan bangun, merindukan Tuhannya

Dia lepaskan rindunya melalui sembahyang

Bermunajat, meminta-minta rahmat-Nya, memohon keampunan-Nya

Pencinta-pencinta Tuhan mengharapkan kasih sayang-Nya

Di kesepian malam, di suasana tenang dengan air mata berlinang

Diluahkan rasa hatinya, apa yang dihajatinya

Kepada Tuhan yang memang menunggu-nunggu

permintaan-permintaan hamba-hamba-Nya

Di waktu ketenangan malam, di ketika doa hamba-hamba-Nya dikabulkan

Pencinta-pencinta Tuhan menadah tangan dengan penuh harapan

Memuji, memuja, mensucikan, membesarkan Tuhan

Dengan ucapan-ucapan dan perasaan merendah diri

Begitulah berlaku setiap malam kepada pencinta-pencinta Tuhan

Tidak jemu meminta, tidak putus asa mengharap kepada Tuhannya

Meminta keampunan-Nya, meminta keredhaan-Nya, mohon diberi

Dicucuri rahmat, berkat, diberi maghfirah

Meminta dengan merendah diri, dengan air mata

Dengan rasa kehambaan, rasa hina, rasa lemah

Merintih, rasa bersalah, rasa berdosa, rasa tidak berguna

Agar datang belas kasihan dari Tuhan, moga-moga rahmat Tuhan datang

 

Sajak 2

Di waktu malam sepi, senyap sunyi

Suasana hening, dingin menusuk tulang

Hanya suara dengkuran manusia yang memecah sunyi

Sekali-sekali terdengar suara anjing-anjing liar di waktu malam sepi

Di waktu itu pencinta Tuhan bangun dengan penuh tenang

Membersihkan diri, berpakaian bersih

Bertelut dan berlutut, berdiri dan sujud berulang-ulang kali sepuas hati

Berzikir, bertahmid, bertakbir dan bertasbih

Puja dan puji disemarakkan, munajat membisikkan, melahirkan cinta

Merafakkan doa melahirkan hajat dan harapan

Mengagungkan dengan penuh khusyuk dan tawadhuk, menghina diri

Menghina diri di hadapan CINTA AGUNGnya, meminta perhatian

Air mata mengalir di pipi, jatuh ke bumi

Begitulah setiap malam yang berlalu

Di suasana kesepian malam, di dalam keheningan suasana

Pencinta-pencinta Tuhan memuja CINTA AGUNGnya, agar dia dicintai

Setelah memuja-memuji sepenuh hati

Meminta, mengharap sepuas hati

Dengan air mata dan tangisan minta dikasihi-Nya

Mereka berhenti menunggu malam

Hati sentiasa bimbang takut cinta tidak berbalas

Namun putus asa tiada, harapan sentiasa berbunga

Perhubungan tetap diteruskan

 

( Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad )

Advertisements

One comment on “Pencinta Tuhan Di Malam Sepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s