Fitrah Manusia adalah Mencintai dan Menghamba kepada Allah

 

254183894_9e983d6505_m.jpg

Apakah hati anda suka dan merasa gembira serta terhibur apabila anda disebut sebagai “hamba Allah”?. Jawabannya saya yakin, tentu saja anda senang bahkan terhibur dengan sebutan itu. Benar bukan?

Walaupun misalnya dalam keseharian kita, kita tidak pun memposisikan diri kita sebagai hamba Allah. Walaupun dalam keseharian, kita senantiasa durhaka kepada Allah, Shalat masih bolong-bolong ( ponteng dlm bahasa malaysia ?), masih lalai dengan Allah, sehari-hari berbuat dosa, masih suka mengumbar mata keranjang, masih tidak yakin dengan ketentuan Allah, masih lebih memilih dan mencintai selimut dari pada membesarkan Allah ketika waktu Subuh, masih membesarkan pekerjaan kita daripada Allah, masih membesarkan mobil kita dari pada Allah, masih membesarkan suami atau istri kita, masih membesarkan Piala Champions dari pada menangisi dosa-dosa kita di malam hari dan masih membesarkan atau lebih mempedulikan lain-lain hal selain Tuhan. Padahal kita sadar di dalam hidup ini hanya Allah saja yang mempunyai kebesaran dan layak untuk dibesarkan serta diagungkan.

Tapi sebaliknya, bagaimana perasaan kita jika kita dipanggil saudara kita dengan sebutan-sebutan : Saudara ini sudah jadi hamba mobil, hamba wanita, hamba istri, hamba suami,hamba duit, hamba harta, hamba bola, hamba burung, bahkan hamba nafsu…Bagaimana respon hati kita? Saya yakin, walaupun mungkin tidak tampak di wajah tapi hati kita sakit dan tidak mau terima. Walaupun secara fakta dan kenyataan, memang kita telah “menghamba” dan membesarkan kepada hal-hal tadi.

Lalu kenapa bisa berlaku atau terjadi perasaan seperti itu? Yaitu perasaan terhibur dan senang ketika disebut sebagai hamba Allah, meskipun seseorang yang jahat sekalipun. Dan perasaan sakit atau tidak terima ketika kita disebut sebagai hamba wanita,hamba mobil, hamba nafsu dsb, walaupun faktanya memang benar seperti itu.

Jawabannya adalah, karena Allah memang menjadikan fitrah manusia adalah Cinta dan Menghamba kepada Allah. Fitrah adalah sifat yang ada pada setiap diri manusia, yang Allah jadikan sejak permulaan manusia diciptakan. Fitrah semua manusia di dunia ini adalah sama, tapi seiring dengan perkembangan dirin, kemudian dipengaruhi juga dengan pendidikan, lingkungan dan sebagainya,maka fitrah ini dapat berubah-buah kadarnya. Ada yang tebal dan ada yang tipis. Ditambah lagi dengan musuh-musuh yang menjadi penghalang.

Allah SWT berfirman yang artinya “ tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk menghamba kepadaKu “. Dan Islam itu adalah agama Fitrah, artinya Islam itulah agama yang paling sesuai dengan fitrah manusia.Tetapi kenapa seolah kita tidak mempedulikannya?

Musuh-musuh penghalang yang berat sebenarnya bukanlah musuh yang berbentuk materi atau lahiriah. Sebab, kalau kita pikir-pikir selimut kita beratnya tidak sampai 5 kg tapi kenapa lebih berat dari pada 10 menit waktu untuk Allah di waktu subuh, nonton Piala Champions di tv jam 2 pagi selama 90 menit rasanya lebih memakan energi daripada bangun malam 10 menit, belanja lipstik dan bedak rasanya lebih mahal daripada sedekah 500 rupiah untuk orang yang tidak mampu, dsb. Jadi apa musuh yang nyata-nyata menghalangi itu sebenarnya?Siapakah mereka? Mereka itu bernama NAFSU dan SYAITAN. Musuh yang tidak tampak pada kita bahkan menyatu dengan diri kita yaitu nafsu, justru itulah yang membuat kita tertipu dan susah melawannya.

Lalu bagaimana agar kita berjaya melawan Nafsu dan Syaitan yang tidak tampak ini, yang kitapun terasa sungguh berat untuk melawannya?Salah satu rahasia yang terbesar adalah hati kita mesti dipimpin dan dipandu oleh seorang Mursyid. Insya Allah dalam tajuk selanjutnya.

Di bawah ini ada sebuah sajak karya Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi untuk menjadi pengajaran untuk kita semua.

 

Sepatutnya Engkau Disembah

 

Ya Allah…

Karana terlalu banyaknya rahmat dan nikmat-Mu

Melimpah-ruahnya karunia-Mu setiap waktu

Sulit lidah hendak menyebutnya

Tidak mampu hendak menghitungnya

Sekalipun dengan alat yang canggih

Kalaulah takdirnya Engkau tidak wujudkan Syurga dan Neraka

Bahkan kalau sekiranya Engkau tidak mewajibkan

Kepada hamba-hamba-Mu menyembah-Mu

Namun bagi hati yang murni, fitrah yang suci

Jiwa tetap rasa bersalah jika Engkau tidak disembah

Fitrah alami merasa tidak patut kalau Engkau tidak disembah

Bahkan hati ini tetap merasa bersalah

Jika tidak membesar dan mengagungkan-Mu

Betapa pulalah Engkau telah mewajibkan

Hamba-hamba-Mu menyembah-Mu

Lebih patut lagilah Engkau diagung dan disembah

Karena itulah siapa saja yang tidak menyembah-Mu

Lupa dari mengingati dan membesarkan-Mu

Jiwa orang ini sentiasa gelisah

Jiwa tidak tenang, resah tidak menentu arah

Karena fitrah, itu tabiatnya

Secara kita tidak sadar tetap rasa bersalah

Lantaran itulah kita dapat lihat di dalam pergaulan kita

Jika seseorang itu tidak mempedulikan Allah

Sekalipun kaya, berkuasa, berilmu

Namun jiwanya senantiasa gelisah

Dia akan jadi orang pemarah

Atau emosinya tinggi

Mudah saja tersinggung dan marah-marah

Advertisements

2 comments on “Fitrah Manusia adalah Mencintai dan Menghamba kepada Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s