Hati Seorang Mukmin

gelombang.jpg


Mengalirlah air mata mukmin atau mengalirlah air mata hatinya

bila mengingat Tuhannya

Malunya hati mukmin bila mengenang Rahim dan Rahman Tuhan,

anugerah dan pemberian-Nya

Remuk-redamlah hatinya bila teringat Qahhar dan Jabbar-Nya

Kecut perutnya bila teringat hukuman dan azab-Nya

Resah gelisah jiwanya bila melakukan dosa

Sedih hatinya bila lalai dengan Tuhannya, kemudian sadar semula

Tidak tentu arah rasa hatinya bila terbuat kesalahan dan kesilapan

Hati mukmin tidak pernah tenang dengan Tuhannya,

tapi tenang dengan dunianya

Jiwanya senantiasa bergelombang terhadap Tuhannya

Jiwanya bagaikan air lautan tidak pernah tenang

Kalaulah bukan karena ada kewajiban masyarakat yang patut dipertanggungjawabkan

Sudah tentu mereka suka bersendirian

Atau membawa diri berkelana bersama Tuhannya

Atau menyisihkan dirinya dari masyarakatnya

Kerana terlalu memikirkan diri terhadap Tuhannya

Begitulah hati seorang mukmin

Sentiasa gundah-gulana

Oleh itu mereka tidak sempat memikirkan hal orang lain

Kerana terlalu memikirkan nasib dirinya

( Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s