Manusia Adalah Hamba Yang Tiada Keistimewaan Apa-Apa…

40114.jpg

Kalau kita merenungi, menilai dan menganalisa manusia dari segi fisiknya maka akan kita peroleh bahwa manusia itu boleh dibilang tidak ada keistimewaan apa-apa. Bahkan boleh dibilang sebagai pabrik kotoran saja. Karena kalau kita amati dalam tubuh manusia terdapat 2 hal negatif, yaitu :

Pertama: Kelemahan

Kelemahan yang kita maksudkan di sini ialah tubuh atau badannya tidak ada ketahanan super. Ia mudah terkena bermacam-macam penyakit. Mudah diserang oleh demam, mudah ditimpa sakit kepala. Mudah sakit mata, sakit gigi. Bahkan ada penyakit yang lebih berat lagi seperti sakit jantung, darah tinggi, kencing manis, liver, strok dan lain-lain.

Selain itu ketahanan badannya sangat lemah dibandingkan jiwanya. Kalau terantuk batu, mudah saja luka atau bengkak dan sakit. Kalau jatuh atau tertabrak benda yang kuat atau terkena benda yang keras, mudah saja keseleo, luka, patah, remuk dan hancur. Jika melakukan kerja yang memerlukan tenaga, mudah saja letih, lesu. Kalau tidak berhati-hati bisa sakit juga. Bahkan selepas menerima nikmat pun memberi effect kepada badan atau ada side effectnya. Contohnya, setelah makan lebih-lebih lagi kalau makan terlalu banyak, badan menjadi berat dan juga dapat membawa kepada berbagai penyakit. Setelah jimak yaitu selepas bersama dengan isteri, lebih-lebih lagi kalau ia sering dilakukan, badan menjadi lesu, lemah dan hilang tenaga. Kalau kurang tidur di waktu malam, mata jadi mengantuk di waktu siang. Bukan sekedar itu, badan pun menjadi lesu.

Begitu lemahnya manusia.Ketahanan tubuhnya mudah terancam dan selalu terancam. Ancaman luar ini akan memberi side effect kepada jiwa manusia, menjadikan emosinya tinggi, dia akan jadi pemarah, mudah tersinggung, benci, jemu dan lain-lain.

Kalau tidak dibendung dengan didikan Iman ditambah lemah bermujahadah, sifat batin yang negatif itu akan ikut merusak orang lain. Maka akan timbul krisis dan permusuhan di dalam masyarakat. Akibatnya perpaduan, kasih sayang dan keharmonisan hidup akan rusak.

Kedua: Apa yang keluar dari badan manusia, semuanya kotor dan menjijikkan.

Mari kita lihat.

  • Air yang keluar dari badan, peluh atau keringat namanya, masam, menjijikkan orang.
  • Yang keluar dari telinga, tahi telinga atau nanah yang busuk yang menjijikan.
  • Yang keluar dari hidung, ingus namanya atau tahi hidung, menjijikkan, tiada siapapun yang suka sekalipun yang punya diri.
  • Yang keluar dari mulut yaitu air liur, berbau busuk terutamanya air liur di waktu tidur, sangat busuk baunya dan juga kotor. Adakalanya air liur itu najis (air liur basi).
  • Air mata walaupun tidak bau, tetap dipandang jijik dan tidak disukai.
  • Apa lagi yang keluar daripada dua jalan, pintu depan dan pintu belakang, qubul dan dubur.Bukan saja sangat busuk, jijik, bahkan najis. Dan kotor. Benda yang keluar dari manusia yang paling tidak disukai. Baunya sangat menyakitkan hidung manusia. Ia wajib dicuci. Kalau tidak ia akan merusak ibadah kita, mengotori dan mencemari udara dan dapat mengancam kesehatan manusia serta dapat mengganggu kenyamanan.

Apa yang kita bahas tadi ialah perkara-perkara yang jijik yang alamiah dan tidak dapat dielakkan oleh manusia.Ia merupakan tabiat alami badan manusia.

Belum lagi kita membahas perkara-perkara yang menjijikkan dan dibenci yang sangat mengaibkan manusia serta menyusahkan manusia, yaitu penyakit-penyakit yang datang kemudian yang menimpa tubuh manusia seperti kudis, kencing manis, koreng, gatal, bisul, luka yang mengeluarkan nanah yang begitu busuk, kotor dan menjijikkan serta menyakitkan dan melemahkan tubuh manusia. Dengan itu semua manusia terlebih lagi tidak ada harga dan nilainya. Adakalanya orang yang kita sayangi seperti anak dan isteri tiba-tiba saja benci dan lari dari kita.

Kalau manusia itu tidak ada kebaikan dan keistimewaan di sudut-sudut yang lain, yang ada hanya seperti apa yang telah disebutkan tadi, di manakah istimewanya? Maka apalah arti hidup manusia? Tidak ada arti apa-apa kehadiran mereka di dunia ini. Hanya susah dan menyusahkan orang lain saja. Tidak ada harga dan nilainya manusia itu. Mereka laksana sampah masyarakat. Bahkan lebih hina daripada sampah.Kalau sampah yang tidak berguna yang mengganggu itu dapat disapu, kemudian dibuang atau dikumpulkan kemudian dibakar saja, maka abunya dapat dibuat pupuk.Sedangkan manusia, tidak bisa dibuang apa lagi hendak dibakar. Ia benar-benar bangkai bernyawa yang menyusahkan dan mengganggu kehidupan orang lain.

Oleh yang demikian, dengan rahmat Allah dan kasih sayang-Nya kepada manusia sebagai hamba-Nya maka Allah ingin memuliakan manusia dan meninggikan derajatnya. Maka Allah mengutus para nabi dan rasul alaihimussolatuwassalam dan kepada mereka diberikan panduan dan petunjuk. Nabi yang terakhir ialah Sayidina Muhammad SAW. Kepadanya diberi Al Quran sebagai panduan dan petunjuk kepada manusia, bagaimana manusia itu menjadi orang yang berguna. Di samping menjadi hamba-Nya yang mengabdikan diri kepada-Nya, manusia juga adalah khalifah-Nya untuk membangun, memajukan dan mengatur dunia ini agar selamat dan bahagia di dunia. Di Akhirat kelak diberi ganjaran yang lebih besar dan istimewa yaitu Syurga yang tiada tara dan bandingannya sebagai anugerah Allah kepada manusia. Karena rahmat-Nya kepada manusia yang telah membuat kebaikan waktu di dunia seperti yang Dia kehendaki.

Oleh karena itu, manusia hendaknya mengambil peluang dengan panduan petunjuk dari Allah dengan cara membesarkan Allah, mencintai Dia, takut kepada-Nya, mensucikan Dia, merendah diri kepada-Nya,malu kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya, berharap kepada-Nya, redha dengan ketentuan-Nya, sabar terhadap ujian-ujian dari-Nya melalui sembahyang, puasa, haji, membaca Al Quran, zikir, tasbih,tahmid, taqdis, mujahadah, jihad. Inilah caranya manusia berhubung dengan Khaliq-Nya sebagai hamba ciptaan-Nya.

Seterusnya sebagai khalifah-Nya; dengan membangun dunia ini. Majukan dan aturlah mengikuti sistem dan peraturan dari Allah karena dunia ini milik Allah. Kita jangan berbuat sewenang-wenang supaya dunia tidak rusak. Dan berkhidmatlah untuk sesama manusia demi mencetuskan kasih sayang, perpaduan,kerjasama, keharmonian,keselamatan, keamanan dan kebahagiaan bersama melalui kuasa, pemerintahan, ilmu, tenaga, pengaruh, uang, harta dan lain-lain. Sesuaikan dengan panduan dari Allah agar Allah redha dan Allah merahmati serta memberkati. Kemudian takutlah kepada Allah di dalam setiap perkara itu. Dengan itu moga-moga apa yang dibuat oleh manusia tidak ada berlaku side effectnya yang negatif yang akan merosakkan manusia itu sendiri.

Siapa di kalangan manusia yang dapat melakukan sedemikian rupa, inilah manusia yang bertaqwa di sisi Allah. Dia dapat kemuliaan daripada Allah dan keampunan-Nya. Di dunia pula orang yang berjasa dengan manusia karena kebaikan yang telah dicetuskannya, maka orang itu telah menutup kelemahan-kelemahan yang ada. Dia telah mendapat martabat di sisi Allah dan di sisi manusia karena walaupun di dalam kelemahan, dia telah menjadi manusia yang berguna. Di Akhirat kelak layaklah dia mendapat keampunan dari Allah serta dapat masuk ke Syurga-Nya.

Dalam pada itu kalau manusia itu tidak dididik dengan didikan Islam, menjadikan manusia tidak takut dengan Tuhan, lupa dengan kehidupan hari Akhirat maka manusia itu berani pula melakukan berbagai-bagai bentuk kejahatan sama ada terang-terangan mahupun secara sembunyi melalui anggota lahirnya. Tangannya digunakan untuk mencuri, merompak, merasuah, memukul, membunuh. Kakinya dihalakan ke tempat-tempat kejahatan dan maksiat, ke kelab malam, ke disko-disko,ke tempat-tempat pelacuran, ke tempat-tempat judi, ke tempat-tempat berpeleseran dan pergaulan bebas. Mulutnya digunakan untuk mengumpat, menghina, memfitnah, berbohong, memaki, mengherdik, bercakap lucah. Matanya digunakan untuk melihat perempuan-perempuan ajnabi, gambar-gambar lucah, melihatlihat kecacatan orang untuk disebarkan. Telinga pula suka mencuri-curi dengar rahasia orang untuk disebar-sebarkan. Dengan akalnya pula manusia selalu sahaja berfikir untuk melakukan berbagai kejahatan, merancang untuk melakukan kerosakan di bumi Tuhan ini.

Setelah kita mengkaji tentang manusia, tubuhnya atau badan lahirnya dan badan kasarnya tidaklah istimewa mana. Lantaran itulah manusia berusaha untuk menutup kelemahan semula jadi yang lahir ini. Terpaksalah badan mereka dibersihkan selalu,disabun, disyampu, dibedak, digincu, disapu minyak wangi.Dihias pula dengan pakaian yang cantik lagi mahal untuk menarik perhatian orang agar orang boleh dekat dan bergaul. Kalau tidak, orang akan lari karena bau peluh saja orang tidak tahan.Bahkan ampun maaf, untuk menunaikan fitrah semula jadi di antara suami isteri pun kalau tidak berhias-hias dan disapu badan dengan minyak wangi dan bedak, tuntutan fitrah itu boleh terbantut atau kemahuan terus mati. Akibatnya boleh timbul krisis rumah tangga.

Begitu jugalah untuk menyihatkan badan agar ia sentiasa segar dan cergas, perlu riadhah dan joging selalu. Dijaga makan minum, cukup tidur, dijauhi tempat-tempat yang mendatangkan penyakit. Begitulah hakikat diri manusia semula jadi, tiada seorang pun boleh melepaskan diri atau mengelak diri daripada ditimpa oleh apa yang telah disebutkan.

Di sinilah kalau manusia itu sedar hakikat diri masing-masing yang tidak dapat mengelak daripada kelemahan-kelemahan sepertimana disebutkan di atas sekalipun dia raja dan orang yang berkuasa, berilmu dan berharta, maka manusia itu akan sentiasa insaf dan malu. Mereka akan tawadhuk dan merendah diri.

Referensi : Buku Buah Fikiran Abuya Ashaari Muhammad Siri 1

Advertisements

7 comments on “Manusia Adalah Hamba Yang Tiada Keistimewaan Apa-Apa…

  1. Terimakasih syafiqa atas kunjungannya. Syukur kepada Tuhan jika artikelnya bermanfaat. Artikel diatas dipetik dari Buku Buah Fikiran Abuya Ashaari Muhammad Siri I, jadi bukan saya yang buat, saya hanya menyampaikan apa yang datang dari beliau. Moga bermanfaat 🙂

  2. Malu banget rasanya apabila diperlihatkan oleh Abuya, betapa hinanya manusia itu. Coba saja kalau tak percaya. Tak mandi 7 hari, tak gosok gigi 7 hari, tak ganti baju 7 hari, tak pakai shampo, tak pakai perfume,melakukan aktivitas berat,keringat bercucuran, hufff…mau cantik atau ganteng kayak gimanapun tetep aja…smell bad dan amburadul…

    Kemuliaan manusia ada pada ruh nya.Ada pada Taqwa dan sejauh mana ia bermanfaat untuk manusia lain…

  3. Pingback: Kejadianku Dari Tanah… « ABOUTMIRACLE

  4. Pingback: Apalah Arti Paras Wajah… « ABOUTMIRACLE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s