Allah Yang Maha Baik, Kenapa Kita Lupakan ?

Dulu sewaktu kita duduk di bangku sekolah dasar, ketika belajar mata pelajaran sejarah, kita disuruh menghafalkan siapakah pencipta dan penemu mobil, siapakah yang menciptakan kapal terbang, siapa yang menemukan telepon, siapa yang mencipta bola lampu dan listrik, siapakah yang menemukan komputer, siapakah yang menemukan bom atom, siapakah yang menemukan roda, dll. Para pelajar juga diminta mengenal dan mengenang jasa orang yang pertama kali mengelilingi dunia,orang yang membuka Negara kita, orang yang pertama kali menemukan benua Australia, Amerika, dsb. Hingga saat ini kita disuruh mengenal dan mengingat siapa yang membangun tugu Monas, siapa yang membangun menara Eifel, dsb.

Artinya sistem pembelajaran dan pendidikan kita saat ini mengakui daya cipta dan usaha atau ikhtiar serta jasa seseorang kepada dunia ini, sehingga nama orang-orang yang pernah berjasa kepada negara atau dunia akan selalu dikenang, dipuja-puja, dibanggakan, bahkan diabadikan untuk nama gedung,nama tugu-tugu, nama jalan, sampai nama anak-anak kita,dst. Semakin besar jasa orang tersebut maka semakin besar sanjungan dan pujian yang diterimanya, sehingga dia menjadi idola bangsa-bangsa serta negara. Bill Gate misalnya, dia telah berhasil mendapat fans di seluruh dunia, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang lain seperti dia di dunia ini.

Kemudian mari kita renungi sejenak bahwa, akan sangat tidak adil bagi siapa saja yang tidak mempedulkan siapakah yang menciptakan langit dan bumi,siapakah yang menciptakan matahari dan bulan, siang dan malam, hujan dan panas, gunung dan lautan, pohon-pohon dan tanaman, binatang ternak dan ikan, burung-burung, udara, air, api. Dan lebih tidak adil bilamana manusia tidak pernah mengenang sama sekali jasa siapa yang telah memberikan sepasang mata, dua ulas bibir, sekeping hati dan segumpal otak, sesosok tubuh dan seindah wajah, memberi suara dan pendengaran, memberi daya ingat dan kemampuan berpikir, dst.

Ya… siapakah yang merizkikan kecantikan dan ketampanan, harta dan rumah, mobil, kekuasaan dan pengaruh, kesehatan dan petunjuk, kehidupan dan kematian…?

Kalau kita sangat takjub dengan pencipta IT (Information Technology), mengapa kita tidak takjub dengan pencipta akal sehingga akal mampu menciptakan IT tersebut? Kalau jasa yang kecil pun dikenang dan dinobatkan, mengapa jasa yang Maha Besar tidak dipedulikan?

Mari merenungi diri kita, siapakah yang menciptakan aku ini? Siapa yang paling bertanggung jawab tentang diriku ini? Sesungguhnya inilah pelajaran sejarah yang paling dasar yang seharusnya kita pelajari pertama kali. Mudah-mudahan dengan ini kita tidak salah berpikir tentang arti kehidupan dan tujuannya.Supaya ending yang kita capai nanti benar-benar sesuai dengan tujuan kita diciptakan oleh Allah di dunia ini. Tidak seperti banyak kisah manusia yang telah kita saksikan menutup hidupnya dengan begitu menyedihkan.

Ya… siapapun tahu dirinya diciptakan oleh Allah, Maha Raja bagi seluruh ciptaan. Maka Allah juga yang bertanggung jawab menjaga segala-galanya dan selama-lamanya. Dan kalau begitu tentunya Allah juga yang paling menyayangi kita lebih dari ibu dan ayah kita atau siapapun di dunia ini.

Tapi aneh, kita begitu sayang dengan ibu dan bapak kita, dengan kekasih kita, bahkan hidup mati kita untuk mereka. Kita sanggup berkorban apa saja untuk mereka. Namun kenapa tidak demikian halnya kepada Allah, Tuhan kita. Allah sebenarnya sangat penting bagi kita, tapi bagi kita seolah-olah Dia tidak ada dalam kehidupan kita, seolah-olah kita tidak mempunyai Tuhan, bahkan sampai kita merasa tidak ada bedanya dalam hidup kita apakah Tuhan itu ada atau tidak. Lalu kita pun tidak mempedulikan Dia atau kita tidak menganggap bahwa Dia sangat diperlukan dalam hidup kita.

Padahal tanpa Allah, napas kita tidak akan bergerak, mata tidak akan bisa berkedip, otak tidak bisa berfungsi, suara tidak bisa keluar, dan segala-galanya akan berhenti dan kita pun akan mati. Sesungguhnya Allah sedang menjalankan seluruh sistem ini untuk kita, dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah terlena untuk semua itu. Kadangkala kita diberi sakit sebentar, lalu cepat-cepat disembuhkan kembali, oleh karena cintaNya kepada kita. Kita diberi sakit sebentar agar insyaf, lalu kita segera dihibur kembali dengan kesehatan. Apakah kita tidak terasa bahwa itu adalah belaian dariNya?

Kita kadang dimarahi oleh Allah, adalah karena kasih sayangNya, dan itu dilakukan tidak sampai lama-lama. Atas dasar kasih sayang Allah jugalah kita dipanggil kembali untuk meminta ini dan itu kepadaNya, karena sebenarnya Dia rindu kepada hamba-hambaNya. Sebenarnya Allah sangat melayani hamba-hamba ciptaanNya, tapi apa yang terjadi…?si hamba sama sekali tidak mempedulikanNya.

Tanpa mengeluh, Allah Yang Maha Sabar akan terus menanti waktu dimana si hamba datang kembali ke sisiNya, Dia ingin semoga hambaNya sempat menghadap sebelum kembali kepadaNya, yakni mati.

 

Wahai Tuhan, mengapa hati ini tiada untuk Engkau? Dimana salahnya aku ini? Cinta seagung itu dariMu tiada balasan sama sekali dariku, bagai air dituangkan ke daun talas, tiada bekasnya. Aku sungguh kejam kepadaMu wahai Tuhan, betapa zalim perasaanku ini.

Allah menjawab melalui hadis Nabi SAW yang artinya, “awal-awal agama adalah mengenal Allah” ( awwaluddin ma’rifatullah) .Tetapi sayang, ketika manusia dilahirkan ke dunia ini langsung “dipisahkan” dari Allah. Tidak ada pendidikan yang secara serius berusaha mendekatkan manusia kepada Allah. Sebaliknya, pendidikan yang ada sangat serius dengan ciptaanNya, tetapi jasa Allah dilupakan begitu saja sementara jasa manusia disanjung setinggi langit.

Umpama seorang anak yang baru dilahirkan, kemudian langsung diserahkan kepada orang lain, lalu 30 tahun kemudian baru dikembalikan kepada sang ibu. Apakah mudah ibu dan anak tersebut bersikap betul-betul sebagai ibu dan anak? Tentu sulit dan memerlukan waktu lama untuk memulihkan perasaan kasih sayang antara keduanya.

Demikian juga kita dengan Allah, Tuhan kita. Mari kita berusaha agar mulai hari ini kita dapat membalas Cinta Agung dari Allah. Wabihi Wallahu ‘Alam [Fat]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s