Sekuler Dalam Sudut Pandang Islam

35177.jpg

Sekuler atau Sekulerisme. Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah tersebut. Istilah tersebut sering digandengkan dengan kata-kata : Pendidikan Sekuler, Pemerintahan Sekuler, Politik Sekuler, Budaya Sekuler dsb. Tetapi terkadang kita kebingungan memahami dan menerapkan makna sebenarnya tentang sekuler ini, atau kita mamaknainya ( bukan sekedar definisi lho..) terlalu sempit sehingga kita secara tidak sadar telah terjerumus ke dalam level sekuler yang lebih dalam dan lebih mengkhawatirkan

Jangankan pada perkara yang memang bersifat umum, pernahkah kita terpikir bahwa kita secara tidah sadar telah melakukan ibadah sekuler?Misalnya shalat sekuler,sedekah sekuler,jihad sekuler,dakwah sekuler,mengaji sekuler,dll ibadah atau aktivitas yang kita rasa sudah mulia tapi secara tidak sadar kita telah terjerumus kepada sekulerMemang dalam Islam tidak disebutkan secara eksplisit tentang sekuler ini. Tapi kalo kita kaji lebih mendalam banyak hal dalam Islam yang memerintahkan kita agar jangan sekuler

Definisi sekuler dalam Islam bukan sekedar memisahkan sebuah aktivitas dengan Agama, seperti definisi secara umum, tapi lebih dalam dari itu yaitu ada hubungannya dengan Tuhan dan Akhirat

Ayat pertama yang turun adalah QS Al Alaq ayat 1-5 “iqra’ bismirabbika al ladzii khalaq..” di dalam ayat itu kita diperintahkan agar membaca dengan nama Tuhan yang menciptakan. Proses membaca adalah salah satu aktivitas manusia, tapi kenapa Allah tidak menyuruh aktivitas yang lain misalnya berjihad, membangun, berekonomi dan sebagainya?Karena Allah ingin dengan membaca itu kita akan dapat ilmu yang berbagai macam, ilmu tentang jihad, ilmu tentang kemajuan, ilmu tentang teknologi, ilmu tentang ekonomi, ilmu tentang ibadah, ilmu tentang cara dakwah dsb. Bila ilmu itu dapat kita aplikasikan maka kita dapat mewujudkan semua hal tadi dalam kehidupan

Tapi ingat, disini Allah memberikan syarat, yaitu “…bismirabbika al ladzi khalaq..” segala sesuatu tadi mesti dilakukan atas nama Allah, niat karena Allah, menurut cara atau kaedah yang Allah kehendaki serta hasilnya digunakan sesuai aturan yang Allah tetapkan. Pendek kata semua aktivitas tadi mesti dihubungkan dengan Allah.

Ada ayat yang selalu kita baca dalam iftititah ketika Shalat “ inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin” artinya sesungguhnya shalatku ibadahku hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.

Bacaan diatas adalah bentuk janji kita kepada Allah bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk kita persembahkan kepada Allah semata. Bukan kepada yang lain, bukan untuk mencari nama, bukan untuk dipandang manusia, bukan untuk mencari jodoh, bukan untuk mencari glamor, bukan untuk mencari jabatan atau kedudukan, bukan untuk mencari harta, bukan untuk mencari pengaruh atau hal-hal yang bernilai duniawi.Secara tidak sadar kita telah menipu, mungkir janji atau berbohong kepada Tuhan.

Sebenarnya yang Allah harapkan justru hal-hal duniawi seperti berekonomi, berteknologi, bermasyarakat dsb dapat bernilai akhirat, yaitu untuk mendapatkan redha Allah SWT asalkan memenuhi 5 syarat ibadah dan dikaitkan dengan Allah.

Lebih dalam lagi tentang sekuler ini Allah berfirman yang bunyinya “ fawailullill mushallin, alladzi nahum an shalatihim sahun…” artinya mendapat neraka wail lah orang yang mengerjakan shalat, yaitu mereka yang shalat tapi lalai dari shalatnya

Lalai dari shalat artinya lalai kepada Allah, artinya dalam kita shalat pun kita bisa sekuler. Orang yang seperti ini oleh Allah diancam neraka wail. Seperti apa shalat sekuler? Yaitu bila kita shalat agar dipandang orang sebagai orang alim, kita shalat untuk dapat duit, kita shalat untuk dapat pengaruh, kita shalat tapi kita dalam shalat itu kita ingat duit, ingat istri, ingat hutang, ingat kuliah, ingat urusan-urusan duniawi yang lain, bukannya ingat Allah. Inilah shalat sekuler.

Bertambah sekuler shalat kita jika setelah shalat kita melupakan tuntutan dari shalat kita tadi. Contohnya dalam akhir shalat kita berjanji pada Allah untuk menebarkan keselamatan kepada semua makhluk dibumi ( mengucap salam ) tapi sering kita marah-marah pada teman kita selepas kita shalat, kita mengumpat, memukul, menzalimi, tidak berukhuwah, tidak menghormati orang, tidak mau memaafkan kesalahan orang, pendendam dsb.

Dalam shalat kita katakan Allahu Akbar, hanya Allah sajalah yang Maha Besar dengan segala kebesaranNya yang patut dibesarkan, tapi kenyataan dalam hidup kita, kita membesarkan harta, membesarkan duit, membesarkan pekerjaan, membesarkan wanita,membesarkan bos kita, membesarkan suami kita dsb.

Dalam shalat kita berjanji kepada Allah, “..iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in..” hanya Engkaulah yang kami sembah dan kepadaMu kami mohon pertolongan. Tapi setiap hari kita tidak sadar telah mengabdi pada uang, pada mobil, pada wanita, pada bos,pada binatang piaraan, pada kekasih kita, dan pada yang lain-lain selain Tuhan. Kita berjanji bahwa kita akan mohon pertolongan kepada Tuhan tapi hati kita masih menggantungkan hidup dari uang, harta, kedudukan dsb seolah2 tanpa uang dan harta kita tidak dapat hidup. Padahal Tuhan Maha Kaya siapapun yang dekat dan terhubung dengan Allah niscaya Allah akan membantunya

Bahkan semua bentuk aktivitas kita seperti jihad, ibadah, sedekah, shalat, ceramah, mentoring, jadi murakib dsb dapat menjadi sekuler jika didalam hati kita terdapat rasa riya’, rasa ujub ( bangga diri atau narsis ), tidak ikhlas, ingin dapat sanjungan, merasa diri sudah jadi baik,agar dipandang sebagai orang alim dsb.Artinya kita beribadah bukan untuk Tuhan tapi untuk diri kita dan untuk orang lain Perasaan-perasaan atau sifat-sifat itulah bentuk sekuler yang halus yang kita terkadang tidak dapat merasakannya

Jika ibadah yang jelas2 berhubungan dengan Allah sudah jadi ibadah sekuler maka otomatis yang bukan ibadah akan sekuler juga. Ekonomi sekuler, pendidikan sekuler, teknologi sekuler, budaya sekuler, dsb

Misalnya pendidikan sekuler.Seperti apa? Pendidikan dalam Islam tidak hanya mendidik akal dan fisik, tetapi terlebih lagi mendidik hati manusia agar mengenal Allah dan Cinta serta Takut kepadaNya. Selama ini kita diajarkan bahwa pesawat terbang bisa terbang karena hukum Bernoulli, air tanah bisa sampai daun karena kapilaritas, penemu bola lampu adalah Alfa Edison dsb, sebatas itu saja. Tapi kita tidak pernah diajarkan dalam pelajaran itu tentang Maha Hebatnya Allah yang telah menciptakan akal, Maha Hebatnya Allah yang mengijinkan pesawat dapat terbang dengan diangkat para malaikat, maha hebatnya Allah yang menciptakan tumbuhan, dsb

Dalam pendidikan Islam yang sebenarnya, anak didik disamping mendapat ilmu mereka juga akan mendapat rasa dalam hati mereka tentang kehebatan Allah, Maha Berkuasanya Allah, Maha Kaya Allah, dsb. Ironisnya hal tentang Tuhan seperti ini sudah dipisahkan dari pendidikan yang ada dan tidak terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan kita ( artinya sebetulnya pendidikan kita sudah sekuler walaupun berlabel Islam )

Padahal Allah adalah keperluan semua manusia, manusia tidak dapat hidup tanpaNya, tapi kenapa manusia seolah-olah melupakanNya sedangkan Dia tidak pernah melupakan kita.Bahkan fakta yang lebih ironis lagi dalam Pendidikan Tinggi pun tinggal 2 sks saja

Advertisements

7 comments on “Sekuler Dalam Sudut Pandang Islam

  1. Tapi kita tidak pernah diajarkan dalam pelajaran itu tentang Maha Hebatnya Allah yang telah menciptakan akal, Maha Hebatnya Allah yang mengijinkan pesawat dapat terbang dengan diangkat para malaikat. —>
    Yang saya tebali, saya ingin dapat penjelasan lanjut mengenai hal ini sampai pada garis penarikan kesimpulan (kah) kata ini.

    Trim’s ya Mas….

  2. Maksudnya gini mas agor,

    coba mas agor pikir,
    siapa yang menjatah volume udara yang kita hirup?
    jumlah butir nasi yang kita makan?
    jumlah voleme air yang kita minum?

    bukankah itu semua sudah Allah tentukan dalam Lauh Mahfudz.
    Nah, eksekutor dari ketentuan Allah itu, maksud saya yang membagi-bagi si A dapat voleme udara untuk bernafas sekian liter, beberapa ribu butir nasi untuk makan, dan beberapa liter untuk minum , adalah tugas dari malaikat MIKAIL sebagai malaikat pembagi rizqi.

    Nah, maksud dari ungkapan:
    Maha Hebatnya Allah yang mengijinkan pesawat dapat terbang dengan diangkat para malaikat

    kembali seperti pertanyan saya di awal.

    siapakah yang menentukan tekanan udara di bawah sayap adalah sekian pascal?
    Siapakah pula yang menentukan tekanan udara di atas sayap adalah sekian pascal lebih rendah daripada di bawah sayap?

    bukankah yang mengatur voleme udara di atas dan di bawah sayap itu adalah malaikat Mikail? Sebagi pembagi rizqi sehingga para penumpang di dalam pesawat dapat sampai di tujuan dengan lebih cepat.

    Coba bayangkan jika Malaikat MIKAIL mengurangkan kerapatan udara di bawah sayap? sehingga tekanan di bawah sayap jadi berkurang. tentu pesawat yang seyogyanya terangkat malah turun bukan?

    Itulah pencaturan Allah yang Maha Bijaksana. Takutlah kita padaNya, yang dapat berbuat apa saja pada diri kita.

  3. Sudah sunnatullah, Tuhan punya teamnya utk ‘berbuat’. Bisa saja Allah membuat SEMUAnya sendiri, tetapi Dia mahu menunjukkan yang kerajaanNya pun ada sistem dan peraturan jitu tersendiri.

    Seperti jugalah peranan Sohibuzzaman, yg berperan atas izin Allah.

  4. Tulisan tersebut mungkin bagi beberapa orang bukan sebagai kesimpulan mas, dan saya pun tidak bermaksud untuk menyimpulkan seperti itu. 🙂 Hanya saja itu adalah sebuah realita yang saya hadapi. Pernahkah dulu sewaktu kita belajar Ilmu Bernaulli itu, guru kita mengaitkan hal tersebut dengan Allah? mengaitkan bahwa hal itu terjadi karena izin Allah, dengan perantaraan para Malaikatnya? Saya rasa tidak pernah. Paling tidak pada pengalaman saya seperti itu yang terjadi. Sedangkan Allah berfirman “iqra’ bismirabbik..” dan kita pun selalu berjanji dalam shalat kita ” sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Tuhan semesta Allam”

    QS Ali Imran ayat 191-190 .Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi para ulil albab.(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

    Seperti itulah semestinya kurikulum pendidikan kita saat ini, yaitu semakin kita belajar semakin kita mengenal Allah.

  5. Pingback: Matahari Terbit dari Barat di Negeri 1001 Bencana « Eastern Earth | مشارق الأرض

  6. Pingback: Indonesia Negeri 1001 Bencana (II) : Versi Presiden SBY…?! « ABOUTMIRACLE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s