Beberapa kisah mengenai Tabarruk para Sahabat r.a terhadap Rasulullah s.a.w

January 6, 2012 Leave a comment

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN RAMBUT DAN KUKU NABI

1. Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya pada Kitab l-libas (bab pakaian) dalam pasal berjudul “Tentang rambut abu-abu”, bahwasanya ‘Usman ibn Abd Allah ibn Mawhab mengatakan: “Keluargaku mengirim diriku pergi ke Ummu Salama dengan secangkir air. Ummu Salama membawa keluar suatu botol perak yang berisi sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan biasanya jika seseorang memiliki penyakit mata atau kesehatannya terganggu, mereka mengirimkan secangkir air kepadanya (Ummu Salama) agar ia mengalirkan air itu lewat rambut tersebut (dan diminum). Kami biasa melihat ke botol perak itu dan berkata, ‘Aku melihat beberapa rambut kemerahan’”.

2. Anas berkata, “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur kepalanya (setelah hajj), Abu Talha adalah orang pertama yang mengambil rambutnya” (Hadits Riwayat Bukhari).

3. Anas juga berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam melempar batu di al-Jamra, kemudian ber-qurban, dan menyuruh seorang tukang cukur untuk mencukur rambut beliau di bagian kanan lebih dulu, lalu memberikan rambut tersebut pada orang-orang” (Hadits Riwayat Muslim).

Dia berkata: “Talha adalah orang yang membagi-bagikannya”. (Hadits Riwayat Muslim, Tirmidhi, dan Abu Dawud).

Dia juga berkata: “Ketika Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam mencukur rambut kepalanya di Mina, beliau sall-Allahu álayhi wasallam memberikan rambut beliau dari sisi kanan kepalanya, dan bersabda: Anas! Bawa ini ke Ummu Sulaym (ibunya). Ketika para shahabat radiyallahu ‘anhum ajma’in melihat apa yang Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam berikan pada kami, mereka berebut untuk mengambil rambut beliau sall-Allahu álayhi wasallamyang berasal dari sisi kiri kepala beliau sall-Allahu álayhi wasallam, dan setiap orang mendapat bagiannya masing-masing. (Hadits Riwayat Ahmad).

4. Ibn al-Sakan meriwayatkan lewat Safwan ibn Hubayra dari ayah Safwan: Tsabit al-Bunani berkata: Anas ibn Malik berkata kepadaku (di tempat tidurnya saat menjelang wafatnya): “Ini adalah sehelai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam. Aku ingin kau menempatkannya di bawah lidahku.” Thabit melanjutkan: Aku menaruhnya di bawah lidahnya, dan dia (Anas) dikubur dengan rambut itu berada di bawah lidahnya.”

5. Abu Bakr berkata: “Aku melihat Khalid ibn Walid meminta gombak (rambut bagian depan) Nabi sall-Allahu álayhi wasallam, dan dia menerimanya. Dia biasa menaruhnya di atas matanya, dan kemudian menciumnya.” Diketahui bahwa kemudian dia menaruhnya di qalansuwa (tutup kepala yang dikelilingi turban) miliknya, dan selalu memenangkan perang. (riwayat Al-Waqidi di Maghazi dan Ibn Hajar di Isaba).

Ibn Abi Zayd al-Qayrawani meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata: “Khalid ibn al-Walid memiliki sebuah qalansiyya yang berisi beberapa helai rambut Rasulullah sall-Allahu álayhi wasallam, dan itulah yang dipakainya pada perang Yarmuk.

6. Ibn Sirin (seorang tabi’in) berkata: “Sehelai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam yang kumiliki lebih berharga daripada perak dan emas dan apa pun yang ada di atas bumi maupun di dalam bumi.” (riwayat Bukhari, Bayhaqi dalam Sunan Kubra, dan Ahmad)

7. Dalam Shahih Bukhari, vol 7, kitab 72, no. 784, Utsman bin Abd-Allah ibn Mawhab berkata, “Orang-orangku mengirim semangkuk air ke Umm Salama.” Isra’il memberikan ukuran tiga jari yang menunjukkan kecilnya ukuran wadah yg berisi beberapa helai rambut Nabi sall-Allahu álayhi wasallam. Utsman menambahkan, “Jika seseorang sakit karena suatu penyakit mata atau penyakit lainnya, dia akan mengirimkan suatu wadah berisi air ke Umm Salama (dan dia akan mencelupkan rambut Nabi ke dalamnya dan air tersebut akan diminum).

Aku melihat ke wadah (yang berisi rambut Nabi) dan melihat beberapa helai rambut kemerahan di dalamnya.”

Hafiz Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, Vol. 10, hlm, 353, mengatakan: “Mereka biasa menyebut botol perak tempat menyimpan rambut Nabi itu sebagai jiljalan dan botol itu disimpan di rumah Umm Salama.”

Hafiz al-’Ayni berkata dalam ‘Umdat al-Qari, Vol. 18, hlm. 79: “Umm Salama memiliki beberapa helai rambut Nabi dalam sebuah botol perak. Jika orang jatuh sakit, mereka akan pergi dan mendapat barokah lewat rambut-rambut itu dan mereka akan sembuh dengan sarana barokah itu. Jika seseorang terkena penyakit mata atau penyakit apa saja, dia akan mengirim istrinya ke Umm Salama dengan sebuah mikhdaba atau ember air, dan dia (Umm Salama) akan mencelupkan rambut itu ke dalam air, dan orang yang sakit itu meminum air tersebut dan dia akan sembuh, setelah itu mereka mengembalikan rambut tsb ke dalam jiljal.”

8. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya (4:42) dari Abd Allah ibn Zayd ibn ‘Abd

Rabbih dengan sanad yang shahih seperti yang dinyatakan oleh Haythami dlm Majma’ al-Zawaid, bahwa Nabi sall-Allahu álayhi wasallam memotong kukunya dan membagikannya ke orang-orang.

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN KERINGAT RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAYHI WASALLAM

1. Anas berkata: “Nabi sall-Allahu álayhi wasallam tinggal bersama kami, dan begitu beliau tidur, ibuku mulai mengumpulkan keringatnya dalam suatu bejana. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam terbangun dan bertanya, “Wahai Umm Sulaym, apa yang kau lakukan?” Dia (Umm Sulaym) menjawab, “Ini adalah keringatmu yang akan kami campur dalam parfum kami dan itu adalah parfum terbaik.” (Hadits Riwayat Muslim, Ahmad).

Ketika Anas terbaring menjelang wafatnya dia menyuruh agar sebagian dari bejana itu digunakan saat upacara sebelum penguburannya, dan memang dipakai seperti yang ia suruh. (Hadits Riwayat Bukhari)

Ibn Sirin juga diberikan sebagian dari bejana milik Umm Sulaym. (Hadits riwayat Ibn Sa’d)

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN SALIVA (AIR LUDAH) NABI DAN AIR WUDHU’ BELIAU

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang ini amatlah banyak. Antara lain dapat dilihat di karya Syaikhul Muhadditsiin Imam Ibn Hajar al-Asqalany, Fath al-Bari 1989 ed. 10:255-256.

1. Dalam Bukhari dan Muslim: Para shahabat berebut mendapatkan sisa air wudhu’ Nabi sall-Allahu álayhi wasallam untuk digunakan membasuh muka mereka.

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata: “riwayat-riwayat ini merupakan bukti/hujjah untuk mencari barokah dari bekas-bekas para wali” (fihi al-tabarruk bi atsar al-salihin).

2. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam biasa menggunakan saliva-nya untuk menyembuhkan penyakit, saliva beliau dicampur dengan sedikit tanah, dan diikuti kata-kata.

“Bismillah, tanah dari bumi kita ditambah dengan air liur dari orang-orang yaqin di antara kita akan menyembuhkan penyakit kita dengan izin Tuhan.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

3. Nabi sall-Allahu álayhi wasallam pernah menyuruh setiap orang di Madina kemudian Makkah untuk membawa bayi-bayi mereka yang baru lahir, kepada siapa beliau sall-Allahu álayhi wasallam membacakan doa dan memasukkan campuran nafas dan ludah (nafs wa tifl) beliau ke dalam mulut bayi-bayi itu. Beliau kemudian memerintahkan pada ibu-ibu mereka untuk tidak menyusui sampai malam.

[Hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud, Ahmad, Bayhaqi dalam Dala’il Nubuwwah, Waqidi, dll].

Nama-nama lebih dari 100 orang Ansar dan Muhajirin yang menerima barokah khusus ini diketahui lengkap dengan isnadnya.

Sumber : http://blog.its.ac.id/syafii/2009/05/04/adab-hormat-dan-tabarruk-sunnah-nabi-yang-dilupakan/

YAQAZAH – Rasulullah SAW sentiasa ada bersama kita

October 21, 2011 8 comments

yaqazah

DEFINISI YAQAZAH DAN MUSYAFAHAH

Arti yaqazah pada bahasa ialah jaga, sedar, bukan dalam keadaan mimpi, (yaqiza) Aiy mutayaqqizun: Hazirun: jaga, sedar, berjaga-jaga. – Mukhtarus Sihah, Asy Syeikh AI Imam Muhammad bin Abi Bakar bin Abdul Qadir Ar Razi, Al Maktabah Al’asriyah, Soida, Beirut. (m.s. 349)

Adapun pengertian yaqazah pada istilah perbahasan ilmu tasawuf ialah bertemu atau berjumpa dengan roh Rasulullah SAW dalam keadaan jaga (bukan mimpi) dan ia merupakan satu karamah wali-wali Allah.

Arti musyafahah pada bahasa pula ialah berbual-bual antara dua pihak. (Al Musyafahah) Al Mukhatobah min fika ila fihi. – Mukhtarus Sihah, Asy Syeikh Al Imam Muhammad bin Abi Bakar bin Abdul Qadir Ar Razi, AI Maktabah AI’asriyah, Soida, Beirut. (m.s. 167)

Pada istilah pula ialah berbual-bual dengan roh Rasulullah SAW atau bersoaljawab atas apa-apa kesamaran dalam agama atau menerima amalan-amalan tertentu dari baginda.

Yaqazah adalah satu perkara luar biasa yang mencarik adat. Ia menjadi salah satu sumber kekuatan para ulama yang hak dalam mempertahankan kebenaran.

Imam As Sayuti apabila ingin memasukkan sebuah Hadis ke dalam kitab karangannya akan bertanya kepada Rasulullah SAW secara yaqazah: “Adakah Hadis ini daripadamu ya Rasulullah?”

Jika Rasulullah SAW membenarkan, barulah beliau merekodkan Hadis tersebut.

Begitu juga berlaku kepada ramai auliya Allah. Ini merupakan satu ‘teknologi’ yang sangat canggih yang tidak mampu dipintas oleh musuh-musuh Islam di kalangan Yahudi dan Nasrani. Bagaimana mereka ingin memintasnya sedangkan kekuatan mereka setakat memaksimumkan penggunaan akal. Akal sampai bila pun tidak akan berjaya mengalahkan kekuatan roh.

Inilah senjata kemenangan ulama-ulama dan para pejuang Islam sepanjang sejarah. Dengan bersungguh-sungguh mengusahakan taqwa, Allah kurniakan kepada mereka bantuan-bantuanNya secara zahir atau rohani. Di antara bantuan-bantuan rohani ialah mimpi yang benar, firasat, kasyaf, hatif dan lain-lain. Baca : HIKMAH & ILHAM: Saluran Ilmu Yg Sudah Hilang Dari ULAMA Islam Modern

Bacalah sejarah Tariq bin Ziad, Salehuddin Al Ayubi, Muhammad Al Fateh, Mimar Sinan, Imam Al Ghazali, Imam As Sayuti. Kajilah rahsia kejayaan mereka.

HUKUM YAQAZAH

Yaqazah hukumnya boleh berlaku pada wali-wali Allah sebagai kemuliaan (karamah) yang Allah kurniakan kepada mereka. la adalah perkara yang mencarik adat (luar dari kebiasaan) pada logik manusia sedangkan ia masih dalam lingkungan mumkinat (jaiz) bagi Allah mengadakan atau mentiadakannya. Read more…

Merenung Sejenak Perjalanan Hati & Amal

June 9, 2009 2 comments

http://www.middle-fork.org/archives/dDropWater.gif

“Ya Allah jadikan kami orang yang ikhlas. Jadikan usaha kami kerana-Mu . Jangan diselit di hati kami selain-Mu. Pimpinlah kami wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Agar usaha-usaha kami tidak sia-sia. Amin.Ya Rabbal’alamin. Ya Mujibassailin, Wahai Tuhan yang menunaikan segala permintaan orang yang meminta”

******************************************************

Diriwayatkan oleh Sayidina Muaz bin Jabal R.A,

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya.Wahai Muaz!”

Muaz menjawab: “Ya Saiyidil Mursalin.”

Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya.

Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah:

‘Saya penjaga tukang umpat. Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya kerana saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’ Read more…

Renungan di saat dunia pancaroba…

May 12, 2009 4 comments

sunset in KL

Kalau kamu punya seorang saja yang kamu benci,
itu sudah terlalu banyak…

Kalau kamu punya sejuta orang yang kamu sayang,
itu masih terlalu sedikit…

Nikmatilah hidupmu dengan saling menyayangi dan bersangka baik dengan orang lain. Karena sesungguhnya Allah itu Ar Rahman. DIA Maha Pemurah sekalipun kepada orang yang menderhakai- Nya.

Jangan hancurkan hidupmu dengan membenci dan bersangka buruk terhadap orang lain. Karena sesungguhnya Allah itu Al Alim. DIA Maha Mengetahui sekalipun apa yang terlintas di dalam hatimu.

Kalau kakimu sakit bersabarlah.
Karena kesakitan itu hanya berbahaya untukmu di dunia

Tapi kalau hatimu sakit segeralah sembuhkan.
Karena sakit hatimu itu bisa merusak hidupmu di dunia dan di Akhirat

Benci, sakit hati, hasad dengki, sangka buruk itu seperti api dalam sekam. Bisa membakar seluruh hidupmu tanpa kau sedari

*Sajak gubahan Ibu Ir. Latifah Abdul Qahhar

Letter from Caliph Umar to River Nile

May 11, 2009 1 comment

nile23

There was a time when Egypt was conquered by Muslims, Caliph Umar Al-Khattab put Amru Al-Ash as the governor of that new Muslim territory. Amru Al-Ash was famous as a valiant commander and an efficient and wise administrator.

After some period, the month of Bowana (June) came. At the beginning of the month a delegation of the “Qabti” tribe met the governor and said that one habit of the river Nile is such that if not fulfilled it (the Nile) stops flowing.

The governor asked. “What’s that?”.

They said: “After 12 nights of this month Bowana (June) has passed, we grab a beautiful young girl, persuade her parents, decorate this young girl with good clothes and jewelry and put her in the river Nile. After that the river flows with full force”

Read more…

Kemanapun Kita Pergi, Bawalah Akhlak Yang Sejati

May 10, 2009 2 comments

children recite

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Tidak aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.”

Akhlak ialah tingkah laku, budi pekerti, peribadi, gerak gerik dan cara bergaul. Akhlak juga ialah adab dan tata susila. Akhlak ada beberapa peringkat :

  • Ada akhlak kepada Tuhan.
  • Ada akhlak sesama manusia.
  • Ada akhlak terhadap makhluk Tuhan yang lain.

Di antara akhlak kita kepada Tuhan termasuklah kita yakin dan beriman kepada-Nya. Kita sabar dan redha di atas segala ketentuan-Nya. Kita menyembah dan bertawakal kepada-Nya dan lain-lain lagi.

Akhlak kita sesama manusia berbagai pula bentuknya. Kita taat dan patuh pada guru dan ibu ayah kita. Kita cinta dan kasihkan mereka. Kita rendahkan diri dan hati kita terhadap mereka. Begitu jugalah akhlak kita terhadap pemimpin. Sesama kawan pula, kita berlapang dada, saling bantu-membantu, nasihat-menasihati dan berkasih sayang. Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.